Penyesalan Suami : Dikhianati Karena Tak Kunjung Hamil

Penyesalan Suami : Dikhianati Karena Tak Kunjung Hamil
Kehancuran Kayla


__ADS_3

Di depan pintu coklat bertuliskan nama 'Ratna Renata', Kayla berdiri dengan degup jantung tak beraturan. Tidaklah mudah bagi wanita berusia dua puluh lima tahun itu menyagunkan kakinya di tengah orang-orang yang menatap sinis seraya berbisik dengan sorot mata tajam menusuk jantung.


Kayla menjadi pusat perhatian seluruh pegawai yang bekerja di Top Model Agency, salah satu agensi model terkenal yang ada di Indonesia. Sebuah agensi yang sering melahirkan bibit model berbakat di kancah dunia modelling, salah satunya adalah Kayla Lestari. Gadis yatim piatu yang dibesarkan di yayasan panti asuhan, bertransformasi menjadi wanita cantik yang memiliki segudang prestasi di dunia model baik di dalam negeri maupun luar negeri.


"Kay, cepat ketuk pintunya agar kita lekas pergi dari sini. Jujur, aku tak nyaman berada di kantor ini," bisik Mona lirih tepat di telinga Kayla.


Selama ini, Kayla dan Mona memang jarang sekali datang ke kantor agensi. Biasanya, Ratna dan Kayla akan membahas masalah pekerjaan di luar kantor sambil menikmati makan siang atau makan malam bersama. Hanya sesekali saja sang model datang ke kantor, jika ada urusan mendesak maka Kayla datang ke kantor tersebut.


Kayla menarik napas panjang mencoba mengendalikan diri agar pikiran wanita itu kembali jernih dan suasana hati kembali senang. Sejujurnya, Kayla pun merasa tidak nyaman berada di kantor agensi itu. Namun, ia mencoba bersikap tenang sambil memasang senyum yang dipaksakan.


"Permisi." Suara cempreng Kayla menggema bersamaan dengan suara ketukan pintu.


"Masuk!" titah seseorang di balik pintu.


Tangan Kayla meraih handle pintu, lalu memutar benda yang terbuat dari besi tersebut hingga membuat pintu tersebut terbuka lebar. Sang model melangkah masuk secara perlahan, Mona mengekori di belakang.


Ratna yang sedang sibuk menatap layar monitor mendongakan kepala, menatap ke arah Kayla dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Silakan duduk, Kayla!" Wanita itu membenarkan posisi kacamata yang bertengger di hidung mancungnya.


Tanpa diperintah tuk kedua kali, Kayla mendudukan bokong sintalnya di kursi empuk di hadapan Ratna. Memasang wajah ramah dengan mengulum senyum manis khusus ia berikan untuk manajernya.


Suasana sedikit canggung. Biasanya Ratna akan bersikap ramah, mencium pipi kanan dan kiri sambil menanyakan kabar model nomor satu di agensi tersebut. Akan tetapi, pertemuan kali ini berbeda. Sikap Ratna berubah 360° dari biasanya.


Tatapan mata manajer Kayla kembali fokus pada layar monitor di depan sana. Membiarkan anak emasnya duduk dengan perasaan tak menentu.


Lama menunggu membuat Kayla semakin tak tenang. Air muka gelisah bercampur cemas menjadi satu. Wanita itu memberanikan diri membuka suara.


"Bu Ratna, kedatangan saya ke sini ingin membahas rencana perpanjangan kontrak iklan produk kecantikan yang kita bahas beberapa hari lalu," tutur Kayla lembut.


Ratna menoleh sekilas ke arah Kayla, lalu kembali fokus dengan pekerjaannya. Hal itu membuat Kayla bertanya-tanya, kenapa sikap manajernya itu berubah. Apakah ia melakukan suatu kesalahan hingga membuat wanita yang paling berjasa dalam karirnya itu marah?


Akan tetapi, semua pertanyaan dalam benak Kayla terjawab kala jemari lentik Ratna menyodorkan iPad logo buah terkoyak ke hadapan sang model.


"Bisa kamu jelaskan, maksud dari video ini apa?" tanya Ratna penuh selidik.


