Penyesalan Suami : Dikhianati Karena Tak Kunjung Hamil

Penyesalan Suami : Dikhianati Karena Tak Kunjung Hamil
Mantan Istri VS Istri Siri


__ADS_3

Sepanjang jalan menuju restoran all you can eat, Rayyan dan Arumi saling berpegangan tangan. Berada di dekat pria itu, Arumi merasa aman dan nyaman. Meski dulu atasannya itu bersikap tidak adil dan sering membuatnya menangis tetapi kini Rayyan memperlakukan wanita itu bagaikan sebongkah berlian yang begitu berharga. Memberikan perhatian lebih layaknya seorang kekasih.


Pernah suatu hari, wanita itu berpikir jika saat ini Rayyan tengah melakukan pendekatan atau bahasa anak zaman sekarang adalah PDKT. Pria itu bersikap manis dan sangat pengertian padanya hingga ia terhayut dan terbuai. Namun, wanita berparas cantik nan rupawan segera menepis perasaan itu sebab menurut Arumi sangat wajar bila atasan bersikap baik padanya.


Saat memasuki sebuah restoran Jepang yang mengusung konsep all you can eat tanpa dibatasi waktu, seorang wanita berpakaian khas negeri Sakura menyambut hangat sambil tersenyum ramah.


"Mau pilih meja yang mana? Di dekat jendela itu atau di sini?"


Arumi mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Ada tujuh meja terisi dengan masing-masing empat hingga orang yang duduk di kursi.


Netra wanita itu menangkap satu meja yang lokasinya cukup stategis. "Aku ingin duduk di sana. Dari situ bisa dengan leluasa memandangi pemandangan dari luar." Arumi berjalan di depan, sementara Rayyan mengekor di belakang.


Tak lama berselang restoran yang mengusung konsep di mana para pengunjung dapat menikmati semua makanan dengan sekali bayar semakin ramai. Awalnya hanya delapan meja yang terisi, kini hampir seluruh meja kosong telah diisi oleh para pengunjung.


"Beruntung sekali kita datang di waktu yang tepat. Andai saja telat satu menit mungkin rencanaku untuk makan yakiniku atau daging bakar dan shabu-shabu bisa gagal," cicit Arumi sambil memperhatikan gerak gerik setiap pengunjung yang datang.


Rayyan mengulum senyum. "Kamu sangat menyukai semua menu hidangan yang disediakan oleh restoran ini?" tanya Rayyan kala menatap manik coklat Arumi berbinar bahagia.


"Tidak semua. Hanya beberapa saja. Setiap kali makan di restoran AYCE (all you can eat), aku selalu mengambil bagian sirloin paling banyak dibanding potongan daging yang lain."


"Kamu tahu tidak kenapa aku sangat menyukai bagian itu?" tanya Arumi. Wanita itu mencondongkan tubuh ke depan. "Itu karena bagian sirloin merupakan potongan daging sapi dengan kualitas terbaik. Rasanya luar biasa dan sangat juicy. Ehm ... membayangkanya saja sudah membuat air liurku mengalir."


Lagi-lagi Rayyan tersenyum melihat tingkah polos Arumi. Tingkah yang ditunjukan oleh wanita itu terasa sangat menggemaskan. Tanpa sadar, tangan Rayyan terulur ke depan kemudian ....


"Aw!" pekik Arumi ketika tangan kekar itu mencubit hidungnya.


"Sakit, Ray!" keluh wanita itu sambil memegangi hidung. "Kamu apa-apaan sih. Kenapa mencubit hidungku! Bagaimana kalau hidungku semakin mancung ke dalam akibat ulahmu!"


"Habis, kamu begitu menggemaskan. Aku tak tahan untuk mencubit hidung itu." Rayyan terkekeh.

__ADS_1


Arumi mencebik sambil menyenderkan punggung di sandaran kursi. "Dasar aneh! Bisa-bisanya mencubit hidungku tanpa izin."


***


Usai menikmati semua menu makanan yang ada di restoran itu, Rayyan dan Arumi menghabiskan waktu yang tersisa untuk berbincang.


Wanita itu menggeser paper bag berwarna hitam dengan logo toko, tempat Arumi membeli parfum.


"Ray, coba kamu cium parfum ini. Menurutmu, apakah aromanya cocok dengan kepribadianku?"


