Penyesalan Suami : Dikhianati Karena Tak Kunjung Hamil

Penyesalan Suami : Dikhianati Karena Tak Kunjung Hamil
As You Wish, Babe! (21+)


__ADS_3

Mendapat serangan mendadak dari sang istri, membuat Rayyan terpaku, tidak menyangka jika istrinya akan berinisiatif memulai permainan sebelum melakukan permainan inti. Bibir wanita itu terasa hangat dan-- juga begitu manis bagaikan madu. Tubuh pria itu seketika menegang bagai tersengat aliran listrik yang menjalar ke seluruh permukaan kulit.


Tidak ingin disebut sebagai pria payah karena tak mahir dalam berciuman, Rayyan berusaha mengambil alih permainan. Pria itu mempraktekan teknik berciuman yang pernah ditonton olehnya dari salah satu situs web berbagi video yang tengah booming saat ini. Rayyan menguluum bibir ranum dengan gerakan kaku meski begitu mampu membangkitkan hasr*t kedua insan manusia itu.


Rayyan melumaat habis bibir ranum nan menggoda dengan sangat terburu-buru, menyesap dan mengabsen satu per satu isi rongga mulut sang istri. Pria itu semakin memperdalam ciuman, lidahnya bermain liar di dalam sana. Tangan kekar itu pun tak tinggal diam, bergerak perlahan menyentuh setiap inci tubuh Arumi.


"Ray--" Suara lenguhan terdengar kala jemari Rayyan meremas salah satu bagian sensitif wanitanya. Mendengar suara merdu itu, membuat Rayyan semakin berga*rah, ia kembali meremas bagian itu dengan sangat keras.


Pria itu mengakhiri permainannya kala keduanya sudah hampir kehabisan pasokan oksigen. Menatap wajah sendu nan dan kelopak mata sayu membuat dirinya semakin berga*rah. Pria itu memutar tubuh Arumi hingga posisi mereka saling membelakangi.


Dengan kasar, Rayyan mendorong tubuh istrinya hingga menempel di jendela besar kamar hotel.


Brugh!


Tubuh seksi bak gitar Spanyol membentur jendela di depan sana. Rayyan berjalan perlahan maju ke depan, menghimpit tubuh itu hingga tak ada jarak di antara mereka.


"Aku tidak akan membiarkanmu mendominasi permainan malam ini, Babe. Akan kubuktikan, bahwa jejaka sepertiku mampu membawa mantan janda sepertimu terbang menuju nirwana," bisiknya persis di telinga sang istri. Lalu, mulai menciumi leher jenjang Arumi. Lidahnya bergerak liar menjelajahi setiap lekuk wanita itu dan membuat Arumi merasa geli sekaligus nikmat di waktu bersamaan.


"Bawa aku terbang ke puncak kenikmatan tertinggi di dunia ini, Honey. Mulai hari ini dan selamanya, tubuh, jiwa dan cintaku hanya untukmu seorang," balas Arumi disela deru napas tak beraturan. Degup jantungnya pun memompa lebih cepat dari biasanya.


Rayyan menyeringai mendengar ucapan merdu bagai alunan meloda indah. "Tentu! Kita berdua akan pergi bersama ke nirwana ini." Setelah itu, tangan Rayyan mulai bergerak menuju ritslering gaun pengantin milik istrinya. Ia tampak begitu menikmati saat gaun itu turun inci demi inci dari tubuh mulus wanita cantik di hadapannya.


Tanpa terasa, gaun pengantin berwarna broken white itu meluncur dan mendarat di lantai. Pria itu tak berkedip sedikit pun saat bemper belakang Arumi yang begitu sintal menantang tuk segera disentuh. Beruntungnya saat Rayyan melepaskan gaun itu tidak ada insiden ritsleting macet dan gaun yang membalut tubuh Arumi mudah dilepas sehingga pemandangan indah itu dapat dinikmati dengan mata telanj*ng.


"Oh ****! Bemper belakangmu begitu indah sekali. Mantan suamimu benar-benar bodoh karena melepas wanita baik, cantik dan seksi sepertimu demi Iblis Kecil itu." Rayyan sudah tak dapat berpikir jernih lagi. Pria itu benar-benar hilang akal karena dibuat mabuk kepayang oleh pemandangan indah di depannya.


Wajah Arumi merah merona, ia merasa malu tubuhnya yang hanya ditutupi segitiga bermuda dan kacamata silinder dipandangi se-intens itu oleh suaminya sendiri. Walaupun dulu ia sering tampil tanpa sehelai kain pun, namun tetap saja rasa malu itu masih ada karena wanita itu berdiri di hadapan atasannya sendiri.

__ADS_1


Lalu, Rayyan kembali membalikan tubuh Arumi dan kini posisi mereka saling berhadapan. Ditatapnya wajah merah merona semakin membangkitkan gair*h pria itu. Pandangan matanya turun secara perlahan dan berhenti tepat di dua benda squishy yang kelak akan menjadi sumber kehidupan bagi anak-anaknya. Meskipun nanti memang Tuhan tak pernah menitipkan buah cinta di keluarga mereka, pria itu pun tak keberatan karena tidak perlu berbagi dengan anak-anaknya.


Susah payah pria itu menelan saliva. dua squishy itu bergerak turun naik bersamaan dengan deru napas Arumi yang tak beraturan. Rayyan tak lagi mampu membendung hasr*tnya. Kedua tangannya sedikit gemetar kala menyentuh kedua benda itu. Walaupun masih tertutupi kacamata merah terang, tapi benda itu begitu montok dan sangat pas dalam genggaman.


