
"Kenapa kamu tega mengkhianatiku, Mas?" tanya Arumi lirih tetapi Mahesa dan Kayla dapat mendengar suara wanita itu. "Apa kurangnya aku hingga kamu bermain api di belakangku."
Pundak wanita itu turun-naik, tubuhnya bergetar hebat dan air matanya terus mengalir membasahi pipi. Arumi terkulai lemas di lantai. Pengkhianatan Mahesa dan Kayla memberikan luka yang teramat dalam. Ia tak menyangka, suami yang sangat dicintainya tega berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Bagi Arumi, tidak ada hal yang paling menyakitkan di dunia ini selain perselingkuhan.
Dulu, Arumi kecil dan sang mama harus menderita akibat papa kandungnya berselingkuh dengan mantan kekasih pria itu. Mendiang mama kandung Arumi menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Pukulan, tamparan dan cambukan menjadi makanan sehari-hari. Tindakan kekerasan itu dilakukan di hadapan Arumi kecil. Oleh karena itu, ia mengalami trauma dan kenangan buruk di masa lalu telah membekas, terpatri indah dalam memori ingatannya.
Mahesa masih bergeming. Ia terdiam tak mampu berucap. Hanya penyesalan yang hinggap dalam benaknya saat ini. Walaupun rasa cinta dalam hati pria itu mulai memudar dan tergantikan oleh cinta yang baru tetapi melihat Arumi bersedih, nalurinya sebagai seorang suami yang ingin selalu melindungi tergerak dan ingin memeluk wanita itu.
Ia hendak berjongkok, mensejajarkan posisi dengan istrinya itu tetapi suara cempreng Kayla menghentikan gerakannya.
"Kamu ingin tahu kenapa Mas Mahes berselingkuh?" tanya Kayla. Gadis itu beranjak dari ranjang hanya menggenakan bedcover untuk menutupi tubuhnya yang polos.
"Itu semua karena ... kamu ... mandul!" jawab Kayla sambil menekankan setiap kalimat yang diucapkan. "Kalau kamu bisa memberikan anak, mungkin Mas Mahes tidak mungkin selingkuh."
"Kayla, diam!" pekik Mahesa. Bola mata pria itu melebar sempurna. Perkataan Kayla membuatnya terkejut sebab setahu Mahesa hubungan di antara istri dan kekasih gelapnya itu terjalin baik. Namun, entah mengapa ia malah mendengar kekasihnya itu mengucapkan kalimat yang mampu menyakiti perasaan Arumi.
"Kenapa aku harus diam? Aku berkata yang sebenarnya. Kamu selingkuh karena wanita itu mandul 'kan! Kalau dia bisa memberikan anak, mana mungkin kamu bersedia menuruti keinginan Tante Naila untuk berkencan denganku." Kayla berjalan memutari tubuh Arumi. Tatapan mata gadis itu tak pernah beralih dari sosok wanita yang terkulai lemas di lantai.
"Asal kamu tahu, hubungan kami didukung penuh oleh mertuamu, Arumi. Bahkan, ide gila ini diputuskan sendiri oleh Tante Naila sebab dia sudah bosan jika harus terus menunggu kamu memberikan keturunan pada keluarga Adiguna."
"Awalnya, aku dan Mas Mahes tidak saling mencintai. Namun, lambat laun tumbuh cinta di antara kami. Apalagi aku memiliki paras cantik, tubuh seksi dan sangat liar di atas ranjang. Dalam kurun waktu tiga bulan, suamimu sudah mulai melupakanmu dan beralih mencintaiku."
"Sudah cukup, Kayla!" Mahesa menatap Kayla dengan penuh emosi. Tangannya mengepal. Ingin rasanya ia menampar wajah kekasihnya itu tetapi pria itu tidak tega kalau harus melukai ibu dari calon anaknya. Akhirnya ia hanya dapat menahan amarahnya.
Alih-alih membungkam mulut, Kayla terus mengeluarkan isi hati yang disimpan olehnya selama ini.
__ADS_1
"Kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga lupa bahwa di rumah ada seorang pria yang membutuhkan belaian dan kasih sayang darimu." Kayla tersenyum smirk. "Jadi, jangan salahkan kami jika cinta itu tumbuh dengan sendirinya."
Tak kuat mendengar kenyataan yang ada di hadapannya, Arumi berhambur lalu mendorong Kayla hingga gadis itu terjerembab. Untung saja wanita yang berprofesi sebagai dokter bedah itu mendorong sahabatnya ke atas ranjang sehingga gadis itu tidak perlu merasakan sakit akibat membentur kerasnya lantai.
