Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Kompetisi Kekaisaran III: Qiu Qi Vs Pemuda Bercadar


__ADS_3

Shin Shui dan tetua lainnya hanya bisa terpana melihat kehebatan dan kelincahan jurus Tarian Seribu Pedang yang dibawakan oleh murid paling berbakat di sekte Pedang Emas, Xue Ying.


Sorak sorai terdengar di barisan penonton, mereka terkagum-kagum kepada Xue Ying. Memang, selain merupakan murid paling berbakat sekte Pedang Emas, Xue Ying juga merupakan pemuda yang tampan dengan bentuk tubuh ideal dan berotot.


Hal inilah yang membuat dirinya selalu dipuja oleh para gadis sepantaran dengannya. Namun meskipun begitu, Xue Ying belum mau untuk membahas soal percintaan. Karena baginya, 'siapapun yang mengenal cinta maka akan membuat petaka jika tidak tahu hakikat cinta itu apa'.


Saat ini, di arena pertandingan sebelah kanan terlihat seorang gadis cantik yang memakai pakaian berwarna merah muda dengan corak bunga teratai berwarna putih diseluruh bagiannya sedang bertarung dengan seorang pria yang memakain cadar.


Wajah gadis itu benar-benar cantik, kulitnya semulus batu giok, matanya agak sipit dengan bola mata berwarna hitam murni dan ditambah gigi yang gingsul menjadikannya seperti seorang bidadari.


Gadis itu tak lain adalah Qui Qi, gadis yang paling berbakat di sekte Teratai Putih. Saat ini umurnya baru tujuh belas tahun, tapi berkat kecantikan dan keindahan bentuk tubuhnya membuat gadis itu terlihat seperti wanita berumur dua puluh tahunan.


"Ayolah bertarung dengan sungguh-sungguh. Jangan sungkan untuk menyerangku dengan jurus-jurusmu, karena kalau tidak ada perlawanan, hal itu bisa berdampak buruk kepadamu dan juga sektemu." kata Qui Qi kepada pemuda yang menjadi lawannya.


Dia berkata demikian karena gadis itu sadar bahwa pemuda yang menjadi lawannya tidak bertarung dengan sungguh-sungguh. Hal ini wajar jika melihat kecantikan Qiu Qi dengan keindahan bentuk tubuhnya. Mungkin hanya orang bodoh yang rela membuat goresan pada seorang bidadari seperti Qiu Qi, pikir pemuda iu.

__ADS_1


"Hemmm … baiklah kalau begitu gadis cantik. Aku tidak akan sungkan lagi, jika kau sudah tidak sanggup menyerahlah. Aku tidak ingin dirimu terluka karenaku." kata pemuda bercadar itu, dia langsung berlari menyerang Qiu Qi setelah sebelumnya hanya berada pada posisi bertahan dan menghindar.


'Benar-benar gadis yang cantik. Ternyata benar kata kepala tetua Ye Rou dulu, sekte Teratai Putih mempunyai murid-murid yang kecantikannya luar biasa. Selain itu … mereka juga mempunyai kekuatan yang mengerikan.' batin Shin Shui. Dia tidak mau bertingkah bodoh lagi seperti sebelumnya, jadi dia mengatakan hal itu hanya didalam hatinya saja.


Qiu Qi dan pemuda bercadar itu mulai beradu serangan, keduanya terlihat seimbang dengan kelebihan masing-masing. Qiu Qui bertarung menggunakan pedang berwarna putih dengan gagangnya bermotif bunga teratai.


Sedangkan pemuda bercadar itu bertarung menggunakan dua buah trisula. Qiu Qui terus menyerang lawannya dengan brutal. Pedangnya di ayunkan ke arah leher, segera saja pemuda itu menundukkan lehernya sembari menusukkan satu trisula ke perut Qiu Qui.


Dengan sigap gadis itu mundur ke belakang untuk mengambil jarak, lalu menyerang kembali dengan lebih cepat. Kali ini, serangan pedangnya dibarengi dengan gerakan kaki.


Dia terus mengayunkan pedang ke arah leher, lalu turun ke arah jantung, lalu kepinggir ke arah pinggang. Kakinya mengikuti gerakan pedang itu, dia juga menyerang menggunakan kaki, sehingga pemuda itu tampak kewahalan. Hingga akhirnya, tendangan Qiu Qi mengenai tulang rusuk pemuda itu.


Pemuda bercadar itu merasakan beberapa tulang rusuknya patah. Dia meringis menahan sakit. Dengan susah payah dia berdiri dan melakukan kuda-kuda. Tak lama pemuda itu memutar-mutarkan tubuhnya seperti kincir angin.


"Angin Trisula Kembar"

__ADS_1


"WUSHH …"


Tubuh pemuda itu berputar semakin cepat dengan tangan direntangkan. Dua buah trisula yang siap mengoyak mangsa terhunus, Qiu Qi yang melihat lawan mulai mengeluarkan jurusnya mundur beberapa langkah.


"Tarian Teratai Putih"


"WUSHH …"


Seketika muncul pusaran bunga teratai yang cukup besar dengan ujungnya yang tajam. Di belakang teratai putih itu terlihat sosok Qiu Qi membayang-bayangi dengan gerakan pedang yang rumit.


Dua buah jurus beradu menimbulkan suara yang cukup keras. Tetapi meskipun begitu … sosok Qiu Qi masih bergerak dengan gerakan yang rumit meskipun jurus teratai miliknya sudah lenyap. Hal ini membuat pemuda bercadar itu kaget.


Tak mau mengambil resiko, akhirnya dia segera menyatakan menyerah kepada gadis itu.


"Aku menyerah …." ucap pemuda itu dengan nafas tidak beraturan. Mendengar lawannya menyerah, Qiu Qi segera menghentikan tarian pedangnya dan langsung menyarungkannya kembali.

__ADS_1


Wasit segara memasuki arena dan mengumumkan bahwa Qiu Qi dari sekte Teratai Putih keluar sebagai pemenang.


'Gadis yang menakutkan' gumam para tamu kehormatan yang ada disana.


__ADS_2