
Happy reading 🍃
"Rio!" bentak Mahesa. Tidak terima dengan tuduhan yang dilayangkan pada dirinya, pria itu emosi. Sorot matanya memancarkan aroma permusuhan pada sepupunya itu.
"Kenapa? Merasa tersindir!" seru Rio. Pria itu bersikap masa bodo, seolah-olah tidak merasa sedang ditatap sinis oleh Mahesa. "Makanya, kalau tidak mau disindir, bersikap baiklah sebagai seorang suami. Jangan mencoreng nama baik kaum Adam di bumi ini!"
"Kamu tahu, akibat perbuatanmu, aku dan para suami di luaran sana kena imbasnya. Hampir seluruh wanita memandang kami sebagai manusia paling brengsek di dunia ini. Mereka menganggap kami pria hidung belang, yang akan berselingkung bila bertemu gadis cantik dengan tubuh aduhai, seksi dan menggoda. Padahal, tidak semua pria memiliki sifat sepertimu, Mahesa!"
"Kami yang setia terhadap pasangan harus ikut merasakan sakit hati ketika kaum Hawa menaruh curiga di saat pulang terlambat akibat lembur. Kami mencari nafkah untuk memberikan kelangsungan hidup yang layak tetapi para wanita itu menuduh telah bermain api di belakang mereka."
"Kerja keras kami dibalas oleh kecurigaan dan tuduhan tak berarti. Itu semua karena ulahmu!" Habis sudah kesabaran Rio selama beberapa hari ini. Ia benar-benar kecewa atas sikap Mahesa. Pria itu menyesal telah mempercayakan Arumi pada sepupunya yang berhati kejam.
Andai saja dulu ia tahu jika Mahesa akan mengkhianati Arumi, mungkin pria itu dan Rini akan mencoba meyakinkan Nyimas untuk menolak lamaran dari lelaki tak setia seperti Mahesa. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kini, Rio hanya dapat membantu Arumi serta menjauhkan wanita itu dari cengkraman keluarga Adiguna.
Bugh!
Sebuah pukulan keras mendarat di wajah tampan Rio Mahendra. Pria berhidung mancung itu menerima bogem mentah dari sepupunya sendiri.
"Mahesa ... Mahesa ... kamu pikir dengan menghajarku akan menyelesaikan masalah! Tampaknya kamu lupa, aku ini adalah seorang pengacara. Tindakanmu ini bisa semakin memberatkanmu di persidangan nanti. Malah, akan mempermulus jalan Arumi agar cepat berpisah denganmu."
Rasa sakit akibat pukulan Mahesa tidak membuat pria itu mengurungkan niatnya untuk membantu Arumi. Ia malah semakin bersemangat karena berhasil memprovokasi pria itu.
"Diam, kamu Brengsek!" pekik Mahesa. Kepalan tangan itu masih ada di udara. Posisinya berada tepat di samping Rio.
"Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah menceraikan Arumi! Selamanya, wanita itu tetap menjadi Nyonya Mahesa."
Rio tertawa mendengarnya. Ucapan terakhir Mahesa bagaikan sebuah lelucon yang pantas tuk ditertawakan.
"Terserah padamu, Mahesa. Mau kamu menandatangani surat itu atau tidak, pengadilan akan tetap mengabulkan permohonan gugatan cerai Arumi."
Rio melirik pada sebuah surat yang menyembul di permukaan. "Di dalam surat itu, sudah ada tanggal sidang perceraian kalian. Kuharap, kamu datang tepat waktu. Kalau perlu, sekalian ajak Ja*angmu untuk menyaksikan bagaimana proses perceraianmu dengan sahabat baiknya. Itu akan menjadi kado terindah pernikahan baginya."
Merasa tugasnya telah selesai, Rio memutuskan pergi dari rumah itu. Napasnya semakin sesak berada lama di rumah yang pantasnya disebut neraka bagi menantu yang tak dianggap seperti Arumi.
Sebelum melangkah pergi, Rio menoleh tuk terakhir kalinya. "Suatu saat nanti, kuharap kamu tidak menyesal karena sudah menukar cinta hanya demi keturunan semata."
__ADS_1
"Kehadiran seorang anak memang memberikan kebahagiaan bagi sepasang suami istri tetapi jika kamu mengambil cara yang salah untuk mendapatkannya maka bersiaplah menerima balasan dari Tuhan. Ingat, Allah niku mboten sare!" Pria itu merapikan jas yang dikenakan.
Dengan gagah berani melangkah ke luar ruangan. Meninggalkan Mahesa yang masih membeku di tempat.
Ketika berada di ruang tengah, ia berpapasan dengan gadis yang telah merusak rumah tangga Arumi dan Mahesa.
Pria itu menghentikan langkah. Menatap Kayla dengan tatapan mengejek. "Kamu benar-benar hebat, Kayla. Dalam waktu tiga bulan sudah dapat merebut posisi Arumi di keluarga ini. Posisi yang selama lima tahun dipertahankan oleh sahabatmu dengan penuh air mata."
