
"Hemm … sebenarnya keluargaku memang mempunyai masalah dengan keluarga Zhao itu, kepala tetua muda. Masalah ini sudah lama, kira-kira sekitar dua bulan lalu kepala keluarga utama Zhao mendatangi rumahku dan mengajak bekerja sama dengannya. Karena dia menjadi walikota di kota Nan-Ping ini, dia mengajakku untuk membuat kesepakatan dan membuat sebuah organisasi yang nantinya akan bekerja sama dengan aliran hitam dan bertujuan untuk menjadi pemberontak."
"Dengan iming-iming sebuah imbalan kekuasaan yang lebih besar, tentu saja siapapun mau. Sekarang keluar Zhao itu diam-diam sudah bekerja sama dengan banyak sekte aliran hitam yang menurut kabar selalu membuat kerusuhan. Bahkan dia sudah membuat kelompok sendiri, dimana saat dia mengajak bekerjasama dengan orang-orang berpengaruh dikota ini dan orang yang dimaksud tidak mau, maka dia akan menyuruh kaki tangannya untuk membunuh orang tersebut secara diam-diam. Begitupun denganku, sejak penolakan kerjasama itu, keluargaku selalu diteror dan bahkan sudah ada beberapa keluargaku yang dibunuh olehnya," kata Chen Mu Bai menjelaskan panjang lebar tentang walikota Zhao Ping itu.
Kini mengertilah sudah Shin Shui alasan kenapa keluarga bangsawan Zhao ingin melenyapkan keluarga bangsawan Chen. Pucuk di tiba ulam pun tiba. Tidak perlu susah payah mencari aliran hitam, dengan membantu membereskan masalah ini pun pemuda biru itu pastinya akan berhadapan dengan aliran hitam.
"Tuan Chen, bisakah kau suruh semua anggota keluarga yang menjadi pendekar untuk berkumpul secepatnya?" tanya Shin Shui.
"Bisa kepala tetua muda, kebetulan mereka sedang ada dikota ini. Tapi, memangnya ada urusan apa?" Chen Mu Bai terlihat kebingungan.
"Tentu saja untuk menghalau rencana keji keluarga Zhao itu. Jika tidak diselesaikan sekarang maka pasti masalahnya akan semakin rumit. Aku akan membantu dalam masalah ini," ucap Shin Shui.
"Aih, aku tidak berani merepotkan kepala tetua muda. Lagipula masalah keluarga Chen dan keluarga Zhao tidak ada sangkut pautnya dengan kepala tetua muda," kata Chen Mu Bai.
Tentu saja dia sedikit heran, toh dia tidak memiliki hubungan apapun dengan sekte Bukit Halilintar. Dan sekarang tidak angin tidak ada hujan, kepala tetua sekte itu akan membantu menyelesaikan masalahnya? Sungguh aneh jika tidak didasari dengan alasan yang kuat.
__ADS_1
"Memang aku tidak ada hubungan apapun, baik dengan keluarga bangsawan Chen, ataupun dengan keluarga bangsawan Zhao. Tapi jelas, aku ada hubungannya dengan para pendekar dan sekte aliran hitam yang bergabung dengan walikota itu. Karena tujuan utamaku memang melenyapkan aliran hitam yang ingin mengadakan perang besar dan pemberontakan terhadap pemerintahan kekaisaran Wei An. Karena itulah aku mau membantu menyelesaikan masalah ini," kata Shin Shui menjelaskan kenapa dirinya mau menyelesaikan masalah keluarga Chen.
"Begitu ya, baiklah. Aku akan menyuruh bawahanku untuk memanggilkan semua keluarga Chen yang menjadi pendekar supaya berkumpul disini malam nanti. Sekarang, jika tidak keberatan silahkan kepala tetua muda dan nona tetua ini beristirahat saja disini barang berapa hari. Aku akan menyiapkan kamar untuk kalian berdua," kata Chen Mu Bai.
Tak lama kepala tetua utama keluarga bangsawan Chen itu memanggil dua orang bawahannya. Yang satu disuruh untuk mencari dan memerintahkan semua pendekar bangsawan Chen berkumpul dan yang satu lagi disuruh untuk menyiapkan dua buah kamar untuk Shin Shui dan juga Yun Mei.
###
Sementara itu ditempat lain …
Pria yang dimaksud tak lain adalah Zhao Ping, walikota Nan-Ping sekaligus kepala tetua utama keluarga bangsawan Zhao. Dia sedang merencanakan penyerangan terhadap keluarga bangsawan Chen dengan para pendekar aliran hitam yang bekerjasama dengan dirinya.
Sepuluh pendekar yang berasal dari aliran hitam itu merupakan pendekar tingkat tinggi. Tingkat pelatihannya minimal Pendekar Dewa tahap tiga dan maksimal Pendekar Dewa tahap lima.
"Tuan Zhao, kapan kita akan melakukan rencana penyerangan ini?" tanya salahseorang pendekar berkumis panjang dan di pilin sehingga kumis itu mirip seperti kumis ikan lele.
__ADS_1
"Dua hari lagi. Tepat pada malam harinya kita akan melakukan penyerangan kesana. Untuk rencana selanjutnya kita akan bicarakan nanti saja saat penyerangan akan dimulai," jawab Zhao Ping.
Kesepuluh pendekar itu mau bekerjasama dengan Zhao Ping tak lain karena mereka dibayar cukup besar. Tentu saja siapapun akan menerima tawaran ini. Apalagi mereka yang haus akan harta.
Tanpa Zhao Ping sadari, padahal dirinya juga sedang dimanfaatkan oleh salahsatu sekte aliran hitam yang bekerjasama dengannya. Yahh … begitulah manusia, selalu saling menjatuhkan satu sama lain tanpa kita sadari.
Maka dari itu, kita harus pintar memilih manusia untuk diajak bekerjasama dalam hal apapun. Karena bukan tidak mungkin yang diajak bekerjasama oleh kita sekalipun akan melakukan sesuatu hal yang culas.
###
Sebelumnya mohon maaf kalau gaya tulisan saya berbeda dengan yang lain. Disini saya sengaja menyajikan tulisan yang mudah dimengerti dan difahami seperti bagaimana penulis senior semisal Alm. Kho Ping Hoo.
Ya meskipun saya sadari masih jauh untuk seperti beliau yang luar biasa itu, tapi setidaknya mungkin ke depan bisa lebih baik dan bisa lebih banyak lagi menyelipkan kata-kata yang mungkin bermanfaat untuk kita semua tanpa adanya maksud untuk menggurui.
Jika ada saran dan kritikan silahkan disampaikan dengan bijak. Semoga terhibur dan selamat berbuka puasa bagi yang menjalankan🙏☕
__ADS_1