Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors
Tiga Golok Setan


__ADS_3

Melihat keributan kecil ini, para pengunjung yang sedang makan pun mendadak berhenti. Suasana didalam kedai jadi sunyi sekaligus tegang.


Bagaimanapun juga, tiga orang yang akan dilawan Shin Shui mempunyai nama yang cukup terkenal di daerahnya. Sehingga ketika ada seorang bocah yang berani sombong kepadanya, tentu mereka tidak akan terima.


"Heh bocah, kau pikir kau siapa? Berani sekali kepada kami, apakah kau tidak mengenal kami? Perkenalkan, kami adalah Tiga Golok Setan," kata orang itu, diduga dialah ketuanya dan merupakan yang terkuat.


"Oh. Perkenalkan, aku setan goloknya," ejek Shin Shui sambil tersenyum.


Tentu saja mendengar ucapan pemuda biru itu, mau tidak mau semua orang yang ada disana tertawa terbahak-bahak. Bahkan sampai ada yang mengeluarkan air mata.


Ketiga pendekar yang mengaku berjuluk Tiga Golok Setan, mukanya langsung merah padam karena malu dan saking marahnya kepada Shin Shui.


"Keparat. Apakah kau sudah bosan hidup?"


"Entahlah. Tapi kadang aku memang merasa bosan. Bagaimana dengan kalian sendiri, apakah kalian juga sudah bosan hidup?" kata Shin Shui kembali mengejek.


"Kauuu … kalau berani, ayo kita bertarung," ajak orang itu sambil membentak Shin Shui.


Tanpa banyak bicara lagi, Shin Shui mengikuti ketiganya dari belakang. Orang-orang yang ada disana pun ikut keluar untuk menyaksikan. Bahkan dua 'bidadari' itu pun ikut keluar juga.


"Kau ingin melawan siapa dulu diantara kami bertiga?" tanyanya.


"Hemmm … aku ingin melawan kalian bertiga secara bersamaan," jawab Shin Shui.

__ADS_1


"Sombong. Cepat katakan, jangan hanya membual saja. Apa kau takut?"


"Cihhh … sampai ayam beranak pun, aku tidak sudi untuk takut kepada kalian. Kau bertanya, aku sudah jawab. Aku ingin melawan kalian secara bersamaan. Kenapa kalian belum juga menyerang? Jadi yang takut itu siapa? Aku … atau kalian?" tanya balik Shin Shui dengan suara agak keras, dia sengaja melakukan ini supaya dapat didengar semua orang.


"Kauuu … semuanya, kalian dengar sendiri bukan. Jadi jangan salahkan Tiga Golok Setan jika bocah sombong ini tewas dengan mengenaskan,"


"Semuanya, kalian dengan sendiri bukan? Kita lihat, aku yang kalah atau tiga golok tikus ini yang tewas," kata Shin Shui memancing amarah musuh.


Mendengar itu, kembali semua orang mentertawakan Tiga Golok Setan. Karena sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, ketiganya langsung berniat menyerang Shin Shui secara bersamaan.


Ketiganya mencabut golok pusakanya, mereka menyerang dari tiga bagian. Sisi kanan, kiri, dan juga tengah.


Golok sudah terhunus didepan dada, deru angin menyapu debu-debu disekitar arena pertarungan mereka.


Menurut penilaian Shin Shui, dua dari Tiga Golok Setan itu berada pada tingkatan Pendekar Dewa tahap dua. Sedangkan yang tadi bicara, berada pada tingkatan Pendekar Dewa tahap tiga.


Tentu saja ini bukanlah masalah bagi Shin Shui. Karena meskipun kekuatannya menurun drastis, tapi dia memiliki jurus-jurus tingkat tinggi. Tapi kalau yang menjadi lawannya bukan Shin Shui, maka ceritanya akan beda lagi.


Deru angin yang menyapu debu dan daun kering semakin lama semakin terasa. Masing-masing dari golok pusaka itu berubah warna jadi seperti api yang membara.


Shin Shui tidak mengeluarkan Pedang Halilintar yang berada dipunggungnya. Untuk sementara pemuda biru itu berniat melawan dengan kedua tangannya saja.


Burung phoenix biru sudah dia masukkan ke dalam Kantong Siluman supaya Shin Shui bisa bergerak lebih leluasa lagi.

__ADS_1


"Ayo serang aku," tantang Shin Shui yang sudah memasang kuda-kuda.


Tiga Golok Setan itu langsung menyerangnya tanpa berbasa-basi lagi. Mereka menyerang bersamaan dari tiga arah yang berbeda.


Sinar-sinar golok berwarna jingga kemerahan sudah berkelebatan menyerang Shin Shui. Ketiganya memang benar-benar berniat membunuh Shin Shui.


Tapi dengan mudah saja pemuda biru itu menghindari setiap serangan musuh yang datang. Tubuhnya berkelebat kesana-kemari bahkan lebih cepat dari serangan lawan.


"SRINGG … SRINGG … SRINGG …"


Suara mendesing dari tiga pusaka itu terdengar oleh semua orang. Serangan mereka sangat teratur dan terbilang cepat. Jika bukan Shin Shui, pastilah orang itu akan kesulitan untuk membalas ataupun menghindar dari serangan Tiga Golok Setan.


Harus Shin Shui akui, bahwa ketiganya memiliki kerja sama yang baik. Sehingga pertahanannya nampak kokoh dan jarang ada celah bagi musuh.


Tapi, jangan sebut Shin Shui jika dia tidak bisa membalas serangan yang diberikan oleh ketiga pendekar sombong itu.


Perlahan tapi pasti, Shin Shui bisa membalas tebasan ataupun tusukan golok itu dengan pukulan-pukulan yang mematikan.


Beberapa kali ketiganya terkena pukulan Shin Shui, meskipun tidak sepenuhnya kena, tapi rasa sakit yang dirasakan oleh Tiga Golok Setan juga bisa dibilang lumayan.


Dua puluh jurus sudah berlalu, tapi Tiga Golok Setan itu belum berhasil membunuh Shin Shui. Bahkan memotong sehelai rambut pemuda biru itu pun belum.


Menyadari hal ini, ketiganya semakin geram. Serangan mereka mendadak lebih cepat daripada sebelumnya. Shin Shui melakukan ini memang sengaja, dia ingin mempermainkan tiga pendekar sombong itu dihadapan semua orsng.

__ADS_1


__ADS_2