
Di sekte Bukit Halilintar, para tetua yang berkumpul ditempat biasa sebelum mereka istirahat tampak kaget ketika melihat fenoma munculnya kepala iblis dilangit.
Semua tetua bertanya-tanya dalam pikiran mereka akan hal ini. Memang fenomena itu tidak dibarengi hal lainnya, tapi dengan munculnya kepala iblis di langit, hal tersebut cukup untuk membuat semua orang gempar.
'Tidak mungkin ini fenomena biasa, aku yakin ini pasti pertanda buruk. Meskipun kepala iblis barusan hanya muncul beberapa saat saja, tapi jelas bahwa kejadian ini bukanlah hal biasa,' batin Shin Shui sambil menatap langit malam yang kini gelap kembali.
"Tetua Yashou, fenomena apakah yang terjadi barusan itu?" tanya Yun Mei ditengah kebingungan para tetua.
"Hemmm … aku belum mengetahuinya secara pasti. Tapi aku yakin bahwa fenomena kepala iblis ini bukanlah hal biasa," jawab Yashou seperti memikirkan sesuatu.
Kembali semua tetua itu memikirkan kejadian barusan. Semuanya bergelut dengan pikiran masing-masing, tak terkecuali Shin Shui sendiri.
"Sebentar, apakah berita kematian Dewi Pedang Kembar sudah tersebar?" tanya Shin Shui secara tiba-tiba.
"Sudah kepala tetua, bahkan aku mendengarnya sendiri ketika beberapa hari lalu berkunjung ke restoran Perbatasan. Berita kematian Dewi Pedang Kembar dan kematian dua tetua sekte Bukit Halilintar menjadi berita terhangat. Aku dengar semua orang membicarakan kejadian itu, bahkan karena kejadian itu pula kejahatan yang biasanya dilakukan oleh sekte aliran hitam kelas bawah pun berkurang. Tidak seperti biasanya," jawab Lu Xiang Chuan, salahsatu dari tiga murid Yashou.
"Begitu ya …" kata Shin Shui lirih. Tangannya mengetuk-ngetuk meja seperti sedang berpikir.
"Menurut kalian, apakah Raja Iblis Merah tahu tentang berita kematian istrinya yang tewas dibunuh olehku?" tanya Shin Shui.
"Sepertinya begitu. Mengingat kejadian tersebut seminggu belakangan ini menjadi berita paling hangat dan menggemparkan. Khususnya dunia persilatan kekaisaran Wei," jawab Lu Xiang Chuan.
"Ketemu. Akhirnya aku menemukan jawaban atas fenomena kepala iblis yang baru saja terjadi," kata Shin Shui dengan girang, tapi tak lama wajanya berubah muram kembali.
__ADS_1
"Maksud kepala tetua?" tanya Kin Gin, salah seorang tetua sekte Bukit Halilintar yang belum lama bergabung.
Kin Gin adalah seorang pendekar beraliran netral tanpa sekte yang sudah mencapai tingkatan Pendekar Dewa tahap empat akhir. Sifatnya pendiam dan juga sopan. Umurnya kira-kira sudah mencapai lima puluhan tahun.
"Yah … sepertinya aku tahu dibalik fenomena ini. Tetua Yashou, menurutmu siapa pendekar terkuat diseluruh kekaisaran Wei saat ini. Sebutkan tiga saja, selebihnya tidak usah kau sebut," ucap Shin Shui sambil memandang ke arah Yashou.
"Untuk yang sekarang aku tidak tahu, karena kebanyakan dari pendekar yang mendapat gelar terkuat, kebanyakan sudah jarang muncul di dunia persilatan. Mereka semua memilih untuk mengasingkan diri ataupun mendirikan sebuah sekte besar. Tapi setahuku, setelah Pendekar Guntur atau sahabatku Lao Yi menduduki peringkat pertama pendekar terkuat, dibawahnya ada Raja Iblis Merh yang merupakan kepala tetua dari sekte Pemuja Iblis," jawab Yashou.
"Ternyata benar dugaanku. Pelakunya adalah Raja Iblis Merah. Ya benar, fenomena kepala iblis dilangit diakibatkan oleh dirinya," jawab Shin Shui dengan yakin.
Semua tetua tampak kaget dengan ucapan Shin Shui barusan. Apalagi pemuda biru itu berkata dengan keyakinan tinggi.
"Maaf, darimana kepala tetua bisa sangat yakin dengan hal itu?" tanya Yashou dengan raut wajah penasaran.
"Dari ucapan tetua Yahsou sendiri. Bukankah barusan tetua bilang bahwa yang terkuat setelah guruku adalah Raja Iblis Merah?"
