Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Ombak Halilintar Menggulung Iblis


__ADS_3

Melihat lawannya tidak merasa terdesak, kedua pendekar itu pun merasa kesal. Memang, harus mereka akui juga bahwa pendekar wanita yang sekarang menjadi lawannya memiliki kepandaian tinggi.


Kira-kira pendekar itu berada pada tahapan Pendekar Dewa tahap empat, sedangkan dua pendekar itu berada pada tahapan Pendekar Dewa tahap tiga.


Pantas saja bila wanita tersebut sanggup melawan keduanya, bahkan dia melawan kedua pendekar dengan tenang dan tanpa rasa takut sama sekali.


Kedua pendekar itu melompat mundur bersamaan. Keduanya sedang memikirkan bagaimana cara untuk mengalahkan si wanita.


Setelah beberapa saar berfikir sejenak, akhirnya mereka berdua mengambil keputusan untuk mengeluarkan jurus-jurus yang mereka miliki.


Keduanya mulai mengalirkan tenaga dalam dengan jumlah besar. Asap berwarna hitam mulai keluar dari tubuhnya. Keduanya mengambil sikap kuda-kuda dengan mantap.


"Langkah Ilusi Hitam …"


"Awan Kelam Badai Kehancuran …"


"WUSHH …"


Tiba-tiba angin berderu sangat kencang sehingga membuat pohon-pohon doyong dan hampir rubuh. Hawa kematian mulai dirasakan oleh pendekar wanita itu.


Tak mau kalah, pendekar wanita tersebut pun mengeluarkan jurus andalan yang dia miliki. Dia mulai mengeluarkan tenaga dalam dengan jumlah yang lebih besar lagi. Sehingga aura berwarna kuning emas mulai menyelimuti tubuhnya.


"Kemarahan Bidadari Emas …"


"WUSHH …"


Aura kuning emas itu sekarang membungkus seluruh tubuhnya. Sehingga saat ini wajah pendekar wanita itu tidak terlihat sama sekali.


Tak menunggu lama, tiba-tiba saja masing-masing dari jurus kedua pendekar menyerang dengan kecepatan tinggi.


Tapi di sisi lain, pendekar wanita itu masih tenang dengan keadaan tubuhnya yang kini sudah terbungkus energinya sendiri.


"WUSHH …"


"HIYAA …"


Wanita itu melesat menyambut serangan jurus yang datang. Ketiga jurus pun bertemu tepat ditengah-tengah. Wanita itu hampir tak kuasa menahan jurus yang dikeluarkan oleh kedua musuhnya.

__ADS_1


Tapi dengan keyakinan tinggi, dia mendadak berteriak dengan sangat keras.


"MATIII …"


"DUARR …"


Suara ledakan terdengar begitu keras, debu mulai mengepul saat ketiga jurus beradu dan meledak. Tapi siapa sangka, belum sempat debu itu lenyap, tiba-tiba si wanita keluar dari kepulan itu dan langsung menyerang kedua pendekar dengan gerakan yang sangat cepat.


"WUSHH …"


"SRETT …"


"Ahhh …" mati.


Hanya dengan sekali serangan yang luar biasa, kedua pendekar dari kalangan aliran hitam pun tewas dengan luka goresan pada lehernya masing-masing. Kepala mereka masih terdiam ditempatnya, tapi hampis putus.


Di sisi lain, Kelima pendekar itu masih berjuang keras untuk mengalahkan Shin Shui. Tapi sayang, setiap serangan gabungan yang mereka lakukan, selalu bisa dipatahkan oleh pemuda biru itu.


Entah berapa kali kelimanya mencoba berbagai serangan yang berbeda, namun tetap saja tidak ada yang berhasil. Sehingga mereka pun sudah putus asa akan semua ini.


Tenaga dalamnya hampir habis, sedangkan musuhnya belum menerima luka walau secuilpun. Tak ada cara lain selain menggunakan jurus andalan yang mereka miliki saat ini.


