
Shin Shui menyadari akan adanya hal buruk sebentar lagi, kekuatan dari Pendekar Lima Serangkai benar-benar membuatnya tertekan. Aura kegelapan terasa jelas ditempat itu, rasanya, gravitasi bumi terasa lebih berat beberapa kali lipat.
"WUSHH …"
Mereka melesat untuk menyerang Shin Shui secara bersamaan. Namun, serangan itu sangat jauh berbeda dengan sebelumnya. Mereka menyerang silih berganti, Dua orang maju, maka dua orang akan melindunginya dibelakang. Begitu terus-menerus, mereka melindungi satu sama lain. Sedangkan yang satu hanyalah sebagai pengalih kefokusan lawan.
Kombinasi serang mereka benar-benar sempurna. Shin Shui sampai tidak bisa menebak kemana tujuan musuh karena saking banyaknya tipuan diantara mereka. Satu dari mereka hampir terkena tebasan pedang Shin Shui, tapi sebelum pedangnya berhasil mengenai lawan, sebuah trisula sudah menjepit Pedang Halilintar Shin Shui.
"Ciihhh … benar-benar merepotkan." gumam Shin Shui.
Belum sempat mengambil ancang-ancang, sebuah energi berwarna ungu menyerang dari sisi kananya, Shin Shui yang tak sempat untuk menghindar akhirnya terpental karena energi itu.
"Uhukk …"
Darah keluar dari mulutnya. Shin Shui berniat akan membalas serangan itu, tapi sebelum itu terjadi sebuah gada yang lumayan besar menghantam dan telak mengenai punggungnya.
"Ahhhh …"
Shin Shui kembali tersungkur ke tanah. Punggungnya terasa remuk, dia benar-benar terpojol sekarang. "Rasakan ini anak muda … hiyaaa …"
"Buakk …". Sebuah tendangan dari dalam tanah yang mengenai dagunya menerbangkan Shin Shui ke angkasa. "Ahhhh …". Dia terbang cukup tinggi, lalu turun dengan kecepatan tinggi pula, tubuhnya benar-benar lemas setelah menerima serangan dari segala arah.
"Bagaimana bocah? Masih mau sombong didepan kami? Asal kau tahu saja, yang bisa mengalahkan kami bisa dihitung jari, hahahaha …" Xianfei tertawa lantang, dia benar-benar puas melihat Shin Shui tersiksa seperti ini.
__ADS_1
'Sial … sial … sial …, apa aku akan benar-benar mati disini. Tarian Pedang Halilintar pun tidak ada yang berhasil melukai mereka' batin Shin Shui kesal. Dia menyayangkan bahwa dirinya masih terlalu lemah. Saat ini dia sudah tidak kuat untuk mengeluarkan jurus yang lain karena tenaga dalamnya mulai menipis.
Pendekar Lima Serangkai itu terlihat sedang bersiap siaga. Batu-batu kecil mulai beterbangan, halaman depan kediaman walikota Huan Xi menjadi porak poranda. Tapi tidak ada yang berniat menghentikan pertarungan itu, mereka masih sayang dengan nyawa mereka.
"Formasi Jaring Maut Lima Serangkai"
"WUSHH … DUARR …"
Angin mendadak bergulung seperti tornado, batu-batu ikut terbawa kedalamnya. Angin itu dengan cepat begerak ke arah Shin Shui. Suara yang menggelegar terdengar hingga radius beberapa kilometer.
Angin itu terus bergerak semakin cepat ke arah Shin Shui, 50 meter, 40 meter, 30 meter, 20 meter, 10 meter, dan …
"DUARRR …"
Tapi tiba-tiba …
Sebuah bayangan berdiri kokoh didalam asap akibat ledakan tadi. Perlahan-lahan bayangan itu mulai terlihat semakin jelas. Dibalik bayangan itu satu sosok pria paruh baya mendadak muncul, pria itu memakai baju serba hijau.
"Pendekar Belalang Sembah".
Pendekar Lima Serangkai berkata serempak. Dia kaget dengan kemunculan Pendekar Belalang Sembah, ternyata orang dengan julukan Pendekar Belalang Sembah adalah salah satu sosok yang disegani di dunia pendekar, tingkatannya saat ini adalah Pendekar Dewa Tahap 6 akhir, salahsatu pendekar terkuat di kekaisaran Wei.
"Ah ternyata kalian masih mengenaliku. Hemmm … apa kalian tidak malu menyerang pemuda itu dengan cara seperti ini?" pria paruh baya yang dijuluki Pendekar Belelang Sembah berkata dengan dingin. Tatapan mata yang tajam tertuju kepada Pendekar Lima Serangkai.
__ADS_1
"Aturan seperti itu bagi kami tidak berlaku. Sudahlah, aku tidak punya urusan denganmu, lebih baik kau pergi saja." Bu Tong Pay angkat bicara, dia paling tidak suka urusannya diganggu orang lain.
"Kau mengusirku heh …? Kau pikir aku takut dengan kalian? Baiklah, tidak perlu basa-basi lagi. Mari kita buktikan siapa yang harusnya pergi … lebih tepatnya pergi ke neraka." Pendekar Belalang Sembah langsung melesat menyerang mereka semua.
Dia melakukan serangan zig-zag yang membuat Pendekar Lima Serangkai bingung, gerakannya lebih cepat dari mereka. Setiap gerakannya meninggalkan asap berwarna hijau, ini melupakan salah satu jurus andalannya, 'Kabut Racun Hijau Belalang Sembah'.
Setiap musuh yang menghirup kabut itu maka tubuhnya tidak akan bisa digerakkan beberapa saat. Kabut itu menyerang lawannya dari dalam, menghalangi jalannya peredaran darah dan menghancurkan sel dalam tubuh. Jika tidak segera mendapat pertolongan, maka dalam waktu dua hari orang itu akan tewas dengan tubuh berwarna hijau.
Sekarang situasinya benar-benar berbalik, Pendekar Lima Serangkai yang tadi berada diatas angin, sekarang menjadi benar-benar terpojok. Meskipun mereka sudah berusaha untuk tidak menghirup kabut itu dengan cara menahan nafas, tapi jika semakin lama semakin pekat, maka mereka pun akan kewalahan, kabut racun hijau milik Pendekar Belalang Sembah mulai mereka hisap secara perlahan.
Saat ini mereka hanya bisa mematung dengan amarah yang memuncak. Sungguh, mereka tidak bisa nelakukan perlawanan, jangankan untuk membunuh, memberikan goresan pun tidak bisa.
Tidak mau membuang waktu lebih lama, Pendekar Belelang Sembah langsung kembali menyerang setelah b sem
pat berhenti untuk bernafas. Tebas demi tebasan mendarat ditubuh Pendekar Lima Serangkai, teriakan demi teriakan mulai terdengar bersahutan. Sedangkan kabut itu masih belum juga hilang.
"Ahhhh …"
"Ahhhh …"
"Mati …"
Teriakan memilukan dari Pendekar Lima serngkaian itu berhenti setelah mereka benar-benar tewas ditangan Pendekar Belelang Sembah.
__ADS_1
Di sisi lain, Shin Shui yang melihat cara bertarung Pendekar Belalang Sembah hanya bisa membelalakan matanya. Dia benar-benar tidak percaya bahwa Pendekar Lima Serangkai dapat dibunuh tanpa melakukan perlawanan. 'Kekuatan yang mengerikan' batinnya.