
Rayyan melangkah masuk ke dalam ruang operasi. Sebelum itu ia telah mencuci tangan serta mengenakan baju operasi lengkap dengan masker dan penutup kepala. Saat tiba di ruangan, netra pria itu melihat sosok wanita tak sadarkan diri di atas meja operasi.
Wajah wanita itu begitu familir. Meski baru dua kali bertemu tetapi Rayyan sangat mengenalnya. Wanita itu adalah Kayla, istri siri Mahesa dan mantan sahabat dari Arumi Salsabila.
"Dokter Rayyan. Pasien ini merupakan korban kecelakaan. Dia dan suaminya mengalami kecelakaan lalu lintas. Sejak tadi, darah segar terus mengalir dari organ intim wanita ini. Akibat benturan yang sangat keras menyebabkan pasien harus kehilangan janin di dalam kandungan dan rahimnya--" Belum usai perawat di ruang operasi memberikan penjelasan terkait kondisi pasien, Rayyan sudah menginterupsi.
Ia mengangkat tangan ke udara seraya berkata, "Apakah sudah ada persetujuan dari keluarga pasien?"
"Sudah, Dokter. Pihak rumah sakit sudah mengkonfirmasi pihak keluarga pasien. Kami sudah memberikan penjelasan mengenai dampak yang akan timbul apabila melakukan tindakan operasi ini. Pihak keluarga setuju dan kami sudah mendapatkan tanda tangan persetujuan dari Ayah korban. Saat ini keluarga pasien sedang menunggu di depan IGD," tutur perawat itu.
"Yasudah, kita segera lakukan operasi histerektomi laparaskopi. Saya rasa, tindakan operasi ini lebih tepat bagi pasien."
"Baik, Dokter." Tanpa membuang waktu, perawat wanita itu kembali ke tempat.
Histerektomi merupakan sebuah tindakan operasi untuk mengangkat salah satu organ terpenting bagi seorang wanita (rahim) dan leher rahim. Dilakukan dengan cara memberikan sayatan kecil sekitar empat sentimeter di bagian perut. Tindakan operasi ini sedikit lebih memberikan rasa sakit dan meminimalisir terjadinya komplikasi pasca operasi serta pemulihannya pun relatif lebih singkat dibanding tindakan histerektomi lainnya.
Sebelum melakukan tindakan operasi, pasien akan diberikan bius total karena ini merupakan operasi besar. Tindakan operasi ini memakan waktu kurang lebih 1 hingga 2 jam lamanya tergantung kondisi pasien.
Rayyan melakukan penyayatan sekitar 3 hingga 4 sayatan pada bagian tubuh pasien. Memasukan sebuah tabung panjang dan tipis yang dilengkapi dengan kamera. Alat itu dimasukan ke dalam perut.
***
Sementara itu, di tempat lain, Naila tengah berkumpul bersama ibu-ibu geng sosialita di sebuah restoran mewah. Ia beserta tiga dari empat teman-temannya tengah bergosip membicarakan tentang mantan menantu keluarga Adiguna.
"Kamu tahu 'kan Jeng, saya itu dari dulu tidak menyukai Arumi. Setiap kali melihat si Mandul bawaanya emosi terus. Entah ada apa dalam diri wanita itu sehingga membuat bibir saya terasa gatal ingin terus memarahi menantu tak berguna itu," tutur Naila di hadapan ketiga teman sosialitanya. Ketiga wanita paruh baya itu menganggukan kepala sementara satu orang lagi tak terlalu menghiraukan curhatan Naila.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu, kenapa Jeng Naila begitu membenci Arumi. Bukankah dia itu dokter hebat dan juga pintar," celetuk salah satu teman Naila.
"Cih! Untuk apa karir hebat dan pintar jikalau tak mampu memberikan keturunan bagi keluarga. Gelar dan kepintaran tak kan berguna di dalam sebuah keluarga," dengus Naila kesal. Setiap kali membicarakan mantan menantunya emosi Naila berada di ubun-ubun. Seluruh tubuhnya terasa panas.
Guna menghilangkan kobaran api di dalam tubuh, Naila meraih segelas jus jeruk di atas meja lalu menyesapnya secara perlahan.
"Sejujurnya sudah sejak awal saya menentang hubungan yang terjalin antara Mahesa dengan Arumi tetapi anak saya itu keras kepala. Dia tidak mau mendengar semua perkataan yang saya ucapkan. Sampai mulut ini berbusa sekalipun, Mahesa tak mau mendengarnya. Dia tetap teguh dengan pendirian."
Naila kembali mengingat masa lalu, di mana dulu ia habis-habisan meminta putra tercinta agar memutuskan hubungan yang dijalin bersama Arumi. Segala cara ia lakukan agar Mahesa mau putus dari kekasihnya. Semakin keras Naila menentang maka ikatan cinta di antara Mahesa dan Arumi semakin kuat. Hingga pada puncak kekesalan Naila, ia mengancam akan mencoret nama Mahesa dari ahli waris keluarga Adiguna. Namun, pria itu bergeming, ia tidak takut kehilangan harta benda asalkan bisa terus bersama Arumi itu sudah lebih dari cukup.
