
Sebuah suara seperti auman binatang buas mendadak terdengar ditengah sunyinya malam. Malam yang tadinya terang oleh cahaya rembulan saat ini mendadak kelabu, langit mulai menurunkan rintikan air ke bumi.
Pria payuh baya yang mengingatkan Shin Shui segera turun untuk melihat kondisi. Pria itu melihat bahwa pemuda yang sudah dia peringatkan masih duduk ditempat tadi, tidak berpindah sedikitpun.
Bahkan pemuda tersebut dengan santainya menikmati sebotol arak, seolah tidak mendengar suara apapun. "Tuan muda, sebaiknya anda segera pergi ke kamar. Aku tidak ingin terjadi apa-apa terhadap tuan muda, aku takut siluman Singa Hitam itu akan menyerang," ucap orang tua itu kembali mengingatkan Shin Shui.
Sungguh, baginya Shin Shui adalah seorang pemuda yang misterius, saat siluman Singa Hitam bersuara, bahkan para pendekar yang sudah memakan pahit manisnya dunia pendekar sekalipun akan bersembunyi. Tapi pemuda ini begitu diam dengan santai, pikirnya.
"Terimakasih paman sudah mengingatkanku untuk kesekian kalinya. Tapi biarkanlah yang muda ini mencoba keberuntungan melawan siluman Singa Hitam itu." jawab Shin Shui.
Dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan hendak melangkahkan kaki untuk pergi keluar menghadapi siluman Singa Hitam. "Jangan tuan muda. Siluman Singa Hitam itu sangat berba …" belum sempat orang tua itu menyelsaikan ucapannya, Shin Shui langsung segera memotong.
"Tenang saja paman, semoga keberuntungan berpihak padaku." kata Shin Shui. Dia langsung melanjutkan langkah kakinya yang berhenti sesaat.
Jarak siluman Singa Hitam dan Shin Shui masih sekitar 100 meter, tapi karena suaranya sangat keras membuat keberadaan siluman itu seperti sudah dekat.
__ADS_1
"GOARR …"
Siluman Singa Hitam mengaum kembali, malam yang sunyi ditambah gerimis tanpa cahaya rembulan, membuat suasana semakin mencekam.
"Kemari kau siluman jelek. Beraninya mengganggu waktu bersantaiku …" ucap Shin Shui sedikit berteriak. Dia ingin memancing emosi siluman itu seperti yang sering dia lakukan kepada musuhnya.
Siluman Singa Hitam awalnya hanya berjalan santai, tapi saat ada seseorang yang mengejek dirinya, siluman itu langsung berlari menuju sumber suara.
Siluman Singa Hitam berlari dengan penuh amarah, tanah bekas pijakannya meninggalkan retakkan. "GOARR …." kali ini suaranya lebih keras dan lebih mengerikkan dari sebelumnya.
Saat ini siluman tersebut sudah berada pada jarak sekitar 20 meter dari tempat Shin Shui berdiri. "Apa maksudmu berkata seperti itu padaku bocah? Apa kau sudah bosan hidup?" siluman itu bertanya dengan amarah yang memuncak.
"Ternyata siluman ini benar-benar bisa seperti manusia …' batin Shin Shui sedikit terkejut. Tapi keterkejutannya segera hilang setelah Cun Fei ikut bicara.
'Saat siluman sudah mencapai tahap tinggi, maka siluman bisa bicara layaknya manusia Shui'er.' kata Cun Fei kepada Shin Shui lewat alam pikirnya. Shin Shui hanya mengangguk tanda mengerti, dia langsung menjawab pertanyaan siluman itu tadi.
__ADS_1
"Aku ingin mengajakmu berduel denganku. Aku dengar kau sering memangsa anak-anak desa ini." kata Shin Shui. Dia langsung mengeluarkan aura pembunuh yang cukup kuat.
"Apa kau tahu alasanku melakukan semua ini hah? GOARR ..., aku melakukan ini karena alasan kuat. Kau tidak tahu apa-apa, jangan ikut campur." amarah singa itu semakin memuncak, aura pembunuh yang dia keluarkan lebih besar daripada milik Shin Shui.
"Hemmm … apakah ucapanmu benar dan dapat dipercaya?" tanya Shin Shui sedikit penasaran dengan perkataan siluman Singa Hitam.
"Kau tidak perlu tahu. Semua manusia sama … 'terkadang manusia bisa lebih kejam daripada binatang sekalipun', mati kauu …" siluman itu berlari dengan kecepatan tinggi berniat menyerang Shin Shui.
Tapi saat jaraknya hanua tinggal beberapa meter dari Shin Shui, dia mendadak tidak bisa bergerak. 'Ke-kenapa tubuhku tidak bisa bergerak begini,' batinnya.
Singa Hitam itu kebingungan atas apa yang terjadi, padahal yang kebingungan bukan hanya dirinya. Shin Shui pun merasakan hal yang sama. 'Apa yang terjadi? Kenapa siluman itu mendadak berhenti?' batin Shin Shui kebingungan.
Ditengah kebingungannya, Shin Shui melihat seluruh tubuh siluman Singa Hitam itu mendadak bergetar hebat. Singa itu terlihat sangat ketakutan. Tiba-tiba sebuah suara memecahkan keheningan diantara mereka.
"Dasar siluman bodoh … apa kau tidak tahu siapa aku?".
__ADS_1