Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Pelelangan Sekte Sumber Daya I: Giok Teleportasi


__ADS_3

Tidak terasa, dua hari tiga malam sudah berlalu. Shin Shui masih menginap di Penginapan Tirai Bambu, dua hari terakhir kondisi di Desa Bambu Hijau menjadi ramai kembali.


Pasalnya siluman Singa Hitam yang suka memangsa anak-anak ataupun orang-orang sekitar sudah tidak terlihat muncul. Mereka mengira bahwa siluman itu sudah ada yang berhasil membunuhnya.


Padahal, siluman itu berada pada seorang pemuda biru yang menginap di penginapan Tirai Bambu. Suasana di penginapan itu pun sekarang nampak ramai, banyak para pedagang dan pendekar yang menginap disana.


Mereka memantikan pelelangan yang akan digelar besok di alun-alun kota. Selain hanya ingin melihat-lihat barang yang akan dilelang besok, sebagian dari mereka juga berniat untuk melelang barang yang dimiliki.


Malam ini langit begitu indah dengan banyaknya bintang yang menghiasi malam. Rembulan bersinar terang dengan dikelilingi sebuah garis membentuk sebuah lingkaran yang berwarna-warni.


Disebuah tempat di Desa Bambu Hijau …


Dua orang pria dengan pakaian berwarna kuning dan memakai topeng yang nampak menyeramkan sedang berbincang santai. Yang satu memakai topeng berwarna merah, dan satu lagi memakai topeng berwarna putih.


Terlihat diantara mereka ada sebuah kurungan besi yang lumayan besar. Ternyata didalam kurungan itu ada tiga ekor anak Singa Hitam, yaa … mereka tak lain adalah anak dari Singa Hitam yang saat ini bersama Shin Shui.


Benar … dua orang pria bertopeng itu adalah pemburu yang dimaksud oleh induk Singa Hitam saat menceritakan kejadiannya kepada Shin Shui.


"Akhirnya siluman sialan itu berhenti meneror warga desa, aku rasa ada pendekar yang berhasil membunuhnya." ucap pria bertopeng putih.


"Kau benar, dengan begitu kita bisa terbebas dari ancaman. Berikan makanan kepada anak siluman itu, bagaimanapun juga saat ini mereka adalah harta kita," kata orang yang bertopeng merah menyuruh kepada topeng putih.


"Besok kita akan menjualnya dengan harga mahal. Aku yakin akan banyak peminatnya, bahkan mungkin akan melebihi spekulasi kita."


Pria bertopeng putih langsung memberikan beberapa potong daging untuk anak Singa Hitam. Setelah memberi makan, kedua pria bertopeng itu langsung berniat untuk beristirahat.


###


Langit yang hitam dihiasi bintang telah berubah menjadi cerah. Sang surya mulai menampakkan dirinya di ufuk timur. Orang-orang yang berada di penginapan Tirai Bambu sudah bersiap-siap untuk menuju alun-alun kota.


Mereka tentunya akan menghadiri pelelangan yang digelar oleh sekte Sumber Daya. Satu-persatu orang-orang yang sudah beberapa hari menginap di penginapan Tirai Bambu mulai pergi meninggalkan tempat itu.


Shin Shui pun turut segera bergegas untuk menuju alun-alun kota. Dia tidak mau berdesak-desakan jika berangkat terlalu siang.

__ADS_1


"Berapa biaya yang harus aku bayar selama menginap disini." kata Shin Shui berniat untuk segera membayar ke kasir. Kasir dari penginapan Tirai Bambu merupakan seorang wanita yang terlihat baru berumur 35 tahunan.


"130 keping emas tuan muda." jawab kasir itu.


Shin Shui langsung membayarnya, dan segera pergi dari penginapan Tirai Bambu untuk menuju pelelangan.


Saat ini Shin Shui sudah sampai di alun-alun, dimana pelelangan yang digelar oleh sekte Sumber Daya akan dibuka sebentar lagi. Suasana disana terlihat dihadiri oleh semua kalangan, mulai dari kalangan pedagang, hingga kalangan pendekar.


Mereka semua mendapatkan tempat duduk masing-masing. Bahkan, orang-orang penting atau istimewa akan mendapatkan ruangan yang berbeda, mereka ditempatkan di ruangan istimewa yang bersebelahan langsung dengan panggung acara.


Setelah sekitar lima belas menit menunggu, akhirnya seorang gadis cantik memasuki panggung acara. Gadis itu masih muda, mungkin umurnya baru sekitar 24 tahun. Parasnya cantik, bola matanya hitam, senyuman yang manis ditambah lesung pipi yang menawan membuatnya semakin betah untuk dipandang.


"Selamat datang hadirin sekalian, perkenalkan nama saya Mei Yin. Baiklah tidak perlu berbasa-basi lagi, dengan ini aku menyatakan bahwa pelelangan yang digelar sekte Sumber Daya resmi dibuka." kata wanita cantik tadi yang mengaku bernama Mei Yin.


