RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
HANS & TAWURAN (Part 1)


__ADS_3

Seperti biasa, Vee datang untuk menjemput Yve saat jam pulang sekolah.



Dia menunggu putrinya di depan gerbang.


Xean keluar terlebih dahulu, dia melihat Vee lalu tersenyum kecil menghampirinya.


Terkejut, “Eh … Xean?” hampir saja Vee melupakan nama anak itu.


“Tante menunggu adik Yve ya?”


Mengangguk tersenyum, “Kelas dua belum keluar?”


“Saat saya lewat, guru mereka sedang memberitahukan pengumuman tentang pesta ulang tahun. Mungkin itu yang membuat anak kelas dua jadi terlambat keluar,” jawab Xean santai.


Vee menepuk kepalanya, “Astaga!”


Menyipitkan mata, “Tante kenapa?”


“Pasti itu pengumuman ulang tahun Caesar!”


Tersenyum, “Ahh … anak pria yang melaporkan kepada guru?”


Mengangguk, “Iya … dia teman Yve yang paling baik katanya!”


“Ah … tadi samar-samar aku juga mendengar tentang pesta kostum.”


“Jadi, pesta itu akan diadakan dengan tema pesta costum ya?” Vee balik bertanya.


“Sepertinya begitu.”


“Yve pernah bilang, Caesar begitu menyukai bajak laut. Tapi kalau Yve yang memakai kostum bajak laut, bukankah akan terlihat aneh?”


“Mermaid saja tante,” saran Xean.


Tersenyum, “Eh … ide yang bagus!”


“Adik Yve pasti akan sangat cantik mengenakan kostum Mermaid.”


Tersenyum gemas mengelus wajah Xean, “Kamu cerdas sekali sih!”


Xean suka dengan sentuhan itu.


Rasanya dia ingin menahan lengan Vee agar tetap bisa merasakan hangatnya telapak tangan wanita dewasa yang saat ini di hadapannya.


Menghela nafas panjang menurunkan kembali tangannya.


“Ahh … tante sudah berjanji akan mencarikan gantungan kunci berbentuk kapal sebagai hadiah … tapi tante lupa belum memesan ke tukang ukir!”


“Emb … tante, kebetulan Xean tahu toko yang menjual berbagai mainan bajak laut. Nama tokonya ‘Pirate Shop’, di sana semua yang dijual berkaitan dengan bajak laut, mermaid, kapal bahkan sampai aksesoris dan kostum cosplay juga ada.”


Tersenyum lega, “Benarkah? Xean tahu alamatnya?”


“Ya … tunggu,” Xean mengeluarkan handphone.


Dia membuka google map dan mencari tahu alamat took yang di maksud.


“Ini tante,” memperlihatkan kepada Vee.


“Ah … oke! Tante tahu daerah ini,” mengembalikan handphone Xean. “Terima kasih sayang,” mengelus kepala Xean.


Tersenyum sipu, “Sama-sama tante!”


Padahal dia akan marah jika Hans yang melakukan itu.


“Eh … apa kamu sudah dijemput?”


Melihat ke sekeliling, dia melihat mobil Hans di ujung jalan.


“Sudah ada yang menjemput saya di sana!” menunjuk mobil hitam.



Vee melihat ke arah mobil itu.


...***...


Hans hanya diam memperhatikan mereka sedari tadi.


Dia tidak berani turun.


Seperti masih ada perasaan bersalah kepada Vee, meski sebenarnya mereka tidak pernah bertatap muka secara langsung.


Hans kembali teringat kejadian beberapa hari yang lalu.

__ADS_1


...***...


H- 1 Tawuran.


Hirza melihat layar laptop yang sedang dioperasikan Hans.



“Sudah menemukan sesuatu?” tanyanya.


Menoleh, “Aku pikir mas tidak peduli?”


“Hya … tidak bertindak bukan berarti tidak peduli! Bukankah aku menyuruh mu untuk mengawasi?”


Hans menghempaskan nafas panjang.


Setelah kembali dari restaurant jepang untuk bertemu pemilik majalah Bintang Bisnis, Hans langsung menyibukkan diri mencari informasi tentang siapa sebenarnya yang sudah menyabotase mobil pengiriman White Purple.


“Aku sedang memeriksa data panggilan yang masuk ke Strom!” Hans menyipitkan mata, mendengarkan rekaman percakapan suara melalui headphone yang dia kenakan.


“Meretas system Strom lagi?” Hirza duduk di sebelah Hans.


Mengangguk, “Seorang wanita yang menyewa jasa mereka!”


“Cari tahu siapa wanita itu, dan pastikan … siapa targetnya,” tegas Hirza.


Hans mulai menyelidiki nomor telepon yang masuk ke riwayat panggilan Strom.


“Cih … ini wanita yang sempat membuat keributan di Bandara! Mantannya Yazza, kekasih Gerry!” Hans mencibir.


“Kekasih Gerry?” tersenyum mencibir, “ Cih … sudah jelas yang dia targetkan adalah Vee!”


“Lalu bagaimana selanjutnya?” tanya Hans.


“Pasangan ini semakin membahayakan jika terus dibiarkan. Kita harus memotong sumbunya!”


“Maksud mas bro, menjatuhkan perusahaan Gerry?”


“Kalau bisa … dua-duanya sekaligus! G Corporation dan juga Strom!”


“Tapi bagaimana caranya?”


“Kebetulan sekali Sky Light baru-baru ini ada maslah dengan Nirwana. Bagaimana jika menggunakan kesempatan ini untuk menjatuhkan G Corporation?” Hirza menerawang.


