Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Menerima Jurus Baru


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, ternyata benar dugaan Lao Yi. Setelah dua hari ini dia selalu dirawat dengan baik dan diberikan sumber daya pembangkit tenaga dalam, Shin Shui sudah mulai merasa seperti sedia kali kembali. Yahhh … meskipun kekuatannya menurun drastis.


Saat ini suasana masih pagi-pagi sekali. Bahkan mentari pun baru menampakkan dirinya. Sinar keemasannya menembus ruang bumi, keadaan Hutan Kematian pun menjadi lebih hidup karena sinar indah ini.


Burung-burung bernyanyi riang sambil terbang untuk memulai hari. Embun-embun pagi yang suci masih menggantung di ujung dedaunan. Udara segar menerpa guru dan murid itu.


Saat ini Lao Yi dan Shin Shui sedang duduk di atas sebuah batu di bawah air terjun, tempat dirinya bertapa dahulu. Tak lupa juga guru dan murid itu memakan buah-buahan sebagai menu 'sarapan' keduanya.


Dalam keheningan dan ketenangan seperti ini, alangkah nikmatnya hidup. Beban serasa terangkat, pundak yang tadinya terasa memikul batu besar, kini ringan sudah.


Jika dalam keadaan tenang dan membuat nyaman, hidup memang akan terasa lebih nikmat. Tapi ketika kau sadar dari kenyamanan itu, maka mulailah beban-beban berat kembali menindih pundakmu.


Hidup memang seperti itu. Selalu penuh dengan cobaan yang datang menerpa. Setiap manusia pasti memiliki masalah, bohong kalau ada manusia tidak memiliki masalah.


Jika hidup tidak ada masalah, lalu letak 'indah'nya dimana? Masalah itulah yang akan membuat hidup lebih indah dan lebih terasa. Mereka yang sudah faham dengan hal ini, akan lebih mudah dalam menjalani hidupnya.


"Shui'er, apakah keadaanmu sudah membaik?" tanya Lao Yo tiba-tiba kepada Shin Shui.


"Sudah guru. Bahkan aku merasa sudah sehat seperti sediakala," jawab Shin Shui.


"Bagus. Kau memang bisa sembuh lebih cepat daripada orang lain. Mungkin ini berkat kerja kerasmu selama aku tidak ada. Sekarang, habiskan buah-buahan itu dulu. Setelah selesai, aku akan memberikan sedikit hadiah padamu," kata Lao Yi sambil tersenyum kepada Shin Shui.


"Terimakasih guru."


Tanpa banyak bertanya lagi, Shin Shui lalu memakan buah-buahan itu dengan cepat. Pemuda biru itu sangat lahap makannya, mungkin karena lapar setelah dua hari tidak bisa makan dengan leluasa.


Selang beberapa saat kemudian, semua buah-buahan itu sudah habis. Bahkan gurunya pun sedikit terheran-heran melihat semangat muridnya ini.

__ADS_1


"Kau bahkan seperti orang kelaparan Shui'er … hahaha …" Lao Yi tertawa mengejek Shin Shui sehingga pemuda biru itu merasa sedikit malu.


"Ehehehe … maaf guru …" jawab Shin Shui sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sudah … sudah. Sekarang kau bersila dan berkonsentrasi penuh. Aku akan memberikan sesuatu sekaligus menyalurkan tenaga sejati lagi supaya pusat tenaga intimu bisa dengan cepat berjalan normal," kata Lao Yi.


Shin Shui menurut. Pemuda biru itu langsung melakukan apa yang diperintah oleh gurunya. Dia mulai bersemedi sambil berkonsentrasi penuh. Matanya sudah terpejam rapat.


Seperti sebelumnya, Lao Yi duduk dibelakang Shin Shui lalu menyalurkan tenaga sejatinya lewat punggung. Setelah selesai, dia lalu berjalan ke depan Shin Shui yang kini sudah tidak mendengar apa-apa lagi.


Lao Yi tersenyum sesaat, pendekar legenda kekaisaran Wei itu lalu menyentuh kening Shin Shui menggunakan jari telunjuk dan jari manis. Terlihat ada sebuah cahaya putih terang yang memancar lalu masuk ke kening Shin Shui.


Didalam semedi Shin Shui, dia cukup kaget karena melihat ada dua buah cahaya putih memasuki alam bawah sadarnya. Tapi pemuda biru itu dengan segera menguasi dirinya kembali.