Kelimanya mulai mengeluarkan tenaga dalam dahsyat. Mereka berkumpul ditengah-tengah dan satu titik. Karena kelimanya bergabung, tentu saja efek yang dihasilkan pun lebih dahsyat dibandingkan kedua pendekar yang melawan wanita tadi.


Tubuh kelima pendekar mulai mengeluarkan aura berwarna merah kecoklatan. Deru angin lebih besar daripada tadi. Suara aneh pun mulai terdengar menghiasi sepinya hutan.


"Serangan Lima Pendekar Penghancur Bumi …"


"WUSHH …"


Sebuah bola energi yang berukuran besar tiba-tiba muncul didepan mereka. Bahkan bola energi itu terlihat mengerikan. Kelima pendekar itu berteriak secara bersama-sama.


"HIYAA … ****** kau bocah!!!"


"WUSHH …"


Shin Shui pun tak mau kalah, melihat lawannya mengeluarkan jurus andalan bahkan merupakan jurus gabungan, pemuda biru itu juga berniat untuk mengeluarkan jurus tingkat tingginya.

__ADS_1


Shin Shui menyarungkan kembali Pedang Halilintar. Dia merentangkan kedua tangannya. Langit perlahan mulai mengeluarkan suara gemuruh yang menyeramkan.


Hawa kematian terasa lebih besar, angin pun bahkan bergerak tidak karuan. Sehingga saat ini pohon-pohon berputar kesana-kemari.


"Ombak Halilintar Menggulung Iblis …"


"WUSHH …"


"DUARR …"


Tiba-tiba halilintar menyambar tepat didepan Shin Shui. Tapi yang terjadi selanjutnya membuat kelima pendekar itu kaget bukan main.


Bukannya membahayakan lawannya, yang ada sambaran halilintar tadi malah membentuk seperti ombak besar yang siap menelan mereka.


"HIYAA …"


"WUSHH …"


Ombak yang terbentuk akibat energi dari halilintar pun melaju dala kecepatan yang amat tinggi. Suara gemuruh halilintar semakin terdengar tiada henti.


Kedua jurus tingkat tinggi itu sama-sama mengeluarkan hawa kematian yang mengerikan. Hingga pada akhirnya jurus andalan dari masing-masing pendekar beradu.


"DUARR …"


Dentuman keras kembali terdengar satu kali lagi. Tapi kali ini lebih besar daripada beberapa saat lalu. Bahkan efek yang ditimbulkan pun lebih dahsyat lagi.


Pohon-pohon sebagian ada yang roboh. Dahan-dahan patah, suara binatang pengguna hutan tiba-tiba terdengar ramai. Mungkin mereka kaget dengan kejadian ini.


Setelah kedua jurus bertabrakan dan menimbulkan dentuman keras. Kini yang terjadi adalah terciptanya sebuah lubang cukup besar dan dalam.


Kelima pendekar itu pun terpental beberapa tombak ke belakang. Mereka menderita luka dalam yang parah. Sedangkan Shin Shui sendiri hanya terpental satu tombak ke belakang. Dia tidak terluka parah, tapi disudut bibirnya terlihat ada darah yang keluar.


###


Dua lagi nanti ya😁lagi sedikit ada masalah🙏semoga terhibur😁


Btw kalau LPH udah tamat, jangan beranjak dulu ya😁soalnya author akan rilis lagi sebuah novel cersil China. Tapi kali ini bergenre Wuxia, dimana novel itu akan lebih mengarah kepada dunia nyata. Mirip dengan novel jadul, seperti novelnya Kho Ping Hoo, atau yang sekarang mirip Kisah Para Penggetar Langit.

__ADS_1


Ya meskipun tidak sebagus KPPL atau karya Kho Ping Hoo, tapi semoga saja kalian bisa membuat kalian terhibur disaat seperti ini🙏🙏🙏


Salam Manis☕


__ADS_2