
Setelah beberapa saat, akhirnya Shin Shui sudah menenggak habis arak yang diberikan Yashou. Kini pemuda itu nampak berbeda. Pipinya sedikit memerah, tatapan matanya nanar, bahkan mulai berwarna merah dan berair. Bau arak mulai tercium dari mulutnya. Paslanya karena dia sesekali mengalami cegukan.
Bahkan sekarang Shin Shui tidak bisa berdiri dengan benar. Dia selalu sempoyongan dan sesekali terjatuh. Tingkah lakunya ini berhasil mengundang tawa orang-orang yang melihatnya, termasuk Lin Jun sendiri. Wajar, karena mereka belum tahu apa yang akan dilakukan oleh 'bocah gila' tersebut.
Tapi tidak dengan Yashou, pendekar tua itu justru merasa bahwa ini adalah momen langka. Dia faham betul apa yang akan dilakukan Shin Shui.
"Hei kau … euuu … orang tua. Ayo kita bertarung kembali … euuu," kata Shin Shui dibarengi cegukan dan sempoyongan. Niatnya berkata kepada Lin Jun, tapi arahnya malah menuju ke Yashou.
Tentu saja hal ini mengundang gelak tawa kembali, bahkan Lin Jun sampai sedikit sakit perutnya.
"Hahaha, sudahlah bodoh. Jangan bertingkah konyol, bagaimana kita akan bertarung jika kau sendiri tidak bisa membedakan mana lawan mana kawan … hahaha," kata Lin Jun geli karena melihat Shin Shui semakin kacau.
"Eh salah ya … ehehe. Aku kira kau disana," kata Shin Shui sembari menunjuk Lin Jun.
"Baiklah, ayo serang aku kakek ompong. Jangan banyak membual," kata Shin Shui serius. Tapi berdirinya masih tidak stabil.
"Bedebah, dalam keadaan seperti ini saja kau masih menyombongkan diri. Akan aku robek mulutmu itu," kata Lin Jun sembari berniat untuk menyerang.
__ADS_1
Sekarang dia tidak peduli dengan keadaan Shin Shui, dia sangat marah. Terlebih karena beberapa kali kepala tetua Sekte Macan Kumbang itu dihina. Lin Jun langsung melesat menyerang Shin Shui, dia kembali mengincar jantung lawannya.
Shin Shui masih terlihat sempoyongan. Suara cegukannya masih kerap kali terdengar. Lin Jun yang melihat hal ini mengira bahwa dia bisa dengan mudah membunuh Shin Shui, terlebih karena dirinya tidak melihat pemuda itu berniat menahan serangan yang akan datang.
Tapi ketika dirinya sudah dekat dengan Shin Shui, Lin Jun sangat terkejut. Pemuda itu tiba-tiba berdiri dengan stabil, bahkan matanya terlihat menatap tajam. Ya meskipun kadang error kembali.
Tepat ketika tanganya hampir mencapai dada Shin Shui. Mendadak pemuda itu mundur beberapa tombak ke belakang, bahkan mundurnya sambil jungkir balik. "Euuu …" Shin Shui kembali cegukan.
"Kau pikir bisa membunuhku dengan mudah kakek tua? Akan aku perlihatkan sesuatu yang menarik untukmu," ucap Shin Shui dengan posisi kaki diatas, tangan dibawah.
"Jurus Dewa Mabuk Menghancurkan Daratan, Dewa Mabuk Mengelilingi Gunung, Dewa Mabuk Terhuyung-huyung," kata Shin Shui langsung mengeluarkan tiga jurus sekaligus.
Pemuda itu langsung menyerang tidak karuan, dia kadang mengelilingi Lin Jun, lalu menyerang sembari jungkir balik. Memukul sembari sempoyongan, lalu menjatuhkan dirinya sendiri. Awalnya Lin Jun masih bisa tertawa, tapi beberapa saat kemudian, dia terkejut bukan main.
Sekarang gerakan Shin Shui mulai teratur, memukul sempoyongan, menendang, menyundul, bahkan melompati Lin Jun lalu berbalik menendang punggungnya. Lin Jun mulai kewalahan, dia segera mengeluarkan ilmu silat yang lebih tinggi lagi.
Kini keduanya mulai beradu pukulan dan tendangan yang diisi tenaga dalam, serangan Shin Shui pun semakin garang dan rumit dibaca musuh. Bahkan tak jarang serangkaian serangannya penuh dengan tipuan. Hingga akhirnya dia berhasil memberikan serangan kedua telapak tanganya ke Lin Jun tepat mengenai ulu hati dan dada.
__ADS_1
"Ahhh …"
Dia terpental sampai sepuluh tombak ke belakang. Lin Jun memuntahkan darah segar lumayan banyak. Terlihat ada dua bekas telapak tangan Shin Shui yang sedikit menghitam di dada dan ulu hati Lin Jun.
"Ilmu silat macam apa itu. Bahkan serangan telapak tangannya bisa memberikan luka dalam yang parah padaku. Tidak ada cara lain, aku harus mengeluarkan jurus itu." gumam Lin Jun sembari menahan rasa sakit yang kini mulai menyerang seluruh tubuhnya.
Dia berusaha untuk berdiri dengan tegap. Lalu tangan kananya ditaruh disamping kanan pinggang. Tangan kirinya ditaruh di depan. Tak lama, dia menggebrak tanah menggunakan tangan kananya …
"Macan Kumbang Kegelapan …"
"WUSHH …"
Tiba-tiba asap hitam muncul menyelimuti tempat sekitar Lin Jun. Lalu mendadak muncul tiga ekor macan kumbang didepan dirinya ketika asap hitam itu perlahan pudar.
"ROARRR …"
Orang-orang yang menyaksikan jurus ini tercengang, ini adalah salahsatu jurus kegelapan tingkat tinggi dari sekte Macan Kumbang. Dimana ketiga macan kumbang itu akan terus menyerang orang yang menjadi musuh tuannya hingga orang itu benar-benar tewas.
__ADS_1
Jika orang yang dituju belum tewas, maka tiga macan kumbang itu akan terus menyerangnya. Jalan satu-satunya adalah dengan cara membunuh langsung ketiga macan kumbang tersebut, tapi tentunya itu bukanlah hal bisa dilakukan dengan mudah.