Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Kemarahan Sang Budha


__ADS_3

Di Kuil Surgawi …


Biksu Cian Lie Bun dikeroyok langsung oleh Tiga Harimau Dari Utara, serangan yang diberikan oleh ketiga saudara kembar itu bukan main-main. Mereka langsung memberika serangan-serangan yang berbahaya kapada biksu tua itu.


Akan tetapi yang sekarang mereka lawan adalah maha guru Kuil Surgawi Cian Lie Bun, bukan perkara mudah untuk mengalahkannya. Terbukti sekarang ini, meskipun dia sedang dikeroyok dari tiga sisi, tapi biksu tua tersebut masih bisa mengimbanginya.


Dengan tubuh tua renta, ternyata dia masih bisa melawan ketiga pendekar yang umurnya terpaut jauh. Serangan-serangan yang diberikan oleh Tiga Harimau Dari Utara sangatlah merepotkan, dimana serangan itu mengandung hawa yang berbeda-beda.


Ada yang mengandung hawa beracun, ada yang mengandung hawa panas, dan juga ada yang mengandung hawa kegelapan. Semua itu memang kelebihan dari Tiga Harimau Dari Utara, karena itulah mereka begitu ditakuti.


Selain itu juga tiga saudara kembar itu melakukan serangan dengan gerakan yang sangat baik dan teratur. Ketiganya seperti sudah tidak bisa dipisahkan jika dalam pertarungan, karena mereka saling melengkapi satu sama lain.


Saat ini ketiga saudara kembar dan juga seorang biksu tua sedang bertarung dengan sengit, sejauh ini mereka masih bertarung menggunakan tangan kosong.


Terpaksa pada akhirnya biksu Cian Lie Bun harus mengeluarkan seluruh kemampuannya karena ternyata gabungan tiga lawan yang kini dia hadapi memiliki kekuatan yang hampir setara denganya. Sedangkan tingkat pelatihan biksu itu saja sudah mencapai Pendekar Dewa tahap tujuh awal.


Kali ini biksu tua mendapat giliran menyerang, dia memilih menyerang kepada pendekar yang memakai ikat kepala biru. Biksu itu mulai memberikan serangan tangan kosong yang dahsyat dan juga penuh tipuan, dia memberikan pukulan ke arah muka.


Tapi secepat kilat pendekar ikat kepala biru menghindar pukulan itu, tapi sayangnya itu hanyalah tipuan. Yang benar adalah biksu tua memberikan serangan kepada ulu hati lawan. Dia memukul dengan kekuatan penuh, sehingga hanya sekali pukul lawannya terpental sampai menabrak dinding kuil.

__ADS_1


"Ughhh …" dia mengeluh pelan, dadanya terasa pecah.


Melihat saudaranya terluka, tentu saja kedua saudaranya juga tak tinggal diam. Keduanya kembali menyerang biksu Cian Lie Bun dengan ganas. Merasa lawan semakin gencar, biksu itu lalu melompat keluar supaya lebih leluasa lagi.


Serangkaian pukulan dan cakaran mulai diberikan dengan terus-menerus tanpa henti kepada biksu Cian Lie Bun. Serangan yang dahsyat dan mengandung hawa tersendiri itu dipenuhi dengan tipuan dan jurus-jurus mematikan.


Salahsatu dari mereka menyerang dari sisi kanan dengan tangan membentuk cakar, dia mengincar bagian tulang rusuk dan juga leher biksu Cian Lie Bun. Inilah jurus 'Harimau Mengincar Mangsa', jurus yang mengandung serangan-serangan mematikan dan sukar untuk dihindari.


Biksu Cian Lie Bun terus mencoba untuk menahan dan menangkis serangan itu dengan jurus 'Tangan Budha Kebenaran', sehingga setiap serangan bisa dia patahkan dengan mudah.


Tapi belum selesai menghadapi yang satu itu, dua saudara kembar lainnya menyerang dengan tiba-tiba kepada biksu Cian Lie Bun. Tentu saja biksu itu kaget bukan main, masalah satu belum selesai datang lagi yang baru.


"Kemarahan Sang Budha…"


"WUSHH …"


Tiba-tiba sebuah telapak tangan yang begitu besar dan berwarna kecemasan mendadak muncul dari langit. Tangan raksasa itu langsung jatuh menghantam ketiga suadara kembar tersebut.


"Ahhh …"

__ADS_1


"Ahhh …"


"Ahhh …"


Kuil terasa bergetar, langit pun terasa bergemuruh. Inilah kehebatan biksu Cian Lie Bun sehingga sosoknya begitu ditakuti dan disegani di daerh Utara ini.


Tidak ada perlawanan lagi dari Tiga Harimau Dari Utara itu, karena sesungguhnya jurus ini merupakan salahsatu cara untuk mengunci roh-roh jahat yang diyakini oleh biksu Cian Lie Bun.


Pada akhirnya ketiga saudara kembar itu tewas dengan rasa penasaran dan rasa ingin memiliki sebuah kitab yang tak tersampaikan. Mereka tewas karena dirinya sendiri. Menantang seekor singa, dan mereka tidak menyadari bahwa mereka hanyalah ibarat tiga ekor kijang.


"Amitabha …"


"Manusia selalu dikuasai oleh nafsu. Sehingga manusia penuh dengan ambisi dan keinginan yang kadang jauh daripada keadaan dirinya sendiri. Sungguh, tersesatlah manusia yang selalu mengedepankan nafsu."


Melihat biksu Cian Lie Bun sudah mengakhiri pertarungan dan keluar sebagai pemenang, para murid yang dari tadi hanya melihat sambil bersembunyi mendadak keluar dan bersorak-sorai.


Melihat betapa bahagia muridnya ini, tentu saja biksu Cian Lie Bun pun teramat senangnya. Biksu tua itu hanya tersenyum ramah kepada murid-muridnya.


"Guru tidak papa?" tanya salah seorang biksu muda.

__ADS_1


"Guru baik-baik saja. Sebaiknya kau urus jenazah mereka dengan baik. Doakan mereka supaya diampuni semua kesalahannya," kata biksu Cian Lie Bun.


__ADS_2