
Dengan sigap Mr. Bald berdiri menahan kek Gio.
“Jika bukan strom, lalu siapa yang sudah merencanakan semua ini?” menegakkan berdirinya bertumpu pada tongkat.
“Sky Light!”
Menatap Mr. Bald, “Apa?”
Kek Gio adalah founder dari Shadow. Dan Shadow termasuk kelompok baru yang cukup bersinar di masa itu.
Kek Gio memulai usahanya di bidang property, mereka memberikan keuntungan yang besar bagi Paradise.
Ketika Paradise mulai melirik Shadow, tentu banyak kelompok-kelompok pendahulu yang merasa iri.
“Pemilik Paradise, pak Joey Zoya memiliki satu putri yang sangat dia sayang. Saya dengar, beliau sempat berencana mengadakan pertemuan dengan anda untuk membahas perjodohan dengan cucu anda, tuan Yazza. Meski mereka masih kecil pada masa itu, tapi pemimpin Paradise sudah bisa melihat masa depan yang cerah dalam bisnis anda. Saat itulah Sky Light merasa terancam!”
“Sky Light mempunyai dua putra unggulan, Rudi dan Hirza! Ayah mereka begitu ingin salah satu dari putranya bisa mendapatkan anak dari pemilik Paradise. Sehingga, kedepannya Sky Light bisa berdiri dengan gagah di samping Paradise!”
“Tentu saja untuk mendapatkan mimpinya, mereka harus menyingkirkan keturunan Gionio,” pungkas Mr. Bald mengakhiri penjelasannya.
“Bahkan dari dalam lubuk hatiku … aku tidak pernah memimpikan untuk berbesan dengan Paradise!” gumam kek Gio.
“Setelah kejadian itu, anda mengundurkan diri dan memilih melepaskan segalanya yang berkaitan dengan Shadow. Mereka pikir, ancaman itu sudah tidak ada. Dan sejak saat itulah Sky Light melepaskan anda juga tuan Yazza!”
“Apa Yazza tahu dengan kebenaran ini?”
Mr. Bald menggeleng, “Orang-orang yang bersangkutan juga sudah tidak ada. Jika saya menceritakan padanya, sepertinya juga tidak akan ada faedahnya.”
Sejenak keg Gio terdiam.
Pandangannya kosong, menerawang jauh ke depan.
“Sejak pertama mendirikan Shadow, aku hanya berpikir bagaimana cara membuat usahaku bisa berjalan dengan mulus. Karena hanya jika bergabung dengan kelompok mafia besar, semuanya akan lancar dengan mudah! Tapi aku tidak memikirkan resiko yang akan berimbas pada keluargaku … kematian anak dan menantuku itu, meninggalkan bekas luka yang dalam,” ucap kek Gio sendu.
“Jika bukan karena memikirkan keselamatan Yazza, aku pasti akan bertahan dan akan membalas dendam saat itu juga!” menatap Mr. Bald, “Sekarang kamu tahu bukan? Kenapa aku tidak suka jika kamu melibatkan Yazza dalam bisnis dunia gelap ini?”
Menunduk merasa bersalah, “Masalahnya sekarang, Paradise sepertinya sedang menggunakan tuan Yazza … menggunakan Shadow …,” mengangkat kedua bahu, “entah untuk kepentingan apa!”
Menyipitkan mata, “Maksudmu?”
“Semua orang tahu … sejak pemimpin Paradise tutup usia, menantunya yang berasal dari Sky Light itulah yang menjadi pengganti pak Joey. Tapi semua orang tidak tahu, dia itu hanya boneka atau memang selicik ayahnya. Kenyataannya … meskipun dia memimpin Paradise, tapi semua yang berkaitan dengan bisnis gelap, Rudi Sky Light lah yang mengurusnya!”
“Sejak mereka merajai dunia bisnis, banyak hal yang mulai berubah. Tapi karena perubahan ini semakin menguatkan mereka, tidak ada satupun yang berani menyinggung mereka. Paradise semakin menjauhkan diri dari bumi, mereka menjadi semakin sulit di gapai. Tertutup dan penuh rahasia!”
“Itu sebabnya apapun yang mereka rencanakan, selalu menimbulkan ketakutan bagi yang bersangkutan. Dan akhir-akhir ini, ada kejadian yang membuat Paradise turun tangan secara langsung terlibat dengan kami,” Mr. Bald khawatir menatap kek Gio.
“Aku dengar Yazza sempat terluka beberapa waktu yang lalu. Apa itu ada kaitannya?”
Mengangguk.
Kek Gio mengepalkan tangan, “Apa Yazza pernah membuat kesalahan atau menyinggung mereka?”
“Saya menduga, mereka menggunakan tuan Yazza untuk memancing Strom. Sudah ada beberapa elite Strom yang dijebloskan ke penjara. Paradise benar-benar ingin menjatuhkan mereka, dan sepertinya, mereka bermaksud menggunakan Shadow untuk membereskan sisanya.”
“Aku sudah berusaha membawa Yazza menghindar dari kekacuan seperti ini. Tapi kenapa mereka tetap menyeret Yazza ke dalamnya?”
“Bukan hanya tuan Yazza, tapi juga calon istrinya!” tegas Mr. Bald.
__ADS_1
“Vee?” menyipitkan mata.
