
Yun Che atau Dewi Laba-laba menyambut jurus tangan Shin Shui, dia menciptakan sebuah jaring laba-laba lagi untuk menahan serangan pemuda biru itu. Suara dentuman terdengar ketika dua jurus beradu.
"DUARR …"
Percikan halilintar terlihat bersamaan dengan bunyi keras yang menggema di hutan itu. Tangan Dewi Laba-laba mati rasa untuk beberapa saat. Sedangkan Shin Shui terpental sedikit ke belakang.
"Pemuda itu bisa mengeluarkan halilintar, pantas saja dia bisa melawan Pendekar Lima Serangkai beberapa saat." gumam Dewi Laba-laba. Dia sedikit tersentak ketika pemuda didepannya bisa mengendalikan petir atau halilintar.
"Kenapa kau diam saja nenek tua? Apakah kau mendadak takut padaku?" Shin Shui terus memancing emosi Dewi Laba-laba. Meskipun dia tahu bahwa musuhnya itu tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Orang ini aura kegelapannya benar-benar pekat. Entah berapa banyak nyawa yang melayang ditangannya." Shin Shui bergumam sendiri sambil mengamati Dewi Laba-laba.
Mendengar ejekan dari pemuda dihadapannya, Dewi Laba-laba tidak bisa tinggal diam. Dia tidak lagi banyak bicara kali ini, Dewi Laba-laba langsung melesat menyerang Shin Shui lebih dulu.
Saat sudah dekat, wanita itu langsung mengeluarkan pedangnya. Dia mulai mengeluarkan jurus-jurus pedang miliknya.
__ADS_1
"WUSHH …"
Setiap ayunan pedang Dewi Laba-laba menciptakan angin yang mengandung hawa panas. Pedang itu terus bergerak menyerang bagian vital Shin Shui. Tak mau membuang waktu, Shin Shui segera mengeluarkan Pedang Halilintar miliknya.
Dia tidak menggunakan Pedang Naga Emas karena tahu bahwa Cun Fei atau siluman naga emas yang mendiami pedang itu masih tertidur. Jika dia belum bangun, maka Pedang Naga Emas hanyalah pedang pusaka biasa.
"TRANG … TRANG …"
Suara pedang beradu mulai terdengar. Gerakan Shin Shui sama-sama lincah, bahkan lebih cepat dari gerakan Dewi Laba-laba. Wanita itu sedikit kewalahan menahan serangan beruntun yang mengarah ke arah dada dan leher yang diberikan oleh pemuda dihadapannya.
"Tidak ada cara lain, aku harus menggunakan Benang Iblis." batin Dewi Laba-laba.
Dia mundur beberapa meter untuk mengambil jarak. Pedang yang tadi dipakai menyerang Shin Shui dia sarungkan kembali. Dewi Laba-laba lalu memutar kedua tangannya, seketika itu juga tangan wanita mendadak mengeluarkan kuku-kuku yang runcing.
Dia kembali menyerang Shin Shui, kecepatannya kali ini lebih cepat daripada sebelumnya. Dewi Laba-laba menyerang tak beraturan. Shin Shui yang awalnya berfikir bahwa wanita itu sudah putus ada, mendadak menghilangkan pikirannya saat menyadari dia tidak bisa bergerak.
__ADS_1
"Ada apa ini? Kenapa aku tidak bisa menggerakan tubuhku?" batinnya.
"Ahhh …" dia mengerang kecil saat menyadari dari beberapa bagian tubuhnya mengeluarkan darah kehitaman. Rasa perih yang teramat sangat mulai dirasakan pemuda itu.
Darah semakin merembes keluar dari tubuhnya. Dagingnya mulai terasa terkoyak oleh sesuatu yang tak kasat mata. Shin Shui berusaha untuk tetap tenang walaupun pandangannya mulai buram.
"Hahahaha … bagaimana bocah kecil? Apakah kau masih bisa sombong seperti tadi lagi? Hanya segini kemampunmu? Sungguh, aku terlalu berlebih menilaimu. Percuma saja, kau tidak akan bisa lepas dari Benang Iblis milikku. Hahaha …" Dewi Laba-laba tertawa lantang melihat pemuda yang menjadi musuhnya mulai terdiam seperti patung.
"Celaka … ini adalah jurus tersembunyi miliknya, dia bergerak tidak karuan ternyata sambil melilitkan Benang Iblis miliknya dan mengaitkan ke beberapa pohon disekitar sini. Dengan begitu, semakin aku bergerak, benang ini akan semakin melilit tubuhku lebih keras." Shin Shui bergumam sendiri, dia sekarang faham apa yang tadi dilakukan oleh wanita berjuluk Dewi Laba-laba itu.
Takut masih menyimpan kekuatan yang lebih dahsyat lagi, Dewi Laba-laba langsung mengeluarkan jurus pamungkas untuk mengakhiri pertarungan dengan Shin Shui.
"Jaring Keputusasaan"
"WUSHH …"
__ADS_1
Mendadak keluar jaring dari segala arah melesat menuju ke arah Shin Shui. Jaring itu mirip jaring laba-laba, tapi jaring itu sangat tajam. Jaring Keputusasaan terbuat dari benang yang diciptakan oleh tenaga dalam milik Dewi Laba-laba yang lebih tipis dan tajam daripada sebelumnya. Jaring milik Dewi Laba-laba seperti ingin mengoyak tubuh Shin Shui sampai menjadi partikel-partikel kecil.