
Disaat kelima tetua sekte Beruang Hitam dan walikota Huan Xi sudah mencapai di dekat gerbang, mereka semua kebingungan. Mereka mendapati sesuatu yang aneh, biasanya para penjaga akan membuka gerbang jika ada orang yang akan masuk ataupun keluar dari kediaman walikota.
Walikota itu sangat geram kepada para penjaga gerbang, dia kemudian mengeluarkan tenaga dalam dari telapak tangan kanannya dan menghempaskan ke gerbang. "Haaaa …"
"WUSHH …"
Gerbang langsung terbuka diiringi dengan suara benturan keras. Betapa kagetnya mereka saat melihat penjaga gerbang telah tewas, yang lebih mengejutkan lagi adalah saat mereka menyadari adanya pemuda memakai baju biru sedang duduk bersila ditanah sembari menopang dagu. Pemuda itu terlihat begitu santai dalam duduknya.
Mata mereka terbelalak, mulutnya sedikit menganga. Bagaimana mungkin pemuda itu bisa tahu bahwa dia sedang dicari? Pikir para tetua itu.
"Huhhhh …" pemuda itu menghela nafas. "Lama sekali aku menunggu kedatanganmu paraborang tua, aku sudah bosan menunggu daritadi. Kalian sungguh tega kepada anak muda ini." pemuda yang tak lain adalah Shin Shui berkata dengan ekspresi seakan bahwa dia benar-benar kecewa. Seperti biasa, ucapannya akan mendadak 'gila'.
"Cihhh … dasar bocah sombong. Kau pikir kau hebat? Diluar sana mungkin kau ditakuti, tapi didepan kami Pendekar Lima Serangkai kau tak lebih dari seekor tikus," Xianfei berkata dengan dingin. Aura pembunuh mulai perlahan keluar dari tubuhnya.
"Ku akui nyalimu sungguh besar anak muda. Tapi sekarang kau sudah salah mengambil langkah, aku beri kau pilihan. Jika memilih bergabung dengan kami, maka kau akan selamat. Bahkan kau akan menjadi generasi penerus yang paling hebat dengan bantuan sumber daya yang melimpah. Tapi jika kau menolak, maka hari ini adalah hari terakhirmu melihat dunia." kata Mo Liuyun. Dia juga langsung mengeluarkan hawa pembunuh.
"Hemmm … kalian pikir kalian siapa berani mengaturku hah …? Jika memang kalian kuat, buktikan ucapan itu. Jangan hanya besar mulut tapi kecil untuk membuktikan. Mari kita bermain-main seperti orang-orang walikota yang tidak tahu diri itu," kata Shin Shui. Dia langsung berdiri, sembari membersihkan debu yang menempel di pakaiannya.
"Arogan …"
"Sombong …"
__ADS_1
"Simpan celotehmu untuk bekal di alam neraka nanti bocah …."
Mereka semua langsung menyerang Shin Shui secara bersamaan. Semua sisi sudah dikuasai musuh, seolah memberikan isyarat bahwa dia tidak boleh pergi sebelum mati.
Tak mau mengambil resiko, Shin Shui langsung mencabut Pedang Naga Emasnya. Setiap serangan dari musuhnya menyerang bagian vital.
"WUSHH … TRANG … TRANG …"
Suara deru angin dan senjata beradu mulai terdengar mengisi udara. Mereka menyerang Shin Shui dengan penuh kebencian. Serangan mereka sangat sulit diikuti mata.
Puluhan jurus sudah mereka kerahkan, tapi belum ada yang terpojok. Mereka pun cukup tersentak kaget melihat pemuda dihadapannya bisa bertahan sampai sejauh ini.
Dia langsung mengeluarkan aura berwarna hitam pekat yang keluar dari tubuhnya. Aura itu semakin pekat dan berkumpul secara perlahan. Hingga pada akhirnya, disana terlihat ada tiga Xuanfei.
"Teknik tubuh bayangan, celaka. Melawan mereka berenam saja aku sungguh memaksakan diri. Sekarang bertambah tiga sosok dan kekuatan bayangan itu sama dengan yang asli? Bagaimana ini, apakah aku akan mati disini?" Shin Shui bergumam sendiri dan sedikit panik. Tentu saja, jika ditambah tiga sosok bayangan, bukan tidak mungkin bahwa Shin Shui akan tewas.
Mengingat mereka semua sudah lama malang melintang di dunia pendekar, pasti sudah tahu benar langkah yang akan di ambil. Pendekar Lima Serangkai dan walikota sudah bersiap untuk menyerang Shin Shui kembali.
"Matiii …"
Satu-persatu serangan dari musuh mulai datang secara beruntun. Serangan dan gerakannya semakin sulit ditebak Shin Shui, sekarang dia benar-benar terpojok.
__ADS_1
'Tidak ada cara lain ….' batinnya. Shin Shui lalu mengambil jarak, dia menyimpan Pedang Naga Emas ke punggungnya, lalu mengeluarkan Pedang Halilintar.
Musuh terus menyerang, seolah tidak membiarkan Shin Shui bernafas dengan lega. Shin Shui terpental setelah mendapatkan pukulan dari bayangan Xianfei. Dadanya terasa remuk, beberapa tulangnya retak hanya dengan sekali pukul.
Sebelum mereka kembali menyerang, Shin Shui sudah kembali dalam keadaan berdiri sambil menahan rasa sakitnya. Dia sudah siap untuk menyambut serangan lawannya. "Tarian Pedang Halilintar".
"WUSHH …"
Pemuda itu mendadak hilang sebelum serangan dari salah satu Pendekar Lima Serangkai mengenainya. Gerakan Shin Shui begitu cepat, dia sudah berada di belakang walikot Huan Xi. Tanpa menunggu lama, dia langsung menebas kepala walikota itu.
"Ahhh …" mati.
Walikota itu menjerit sebelum kepalanya benar-benar terpisah dari badannya. Akibat terlalu ceroboh, walikota Huan Xi tidak menyadari bahwa pemuda yang dia cari berada dibelakangnya.
'Bocah ini. Bagaimana dia bergerak secepat tadi.' Mo Liuyun bertanya-tanya dalam hatinya, dia masih penasaran kenapa pemuda itu bisa bergerak sangat cepat.
"Hebat anak muda … hebat. Sekarang tidak ada yang menggangu lagi, akan aku tunjukan kepadamu seperti apa kekuatan Pendekar Lima Serangkai." kata Bu Tong Pay.
Shin Shui tidak menjawab, dia lebih memilih untuk tetap fokus ke musuhnya. Tiba-tiba saja, masing-masing dari mereka membentuk formasi yang aneh. Menyadari hal ini, Shin Shui menjadi lebih khawatir dari sebelumnya.
"Celaka." gumam Shin Shui.
__ADS_1