“Pak Hirza cukup mengenal baik nona Vee. Katanya mereka pernah satu kampus … melalui nona Vee inilah pak Hirza terus mencoba melibatkan diri.”
Mendengus kesal, “Vee itu sudah aku anggap seperti cucuku sendiri sejak lama. Pokoknya aku tidak mau dia juga terlibat dalam permasalahan ini!” menatap Mr. Bald, “Aku tidak mau tahu … cari tahu alasan kenapa Hirza mau melibatkan cucu-cucu ku ini!”
Menunduk penuh rasa hormat, “Siap tuan!”
...***...
Vee berdiri di tepian kapal, melihat langit berbintang.
Daniel tersenyum, melangkah mendekat memeluknya dari belakang.
Menciumi bahu Vee, “Rasanya seperti sedang honeymoon kan?”
Mendengus tersenyum memegang tangan Daniel di depan perutnya, “Nakal sekali pak nahkoda ini!”
“Hya! Aku sudah tidak mengenakan pakaian itu!”
“Sungguh deh, tadi itu konyol sekali!” terkekeh pelan, “Paman Mail saja sampai curiga!”
Cengengesan, “Terlalu mencolok ya?”
“Nah itu tahu!” goda Vee.
Tersenyum mendekap pinggang Vee makin erat, “Bikin anak yuk!”
Terkekeh, “Hahaha … astaga! Apa-apaan ini!”
Merajuk mendesak manja di bahu Vee, “Sudah kangen banget!”
“Kangen begituan!”
Dengan sikunya, Vee menyodok perut Daniel.
“Haiz! Sakit Vee!”
Tersenyum meringis, “Kenapa tidak menyewa wanita saja?”
“Nggak mau, maunya sama Vee!” kembali mendesal manja.
Vee membalikan badan, menghadap ke Daniel. Dia tersenyum sembari merangkul kan kedua tangan ke tengkuk leher pria di hadapannya.
Tersenyum hangat, “Aku selalu berkata ingin menenggelamkan kamu ke lautan. Sekarang lautan itu sudah didepan mata, tapi kenapa aku justru ingin selalu menahan mu dalam dekapan seperti ini?” goda Vee.
Daniel semakin gemas tidak tahan lagi untuk tidak mengecup bibir Vee.
Vee langsung mendorong, “Hya! Aku sih malu dilihatin ikan-ikan di sini!”
Menggendong Vee, “Kalau begitu tunggu apa lagi? Kita masuk saja ke dalam!”
“Hya! Tidak sabaran sekali sih!” Vee cekikikan.
“Aku tidak akan membiarkan kekasih gelap ku tidur malam ini!” teriaknya keras.
Memukul daadaa Daniel, “Hya! Memalukan sekali!”
__ADS_1
“Hanya kita berdua di tengah lautan!”
“Ada banyak speed boat!” meringis malu.
Daniel acuh tidak peduli, “Lihat saja, pokoknya aku tidak akan melepaskan mu!”
Vee tersenyum melingkarkan tangan makin erat dalam gendongan Daniel.
Pria itu berlari kecil masuk ke dalam membawa Vee di lengannya.
“Hya, pelan-pelan! Kapal bergoyang-goyang … nanti kita bisa jatuh!” Vee cekikikan gemas tidak bisa menahan tawanya.
...***...
Hans mengepalkan tangan geram membuang teropong Binokular yang dia pegang.
“Kamu bertingkah lagi!” ucap Hirza santai sembari duduk memegang gelas wine di speedboat yang mereka naikin.
Menunjuk ke kapal pinisi yang Daniel dan Vee sewa.
“Kenapa harus ada pria lain lagi?”
“Dia yang sebenarnya di cintai oleh Vee kan?” meneguk wine sembari memejamkan mata.
“Halah! Lagi-lagi mas berpura-pura tegar!” Hans memicingkan mata, “Aku tahu … mas pasti juga sangat sakit kan?”
Tangan Hirza yang tidak memegang gelas mengepal.
Bagaimana mungkin tidak menyakitkan ketika melihat orang yang di sukai tengah bermesraan dengan pria lain.
“Bahkan meski api membakar fisikku, aku tetap tidak akan bisa menyelamatkan diri,” ucap Hirza tanpa membuka mata.
“Paling tidak pisahkan mereka dong mas!”
Menarik nafas panjang lalu menghempaskan nya.
“Besok aku mau berkunjung menemui Yunna!”
“Mas! Jangan mengalihkan pembicaraan!”
“Bagaimanapun juga, kita pernah menjadi sahabat!” lanjut Hirza mengabaikan.
“Mas!” sentak Hans kesal.
“Karena kita sudah di sini … kenapa tidak mampir?” menaruh gelas lalu berdiri, “Siapkan bunga untuk besok!”
Hirza berjalan menuju ujung speedboat.
Hans hanya bisa menghela nafas panjang melihat kakak angkatnya.
Bahkan meski sudah hidup bersama dalam waktu yang cukup lama, masih banyak hal yang Hirza tutupi.
Untungnya, Hans cukup cerdas untuk bisa mengimbangi karakter Hirza.
Tanpa harus di katakan, Hans akan memahami maksud dan tujuan dari pria yang sudah sangat berjasa dalam hidupnya.
__ADS_1
...-@,@- To Be Continue -@,@-...
...>))))> ' ' <((((<...