
Desa Bambu Hijau …
Cun Fei bersuara dengan nada sedikit tinggi. Dia kesal kepada siluman Singa Hitam itu. Cun Fei keluar dari Pedang Naga Emas, tapi kali ini bukan dirinya yang asli. Dia hanya mengeluarkan Roh Silumannya.
Roh Siluman adalah roh yang hanya dimiliki mereka para siluman, roh ini bisa digunakan untuk menekan sesama bangsa siluman lainnya. Roh Siluman dan aura pembunuh hanya memiliki perbedaan yang ipis.
Jika aura pembunuh bisa digunakan untuk menekan semua jenis musuh, maka roh siluman hanya bisa digunakan kepada sesama siluman saja. Biasanya para siluman akan menggunakan roh mereka sebelum bertarung dengan siluman lainnya.
Sebab, bagi mereka cara seperti ini adalah yang paling efektif untuk mengetahui sejauh mana kekuatan musuh.
"Se-senior Naga Emas … a-ampun senior. Ma-maafkan aku …" siluman Singa Hitam itu berkata dengan gugup, tubuhnya semakin bergetar. Genangan air tercipta dibawahnya. 'Hemm … dia kencing,' batin Shin Shui sembari menahan tawa.
"Cihhh … tadi saja kau berlagak kuat. Sekarang seperti ini." Cun Fei masih kesal dengan Singa Hitam, dia belum menarik roh siluman miliknya.
"Ma-afkan aku senior … ma-maafkan aku tu-tuan muda …" Singa Hitam segera menunduk dan meminta maaf atas apa yang akan dia lakukan kepada Shin Shui.
Setelah Shin Shui memaafkan, roh siluman milik Cun Fei dia tarik kembali. Segera saja tubuh aslinya ikut keluar dari Pedang Naga Emas.
Setelah roh siluman Cun Fei ditarik, akhirnya Singa Hitam itu bernafas lega. Tekanan yang membuat dirinya tekencing-kencing sudah tidak ada. Untung tidak ada bangsa siluman lain yang melihat kejadian ini, pikir siluman Singa Hitam.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau memangsa anak-anak desa ini?" Cun Fei langsung bertanya tanpa basa-basi.
"Aku memangsa manusia karena ketiga anakku diculik senior. Tentu saja siapapun dia, pasti tidak akan terima jika anaknya diambil oleh manusia yang tidak bermoral," Singa Hitam mulai menceritakan alasannya memangsa anak-anak desa ini.
"Kenapa kau tidak mengambilnya saat itu? Bukankah kau mempunyai kekuatan yang cukup tinggi? Lalu … apa kau yakin bahwa pencuri anakmu itu warga desa ini?" tanya Shin Shui yang semakin penasaran.
"Aku memang mempunyai kekuatan yang lumayan tuan muda, tapi aku tidak kebal terhadap racun. Para pemburu itu menggunakan racun yang kuat supaya aku tidak bisa berbuat apa-apa. Anak-anakku dibuat pingsan oleh mereka. Tentu saja sangat yakin, karena diam-diam aku membuntuti para pemburu itu." saat menceritakan kejadian iti, raut wajah Singa Hitam benar-benar menggambarkan kesedihan.
Tangisan anak-anak yang terbilang lucu seperti terngiang di telinganya. Siluman Singa Hitam itu menahan air matanya hingga sedikit menggenang.
"Begitu rupanya. Hemmm … 'manusia memang bisa lebih kejam daripada binatang, atau bahkan iblis sekalipun. Jika seperti ini, ekosistem alam tidak akan berjalan dengan seimbang. Mereka memang hanya ingin menikmati madu tanpa ingin merasakan perihnya sengatan." Shin Shui sekarang faham semuanya.
"Lalu … apakah kau yakin bahwa anakmu masih hidup?" tanya Shin Shui.
"Sangat yakin tuan muda. Aku mendengar obrolan para pemburu itu bahwa mereka akan menjual anak-anakku kepada sekte Sumber Daya. Dan kebetulan sekali sekte itu akan mengadakan acara pelelangan tiga hari lagi. Aku yakin bahwa anak-anakku akan dijual disana, tapi aku tidak tahu bagaimana cara mendapatannya kembali," Singa Hitam nampak putus asa saat merasa tidak ada lagi harapan untuk membuat anak-anaknya kembali.
"Tenang saja, Shui'er bisa membantumu. Benarkan?" kata Cun Fei seraya diiringi senyuman penuh makna.
"Tentu. Kau tenang saja, aku akan membuat anakmu kembali lagi. Aku akan menghadiri acara pelelangan dan membeli anak-anakmu. Percayalah," ucap Shin Shui berusaha meyakinkan Singa Hitam.
__ADS_1
"Tenang saja bodoh … apa kau pikir Shui'er bercanda? Jangankan tiga ekor anakmu, semua turunanmu pun bisa dia beli … hahaha …" Cun Fei tertawa lantang saat mengingat harta yang dimiliki Shin Shui.
"Ta-tapi …". Jangan menolak, aku tidak menuntut balasan apapun, aku melakukan apa yang menurutku harus dilakukan," ucap Shin Shui langsung memotong ucapan Singa Hitam.
"Baiklah … terimakasih tuan muda. Aku akan membalas niat baikmu ini. Tapi bagaimana aku caranya ikut denganmu? Rasanya tidak mungkin kan kalau aku terus membuntutimu," Singa Hitam kembali kebingungan seraya menggaruk kepalanya sendiri.
"Dasar siluman bodoh …" maki Cun Fei. "Apa gunanya ada Kantong Siluman, jangankan satu siluman sepertimu, seratus silakan pun bisa masuk ke dalam kantong siluman jika ruang dimensinya besar." kata Cun Fei.
"Shui'er, periksa didalam cincin ruang yang diberikan senior Lao. Aku yakin disana ada Kantong Siluman," ucap Cun Fei yang menyuruh Shin Shui untuk memeriksa cincin ruang miliknya.
Kantong Siluman adalah sebuah kantong yang memiliki ruang dimensi. Kantong Siluman hampir mirip dengan Cincin Ruang, bedanya Kantong Siluman memang dibuat khusus untuk wadah para siluman.
Setelah menemukan Kantong Siluman didalam Cincin Ruang, Shin Shui segera memasukkan Singa Hitam kedalamnya sembari menunggu waktu pelelangan tiba.
Setelah semuanya beres, dia segera kembali ke penginapan Tirai Bambu. Shin Shui langsung beristirahat karena merasa sangat lelah hari ini.
###
Semoga bisa mendapatkan kepuasan ya😁:-)
__ADS_1