Arumi menarik rambut Kayla hingga gadis itu mendongakkan kepala. Ia mencengkram rambut hitam legam indah terurai milik sahabatnya dengan sangat keras. Bukan hanya menjambak tetapi ia juga memukuli serta mencakar tubuh Kayla yang putih, mulus dan seksi.
"Aw! Sakit!" pekik Kayla. Gadis itu menatap Arumi dengan sorot tak percaya.
"Dasar wanita sinting! Lepaskan aku!" timpalnya. Kayla mengulurkan tangan, mencoba melepaskan cengkraman itu dari rambutnya. Namun, usahanya sia-sia. Arumi semakin mengeratkan cengkraman hingga membuat Kayla meraung.
Mahesa terkesiap sejenak. Menyaksikan betapa buasnya Arumi menyerang Kayla. Wanita itu terus menyerang Kayla seperti orang gila. Tidak memberikan kesempatan pada gadis itu untuk melakukan perlawanan.
"Mas Mahes, tolong aku!" pinta Kayla dengan mata berkaca-kaca.
Jemari lentik Arumi menarik helaian rambut Kayla dengan kuat. Hingga gadis itu merasa mahkota indah miliknya akan terlepas dari kulit kepala.
Arumi melampiaskan kekesalannya. Ia menatap gadis itu dengan tatapan nyalang, seperti seekor singa yang siap menerkam mangsa. Kayla semakin panik saat tangan sahabatnya hendak memberikan pukulan keras pada bagian perut. Andai saja wanita itu mendaratkan sebuah pukulan keras maka nasib janin dalam kandungannya terancam bahaya.
"Tolong, jangan pukul perutku," pinta Kayla memelas. Air mata sudah mulai membanjiri pipi. Peluh sisa percintaan bersama Mahesa masih tersisa di kening dan air mata yang mengalir di pipi berkumpul menjadi satu.
Sejujurnya ia iba melihat kondisi Kayla. Penampilan gadis itu sangat menyedihkan. Tubuhnya terdapat luka cakaran yang disebabkan oleh jemari lembut Arumi, wajahnya memerah akibat menahan sakit karena rambut indah miliknya dijambak.
Sungguh, Arumi tidak tega melihatnya. Padahal dulu wanita itu adalah orang pertama yang memasang badan apabila Kayla menjadi bahan bully-an di panti asuhan. Ia dan Rini melawan semua anak nakal itu karena tidak ingin Kayla disakiti. Namun, kini Arumi sendiri malah menyerang dan melukai sahabatnya itu.
Hati Arumi sakit, sangat sakit. Seandainya saja Kayla tidak berselingkuh dengan Mahesa, mungkin ia tidak akan menyakiti Kayla.
__ADS_1
Mengingat adegan ranjang yang disiarkan secara langsung antara Kayla dan Mahesa membuat dadanya terasa sesak. Tangan Arumi sudah terkepal di udara dan bersiap mendaratkan sebuah pukulan keras tetapi suara berat seorang pria menghentikan kegiatannya.
"Jangan lukai anakku!" teriak Mahesa dengan suara lantang.
Seketika Arumi membeku. Ia sangat terkejut mendengar Mahesa berkata anak. Wanita itu menatap Kayla dengan tatapan penuh tanda tanya.
"A-anak ... anak siapa?" tanya Arumi. Tubuh wanita itu linglung serta pikirannya kosong. Tangan kanan masih mencengkram rambut Kayla sementara sebelah tangan masih ada di udara.
Kayla memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas Arumi dengan cara yang sangat cantik. Ia tersenyum smirk lalu berkata, "Anakku bersama suamimu."
"Hanya membutuhkan waktu dua bulan, aku sudah dinyatakan hamil. Darah daging suamimu tercinta. Aku hebat 'kan karena memiliki rahim yang subur, tidak sepertimu. Wanita mandul!" bisiknya. Lalu ia beringsut, menjauhi Arumi.
"Jadi ... anak itu adalah darah daging Mas Mahes?" gumam Arumi.
Wanita itu membalikan tubuh, menatap sendu ke arah Mahesa. "Katakan padaku, apakah yang dikatakan Kayla benar?"
"Jawab, Mas! Jangan diam saja!" teriak Arumi.
"Tentu saja benar. Bayi dalam kandungan Kayla adalah anaknya Mahesa," seru seorang wanita yang berdiri di ambang pintu.
TBC
.
.
__ADS_1
.