"GONG …"


Suara gong berbunyi sebagai tanda bahwa acara pelelangan sudah dimulai. Suara tepuk tangan mengiringi suara gong tersebut.


Shin Shui mulai serius, saat ini pandangan matanya hanya tertuju ke depan, tempat dimana barang-barang akan dilelang. Siapa tahu ada barang yang menarik dan bisa dihadiahkan untuk Pendekar Belalang Sembah dan beberapa muridnya, pikir Shin Shui.


Ginseng Dewa adalah salahsatu sumber daya yang sudah mulai langka jika di kekaisaran Wei, manfaat dari Ginseng Dewa sendiri lebih banyak daripada Ginseng Perak. Ginseng Dewa bahkan bisa memperkuat tulang dan juga menyatukan kembali tulang yang patah tanpa bekas sekalipun.


"1200 keping emas."


"1500."


"1600."


1800."


"2000 keping emas."


"Bagaimana? Tidak ada yang menawar lagi? Baiklah, Ginseng Dewa laku terjual dengan harga 2000 keping emas." ucap Mei Yan.

__ADS_1


Ginseng Dewa laku terjual seharga 200 keping emas, ginseng itu dibeki oleh seorang wanita yang tampak berusia empat puluh tahun.


###


Acara pelelangan terus berlanjut, macam-macam barang langka mulai dari pil, sumber daya, barang pusaka, dan lain sebagainya sudah laku terjual dengan harga yang bervariasi.


Tapi sejauh ini Shin Shui belum pernah satu kalipun mengacungkan tangan untuk ikut menawar. Dia masih tetap diam seribu kata sembari melihat-lihat barang yang di lelang.


Bagaimanapun juga sesuatu yang di lelang sejauh ini, Shin Shui sudah memilikinya didalam Cincin Ruang. Bahkan kualitasnya jauh lebih baik, dan tentunya lebih kuno karena memang barang yang ada pada Cincin Ruang milik Shin Shui adalah barang peninggalan gurunya, Lao Yi.


"Baiklah para hadirin sekalian, kali ini kita akan memasuki pada barang pelelangan utama yang ketujuh. Masih ada tiga barang dua barang utama pelelangan hari ini." kata Mei Yin.


"Barang ketujuh ini barang yang berasal dari masa lalu. Barang ini mempunyai keistimewaan tersendiri, inilah dia … Giok Teleportasi. Giok ini merupakan barang peninggalan salah satu pendekar legenda dimasa lalu dan tentunya bisa memindahkan penggunanya dari satu tempat ke tempat lain dengan cepat. Untuk pertamanya, kita buka harga pertama senilai 2.000.000 keping emas." kata Mei Yin seraya menjelaskan tentang Giok Teleportasi.


"2.300.000."


"2.400.000."


"2.500.000."


"4.000.000 keping emas."


4.000.000? Semua orang yang ada disana tercengang. Siapa dia? Apakah dia benar-benar akan membeli benda itu dengan harga setinggi itu? Bagaimana pun juga, barang itu hanya bisa digunakan untuk berpindah tempat saja, pikir orang-orang yang ada disana.


Ternyata suara itu berasal dari seorang pendekar yang tampak masih muda. Kira-kira umurnya baru sekitar 40 tahun. Dia mengenakan pakaian berwarna ungu dan memakai tudung penutup kepala. Tangan kanan pendekar itu terlihat memegang kipas berwarna ungu berjeruji besi.


Setelah tahu siapa yang berusara dan berani membeli Giok Teleportasi dengan harga tinggi, orang-orang disana langsung terdiam. "Pendekar Kipas Maut, apakah anda akan benar-benar membeli benda itu dengan harga yang anda katakan?" tanya salah seorang pendekar tua.


Ternyata pendekar muda itu berjuluk Pendekar Kipas Maut, dia dikenal dengan sifatnya yang dingin dan jurus kipas yang mematikan. Berkat jurus kipasnya itu, dia menjadi terkenal di dunia pendekar dalam usia yang terbilang muda.


"Tentu saja, aku tidak main-main senior. Aku Sun Lie Zhi, Pendekar Kipas Maut, tidak pernah berbohong dengan kata-kataku." ucapnya dingin. Meskipun ucapannya seperti orang yang angkuh, tapi sebenarnya dia berada di pihak aliran putih. Hanya saja dia tidak memiliki sekte seperti halnya Shin Shui.


Semua orang langsung bungkam saat Pendekar Kipas Maut atau Sun Lie Zhi berkata demikian. Orang-orang yang tadi menawar Giok Teleportasi memasang ekspresi wajah kesal, tapi tidak ada yang berani menyuarakannya.

__ADS_1


Setelah Sun Lie Zhi melakukan transaksi, akhirnya pelelangan pun dilanjutkan kembali. Semua orang kali ini benar-benar penasaran, sebab saat ini barang yang tersisa tinggal dua buah saja.


__ADS_2