Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Dalam Dua Puluh Jurus Aku Akan Mengalahkanmu


__ADS_3

Hanya beberapa tarikan nafas saja Shin Shui sudah tiba di dekat gerbang luar sektenya, dimana dari sanalah suara tertawa yang mengerikan terdengar.


Betapa kagetnya pemuda biru itu ketika melihat sudah ada seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri sambil menatap tajam ke arahnya.


Shin Shui pun memandangi wanita asing itu dengan tajam. Tatapan keduanya sama-sama tajam, tanpa ada yang mengetahui bahwa keduanya sedang beradu tenaga batin.


Wanita asing yang tak lain adalah Dewi Pedang Kembar itu kaget ketika pemuda dihadapannya tak kunjung juga merasa ketakutan. Buru-buru dia mengubah tatapan tajamnya menjadi dingin seperti es.


Tapi tidak dengan Shin Shui, pemuda biru itu terus memandangi sosok wanita itu dari atas sampai bawah. Terbelalaklah kedua matanya ketika menyadari ada dua sosok mayat dibelakang wanita tersebut.


Awalnya dia tidak mengenali sosok dua mayat itu karena terhalangi oleh wanita tersebut, tapi ketika wanita itu maju satu langkah, barulah Shin Shui tau siapa orang yang tewas dengan mengenaskan tersebut.


"Tetua Wu, tetua Hong …" kata Shin Shui dengan suara bergetar lalu berlari ke arah dua tetua yang kini sudah tidak bernyawa.


Dia tidak mempedulikan tentang wanita asing itu yang terus menatapnya. Dengan segera Shin Shui memeriksa keadaan rekannya tersebut.


Ternyata mereka benar-benar tewas. Yang menyakitkan hatinya adalah kedua tetua itu tewas dengan kondisi yang mengenaskan.


"Siapa kau anak muda?" tanya Dewi Pedang Kembar kepada Shin Shui yang sedang meratapi dua rekannya.


"Justru aku yang seharusnya bertanya demikian. Sebenarnya kau siapa dan ada perlu apa?" tanya balik Shin Shui dengan suara agak ditekan karena berusaha untuk menahan amarahnya.


"Hemmm … anak muda yang tidak tahu sopan santun. Ditanya malah balik bertanya, apa susahnya untuk menjawab lebih dulu. Aku Dewi Pedang Kembar, datang kesini untuk mencari seseorang," ucapnya dengan tatapan sinis kepada Shin Shui.


"Dewi Pedang Kembar?" berkerutlah kening Shin Shui karena dia baru mendengar nama ini sekarang.


"Aku tidak mengenalmu, dan siapa orang yang kau cari itu?" tanya Shin Shui.

__ADS_1


"Kurang ajar!!! Mengenalku atau tidak itu urusanmu. Urusanku kesini hanya ingin bertemu dengan orang yang sudah mencelakai anakku. Jangan kau coba halangi aku sebelum aku mengirimmu ke neraka layaknya dua rekanmu itu," kata Dewi Pedang Kembar memberikan ancaman.


Merah padam lah muka Shin Shui mendengar ucapan wanita tersebut. Ternyata orang yang sudah membunuh Wu Chai dan Hong Liong masih berada disini, bahkan jaraknya dengan dia tak lebih dari dua tombak.


Tapi meskipun begitu, Shin Shui mencoba menahan amarahnya karena ingin bertanya lebih jauh lagi.


"Hemmm … siapa anakmu itu dan cepat katakan siapa yang kau cari?"


"Anakku, Pangeran Iblis. Dan orang yang sedang aku cari dia yang bernama Shin Shui atau si Pendekar Halilintar, dia sudah melukai anakku dengan kejam," kata Dewi Pedang Kembar menahan amarah.


"Oh … kau ibunya? Berarti, dua orang ini tewas ditanganmu karena mencoba untuk menghalangimu?" tanya Shin Shui memancing Dewi Pedang Kembar.


"Benar, akulah yang membunuh keduanya karena mereka berani bertindak tidak sopan padaku. Sekarang, beritahu aku dimana Pendekar Halilintar itu berada," perintah Dewi Pedang Kembar.


Tanpa basa-basi lagi, Shin Shui segera mengambil jarak dari Dewi Pedang Kembar. Tatapan matanya berubah jadi lebih tajam. Bayangan halilintar sudah terlihat pada bola matanya.


