Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Gunung Siluman


__ADS_3

Shin Shui kini tengah berjalan disebuah hutan sendiran setelah sedari tadi terbang semenjak kepergiannya meninggalkan Perguruan Bukit Awan. Sampai sekarang pemuda biru itu tidak tahu tujuan pastinya akan berlatih dimana.


Karena merasa kesepian, akhirnya Shin Shui mengeluarkan Cun Fei supaya berubah wujud menjadi manusia. Dia berfikir bahwa jelmaan naga emas itu mungkin mengetahui dimana tempat yang cocok untuk melakukan pelatihan.


"Senior, keluarlah dan temani aku," kata Shin Shui.


Tak lama setelah itu, Cun Fei mendadak muncul didepan dirinya. Kini Shin Shui merasa lebih hangat karena dia tidak sendirian lagi.


"Senior, apakah kau mengetahui dimana tempat yang cocok untuk melakukan pelatihan?" tanya Shin Shui.


"Hemmm … sebentar. Bagaimana kalau kita menuju Gunung Siluman? Mungkin disana kau bisa berlatih dengan bertarung melawan siluman, terlebih disana ada sebuah goa yang dijaga oleh seekor siluman yang merupakan peliharaan dari legenda terkuat zaman dulu. Menurut kabar, siluman itu menjaga sebuah zirah perang halilintar. Mungkin jika kau ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia, maka kau bisa mengalahkan dan memiliki zirah itu," kata Cun Fei memberikan saran.


Menurut cerita, konon Gunung Siluman adalah sebuah gunung yang dihuni oleh para bangsa siluman saja. Di gunung ini terdapat banyak sekali jenis siluman, bahkan jika beruntung kita akan menemukan siluman yang sudah ada sejak zaman dahulu.


Di Gunung Siluman ada sebuah goa yang sudah sangat tua sekali umurnya, entah berapa ratus tahun umur goa tersebut. Yang jelas, didalam goa tersebut tersimpan sebuah zirah pusaka yang merupakan pelengkap dari Kitab Halilintar.

__ADS_1


Siapapun orang yang berhasil memiliki zirah itu dan sebelumnya sudah menguasai ajaran Kitab Halilintar, maka dipercaya orang tersebut akan menjadi pendekar yang hampir atau bahkan tidak bisa dikalahkan kecuali dengan mereka yang menguasai kitab tanpa tanding lainnya.


"Gunung Siluman, hemmm … dimana letak gunung itu senior?" tanya Shin Shui.


"Di sebelah timur, kira-kira dua hari lagi kita akan mencapai kesana. Tapi kalau kau terbang, mungkin sore nanti kita sudah sampai," kata Cun Fei memberitahu dimana letak Gunung Siluman.


"Baiklah, ayo kita kesana sekarang juga." kata Shin Shui mengajak Cun Fei untuk menemaninya kesana.


Mereka berdua langsung terbang tinggi layaknya seekor burung, karena Shin Shui tidak akan kekurangan lagi tenaga dalam maka dia bisa melakukan terbang walau sehari penuh pun.


Hanya saja kekurangan yang dimiliki Shin Shui adalah ketika tubuhnya sudah lelah menerima tenaga dalam yang tak kunjung habis itu, maka dia akan merasakan tubuhnya lemas tak berdaya dan sulit untuk digerakkan


Keduanya kini sudah sampai dibawah Gunung Siluman, Shin Shui memilih berjalan kaki untuk menuju ke puncak. Pemandangan disana sungguh indah, keindahan alamnya sungguh bertolak belakang dengan namanya yang sedikit menyeramkan.


Shin Shui dan Cun Fei terus berjalan santai sembari bercerita untuk memecah keheningan. Sepanjang perjalanan, Shin Shui terus dibuat terkagum-kagum dengan keindahan alam Gunung Siluman.

__ADS_1


Setelah sekitar dua jam mendaki, akhirnya mereka sudah sampai dipuncak gunung. Pemandangan disana ternyata jauh lebih indah, ada sungai, hutan, bahkan ada juga tebing-tebing yang sangat curam.


Shin Shui masih heran dengan semua ini karena sebelumnya Cun Fei mengatakan bahwa disini terdapat banyak sekali siluman. Tapi … sekarang bahkan pemuda itu belum melihat satu siluman pun.


"Senior, kau bilang tadi disini banyak siluman kan? Lalu … dimana siluman itu?" tanya Shin Shui yang masih penasaran.


"Benar Shui'er. Tapi bukan disini, mari ikuti aku." Cun Fei mengajak Shin Shui pergi ke suatu tempat.


Tak lama kini mereka sudah tiba di sebuah hutan yang ada disana, mata Shin Shui terbelalak saat menyadari betapa banyaknya suara-suara siluman.


"Kau dengar semua suara siluman ini? Inilah sebebnya kenapa gunung ini disebut Gunung Siluman," kata Cun Fei.


Shin Shui hanya mengangguk, sekarang dia menyadari betapa mengerikannya hutan yang ada di Gunung Siluman. Berulang kali pemuda itu menelan salivanya sendiri. Meskipun kekuatannya mengerikan, tetap saja jika diserang sekelompok siluman yang berumur ratusan bahkan ribuan tahun dia bakal kewalahan.


"Nah, sekarang kau beradaptasilah dahulu, disini banyak buah-buahan yang bisa kau makan. Selama kau tidak masuk terlalu dalam, maka kau masih bisa terhindar dari siluman itu. Ingat, siluman disini berbeda dengan yang biasa kau temui. Sebab sebagian dari siluman ini adalah berasal dari dimensi lain. Jika kau ingin menjadi yang terkuat, belajarlah hanya dengan menggunakan tenaga fisikmu saja. Gunakan pedang kayu sebagai senjata, kecuali jika kau terdesak maka kau boleh mengeluarkan kemampuanmu."

__ADS_1


"Ingat Shui'er, seorang pendekar sejati tidak pernah takut menghadapi suatu tantangan yang bahkan mengancam nyawanya. Tapi kau juga jangan melewatkan pelatihan untuk terus meningkatkan level pelatihanmu, karena itu juga merupakan hal penting," tutur Cun Fei memberikan pelajaran kepada Shin Shui.


Tak lama jelmaan naga emas itu sudah kembali ke tempatnya, kini yang tersisa disana hanyalah Shin Shui dan tentunya para siluman. Hutan yang rimbun dengan dihiasi oleh suara para siluman menjadi kesan tersendiri dan menambah suasana seram disana.


__ADS_2