RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
SITUASI YANG TIDAK DI INGINKAN


__ADS_3

“Apa ada yang salah?” tanya Hirza sok polos.


Dengan senyum seolah tak berdosa, dia melihat Yazza dan Daniel secara bergantian.


“Aku dan Vee berteman baik semasa masih kuliah … dia adalah wanita yang kuat dan berpendirian … pasti banyak pria yang menyukainya!”


Deg!


Kali ini Yazza dan Daniel saling bertukar pandang.


Tak berani berlama-lama, Daniel langsung menundukkan kepala tidak lagi berani mendongak.


“Ahh … selain Vee, ada satu lagi temanku semasa kuliah! Dia sahabat baik Vee … namanya Yunna!”


Lagi-lagi kedua pria itu menoleh menatap Hirza membelalakkan mata.


Hans tersenyum tipis menertawakan begitu melihat perubahan wajah pria-pria dewasa di hadapannya itu.


“Yunna adalah adalah gadis yang sangat periang, dia cantik banyak pria yang menyukainya … aku pikir dia akan punya masa depan yang cukup cerah … tapi sayang … kata Vee dia malah meninggal di usia yang masih muda,” kali ini Hirza menatap Yazza.


Seketika, tubuh Yazza mengejang seiring dengan kepalan tangannya.


Daniel yang sudah mengetahui cerita jelasnya dari paman Mail ikut terkejut saat Hirza menyinggung tentang sahabat Vee.


Pria itu memiringkan sedikit kepalanya, melihat Yazza dan Hirza bergantian.


Pak Yazza sepertinya langsung tersinggung dengan cerita pak Hirza!


Tapi kenapa pak Hirza terdengar seolah memang sengaja sedang menyindir?


Apakah pak Hirza juga mengetahui sesuatu?


Dari yang aku lihat … bukankah dia sengaja ingin memojokkan pak Yazza?


Sebenarnya mereka rekan bisnis atau memiliki dendam pribadi sih?


Mengingat … kata pak Hirza, dia dan sahabatnya Vee ini juga berteman baik sebelumnya.


Daniel bergumam dalam hati bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyeruak keluar dari isi kepalanya.


Pria itu menatap Hirza dalam diam.


Jika memang pak Hirza memang sudah mengetahui kebenaran tentang kisah sahabatnya Vee … bukankah aku bisa bekerja sama dengannya untuk menjatuhkan pak Yazza?


Aku harus mencari cara untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari tahu!


Jika terbukti pak Hirza menunjukkan tanda-tanda kalau dia sudah tahu tentang pak Yazza yang mengunakan cara-cara licik untuk mendapatkan Vee … aku akan menyusup ke dalamnya dan mengambil keuntungan di sini!


“Emb … maaf menyela,” Daniel memberanikan diri angkat bicara.


Pak Didik membelalakkan mata terkejut lalu menyenggol pelan lengan Daniel agar pria itu tidak berbuat gegabah.


Tentu saja Daniel mengabaikan, terlebih semua mata saat ini sudah tertuju padanya.


“Ya … kenapa pak Daniel?” tanya Hirza santai.


“Emb … maaf sebelumnya … apakah sahabat pak Hirza yang juga berteman dekat dengan Vee itu meninggal secara tidak wajar?” tanya Daniel dengan bibir kelu, tangan dan kakinya bergetar sebenarnya. Detak jantungnya juga berdebar tidak menentu.


Deg!


Yazza semakin tidak berkutik menatap tajam ke arah Daniel.

__ADS_1


“Eh … benar! Bagaimana pak Daniel tahu?”


Apa-apaan ini!


Kenapa mereka tahu tentang cerita itu!


Gumam Yazza dalam hati.


Melihat tuannya tampak tidak baik-baik saja, pak Ardi segera menyenggol lengan Yazza, berisyarat agar pria itu tidak menunjukkan sikap yang mencurigakan.


Yazza menatap pak Ardi sebentar, dia mendengus kesal dengan wajah yang sudah tamak sangat masam.


Mendengar pertanyaan Hirza, Daniel justru gelagapan memikirkan jawaban apa yang harus dia katakan.


Aduh … bagaimana ini!


Tidak mungkin jika aku harus mengatakan jujur jika aku mengetahui dari paman Mail!


Tapi dari kalimat yang pak Hirza ucapakan … sepertinya memang benar! Ada sesuatu yang sudah dia ketahui!