"Karena itulah aku yakin Raja Iblis Merah pelakunya. Fenomena tersebut sangat jelas bukam fenomena alam. Melainkan dilakukan oleh seorang pendekar yang memiliki kekuatan dahsyat. Siapa lagi kalau bukan Raja Iblis Merah? Bahkan aku sendiri pun tidak yakin bisa melakukan hal seperti ini. Apalagi menurut dugaanku, fenomena kepala iblis sampai terlihat di beberapa tempat dekat istana kekaisaran. Selain itu, ketika kepala iblis muncul pun langit berubah menjadi warna merah. Karena hal itulah aku yakin bahwa dia pelakunya," jawab Shin Shui.
"Ah … kau benar kepala tetua. Betapa bodohnya aku tidak bisa memikirkan hal itu," kata Yashou sambil menepuk jidatnya sendiri.
Kini tahulah sudah semua tetua itu siapa pelakunya. Mereka percaya dengan semua ucapan Shin Shui karena memang sangat masuk akal.
"Jika begini kenyataannya, pasti Raja Iblis Merah sedang marah besar. Dan bukan tidak mungkin bahwa dia akan melakukan serangan besar," kata Yashou yang tiba-tiba langsung serius.
__ADS_1
"Tepat. Dugaanku pun begitu tetua Yashou, pasti bakal ada kejadian besar. Apalagi jika berita tentang pembentukan aliansi tiga sekte aliran hitam itu benar. Kejadian ini bisa menjadi tambahan alasan yang kuat bagi mereka untuk melakukan pemberontakan diseluruh negeri, termasuk istana kekaisaran," kata Shin Shui.
"Kau benar kepala tetua, ini semua bisa menjadi titik terang untuk mereka melakukan pemberontakan atau melakukan serangan besar-besaran. Sepertinya perang besar akan segera terjadi," tutur Yashou seperti khawatir.
"Kalau begini caranya, besok aku akan ke istana kekaisaran. Tetua Yashou, tolong kirimkan surat ke semua sekte besar yang berada didekat kekaisaran untuk berkumpul di istana tepat ketika bulan purnama. Kita sudah tidak bisa bersantai lagi," kata Shin Shui dengan suara tegas. Wibawa seorang pemimpin besar mendadak terlihat padanya.
"Baik kepala tetua, besok aku akan membuat surat itu." jawab Yashou singkat.
Tak lama setelah itu, semua tetua pun kembali ke tempat masing-masing untuk melakukan istirahat. Mereka pulang ke ruangan masing-masing dengan membawa beban pikiran, termasuk Shin Shui sendiri.
###
Dugaan Shin Shui memang benar, di berbagai tempat sekte besar aliran putih juga membicarakan hal yang sama dengan pembicaraan semua tetua sekte Bukit Halilintar mengenai fenomena kepala iblis di langit.
Termasuk istana kekaisaran, sudah hampir tiga puluh menit semua petinggi istana membicarakan hal tersebut, tapi belum menemukan sebuah jawaban yang bisa dijadikan alasan kuat.
Tapi ditengah kebingungan semua petinggi istana, seseorang dengan tubuh tua renta dengan jenggot yang sudah memutih angkat bicara memecahkan keheningan.
"Kaisar, maaf. Aku baru terpikirkan sekarang, aku yakin kejadian ini karena Raja Iblis Merah. Hanya mereka pendekar yang memiliki kekuatan dahsyat saja yang bisa melakukan hal seperti ini. Kaisar ingat belasan tahun lalu ketika Pendekar Guntur menemukan penerusnya? Kejadiannya pun sama seperti ini. Bedanya kalau itu sambaran halilintar dan ini kepala iblis," kata penasihat kekaisaran yang tak lain adalah Mu Ying.
"Ah, kau benar penasihat Mu. Hal ini sama dengan kejadian itu, sepertinya kejadian ini memang diakibatkan oleh Raja Iblis Merah. Mungkin dia sudah mendengar berita hangat tentang kematian istrinya," kata Kaisar Wei An.
"Benar, bisa jadi hal ini akan berbuntut panjang. Apalagi jika kita mengingat bahwa Raja Iblis Merah mungkin merupakan pendekar terkuat saat ini. Kita harus bersiap siaga mulai dari sekarang," kata orang tua itu.
__ADS_1
Hal seperti di sekte Bukit Halilintar pun terjadi di istana. Semua petinggi itu merasa khawatir apabila ucapan penasihat Mu Ying benar.
Bukan tidak mungkin jika kejadian besar akam benar-benar terjadi. Setelah menemukan jawaban, semua petinggi itu pun kembali ke ruangan masing-masing dengan hati was-was.