Dengan tangan gemetar, Kayla meraih benda pipih itu. Degup jantung Kayla tak beraturan, keringat dingin mulai muncul dari pelipis wanita itu.

__ADS_1


Kayla menatap manik coklat milik manajernya. Sorot mata itu menunjukan betapa kecewanya Ratna terhadap model ternama di agensi itu. Hanya lewat sorot mata saja Kayla bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, ia menepis prasangka buruk itu. Berharap itu hanya perasaannya saja.


Tangan Kayla mulai menekan tombol play. Maka munculah sebuah video yang menampilkan dua sosok wanita cantik tengah beradu mulut di sebuah cafe terkenal di Bali.


Suasana remang-remang terlihat di layar. Mata wanita itu memincing, ia sampai memajukan wajahnya untuk memperjelas pandangannya.


Dalam adegan video itu terlihat jelas bagaimana Kayla berbicara pada Arumi. Sikap sombong, angkuh dan bangga ia tunjukan di hadapan mantan sahabatnya karena berhasil merebut suami dari wanita itu.


Dan bukan hanya itu saja, ada juga sebuah video yang menunjukan pertengkaran antara dirinya dengan Arumi di sebuah mall. Saat wanita itu pura-pura terjatuh di lantai, berharap agar Mahesa merasa iba dan memarahi Arumi.


Seketika jantung Kayla rasanya berhenti berdetak. Ia tak menyangka akan banyak bermunculan video yang menunjukan saat dirinya dan Mahesa tengah berjalan berduaan sambil bermesraan.


"Bu ... ini ... s-saya ... bisa jelaskan semuanya," elak Kayla terbata-bata. Mencoba memberikan penjelasan pada Ratna sebelum wanita itu mengambil keputusan secara sepihak yang kelak merugikan Kayla sendiri.


Akan tetapi, Ratna tak mau tahu. Dengan segera ia menginterupsi Kayla. Mengangkat tangan ke udara, seraya berkata. "Cukup! Saya tidak butuh penjelasan apa-apa. Lewat video itu saja saya sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi."


"Pantas saja, beberapa bulan lalu tubuhmu terlihat lebih berisi ternyata kamu tengah mengandung bayi hasil perbuatan terlarangmu dengan suami orang. Keterlaluan kamu, telah membohongi saya selama ini!"


"Tapi ... Bu--"


"Saya belum selesai bicara!" bentak Ratna seraya bangkit dari kursi. Wanita itu berdiri menatap ke luar jendela. "Kamu tahu, akibat perbuatanmu itu telah mencoreng nama baik agensi kita di mata para klien. Mereka berbondong-bondong memutuskan kerjasama dan mengancam akan membawa kasus ini ke meja hijau karena kamu telah melanggar perjanjian kontrak!"


"Apakah kamu lupa, isi perjanjian kerjasama kita hem? Selama menjadi model di agensi ini, setiap model dilarang untuk menikah apa pun alasannya tetap tidak diperbolehkan. Jika ingin menikah, maka berhentilah dari pekerjaanmu sebagai seorang model bukan malah menyembunyikan statusmu sebagai istri dari suami orang."


Ratna kembali menatap Kayla dengan sorot mata penuh kekecewaan. "Kayla Lestari, kamu itu model nomor satu di agensi ini. Panutan semua model, tapi kenapa kamu malah menghancurkan image-mu sebagai seorang model!"


"Susah payah saya membantumu untuk berada di titik tertinggi dalam karirmu sebagai model, namun kamu malah menghancurkannya. Kamu telah mengecewakan saya, Kayla."


Kayla tak tahu harus berkata apa-apa. Semua yang dikatakan Ratna bagaikan sebuah tamparan keras, tubuhnya membeku di tempat.


Mona sedari tadi mencoba untuk menutup mata dan telinga, tapi mendegar suara kencang Ratna menggelegar memenuhi ruangan membuat asisten Kayla duduk tegap di kursi. Ingin rasanya ia maju ke depan, menghentikan semua pertengkaran di hadapannya namun wanita itu kembali teringat akan janjinya untuk tidak ikut campur apa pun yang terjadi di antara Kayla dan juga Ratna.


"Bu ... tolong berikan saya kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Ibu tidak bisa menilai hanya dari satu sudut saja. Saya--"


Perkataan Kayla mengantung di udara, sebab Ratna sudah lebih dulu membuka suara.


