
Keempat tetua sekte Macan Kumbang merasa puas ketika melihat Shin Shui terluka cukup parah. Mereka langsung berniat untuk menghampirinya dan berniat untuk segera membunuh Shin Shui.
Shin Shui belum bisa berdiri dengan tegak saat ini, dia masih merasakan sakit yang lumayan. "Kalau begini caranya aku harus menggabungkan kekuatan dengan senior, aku tidak ingin menggunakan kekuatan Kalung Kristal Halilintar lagi, kekuatannya terlalu mengerikan." gumam Shin Shui.
Berkat selalu bersama setiap saat, secara perlahan Shin Shui sudah bisa menggabungkan kekuatannya dengan Cun Fei, meskipun belum sempurna tapi untuk saat ini lebih dari cukup.
Menurutnya, saat ini tidak ada cara lain lagi kecuali menggabungkan kekuatan dengan Cun Fei si jelmaan Naga Emas. Shin Shui mengibaskan tangannya, sebuah pedang berwarna emas keluar dari ruang hampa.
Cahaya emas yang menyilaukan mulai terlihat, hutan berubah warna menjadi emas sekejap. Para tetua sekte Macan Kumbang kaget, mereka bisa melihat keanehan dari pemuda yang menjadi lawannya. Kini, tubuh Shin Shui mengeluarkan cahaya biru dan emas yang perlahan menyatu.
"Apa pemuda itu masih menyimpan kekuatan lainnya?" salah satu tetua kebingungan.
Rekannya hendak menjawab ucapan tetua yang kebingungan tersebut. Tapi sebelum itu terjadi, hembusan angin yang tajam tiba-tiba datang menyerang mereka.
"Awas …" keempat tetua tersebut langsung menghindar ke berbagai arah. Angin yang berhembus kencang terus melaju dan akhirnya menabrak pepohonan.
"Kau pikir bisa mengalahkan aku dengan mudah? Ckckck … jangan harap kau bisa membunuh Pendekar Halilintar semudah itu bodoh." kata Shin Shui.
Aura berwarna emas dan biru semakin besar, matanya yang tadi berwarna biru kini berubah menjadi berwarna emas. Tak mau menunggu lama, Shin Shui segera menyerang keempat tetua.
Mereka langsung bersatu kembali untuk mengalahkan Shin Shui, pertarungan antar senjata kembali terjadi. Shin Shui langsung mengeluarkan jurus pedang tingkat tinggi milik Cun Fei, yaitu 'Tarian Ekor Naga'.
Pedangnya meliuk-liuk bagaikan ekor, gerakannya lambat tapi tajam. Dia terus menyerang tanpa henti, semakin lama gerakannya semakin rumit untuk diikuti.
Keempat tetua itu cukup kerepotan, mereka bisa melihat perbedaan pemuda biru yang tadi dengan yang sekarang. Kekuatannya terasa menjadi beberapa kali lipat lebih kuat. Tentu saja, sebab Cun Fei menggabungkan kekuatannya dengan Shin Shui.
"Naga Halilintar Emas …"
__ADS_1
"DUARR … ROARR …"
Seekor naga berwarna emas dan diselimuti halilintar muncul. Naga itu berputar-putar diatas kepala Shin Shui, seperti menunggu perintah dari tuannya.
"Bunuh mereka! …"
Shin Shui memberi perintah. Seketika saja naga itu menyerang keempat tetua sekte Macan Kumbang. Mereka berniat untuk membalas serangan naga itu, tapi sebelum hal tersebut terjadi naga itu lebih dahulu menghantam tubuh keempat tetua.
"Ahhh …"
Suara teriakan dari keempat tetua sekte Macan Kumbang mulai terdengar. Semuanya terpental cukup jauh, mereka memuntahkan dara segar.
Shin Shui langsung menyerang mereka kembali, dia tidak mau membiarkannya hidup. Bagi Shin Shui, orang-orang yang berhati iblis pantas untuk dibunuh demi kehidupan yang damai.
Belum hilang rasa kagetnya, kini mereka bertambah kaget karena salah satu kepala rekan mereka menggelinding. Hanya beberapa menit saja, kepala dari keempat tetua sekte Macan Kumbang sudah lepas dari tempatnya.
Dia memilih berjalan santai, akibat luka dalam yang cukup parah jadi Shin Shui tidak bisa bergerak bebas. Setelah berjalan sekitar dua puluh menit, dia menemukan sebuah goa yang cukup besar.
Shin Shui lalu memasuki goa itu perlahan sembari mengamati goa tersebut. Setelah dirasa aman dari binatang buas ataupun siluman, pemuda biru itu lalu mulai duduk bersila disebuah batu yang cukup besar. Dia berniat untuk melakukan meditasi seperti biasanya.
Shin Shui mulai memejamkan mata, dia segera mematikan semua inderawi miliknya. Perlahan-lahan pemuda itu sudah memasuki alam bawah sadar.
Shin Shui menemukan gurunya sedang melakukan meditasi juga, setelah beberapa waktu. Akhirnya Lao Yi membuka mata dan mendekati Shin Shui.
"Shui'er, kembalilah ke alam nyata. Guru ingin berbicara kepadamu," perintah Lao Yi.
Meskipun kebingungan, tapi Shin Shui kembali ke alam nyata setelah mendapatkan perintah dari gurunya tersebut. Saat membuka mata, ternyata gurunya, Lao Yi, sudah berada disana lebih dahulu. Shin Shui segera saja memberikan hormat kepadanya.
__ADS_1
"Shui'er, maaf guru tidak membantumu. Guri sedang sangat fokus melakukan meditasi untuk meningkatkan pelatihan guru," ucap Lao Yi membuka suara lebih dulu.
"Tidak papa guru. Murid memahami, lagi pula … murid sadar, bahwa tidak selamanya guru akan selalu ada dan selalu membantu murid," balas Shin Shui hormat.
"Baiklah kalau kau mengerti Shui'er. Ternyata pemikiran dan pemahamanmu sudah semakin matang," kata Lao Yi.
"Duduklah dalam posisi bersila, biar guru obati luka dalammu itu." ucap Lao Yi berniat mengobati luka yang dialami Shin Shui.
Dia langsung melakukan apa yang diperintahkan oleh Lao Yi, sang legenda itu lalu menempelkan telapak tangannya di punggung Shin Shui. Hanya beberapa menit saja, luka dalam dan luka luar yang dia alami langsung pulih seperti sedia kala.
Benar, metode seperti ini sama dengan metode penyembuhan yang dilakukan oleh Pendekar Belalang Sembah kepada Shin Shui beberapa waktu lalu.
Setelah selesai, Lao Yi segera mengambil posisi duduk persis didepan muridnya itu. Dia ingin melakukan pembicaraan penting kepada murid semata wayangnya.
"Shui'er, guru ingin membicarakan sesuatu kepadamu," ucap Lao Yi yang diiringi dengan raut wajah serius.
###
Ini bonus ya:-) disini author berperan seperti penjual nasi, yaitu mengikuti selera pelanggan maunya rasa apa. Supaya tidak ada yang berprasangka tidak baik lagi:-)
Mohon berkomentar dengan bahasa yang bijak, semua butuh proses dan butuh perjuangan.
("ah kalo gamau dikomen gausah jadi penulis aja blablabla")
Tidak ada yang melarang berkomentar, siapapun boleh silahkan. Tapi pakailah bahasa yang enak dibaca, jika tidak suka tidak usah dibaca. Selesai!!!
"Ketika kamu ingin dihargai, maka kamu harus bisa menghargai"
__ADS_1
Salam santun!!!🙏🙏