Bukan itu saja, angin pun tiba-tiba berhembus sangat kencang ke arah Shin Shui. Langit terang mendadak mendung, gemuruh halilintar mulai terdengar.


"Akulah orang yang kau cari, aku bernama Shin Shui atau orang-orang biasa menyebutku Pendekar Halilintar. Dan aku juga yang sudah memberikan luka dalam yang sangat parah kepada puteramu," kata Shin Shui dengan suara yang cukup menyeramkan.


Gemuruh halilintar mengiringi ucapan pemuda biru itu. Langit pun seolah ikut marah sama halnya seperti Shin Shui.


"Keparat!!! Tahu kau orang yang aku cari, maka sudah daritadi kau aku kirim ke neraka. Aku akan melakukan seperti yang kau lakukan kepada anakku," kata Dewi Pedang Kembar yang langsung mengeluarkan sebuah energi dahsyat.


"Bagus, lakukan jika kau mampu nenek tua. Aku juga akan melakukan seperti apa yang kau lakukan kepada kedua rekanku. Bahkan lebih daripada itu, jangan salahkan aku jika kedua tanganku akan membunuhmu dengan cara yang paling kejam …" kata Shin Shui dengan sangat marah.


"Sombong!!!"

__ADS_1


"WUSHH …"


Tanpa banyak basa-basi lagi Dewi Pedang Kembar melesat ke arah Shin Shui hingga menimbulkan deru angin cukup kencang. Tapi yang dia hadapi saat ini adalah Shin Shui, pendekar muda yang namanya sudah sampai ke semua pelosok negeri.


Dewi Pedang Kembar sudah hampir tiba didepan Shin Shui, dia memberikan sebuah pukulan yang mengarah kepada wajahnya. Tapi ketika serangan pukulan itu hampir tiba, Shin Shui mengelak dengan menggeserkan kaki kanan diikuti kepalanya. Sehingga serangan itu mengenai tempat kosong.


Semakin marahlah wanita itu karena serangan dihindari dengan mudah. Buru-buru dia membalikan badannya lalu memberikan sebuah tendangan. Tapi sama seperti sebelumnya, Shin Shui hanya menggeserkan kakinya untuk terhindar dari tendangan tersebut.


Melihat pemuda yang jadi lawannya tangguh, dia tidak mau bermain-main lagi. Dewi Pedang Kembar mundur kebelakang lalu mencabut kedua pedangnya untuk kembali menyerang.


Shin Shui pun turut mengeluarkan pedang pusakanya, yaitu Pedang Halilintar yang tersarung rapi di punggungnya.


"SRINGG …"


Cahaya biru menyilaukan mata pun menyeruak ketika pedang pusaka itu tercabut. Lalu tiba-tiba saja pedang itu terbungkus oleh energi biru yang mengerikan. Shin Shui benar-benar sudah marah kali ini.


"Dua puluh jurus aku akan mengalahkanmu. Ya benar … dua puluh jurus," kata Shin Shui lalu kini giliran seluruh tubuhnya yang diselimuti energi biru halilintar.


"Sombong sekali kau bocah. Jangan kira bahwa aku takut padamu," jawab Dewi Pedang Kembar lalu diapun mengeluarkan seluruh kemampuannya. Keduanya benar-benar akan melakukan sebuah pertarungan yang mengerikan.


Sementara itu, para tetua yang sedang sibuk dengan tugasnya tiba-tiba kaget ketika mendengar gemuruh halilintar yang tiada hentinya. Tentu mereka semua mengenali akan fenomena ini.


Kalau bukan akibat kemarahan Shin Shui? Apa lagi? Seperti dikomando, semua tetua itu langsung melesat keluar melihat kondisi. Terbelalaklah mata semua tetua ketika melihat Shin Shui sudah bertarung sengit dengan seorang wanita paruh baya.


"Tarian Amarah Ekor Naga Halilintar …"


"WUSHH …"

__ADS_1


Shin Shui langsung kembali melesat menyerang Dewi Pedang Kembar dengan jurus pedang andalannya. Tapi kali ini lebih dahsyat daripada biasanya karena dia mengeluarkan kekuatan lebih.


Pertarungan yang lebih dahsyat pun terjadi lagi. Shin Shui menyerang dengan gerakan meliuk-liuk bagaikan ekor naga. Serangannya dipercepat dan dipertajam. Sehingga baru beberapa saat saja, Dewi Pedang Kembar mulai terlihat kerepotan Karenanya.


__ADS_2