"Saya tidak butuh penjelasan apa-apa dari kamu. Ketua direksi dan beberapa staf sudah memutuskan untuk memberhentikanmu dari pekerjaan ini tanpa memberikan upah sedikit pun. Agensi kita mengalami kerugian yang amat besar karena harus membayar ganti rugi atas skandal yang menimpamu."

__ADS_1


"Jadi, mulai detik ini, kamu sudah bukan lagi bagian dari Top Model Agency."


Ratna menarik laci meja kerjanya, lalu menyerahkan berkas berisi pemutusan kerjasama. "Tanda tangani berkas itu. Setelah itu, kamu pergi dari sini dan jangan pernah menampakkan wajahmu di hadapan saya!"


Butiran kristal mulai bergelayut manja di pelupuk mata Kayla. Bola mata wanita itu memerah, hidung pun terasa masam. Susah payah menguatkan diri agar tangisnya tidak pecah. Ia tidak mau terlihat lemah di hadapan Ratna.


Jemari Kayla meraih pena yang ada di atas meja. Dengan tangan gemetar ia membubuhkan tanda tangannya di atas sebuah berkas.


Hati Kayla terasa sakit, dadanya pun terasa sesak. Kini, harapannya untuk mendapatkan uang tambahan sirna. Padahal, ia berharap saldo di rekeningnya bertambah agar wanita itu bisa terus berada di sisi suaminya.


Ratna memperhatikan gerakan tangan Kayla saat menandatangani berkas pemutusan kontrak, lalu ia segera menarik berkas itu dari hadapan mantan anak emasnya.


"Saya masih banyak pekerjaan. Silakan tinggalkan tempat ini segera!" Tanpa menoleh ke arah Kayla, Ratna menyimpan berkas itu baik-baik di dalam laci. Kemudian ia kembali fokus dengan pekerjaannya.


Kayla bangkit dari kursi dengan dibantu Mona. Kejadian ini membuat tubuhnya lemah seketika. Rasanya ia tak memiliki banyak energi hanya sekadar beranjak dari tempat duduknya.


Tubuh Kayla dipapah oleh Mona. Keduanya berjalan menyusuri lorong, di saat bersamaan seorang model cantik berdiri angkuh di hadapan mantan model nomor satu di agensi tersebut.


"Bagaimana rasanya menjadi anak tiri? Enak?" Tatapan mata sinis ia tujukan kepada Kayla seraya melipat kedua tangan di dada. "Makanya, kalau jadi orang itu jangan jumawa! Kena batunya sendiri 'kan!"


Kayla yang saat itu tengah merebahkan kepalanya di dada Mona segera menoleh ke arah model itu. Menghunuskan tatapa tajam nan membunuh.


"Maksudmu apa?" tanya Kayla penasaran.


Model cantik yang diketahui bernama Sania terkekeh, kedua bahunya bergerak turun dan naik. Berjalan perlahan mendekati Kayla, memperhatikan penampilan wanita itu dari atas kepala sampai ke ujung kaki.


"Itu balasan setimpal bagi orang sombong sepertimu. Kamu tahu, aku-lah orang dibalik tersebarnya video viral itu. Aku meminta orang untuk merekam semua kejadian saat kamu dan mantan sahabatmu adu mulut. Well ... akhirnya usahaku tidak sia-sia. Kamu berhasil didepak dari agensi ini dan statusmu sebagai anak emas berubah menjadi anak tiri yang tak diharapkan lagi keberadaannya."


"Kamu!" Kayla menunjukan jari telunjuk ke arah Sania. Rekan seprofesinya yang selama ini memang diketahui menjadi saingan berat Kayla di dunia model.


Sania menepis tangan Kayla dari depan wajahnya. "Jangan pernah menunjukku dengan tangan kotormu itu. Tangan kotor yang tega merampas suami dari sahabatnya sendiri. Cih! Menjijikan!"


Wanita itu tersenyum smirk, lalu berkata. "Selamat menikmati penderitaanmu, Kayla Lestari." Sania melangkah, sengaja menabrak bahu Kayla dengan bahunya sendiri. "Bye-bye, Pelakor!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2