"Ray ... pelan sedikit!" pekik Arumi kala merasakan tangan kekar itu bermain dengan kasar di bemper depan miliknya. Remaasan itu memberikan sensasi aneh yang membakar seluruh tubuhnya.


Ingin rasanya Arumi menjauhkan diri dari pria di depannya, tapi kakinya tak mampu melangkah. Membeku di tempat dan bodohnya lagi ia semakin menikmati permainan Rayyan kala suaminya mulai memainkan benda kecil berwarna merah ramun dengan lidahnya.


"Ouch! Ray ... aku--" Arumi sudah tak mampu lagi berucap apa-apa. Ia terlalu menikmati sentuhan yang diberikan oleh suaminya. Rayyan melahap squishy itu layaknya seorang bayi yang kehausan.


Tanpa sadar, Arumi menekan kepala Rayyan agar pria itu semakin memperdalam permainan di sana. Memejamkan mata menikmati basah dan lembutnya lidah Rayyan kala bermain di bemper depan miliknya.


Lama sudah Rayyan bermain di bemper depan milik istrinya hingga Arumi merasa gelombang besar hampir datang menghampiri.


"Ehm ... Ray. Oh ... aku--!" pekik Arumi kala merasakan tubuhnya melayang ke puncak kenikmatan. Seketika, tubuh wanita itu lemas. Energinya terkuras habis akibat permainan yang diberikan oleh Rayyan.


Dengan sigap, Rayyan memeluk tubuh istrinya agar tak terjerembab ke lantai. Kulit putih, mulus bagai porselen itu terkulai dalam pelukan. Peluh yang membasahi tubuh Arumi menjadi bukti jika dirinya sukses membawa istrinya mencapai puncak kenikmatan tertinggi di dunia ini.


"Kita akan mulai ke permainan inti, Babe," ucap Rayyan lirih setelah merebahkan tubuh Arumi di atas ranjang.


Rayyan menghujani tubuh Arumi dengan ciuman. Setiap inci tubuh wanita itu tak luput dari sapuan hangatnya bibir sang lelaki. Memberikan tanda kepemilikan di mana-mana. Setiap sentuhan itu membangkitkan kembali hasr*t dalam diri Arumi.


"Cukup, Ray. Jangan permainkanku seperti ini lagi. Please, touch me!" pinta Arumi dengan wajah memelas.


Wanita itu sudah tidak mampu lagi ingin segera dimiliki oleh Rayyan seutuhnya. Setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya menunjukan betapa pria itu begitu mendambakan dirinya. Ia merasakan cinta dan kasih sayang Rayyan begitu tulus kepadanya.


Rayyan yang memang sudah tidak tahan lagi, bergegas melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami.

__ADS_1


"As you wish, Babe!" Lalu, Rayyan mulai melepaskan sisa kain yang menutupi tubuh Arumi. Sementara Arumi membantu Rayyan melepaskan tali jubah kimono yang dikenakan oleh suaminya.


Rayyan mengungkung tubuh istrinya seraya memposisikan diri. Dari jarak sedekat ini, pria itu dapat melihat secara jelas wajah sayu Arumi.


"Aku akan memulai ritual kita malam ini. Bersiaplah!"


Hanya dalam sekali hentakan, Rayyan berhasil memiliki Arumi seutuhnya. Meskipun ia bukanlah pria pertama yang menyentuh tubuh wanita itu, tapi Rayyan tetap mencintai istrinya dengan segenap jiwa dan raga. Berjanji dalam diri tidak akan pernah menyakiti, meninggalkan apalagi mengkhianati istrinya seperti yang pernah dilakukan oleh Mahesa dan Firdaus. Ia berjanji akan setia serta menjaga keutuhan rumah tangga hingga maut menjemput.


Perlahan, Rayyan mulai menghentakan tubuhnya di inti tubuh sang istri. Suara erangaan dan desahaan menggema memenuhi ruangan, menjadi penyemangat tersendiri bagi dua insan manusia itu. Peluh bercucuran membasahi tubuh, tak menjadi penghalang bagi pasangan suami istri tersebut.


Rayyan semakin menggila dan bermain secara kasar saat Arumi mengambil alih permainan. Wanita itu membuktikan janjinya, memberikan service terbaik yang belum pernah diberikan pada Mahesa.


"Kamu membuatku jadi gila, Rumi!" racau Rayyan kala Arumi meliuk-liuk di atas tubuhnya. Mata pria itu terpejam seraya menikmati setiap gerakan istrinya di atas sana.


"Bagaimana, kamu menyukainya, Honey?" tanya Arumi dengan nada sesensual mungkin.


Rayyan hanya menjawab dengan umpatan kenikmatan, sebab pikirannya sudah tak dapat lagi mampu berpikir jernih.


Hampir satu jam lamanya sepasang suami istri itu bermain. Arumi dan Rayyan bekerjasama membuat pasangan mereka menikmati indahnya malam ini. Hingga saat pria itu merasakan gelombang besar menghampiri, ia membalikan tubuh Arumi dan menghentakan sedalam-dalamnya di inti tubuh sang istri.


"Rumi!" pekik Rayyan kala pelepasan pertama ia raih. Pria itu membasahi rahim sang istri dengan bibit ungul yang dimiliki.


Setelah itu, Rayyan merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Memeluk erat Arumi yang sudah tak berdaya.


'Ya Tuhan, ciptakanlah kehidupan baru dalam rahim istriku. Jadikan benih yang kutanam, membuahkan hasil.' Do'a Rayyan dalam hati.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2