Kemudian Rayyan menyemprotkan parfum itu di pergelangan tangan Menghirup aroma bunga lily dipadu dengan lime dan white flower menciptakan wangi yang segar dan elegan.


"Menurutku, aroma ini sangat cocok sekali untukmu, Rumi. Memberikan kesan lebih segar dibanding parfummu dulu."


Menatap penuh tanya pada pria yang duduk di hadapannya. "Kamu tahu dari mana kalau aku mengganti parfum yang biasa dipakai dengan yang aroma parfum yang baru?"


"Dasar bodoh! Indera penciumku masih berguna dengan baik. Selama di Bali, hampir setiap hari aku di dekatmu. Tentu saja bisa membedakan aroma parfum yang digunakan olehmu."


'Aku memang sengaja mengikutimu, Rumi, sebab tidak mau apabila ada pria lain yang berada di sisimu.' Rayyan bermonolog.


"Sebentar lagi waktu istirahat usai. Sebaiknya kita kembali ke rumah sakit," ujar Rayyan. Ia dan Arumi melangkah keluar restoran menuju pintu lift.


Berjalan bersisiran sambil mengedarkan pandangan ke sekitar. Sesekali melempar senyum satu sama lain. Tangan saling bergandengan erat. Jika diperhatikan, mereka berdua sangat serasi bagai pasangan yang sedang memadu kasih.


"Aku akan ke toilet sebentar. Kamu duduk dulu di sini," ucap Rayyan. Ia membawa Arumi duduk di kursi yang dikhususkan bagi pengunjung mall. "Jangan pergi ke mana-mana sebelum aku kembali!"


Untuk membunuh rasa bosan, Arumi mengeluarkan telepon genggam dari dalam sling bag lalu membuka aplikasi hijau.


Sebuah pesan singkat masuk. Nama Rini tertera di layar.

__ADS_1


[Dua hari lagi Indah dan Bagus ulang tahun. Aku berencana mengadakan acara syukuran kecil-kecilan di rumah. Dua anak kembarku ingin kamu dan Tante Nyimas datang ke acara mereka. Kalau tidak sibuk, kamu datang ya untuk memenuhi keinginan si kembar.] Diakhir pesan Rini mengirimkan emot hati.


Dengan cepat Arumi membalas pesan itu. [Insha Allah, aku dan Mama akan datang bersamaan dengan kado spesial untuk dua keponakan tersayangku.]


Saat Arumi tengah asyik bermain handphone, tiba-tiba saja suara seorang wanita menghentikan kegiatannya.


"Hebat ya kamu. Baru beberapa jam menyandang status janda kini sudah memiliki pengganti Mas Mahes. Pantas saja kamu bersikeras ingin cerai dari suami kita. Ternyata kamu ada main dengan atasanmu itu." Berjalan angkuh mendekati Arumi sambil menghunuskan tatapan permusuhan.


Gadis itu melipat tangan di dada. Sikap Kayla semakin sombong dan angkuh semenjak resmi menyandang gelar nyonya Adiguna di belakang namanya.


"Sudah berapa lama kamu berpacaran dengan pria itu? Satu bulan? Dua bulan? Atau sejak menikah dengan Mas Mahes, kamu sudah mengkhianatinya?" sindir Kayla.


Tidak terima bila mantan sahabatnya memfitnahnya telah berselingkuh dengan pria lain, Arumi berteriak. "Tutup mulutmu!"


Akibat suara itu membuat beberapa pengunjung yang lewat menatap aneh ke arah mereka.


Wanita itu bangkit dari kursi. Berdiri di hadapan Kayla, membalas tatapan mantan sahabatnya dengan tajam. "Jangan pernah memfitnahku dengan tuduhan keji. Aku sama sekali tidak selingkuh dengan siapa pun saat masih menjadi istri Mas Mahes."


"Selama menjadi istri Bajingan itu, aku selalu menjaga kehormatanku dengan baik. Tidak pernah keluar rumah tanpa izin darinya. Selalu melayani dengan sepenuh hati. Memberikan senyuman terindah meski hatiku sedih atas ketidakadilan yang diberikan oleh mantan mertuaku itu."


"Namun, nyatanya semua bakti yang kulakukan pada dia dan keluarganya malah dibalas dengan pengkhianatan. Dan kamu, sahabatku sendiri pun ikut terlibat dalam pengkhianatan itu."


TBC


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2