
Tak terasa siang sudah berlalu, matahari yang menyinari bumi sudah digantikan oleh sang dewi malam. Shin Shui dan Yun Mei pun sudah bersiap untuk melakukan apa yang sudah dia rencanakan saat siang tadi.
Dimana pemuda biru itu akan mencoba untuk membunuh siluman penunggu Danau Yang-He yang selalu meresahkan penduduk setempat. Sekarang kedua pendekar muda itu sedang berjalan santai menuju ke Danau Yang-He.
Walikot Siam-Yang pun ternyata sudah berada dan menunggu disana dari tadi. Bahkan, para warga setempat pun sudah berkumpul. Ternyata sang walikota itu memberitahukan kepada warganya bahwa malam nanti akan ada seorang pendekar muda yang akan membunuh siluman penunggu Danau Yang-He.
Tentu saja para warga setempat yang sudah dibayangi ketakutan begitu antusias setelah mendengar berita dari walikota tersebut. Hingga pada akhirnya semua warga mendengar berita itu dan segera berkumpul di pinggir danau.
Kedua pendekar muda yang tak lain adalah Shin Shui dan Yun Mei sudah tiba di tepi Danau Yang-He, dimana para warga dan walikota sudah berkumpul disana. Kedatangan mereka disambut meriah oleh orang-orang yang hadir.
"Selamat malam pendekar muda, apakah jadi tentang rencanamu yang akan membunuh siluman itu?" tanya walikota ketika Shin Shui sudah tiba disana.
"Selamat malam. Tentu saja, oleh sebab itu aku kesini sekarang," balas Shin Shui dengan senyuman.
Pemuda biru itu ternyata sudah tidak sabar lagi. Terlebih karena dia tidak ingin membuang-buang waktunya. Jadi sesegera mungkin Shin Shui akan memulai aksinya sekarang.
"Mohon untuk para warga sekalian mundur," perintah Shin Shui yang segera dituruti oleh para warga setempat.
"Memei, kau tunggulah disini dan jaga para warga, biar aku yang akan menghadapi siluman itu. Phoenix biru, jaga Memei," ucap Shin Shui.
Setelah semuanya sudah dikondisikan dengan baik, Shin Shhi segera memulainya. Dia perlahan menuju ke tepi danau. Tangannya dia celupkan ke dalam danau yang airnya begitu dingin jika malam sudah tiba.
Tak lupa Shin Shui mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar untuk memancing agar siluman itu muncul ke permukaan. Lima menit sudah berlalu, namun belum ada pergerakan yang mencurigakan.
Shin Shui segera menyalurkan tenaga dalam dengan jumlah lebih besar lagi. Dan benar saja, sebuah gelembung-gelembung kecil terlihat kembali ditengah danau saat terkena sinar rembulan.
Pemuda biru itu pun tak berhenti sampai disitu, yang ada dia malah memperbesar lagi tekanan tenaga dalam yang dia salurkan tersebut.
__ADS_1
Sehingga lama kelamaan gelembung kecil itu menjadi semakin besar. Getaran mirip gempa kecil mulai dirasakan oleh orang-orang yang hadir disana.
Seiring Shin Shui menambah saluran tenaga dalamnya ke danau, semakin besar pula gelembung dan getaran yang terasa. Hingga beberapa saat kemudian, tiba-tiba seekor ikan yang sangat besar muncul kepermukaan danau.
Tepat, itu adalah siluman yang dimaksud. Ukurannya ternyata memang hampir setengah Danau Yang-He. Tubuhnya diselimuti oleh duri-duri yang sangat runcing dan tajam.
Gigi-giginya bahkan begitu menyeramkan dan terlihat sangat tajam pula. Warnya abu-abu bergaris kuning. Matanya merah menyala.
Shin Shui belum berhenti menyalurkan tenaga dalam, hingga akhirnya seluruh tubuh siluman itu keluar lalu tiba-tiba saja slimuan ikan tersebut mengibaskan ekornya sehingga tercipta gelombang air mirip ombak yang datang ke arahnya.
Gelombang itu terbilang kuat dan bahkan mungkin mampu untuk menyapu rumah penduduk dan orang-orang disana pun bisa terseret. Untung saja Shin Shui segera membuat dinding pelindung supaya para warga aman dari siluman tersebut.
