Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Keputusan Istri Raja Iblis Merah-Persahabatan


__ADS_3

Sementara itu ditempat kediaman Raja Iblis Merah …


Tokoh besar aliran hitam itu sangat marah ketika mengetahui betapa parahnya luka yang diderita oleh anak semata wayangnya.


Inti tenaga dalam yang terletak di pusar dibuat hancur. Belum lagi beberapa urat syaraf yang menghubungkan ke pusar dibuat putus. Bahkan, kekuatan Pangeran Iblis pun dibuat hilang setengahnya.


Sambungan lututnya terlepas, sehingga anak dari Raja Iblis Merah itu terlihat sangat mengkhawatirkan. Sungguh, bagi mereka para pendekar, keadaan seperti ini lebih buruk daripada kematian sedikitpun.


Para tabib yang dimiliki oleh sekte Pemuja Iblis sudah dipanggil semua. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang sanggup mengobati Pangeran Iblis.


Bahkan para tabib juga meyakini bahwa anak majikannya itu tidak akan sembuh dan memiliki kekuatan seperti sediakala. Sehingga bisa dipastikan bahwa Pangeran Iblis tidak akan lagi bisa menjadi sosok pendekar yang kuat.


Karena mau bagaimana pun, kekuatannya tidak akan lebih dari seorang Pendekar Surgawi tahap tiga.


Dan bukan tidak mungkin jika dia tidak bisa menjadi penerus ayahnya kelak karena mengingat kekuatannya tidak akan bertambah. Hal inilah yang membuat Raja Iblis Merah menjadi marah besar.


"Dasar bodoh. Apakah tidak ada lagi cara untuk bisa menyembuhkan anakku?" tanya Raja Iblis Merah Kepada para tabib.


"Ti-tidak ada raja. Hanya ada satu cara, kita harus bisa menemukan Mawar Emas. Tapi kami tidak tahu pasti dimana letak Mawar Emas itu berada," jawab salahsatu tabib.


"Aku tidak mau tahu. Apapun itu, aku hanya ingin anakku sembuh kembali dan kalian harus bisa mendapatkan apa yang dibutuhkan. Aku akan membayar mahal jika anakku sembuh kembali," kata Raja Iblis Merah sambil berlalu pergi meninggalkan kamar anaknya dan diikuti oleh sang istri.

__ADS_1


"Suamiku, bagaimana jika anak kita tidak bisa disembuhkan?" tanya istri Raja Iblis Merah dengan nada khawatir.


"Tenanglah istriku, percaya saja bahwa anak kita akan sembuh," jawabnya.


Sang istri pun akhirnya terdiam, dia tidak berani membantah ucapan suaminya itu. Kemudian istri Raja Iblis Merah pun pergi meninggalkan suaminya sendiri. Dia menuju ruangannya sendiri.


"Hemmm … bagaimana pun juga, aku harus membalaskan kesakitan anakku. Akan aku cari siapa yang sudah berani mencelakai anakku. Yah, benar. Aku harus mencarinya diam-diam," gumamnya sendiri.


Keputusan sudah bulat saat itu juga. Istri dari Raja Iblis Merah bertekad untuk mencari pelakunya yang tak lain adalah Shin Shui.


###


"Mau apa kau manusia? Berani-beraninya datang ke tempatku tanpa permisi," kata Monster Batu itu.


"Ma-maafkan kami tuan penunggu. Kami tidak akan menganggu, sungguh. Kami hanya ingin mengambil Jamur Pemusnah Racun untuk tetua Yashou," kata Wu Chai dan Hong Liong sambil hormat.


"Yashou? Siapa Yashou dan siapa kalian sebenarnya? Cepat katakan sebelum kesabaranku habis," tuturnya.


"Di-dia adalah Pendekar Belalang Sembah. Dan kami salahsatu tetua disana, di sekte Bukit Halilintar," jawab Wu Chai.


"Kalian jangan berbohong, bukankah disana tidak ada sekte? Yang ada hanyalah sebuah perguruan yang didirikan oleh tua bangka itu," kata Monster Batu.

__ADS_1


"Benar, tadinya memang sebuah perguruan. Tapi sekarang sudah berubah menjadi sekte karena dibantu oleh seorang pendekar muda, sungguh. Kami tidak berbohong tuan,"


"Baiklah. Awas saja kalau sampai kalian berbohong, sampaikan salamku kepada tua bangka itu. Ambillah Jamur Pemusnah Racun itu, tapi jangan lebih dari satu,"


"Baik, terimakasih atas kebaikan tuan penunggu," jawab Wu Chai.


Setelah berhasil mengambil jamur itu, keduanya pun lalu segera pergi dari sana.


Memang benar, apa yang dilakukan oleh Wu Chai dan Hong Liong terbilang tidak sopan. Kenapa? Karena mereka tidak permisi ataupun meminta izin terlebih dahulu.


Mungkin keduanya mengira bahwa disana tidak ada apa-apa karena masih wilayah kekuasaan Yashou sendiri. Padahal, disana terdapat sosok penunggu yang kuat.


Kita ambil pelajaran dari masalah sepele ini, bahwa kemanapun dan dimanapun, jangan lupa untuk meminta izin dan permisi. Sekalipun dihutan.


Kenapa? Karena yang hidup didunia ini bukanlah manusia saja. Bukan yang nyata saja. Ingat, masih ada mereka yang tidak terlihat turut hidup di muka bumi ini. Belajarlah untuk saling menghargai sesama makhluk ciptaan tuhan.


Dan tentang Monster Batu, siapa dia sebenarnya? Ternyata dia adalah penunggu asli hutan Bukit Awan. Dulu sebelum Yashou memutuskan untuk tinggal dibawah kaki bukit, dia sempat bertarung dengan Monster Batu tersebut.


Pada akhirnya Yashou memenangkan pertarungan itu sehingga dia diperbolehkan untuk mendirikan sebuah perguruan dibawah kaki bukit. Dan setelah itu, Yashou dianggap sebagai penguasa wilayah tersebut oleh Monster Batu sendiri.


Hingga akhirnya keduanya pun menjalin hubungan sahabat sampai sekarang ini. Indahnya persahabatan lebih indah daripada pertemanan. Sahabat sudah pasti teman, tapi teman tidak selalu sahabat.

__ADS_1


__ADS_2