Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Mulai Terkenal


__ADS_3

Tak terasa malam sudah berganti menjadi siang, rembulan yang semalam terlihat sangat indah sudah menyembunyikan dirinya. Sang surya yang setia menyinari bumi mulai menampakkan diri. Seperti biasa, suara burung di pagi hari terdengar bersahutan dengan riuhnya para pedagang di kota Matahari Terbenam.


Disana terlihat seorang pemuda memakai pakaian pendekar serba biru, hanya pedangnya saja yang terlihat berlawanan arah. Pedang itu berwarna emas dengan gagang kepala naga, perbedaan warna pakaian dan senjata sangat mencolok, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa ini adalah perpaduan yang sempurna.


Benar … pemuda itu adalah Shin Shui, pemuda yang berjuluk Pendekar Halilintar atau pemuda biru, saat ini dia sedang berjalan dengan membawa dua kantong makanan yang di jinjing tangan kananya. Dia berjalan perlahan sambil menikmati hangatnya sinat mentari pagi, dia berniat untuk pergi ke kediaman Chang Lee untuk memberikan sarapan dan memakannya bersama-sama.


"Senior Chang … apakah anda sudah bangun?" teriak Shun Shui saat sudah sampai di gubuk kecil Chang Lee. "Sudah, masuklah Shui'er. Aku sedang membuat jamu," seorang pria tua yang tidak lain adalah Chang Lee menjawabnya dari dalam.


Shin Shui lalu masuk ke dalam setelah mendapatkan izin. Saat dia masuk ke dalam, pemuda itu melihat bahwa Chang Lee sedang membuat jamu untuk dirinya.


"Senior mari kita sarapan bersama. Aku sudah membawakan sarapan yang enak untuk kita," kata Shin Shui. Mendengar pemuda itu membawa makanan, pria tua itu nampak senang. Tak menunggu lama, dia langsung menghampiri Shin Shui dan makan bersama.


Shun Shui dan Cang Lee langsung sarapan, sembari sarapan mereka berbincang-bincang kecil untuk menghangatkan suasana.

__ADS_1


Di tempat lain …


Seorang kepala tetua sedang marah-marah kepada seorang mata-mata sektenya. Tetua itu beberapa kali mengucapkan sumpah serapah jika berita yang dibawa oleh mata-matanya tersebut benar.


"Sungguh kepala tetua, aku tidak berbohong atas berita kematian Pendekar Lima Serangkai. Pemuda biru itu sempat bertarung dengan mereka sebelum Pendekar Belalang Sembah datang membantu," kata mata-mata itu dengan tubuh gemetaran. Dia sangat ketakutan karena kepala terus itu mengeluarkan aura pembunuh.


"Keparat … siapa pemuda itu. Apa hubungannya dengan si tua bangka Belalang Sembah. Heuhhh … benar-benar merepotkan," kepala tetua itu berkata dengan geram. Dia menghentakkan kakinya hingga tempat ia berpijak mengalami retakan.


Dia adalah Yi Jun, kepala tetua sekte Macan Kumbang. Sekte Macan Kumbang adalah salah satu sekte yang berumur lumayan tua, sekte ini sudah berdiri sekitar 200 tahun yang lalu. Tapi jika dibandingkan dengan Lembah Beracun, jelas, sekte Macan Kumbang masih sangat jauh dibawahnya.


"Jangan bertindak gegabah kepala tetua, siapapun pemuda itu, sudah pasti bukan pemuda sembarangan. Kita tidak boleh bertindak gegabah, terlebih lagi tetua harus tetap menjaga sekte supaya terkendali. Tidak ada yang bisa mengendalikan sekte ini kecuali kepala tetua Lin," kata seorang wanita yang memakai cadar.


Pakaianya serba kuning, dia adalah Yun Che. Dia merupakan salah satu tetua sekte Macan Kumbang, wanita itu mendapat gelar Dewi Laba-laba. Tanda seekor laba-laba pada keningnya menjadi ciri khas tersendiri supaya dikenal semua orang.

__ADS_1


Yun Che sebenarnya sudah cukup tua, umurnya sekitar 168 tahun. Tapi karena kepandaiannya yang tinggi, dia terlihat seperti wanita berumur 27 tahun. Bentuk tubuh yang indah, lekukan-lekukan disetiap tubuhnya begitu sempurna. Rasanya, pria manapun yang melihat dia akan terbius oleh keindahan lekuk tubuhnya.


"Hemm … baiklah, segera cari pelaku yang membunuh kelima sahabatku. Aku ingin kau mebawa kepalanya untukku." kata Lin Jun. Dia segera pergi meninggalkan Yun Che. Tak lama, wanita itu pun mengikutinya, dia akan pergi sesuai perintah Lin Jun.


###


Shin Shui saat ini sudah hampir mencapai Desa Miskin, desa yang saat ini sedang direnovasi. Tentunya dalang dari semua ini adalah pemuda biru itu, nama Shin Shui mulai terkenal di sekitar kota Matahari Terbenam karena sumbangannya untuk membangun kembali Desa Miskin.


Tapi selain itu, berita tentang kematian walikota dan Pendekar Lima Serangkai pun menjadi topik terhangat disana. Terlebih lagi karena pembunuhan itu melibatkan seorang pemuda, yang tak lain adalah Shin Shui.


Pemuda yang dikenal ramah senyum kepada siapapun yang dia temui. Tidak ada warga yang menyalahkan Shin Shui atas tindakannya. Sebaliknya, para warga itu malah khawatir akan keselamatan Shin Shui, mengingat Pendekar Lima Serangkai bersahabat dengan tokoh-tokoh besar aliran hitam.


Bahkan Chang Lee pun turut khawatir kepada Shin Shui, tapi pemuda itu segera menenangkan Chang Lee supaya tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.

__ADS_1


"Sudahlah senior, jangan terlalu seperti itu. Aku bisa menjaga diri dengan baik. Yang terpenting untuk saat ini adalah merenovasi Desa Miskin. Setelah itu selesai, aku akan pergi ke istana kembali untuk membicarakan beberapa hal. Tentunya aku akan kesana besamamu senior," kata Shin Shui berusaha menenangkan Chang Lee


"Hahhh …" Chang Lee menghela fanas. "Baiklah, semoga saja tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Emmm … aku rasa kau lebih baik pergi ke istana kaisaran sendiri saja. Aku harus menyelesaikan tugas ini," jawab Chang Lee. Dia menolak bukan karena tanpa alasan, dia menolak karena berniat untuk fokus kepada tugasnya merenovasi Desa Miskin.


__ADS_2