Ekspresi wajah siluman itu terlihat sangat kesal. Terlebih mungkin karena waktu istirahatnya diganggu oleh manusia. Siluman ikan itu kembali menyerang Shin Shui dengan cara menembakkan bola-bola air yang berbahaya.
Dengan gesit Shin Shui menghindari tiap-tiap bola air yang di tembakkan siluman tersebut. Tiba-tiba pemuda biru itu melesat ke tengah danau dan mendekati siluman ikan.
"Cihhh … lincah juga ternyata ikan bodoh ini. Baiklah …" tiba-tiba Shin Shui mengambil ancang-ancang dan mundur ke belakang beberapa langkah.
"Pukulan Halilintar …"
"WUSHH …"
"DUARR …"
Pemuda biru itu memukul Danau Yang-He dengan jurus halilintar miliknya. Alhasil danau terguncang hebat bagaikan dilanda gempa, air danau pun hingga muncrat kesana-kemari.
Shin Shui sengaja melakukan ini supaya siluman ikan tadi mau keluar kembali. Dan ternyata memang itu langkah yang tepat, siluman ikan pun muncul ke permukaan kembali.
__ADS_1
Tapi kali ini, ekpresi wajahnya lebih menakutkan daripada yang tadi. Sepertinya siluman ikan penunggu Danau Yang-He ini sudah sedemikian kesalnya dengan Shin Shui.
Tiba-tiba siluman ikan itu maju menyerang Shin Shui dengan kibasan-kibasan ekornya yang mampu menciptakan gelombang air bagai ombak.
Bahkan, meskipun tubuhnya begitu besar, tapi ternyata itu tidak berpengaruh padanya. Buktinya sekarang saja dia bisa maju menyerang dengan gerakan yang cepat.
Sejauh ini Shin Shui hanya bisa menghindar dan terus menghindar. Maklum, pemuda biru itu baru pertama kali bertarung di air seperti ini. Bahkan dia harus selalu menyalurkan tenata sejatinya supaya bisa berdiri diatas air.
Siluman terus menyerang Shin Shui, tapi kali ini bukan hanya mengibaskan ekor saja. Melainkan sambil membuka mulutnya lebar-lebar seolah memang akan menelan Shin Shui secara bulat-bulat.
Shin Shui masih terdiam meskipun siluman itu berniat memakannya. Dia belum memberikan tanda-tanda untuk menyerang ataupun menghindar.
Tap, tepat ketika siluman ikan sudah dekat dengannya, Shin Shui langsung mengambil ancang-ancang lalu memukul dengan sangat keras hingga membuat ikan itu terpental lima tombak dan membuat air di Danau Yang-He terguncang kembali. Bahkan lebih dahsyat lagi.
Para warga yang dari tadi menyaksikan pertarungan ini merasa begitu senang ketika Shin Shui bisa memukul siluman ikan hingga terpental cukup jauh. Sorak-sorai mulai terdengar menggema.
Tapi kondisi seperti itu tak berlangsung lama karena tiba-tiba dari dasar danau ada sesuatu yang melesat ke atas lalu turun lagi ke bawah dengan cepat dan mendarat tepat didepan Shin Shui.
Seorang wanita cantik bagaikan dewi dengan baju warna kuning emas dan memegang sebuah pedang sudah berdiri didepan pemuda biru itu. Wanita itu terlihat begitu kesal kepada Shin Shui.
"Manusia, siapa kau sebenarnya dan apa maumu?" tanya wanita cantik misterius tersebut.
"Perkenalkan aku Shin Shui, aku ingin membunuh siluman ikan penunggu Danau Yang-He yang selalu memangsa para warga dan menggangu ketenangan mereka," jawab Shin Shui tenang.
"Apa hubungannya denganmu? Apakah siluman itu mengganggu dirimu?" tanya wanita itu dengan tatapan tajam.
"Tidak ada hubungan apapun. Hanya saja aku tidak suka karena siluman itu selalu mengganggu ketenangan para warga kota Siam-Yang. Kenapa yang harus dimangsa manusia? Bukankah makhluk hidup lain pun ada? Dan karena siluman itu memangsa manusia, maka bagiku ini wajib dibasmi," kata Shin Shui sambil membalas tatapan tajam wanita tersebut.
__ADS_1