"Hanya bermodalkan tampang dan selangkang*n, dengan mudahnya kamu merampas semua yang dimiliki oleh Arumi. Aku tidak tahu alasanmu apa sehingga bersedia menerima tugas penting dari Tante Naila. Namun, satu hal yang pasti, kelak kamu dan orang-orang jahat yang terlibat dari konspirasi ini akan menerima balasan yang setimpal dari Tuhan."
Selama Rio berbicara, Kayla hanya terdiam. Ingin rasanya membela diri tapi entah mengapa, otak dan mulutnya tidak sinkron. Gadis itu membisu, seribu bahasa.
"Sementara ini, nikmatilah kemenanganmu. Setelah itu, bersiaplah menerima balasan dari Sang Pencipta." Rio berjalan melewati Kayla dengan seulas senyuman smirk terlukis di wajah.
***
Di tempat lain, seorang pria sedang duduk di kursi kebangaannya. Ia membaca buku tebal dengan ratusan halaman di dalamnya. Bola mata indah itu fokus melihat pada kertas putih yang ada di hadapannya.
"Tak terasa sudah satu jam aku membaca buku ini." Ia beranjak dari kursi kemudian melakukan peregangan pada tubuhnya. Terlalu lama duduk dan membaca, tubuhnya terasa pegal.
Rayyan berjalan dengan langkah panjang menuju ruangan perawat di poli bedah. Saat melewati ruangan direktur, ia berpapasan dengan Firdaus yang baru saja tiba di rumah sakit.
"Kebetulan sekali bertemu denganmu di sini. Ikut dengan Papa, ada hal penting yang ingin dibahas!" titah pria paruh baya itu. Ia melangkah terlebih dulu menuju ruangannya.
Saat tiba di ruangan, Firdaus langsung membuka pembicaraan tanpa basa basi.
"Rayyan, apakah benar kamu yang meminta Dokter Arumi untuk istirahat di rumah selama beberapa hari?"
Rayyan sangat terkejut ketika Firdaus tahu bahwa dirinya yang meminta Arumi tidak bekerja selama beberapa hari ini.
"Papa ... tahu dari mana?" tanya Rayyan terbata-bata. Meskipun ia masih menyimpan dendam pada sang papa tetapi untuk urusan pekerjaan, pria itu tetap menghormati Firdaus sebagai atasannya.
"Kamu lupa, di rumah sakit ini banyak mata-mata yang bersedia menyampaikan gerak gerikmu tanpa Papa minta. Mereka dengan suka rela membuka mulut dan melaporkan tingkah aroganmu selama menjabat sebagai kepala poli."
"Awalnya Papa tidak percaya. Namun, melihat absensi Dokter Arumi selama beberapa hari ini, Papa yakin kamu ikut andil dalam ketidakhadiran dokter berprestasi itu di rumah sakit ini," timpal Firdaus.
__ADS_1
"Jujur, Papa sangat kecewa atas tindakamu ini, Ray. Papa tidak menyangka kamu akan semena-mena menggunakan kekuasaan untuk menyingkirkan orang lain."
"Pa ... aku melakukan itu semua karena ada alasannya. Wanita itu telah--"
Firdaus mengangkat tangan ke atas, lalu berkata, "Papa sudah tahu alasannya dan kamu juga pasti tahu reaksi itu terjadi secara alami pada pasien pasca operasi. Namun, anehnya kamu malah meminta Dokter Arumi meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter!"
"Lihat! Akibat ulahmu sendiri, kamu dan rekan-rekan sejawatmu kesusahan karena tidak adanya Dokter Arumi di sini. Andaikan saat itu kamu meredam egomu, mungkin kalian bisa sedikit lebih santai. Bukan malah semakin sibuk dengam jadwal pekerjaan yang menumpuk."
Firdaus terus berbicara tanpa jeda, hingga membuat Rayyan bungkam dan tak mampu lagi membela diri.
"Lusa, akan ada seminar di Bali selama satu minggu. Papa akan memintamu dan Dokter Arumi mewakili rumah sakit kita." Akhirnya Firdaus menurunkan nada bicaranya. "Papa harap, kamu dan Dokter Arumi dapat bekerjasama serta memberikan ilmu baru pada kami agar tenaga medis di rumah sakit ini dapat bersaing dengan yang lain."
TBC
.
.
.
Halo semua, otor balik lagi dengan promosi novel yang lain nih. Nggak kalah seru loh!
Judul : Terjebak Cinta Duda Arogant
Nama Pena : Morata
Blurb : Blurb
Kamu bisa meminta apapun, Termasuk uang adan harta kekayaan dariku. Tapi jangan pernah meminta aku mencintaimu.ucap Damian Perez setelah mengabil sesuatu yang paling berharga dari diri Ayeuna.
Ayeuna bertekad untuk pergi dari hidup Damian perez dan muoakan malam pertama yang terjadi di antara mereka.tetapi siapa sangka,takdir malah membuat mereka tetap terhubung.
Trik dan siasat dilakukan oleh Sania Wijaya, tunangan Damian perez dan juga mantan kekasih Damian sewaktu sekolah dan pernah berselingkuh dengan Leonardo kakak tiri Ayeuna.
Bagaimana jika tiba tiba Ayeuna tau kalau Leonardo ternyata mencintainya?
__ADS_1