Aku harus bisa menggali lebih dalam!


“Emb … saya tahu dari Vee! Dia bercerita tentang kisah sahabatnya itu! Siapa sangka … pak Hirza ternyata juga bersahabat dengan mereka!”


Daniel semakin mantap menatap Yazza memicingkan mata, “Pria jahat sudah menghancurkan hidupnya, dan memaksa gadis tak berdosa itu sampai harus kehilangan nyawa!”


Deg!


Udara di sekitar Yazza kian sesak rasanya.


Pria ini!


Apakah Vee sudah menceritakan tentang kasus kematian Yunna terhadap mantan selingkuhannya ini?


Melihat suasana dingin yang sudah mulai tercipta, dengan gerakan tak kentara, Hans memiringkan tubuhnya condong mendekati Hirza.


Sebelah tangannya mengepal santai menutupi bibir, “Umpan yang mas lempar memang tidak pernah tidak tepat sasaran!” desisnya lirih berbisik pada Hirza.


Hirza tersenyum sinis melihat Yazza dan Daniel bergantian.


Karena sudah menangkap mangsa … sekalian saja kita tarik ke permukaan!


Gumam Hirza dalam hati.


Dengan gerakan santai, dia duduk tegak menoleh ke arah Daniel, “Yeah … pria itu sungguh kejam! Karena Yunna juga teman baik saya … rasanya saya tidak bisa tinggal diam! Kalau ada petunjuk sedikit saja … akan saya pastikan mengusutnya sampai tuntas!”


Daniel tersenyum mendengus menatap Hirza.


Benar dugaanku!


Pak Hirza sepertinya memang sengaja menyindir pak Yazza!


Pria ini pemilik perusahaan besar … koneksinya juga banyak, dia pasti juga sudah mencari petunjuk sebelumnya.


Perlahan senyum Daniel memudar, seiring dengan kernyitan dahinya.


Tapi … jika memang pak Hirza sudah mencurigai pak Yazza … kenapa dia tidak langsung mengungkapkannya saja?


Tunggu!


Bukti?

__ADS_1


Apa memang karena dia masih belum menemukan bukti?


Seperti halnya diriku … aku sudah tahu kenyataannya … tapi belum tahu buktinya.


Kalau saja aku bisa membuat pak Hirza bekerja sama denganku untuk mengungkap kasus ini … pak Yazza pasti tidak akan bisa lepas dari hukum!


Pak Ardi mencondongkan kepala ke belakang telinga Yazza, “Tuan berhati-hatilah! Sepertinya memang ada sesuatu yang sudah di rencanakan di sini!”


“Haiz … kenapa malah jadi ngegosip! Hahaha!” Hirza menunjukkan sikap santai terkekeh pelan untuk mencairkan suasana.


“Bagaimana kalau kita mulai saja meeting nya?” Hirza menoleh menatap adiknya, “Hans … bisa kamu mulai sekarang?”


Hans tersenyum mengangguk, “Tentu saja!”


Yazza yang masih tidak bisa berkata-kata hanya diam mengepalkan tangan geram.


Meski dia ingin pergi dari situasi ini, dia masih mencoba menahan diri.


Pak Ardi benar!


Aku tidak boleh bersikap mencurigakan!


Dua pria ini patut di waspadai!


Gumam Yazza dalam hati.


...***...


Sebelum ke Rumah Sakit untuk menjemput Yve, Vee pergi ke coffee shop terlebih dahulu.


Berli yang sudah lama berada di dalam tampak terkejut membelalakkan mata dari balik kacamata hitamnya.


Dia mengenakan jaket, syal dan juga topi duduk di belakang tiang besar.


Begitu Vee berdiri di ambang pintu melihat ke sekeliling, Berli langsung salah tingkah menyembunyikan diri.


Dari tempat duduk yang lumayan jauh, Leo mengangkat tangan agar Vee bisa melihatnya.


Wanita itu tersenyum lalu berjalan santai menghampiri.


Apa-apaan ini!


Kenapa Vee yang datang?


Aku pikir Leo akan menemui tunangannya itu!


Tunggu!


Bukankah ini bukan kali pertama mereka bertemu di luar?


Berli mendengus kesal menoleh menatap Vee.


Kenapa diam-diam bertemu dengan pria lain?


Sebenarnya ada hubungan apa di antara keduanya?


Apakah mereka menjalin hubungan rahasia?


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...

__ADS_1


__ADS_2