Tiba-tiba, dua buah cahaya putih tadi berubah seperti menggambarkan adegan yang membuatnya cukup tercengang. Ternyata dua buah cahaya tadi tak lain adalah dua buah jurus yang berbeda, jurus yang sama sekali belum dia lihat selama ini.


Sehingga sebelum pemuda biru itu angkat bicara, Lao Yi lebih dahulu angkat bicara.


"Teruskan saja semedimu Shui'er. Perhatikan dan lakukan apa yang kau lihat di alam bawah sadarmu. Jangan dulu bertanya, jika kau sudah bisa melakukannya, maka aku akan memberitahumu nanti," kata Lao Yi.


Shin Shui mengangguk, tanpa bicara lagi pemuda biru itu kembali bersemedi untuk menuju ke alam bawah sadar. Semua inderanya dimatikan, sehingga Shin Shui tidak bisa mendengar apapun dari luar sana.


Didalam alam bawah sadar, Shin Shui melihat ada gambaran tentang dua buah jurus, seperti yang disebutkan sebelumnya. Shin Shui memperhatikan dengan baik setiap cara dan gerak-geriknya.


Jurus itu ternyata bukan jurus sembarangan, karena pemuda biru itu melihat efek yang ditimbulkan oleh masing-masing dari jurus tersebut. Semuanya tertera dalam gambaran itu. Kecuali namanya saja.


Dalam gambaran itu, Shin Shui melihat bahwa satu jurus bisa menciptakan dua bayangan dirinya dengan kekuatan yang sama.

__ADS_1


Tapi ada batasan waktunya, yaitu kedua bayangan tersebut hanyalah bisa bertahan selama lima menit. Setelah itu, maka kedua bayangan akan hilang lagi.


Sedangkan yang satunya lagi cukup membuat pemuda biru itu lebih tercengang, dimana jurus tersebut membuat lawannya berdiam seperti patung lalu tak lama musuhnya akan tewas dengan tubuh pucat pasi.


Dengan syarat lawan yang akan dia perlakukan seperti itu haruslah berada dua tingkatan dibawahnya. Jika setara dengan dirinya, tidak ada jaminan akan berhasil.


Setelah dia bisa memahami bagaimana cara menggunakan jurus barunya tersebut, Shin Shui lalu mencoba untuk melakukannya. Beberapa kali dia mencoba, tapi hasilnya gagal.


Setelah puluhan kali mencoba, akhirnya pemuda biru itu berhasil juga. Buru-buru dia kembali ke alam sadarnya dan memberitahukan hal ini kepada gurunya, Lao Yi.


"Guru, aku berhasil melakukannya. Aku sudah bisa menguasai sedikit dua jurus itu," kata Shin Shui dengan girang.


"Bagus, aku memang sudah mengira kau bisa melakukannya dengan waktu singkat jika menggunakan cara seperti ini. Kita tidak punya banyak waktu lagi Shui'er. Karena itulah aku mewariskan jurus baru yang aku miliki kepadamu. Setidaknya ini akan membantumu meskipun dalam kondisi seperti sekarang, tapi jika kekuatanmu sudah pulih kembali, maka kedua jurus itu bisa menjadi jurus yang mengerikan. Tapi ingat, kau tidak boleh menggunakan jurus kedua jika tidak dalam keadaan terdesak hebat. Jurus itu hanya bisa dilakukan sekali dalam sehari. Karena jurus kedua membutuhkan daya konsentrasi yang amat tinggi," kata Lao Yi memberikan penjelasan.


"Bagaimana dengan jurus yang pertama itu guru?" tanya Shin Shui penasaran.


"Sama saja. Hanya jika jurus yang pertama, kau diberi batasan tiga kali untuk bisa menggunakannya dalam sehari. Kedua jurus itu bukanlah jurus sembarangan, jadi kau harus sangat berhati-hati jika akan menggunakannya,"


"Baik guru terimakasih. Kalau boleh tahu, apa nama kedua jurus itu?"


"Yang pertama adalah jurus Dua Bayangan Dewa, dan yang kedua adalah jurus Mata Malaikat Pencabut Nyawa …" kata Lao Yi.


Seketika itu juga, tubuh Shin Shui sedikit bergetar mendengar nama jurus ini. Dari namanya saja membuat dia merinding, apalagi jika sudah benar-benar bisa dia kuasai dengan baik? Betapa girangnya Pendekar Halilintar itu.


###


Satu lagi nanti ya😁☕

__ADS_1


__ADS_2