Wanita paruh baya berkacamata yang tengah sibuk mengunyah banana cake ke dalam mulut ikut menimpali, "Pantas saja Jeng Naila hingga detik ini begitu membenci Arumi, ternyata ada alasannya."
"Lalu, kenapa Jeng Naila begitu menyayangi Kayla. Bukankah karir dia di dunia model cemerlang? Menjadi bintang iklan majalah, sering tampil di fashion show di luar negeri," tutur yang lain.
Naila membenarkan posisi duduk. Menyilangkan kaki kanan seraya menopang dagu di atas meja. "Itu karena, Kayla pandai merebut hati saya. Pertama kali bertemu, dia langsung memberikan kesan positif di hadapan saya dan suami."
"Saya ingat sekali, saat itu untuk pertama kalinya Kayla mengunjungi rumah saya bersama Arumi. Gadis cantik itu membawakan kue kesukaan saya. Sedangkan Arumi malah membelikan kue yang tidak disukai oleh saya. Selain itu, ada banyak kesamaan di antara saya dan Kayla. Jadi tak heran jika saya dan Kayla sangat akrab."
"Meskipun begitu, tetapi Arumi adalah menantu Jeng Naila yang harus disayangi sama seperti anak kandung sendiri. Bagaimanapun, wanita itu-lah yang kelak akan merawat Jeng Naila di hari tua. Apalagi kita semua tahu, Mahesa adalah anak Jeng Naila satu-satunya jadi suatu hari nanti Arumi-lah yang akan berada di sisi kamu loh, Jeng," pungkas Lena.
Wanita cantik yang merupakan ibu sambung dari Muhammad Rayyan Firdaus atau yang biasa dipanggil Rayyan, sejak tadi bungkam. Ia lebih memilih duduk manis di kursi sambil membaca artikel kesehatan. Lena enggan bergabung dengan teman-teman sosialitanya apabila mereka membahas tentang keburukan Arumi.
Menurut wanita itu, sungguh kurang pas apabila mereka sibuk membicarakan keburukan serta kekurangan yang ada pada diri Arumi. Kendatipun mantan menantu Adiguna banyak memiliki kekurangan akan tetapi sangat tidak etis jika keburukannya itu diumbar di hadapan orang banyak.
Semakin lama, Lena dibuat geram oleh tingkah keempat teman-teman sosialitanya itu termasuk Naila. Oleh karena itu, sebagai wanita yang kenal dengan Arumi, ia tak terima bila wanita baik seperi Arumi digunjingkan oleh mereka.
__ADS_1
"Jangan terlalu membenci menantu sendiri, Jeng, tidak baik. Kasihan Arumi kalau Jeng Naila tidak pernah menganggapnya ada di keluarga Adiguna. Bisa menjadi beban pikiran dan malah membuat Arumi semakin sulit memberikan keturunan untuk Mahesa."
Sontak, perkataan Lena membuat Naila tertawa. Pundak wanita itu bergetar kala mendengar perkataan teman arisannya itu.
"Jeng Lena ... Jeng Lena ... kamu itu selalu gabung bersama kami setiap kali kita arisan tetapi sayang kamu kurang update ya seputar informasi keluarga saya," sinis Naila seraya menaikan sudut bibir ke atas. "Wanita itu bukan lagi menantu saya. Dia dan Mahesa sudah resmi bercerai. Kini, saya sudah memiliki menantu baru yang bisa mewujudkan impian untuk mendapatkan cucu."
"Eh ... yang benar, Jeng?" tanya wanita berkacamata. Ia cukup terkejut dengan pernyataan Naila. Pasalnya ibu kandung dari Mahesa itu belum mengumumkan kabar pernikahan kedua Mahesa dengan istri kedua keluarga Adiguna.
"Tentu saja benar. Saya bukan tipe wanita yang tukang bohong." Ada nada sombong di setiap kalimat yang terucap di bibir. "Putra saya itu telah menikah dengan wanita cantik yang kelak akan memberikan kebahagiaan pada keluarga Adiguna. Tidak seperti Arumi, wanita yang hanya membawa sial bagi keluarga saya."
"Kalian pasti lebih kaget lagi kalau tahu sebentar lagi saya akan memiliki cucu padahal mereka baru menikah beberapa hari." Tanpa rasa malu wanita itu malah mengumbar aib keluarga di hadapan teman-teman sosialitanya.
Refleks, semua mata yang ada di meja makan itu terbelalak sempurna. Pun begitu dengan Lena. Wanita itu lebih terkejut lagi dibanding yang lain, sebab baru saja Naila memberitahu jika Mahesa telah berpisah dari Arumi dan kini pria yang bekerja di perusahaan properti milik keluarga Adiguna telah melepas status duda dengan menikahi wanita lain.
"Memangnya, putra Jeng Naila menikah dengan siapa?" tanya salah satu teman sosialita Naila setelah ia kembali tersadar dari keterkejutannya.
Dengan penuh percaya diri, Naila berkata, "Menikah dengan Kayla, calon menantu idaman saya." Wanita itu tersenyum bahagia kala mengucapkan nama Kayla di hadapan semua orang.
TBC
.
.
.
__ADS_1