
Selang beberapa saat suasana dintara ketiganya hening, saat ini mereka sedang bergelut dengan pikirannya masing-masing. Entah apa yang sedang mereka bayangkan, yang jelas senyuman kecil terkadang terlihat dari ketiganya.
Cukup lama suasana seperti ini terjadinya, hingga tak terasa teh yang disuguhkan habis tanpa sisa. Mereka baru tersadar dari lamunan ketika hendak meneguk teh kembali yang ternyata sudah kosong, "hahhh …" ketiganya menghela nafas berat.
Di luar ruangan …
Kesemua murid Pendekar Belalang Sembah masih belum berhenti dari latihannya, mereka biasa melakukan latihan tiga kali dalam sehari yaitu pagi, siang dan sore hari. Murid Pendekar Belalang Sembah tidaklah banyak, mungkin hanya sekitar lima puluh orang saja.
Hal ini terjadi karena Bukit Awan bukanlah sekte seperti pada umumnya, mereka hanyalah perguruan kecil. Jadi tidak banyak murid yang daftar kesini, apalagi perguruan Bukit Awan hanya diketuai oleh Yashou si Pendekar Belalang Sembah sendiri.
Sedangkan yang tadi melatih itu hanyalah murid inti Yashou, mereka merupakan yang paling senior dari yang lainnya. Ketiga muridnya saat ini sudah mencapai tingkatan Pendekar Dewa tahap satu.
Murid Yashou bernama Lu Xiang Chuan dan Lin Zong He, keduanya merupakan seorang pria, sedangkan yang terkahir adalah seorang wanita bernama Yiu Jiefang. Ketiganya terlihat hampir seumuran, hanya berbeda beberapa tahun saja.
Kira-kira mereka umurnya sekitar 22 tahunan, lebih tua empat tahun dari Shin Shui. Ketiganya tumbuh menjadi pria dan gadis yang tampan serta cantik, ditambah mereka mempunyai perangai yang baik sehingga siapapun menaruh rasa hormat kepada ketiganya.
"Latihan hari ini cukup sampai disini saja. Kalian boleh kembali ke tempat masing-masing." kata Lu Xiang Chuan kepada murid-muridnya.
Kesemua murid memberi hormat lalu pergi meninggalkan ketiga senior yang sudah dianggap seperti gurunya. Sedangkan ketiga murid Yashou pergi ke ruangan gurunya untuk memberitahukan bahwa mereka telah selesai melatih para murid.
"Guru, kami semua sudah selesai melatih. Apakah ada perintah lain yang harus kami lakukan lagi?" tanya Yiu Jiefang kepada gurunya, Yashou saat telah memasuki ruangannya.
__ADS_1
"Tidak ada, kalian boleh beristirahat sekarang. Tapi tolong beritahukan kepada koki kita supaya memasak makanan yang paling enak dalam jumlah yang banyak. Kita akan mengadakan jamuan nanti malam, kalian pun harus ikut. Guru akan beritahukan kepada kalian siapa dua pendekar muda ini." kata Yahsou menyuruh muridnya sembari menatap Shin Shui dan Yun Mei.
"Baik guru." jawab mereka serempak sembari memberikan hormat.
Setelah itu ketiga muridnya langsung pergi meninggalkan ruangan gurunya untuk melaksanakan perintah. Mereka semua menuju dapur dan memberitahukan kepada koki supaya memasak dalam jumlah besar.
###
Waktu sudah menunjukan malam hari, semua anggota murid dan orang-orang yang ada di Perguruan Bukit Awan terlihat berkumpul disebuah lapangan tempat mereka latihan.
Hal ini dilakukan supaya mereka bisa menikmati makan malam bersama sembari memandang keindahan Bukit Awan dan langit malam yang dihiasi bulan bintang.
Semua murid yang mendengar namanya langsung bertepuk tangan secara meriah, terlebih saat Shin Shin dan Yun Mei berdiri berdampingan dan memperkenalkan diri.
"Aku mengadakan jamuan makan malam bersama ini supaya semua tahu siapa tamu kita. Aku harap kalian memberikan hormat kepadanya, jadikanlah Pendekar Halilintar ini sebagai panutan untuk kalian. Walaupun memiliki kepandaian tinggi, tapi dia tetap merunduk rendah layaknya padi."
"Baiklah, sekarang mari kita makan bersama untuk berucap syukur karena perguruan kita mendapatkan tamu seperti Shin Shui ini," kata Yashou si Pendekar Belalang Sembah.
Setelah selesai berkata demikian, akhirnya mereka semua menyantap makanan bersama. Dinginnya udara diluar tak menyurutkan dan tak mengubah rasa nikmat menyantap makanan bersama.
Suasana jamuan makan malam itu sangat ramai, rasanya jarang sekali Perguruan Bukit Awan melakukan hal seperti ini, apalagi sampai kedatangan pendekar muda yang selalu mengguncang dunia persilatan.
__ADS_1
Jadi semua orang-orang yang termasuk bagian dari Perguruan Bukit Awan sangat merasa bangga atas semua ini, terlebih Yashou sendiri. Pria tua itu bangga karena bisa menjalin hubungan baik dengan Shin Shui.
###
Acara jamuan makan malam telah selesai, para anggota dan lainnya perlahan kembali ke tempat masing-masing untuk segera beristirahat. Yun Mei pun berniat untuk kembali ke kamarnya yang sudah dipersiapkan oleh Yashou.
Sedangkan Shin Shui memilih untuk berbincang-bincang dahulu setelah sebelumnya mendapatkan izin dari Yashou sendiri, kedunya masuk ke ruangan Yashou kembali.
"Senior, jika aku untuk sementara waktu tinggal disini apakah kau tidak keberatan? Aku ingin meningkatkan pelatihan dahulu sebelum mengembara kembali. Sebab aku yakin, diluar sana masih banyak musuh yang jauh lebih kuat dariku." kata Shin Shuu langsung bicara kepada pokok persoalan.
"Dengan senang hati Shui'er. Tapi maaf, aku tidak bisa memberikan sumber daya kepadamu, sumber daya disini hanya cukup untuk para murid saja. Itupun hanya stok untuk beberapa bulan ke depan," kata Yashou.
"Terimakasih senior. Ah terimakasih, tapi biarkan aku yang sekarang membantu sumber daya perguruan ini." ucap Shin Shui.
###
Jangan lupa juga untuk baca novel baru author yang bergenre nusantara ya, judulnya Cakra Buana. Semoga sesuai dengan selera kalian semua, kalau tidak ada halangan sehari up seperti biasa yaitu dua chapter. Kalau untuk malming tidak bisa memastikan, mungkin kalau untuk LPH masih bisa😁🙏🙏jangan lupa tinggalkan like dan votenya, jadikan juga favorite hehe😁😁🙏
Salam manis☕
__ADS_1