“Hah?” Hans tidak paham, “Kok tidak nyambung?”


“Aku sungguh tidak paham!” balas Hirza mencibir.


“Paradise mempunyai anak perusahaan bernama Sky Light. Dan Nirwana mempunyai anak perusahaan bernama G Corporation. Nirwana sudah mengusik anak Paradise, dan sekarang Paradise akan balas mengusik anak Nirwana.”


“Ahh … itu sungguh mind blowing sekali!” puji Hans.


Tersenyum, “Suruh beberapa orang untuk memancing para elite strom meninggalkan tempat penyekapan!”


“Jadi kita akan ikut memasang umpan?” tanya Hans polos.


Menggeleng, “Kita akan mengadu domba dengan cara halus.”


“Antara Nirwana dan White Purple, atau … Strom dan Teratai Putih?”


Tersenyum licik, “Karena Yazza sudah bertindak dan meminta batuan Shadow … kenapa kita tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk memperburuk hubungan di antara keduanya?”


“Ah … itu benar! Untuk menjatuhkan Strom, kita memang membutuhkan Shadow sebagai perantaranya!”


“Bagaimana dengan ‘bayangan mata’ saat ini?”


“Mereka masih berusaha melacak melalui system CCTV jalanan!”


“Kalau begitu, lebih baik kalian cepat bertindak! Sudah menemukan lokasinya kan?”


Mengangguk, “Tadi aku sudah meminta teman-temanku untuk menyamar sebagai polisi yang berpatroli. Mereka masih mengawasi situasi di sekitar gedung tua! Sepertinya, mereka masih menunggu instruksi selanjutnya dari orang yang menyewa jasa!”


“Suruh mereka untuk segera mengusir para elite Strom sebelum orang-orang itu berbuat nekat dan merusak barang-barang yang akan dikirimkan ke Nirwana!”


Hans mengangguk, “Akan aku hubungi temanku!”


“Tidak perlu meninggalkan jejak. Begitu mereka pergi dari lokasi, suruh teman-temanmu untuk segera pergi. Sisanya, serahkan saja kepada Shadow! Melalui ‘bayangan mata’ mereka pasti akan segera melacak lokasi penyekapan itu!”


...***...


Ozzy adalah orang yang selalu membantu Hans dalam segala hal.


Hirza menghadiahkan pria ini untuk Hans.


Bisa dibilang, sebagai bodyguard dan juga tangan kanan Hans.

__ADS_1


Usianya sudah dua puluhan, namum Paradise mengirimnya kembali ke bangku SMA agar bisa mendampingi Hans.


Ozzy dan dua temannya sengaja menyalakan sirene di sekitar lokasi.


Dia melihat para elite Strom mulai panik kebingungan.


Jelas mereka tertipu dan mengira jika para pemuda itu adalah polisi sungguhan.


Begitu melihat para penjahat itu kabur, mereka segera memasuki area gedung tua.


Tiga petugas pengiriman pingsan di dalam mobil tronton.


Ozzy mengingat perintah Hans, yang meminta mereka untuk tidak gegabah.


“Mereka semua tidak sadarkan diri!” Ozzy berbicara pada Hans melalui panggilan video.


“Tunggu … apakah jendela mobil tertutup?” Hans melihat dengan seksama di layar ponselnya.


Ozzy menoleh ke belakang, “Yeah!”


“Haiz, buka jendelanya dan tinggalkan mereka! Sepertinya ‘bayangan mata’ akan segera menemukan lokasi itu!”


“Santai saja … tidak ada CCTV di sekitar sini!”


“Ah … benar! Jangan lupa kalian hapus rekaman CCTV mobil, jangan sampai kalian terekam dan segera matikan saja!”


“Ah benar! Hampir saja lupa!” tersenyum meringis.


“Haiz!”


“Aku akan segera menyelesaikannya!”


“Biarkan mereka tetap terikat, paling tidak mereka tidak akan mati karena kehabisan nafas di dalam kendaraan!”


Ozzy mengangguk, dia melihat ke belakang, “Apa ada yang rusak?”


Salah seorang menggeleng.


“Bagaimana?” tanya Hans.


“Aman! Tidak ada barang yang rusak.”


“Bagus! Cepat bereskan dan pergi dari sana!” tegas Hans.


Ozzy mengangguk.


Hans mengakhiri panggilan.


Bergegas dia mengambil CCTV mobil dan meretas beberapa data yang sudah terekam di sana.


Setelah memastikan tidak ada jejak yang tertinggal, mereka segera meninggalkan lokasi.


Seperti yang dikatakan Hans dan Hirza.


Shadow yang akan menyelesaikan sisanya.


...***...


Hari Tawuran.


Hans kembali menyadap panggilan telepon elite Strom.


Kekasih Gerry semakin kesal karena dia gagal.


Dia merencanakan sesuatu yang lebih ekstrim.


Gadis itu menginginkan agar para preman merusak Vee, lalu melenyapkannya.


Hans bergegas hendak melapor.


Begitu sampai di kamar Hirza, dia melihat kakaknya begitu muram memegang sebuah majalah.



Meski mereka sudah tahu berita itu akan muncul, tetap saja perasaan tidak rela masih mengganjal di hati.


Hans paham sekali dengan apa yang Hirza rasakan.


Foto kebersamaan Yazza dan Vee di sampul majalah membuatnya semakin geram.


Pria itu sudah membuat mas Hirza sedih!


Akan aku buat perhitungan untuknya!


Hans mengepalkan tangan geram, bergumam dalam hati.

__ADS_1


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...


__ADS_2