
Memasuki parkiran basement, Arumi segera membanting pintu mobil dengan sangat keras hingga suara berdengung kasar terdengar. Melihat hiasan dashboard berbentuk kucing bertengger manis di depan sana semakin membuat emosi wanita itu meluap. Dengan kasar ia melempar sepasang pajangan itu ke kursi penumpang.
Arumi frustasi sebab cinta tulus yang diberikan olehnya telah dikhianati oleh sang suami. Tersisa dua hari lagi, ia dan Mahesa akan melangsungkan anniversary yang ke lima tahun. Namun, belum genap lima tahun sebuah badai meluluhlantakan kapal yang dinahkodai oleh Mahesa. Kapal itu karam dan terjungal kala menghantam sebuah karang besar, menyebabkan Arumi terpental dan tenggelam di dasar samudera biru.
"Kenapa kamu jahat padaku, Mas! Kamu telah menodai pernikahan kita, sudah mengingkari janji suci untuk setia kepadaku." Tubuh wanita itu bergetar hebat. "Dengan teganya kamu selingkuh dengan sahabatku." Ia terduduk pilu di balik kemudi.
Saat memutuskan untuk menerima pinangan dari Mahesa, ia tak menyangka badai rumah tangga yang dulu menghancurkan kebahagiaan orang tuanya akan terulang lagi. Di mana peran utamanya kini adalah ia dan Mahesa. Lagi-lagi rumah tangga harmonis yang dibina oleh sepasang suami istri harus hancur akibat orang ketiga.
__ADS_1
Namun, bedanya tidak ada korban dari kegagalan rumah tangga yang dialami oleh Arumi sebab di antara wanita itu dan Mahesa belum ada ikatan yang menyatukan mereka. Setidaknya ia bisa sedikit bernapas lega sebab tidak ada orang lain yang akan menjadi korban dari keretakan rumah tangga yang dibina olehnya.
Arumi menatap gantungan yang terpasang di kaca spion. Gantungan berbentuk bintang, bertuliskan best friend forever mengingatkan wanita itu akan sosok Kayla.
Ia meraih benda itu kemudian menggenggamnya dengan erat sambil berkata, "Dan kamu, Kayla. Kupastikan kamu akan menyesal karena telah merebut suamiku. Kamu sudah menusukku dari belakang maka bersiaplah menerima balasan atas perbuatanmu ini."
Jemari lentik itu menekan tombol di samping kanan. Secara otomatis kaca jendela terbuka. Ia melempar gantungan itu ke luar. "Kalian semua pasti akan mendapatkan balasan dari Tuhan. Namun, sebelum itu terjadi aku terlebih dulu akan bermain-main dengan kalian semua. Sama seperti dulu kalian mempermainkanku."
__ADS_1
Meski hati masih terasa sakit dan bayangan tubuh Mahesa saat menghentakkan inti tubuhnya di atas Kayla masih membekas dalam memori ingatan, ia harus tetap tegar dan membulatkan tekad membalas kejahatan ketiga iblis itu. Bahkan, Putra pun akan menerima balasan karena sebagai kepala rumah tangga, pria itu tidak mampu menegur sang istri untuk tidak berbuat zalim terhadap menantu.
"Sial sekali nasibku hari ini. Pagi-pagi kena omelan Dokter Rayyan karena kondisi pasien sempat menurun padahal itu adalah hal yang wajar terjadi pasca operasi tetapi pria menyebalkan itu tetap saja menyalahkanku."
"Siang hari, aku harus menyaksikan pergulatan panas antara suami dan sahabatku." Wanita itu menghentikan sejenak ucapannya karena merasa ada perkataan yang salah. "Ehm ... maksud aku adalah mantan suami dan mantan sahabat," timpalnya.
Ia melempar pajangan dashboard berbentuk kucing ke kursi belakang dan meletakkan sling bag miliknya di samping. "Beberapa hari kedepan akan menjadi hari terberat bagiku. Setelah terbongkarnya perselingkuhan Mas Mahes dan Kayla, maka aku tidak bisa tinggal diam. Aku harus segera menemui Rio untuk mengurus surat gugatan cerai."
__ADS_1
Usai mengucapkan kalimat itu, ia menyalakan mesin kendaraan. Menginjak pedal gas dan melajukan kendaraan roda empat itu ke suatu tempat.
TBC