
Vee meletakkan tas tangan ke kursi di sebelah dia duduk.
“Sudah lama menunggu?” tanya Vee tersenyum ramah.
Leo mendengus tersenyum, “Boleh aku mengatakan sesuatu sebelumnya?”
Mendengar pernyataan Leo, membuat Vee menyipitkan mata, “Apa?”
“Jangan melihat ke arahnya … tapi sepertinya ada yang sedang mengawasi di tempat duduk dekat tiang di belakang sana!”
Vee mengernyit semakin menyipitkan mata, “Tunggu .. mengawasi?” ulang Vee, “Musuh?”
Leo justru mendengus tersenyum, “Bukan!”
“Hah? Lalu siapa?” karena penasaran Vee melirik ke arah yang Leo katakan.
“Hanya gadis bodooh yang sangat konyol!”
Hanya beberapa detik Vee melihat, wanita itu langsung mendengus tersenyum kembali menatap Leo.
“Haha … kurasa aku tahu siapa dia!”
Leo mengernyitkan dahi, “Semudah itu menebak?”
Vee tersenyum sembari mengangkat tangan memanggil Pelayan untuk memesan, “Memangnya siapa yang akan mengenakan pakaian seperti itu di dalam ruangan!”
Leo balas mendengus tersenyum, “Sudah aku bilang … dia itu sangat konyol!”
“Kenapa dia di sini? Mengikuti mu?”
Leo mengangguk, bersamaan dengan datangnya Pelayan.
“Cappucino kak!” Vee tersenyum ramah menatap Pelayan.
Wanita itu tersenyum ramah menganggukkan kepala, “Baik kak! Di tunggu ya!”
Vee balas tersenyum sebelum wanita Pelayan itu membalikkan badan untuk menyampaikan pesanan ke pramusaji di balik meja tempat order.
“Kenapa mengikuti mu?” tanya Vee cengingisan.
“Entahlah … pagi-pagi dia sudah terlihat di sekitar apartemenku!”
“Kalian semakin dekat?” dengus Vee tersenyum menggoda.
Leo menggeleng tersenyum sipu menundukkan kepala.
“Hya … sebenarnya apa hubungan kalian berdua? Berli terlihat menyukaimu dan begitu pula sebaliknya dengan dirimu!”
Perlahan Leo mendongak menatap muram, “Hubungan? Bukankah itu hanya imajinasi?”
__ADS_1
“Kenapa kamu bicara begitu?” tanya Vee menyipitkan mata.
“Dia punya kekasih dan saya juga akan segera bertunangan dalam waktu dekat! Lalu … hubungan apa yang anda harapkan?”
Vee menghempaskan menatap sedih, “Tentang pertunangan mu itu … apa kamu benar-benar menyukai gadis yang sudah di jodohkan denganmu?”
“Suka atau tidak … saya tidak punya pilihan!” Leo menatap datar berucap dengan nada pasrah.
“Tidak bisa begitu dong! Itu tidak adil namanya! Jika kamu memang tidak menyukai gadis yang akan bertunangan denganmu … seharusnya kamu menolak saja! Ini bukan hanya tentang ke egoisan mu … tapi juga tentang masa depan gadis itu sendiri. Bukankah kamu hanya akan menyakiti perasaannya jika terus memaksakan?”
“Orang-orang di sekitarnya tidak mau tahu … saya bisa apa?”
“Leo … kamu berhak memilih pilihan hidupmu. Bukan hanya karena kamu berada di tempat yang penuh tekanan lantas kamu mudah menyerah dan hanya berdiam pasrah seperti itu! Semua orang memiliki kebebasan … termasuk kamu! Hanya saja … kamu perlu sedikit berani untuk mendorong lebih kuat, beban-beban yang sudah menghalangi mu itu!”
“Itu artinya … saya harus melawan banyak orang!”
Vee tersenyum mendengus, “Kalau kamu memang tidak mau berusaha … lupakan Berli! Jangan membuat dia berpikir jika kalian bisa menjalin hubungan ke yang lebih serius lagi!”
Leo menatap memprotes, tapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya.
“Aku baru tahu jika hidup Berli terlalu rumit … meski dia terlihat begitu angkuh dan sombong … tapi aku kasihan karena tidak ada orang yang benar-benar tulus kepadanya sebelum dia mengenal kita dengan baik,” ucap Vee menundukkan kepala, “Bahkan aku lihat … dia hanya di manfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya!”
“Kenapa anda terlihat begitu peduli padanya?”
“Karena yang dia butuhkan adalah orang-orang yang tulus peduli padanya!”
“Sekarang aku tanya … apa kamu benar-benar menyukainya?”
Leo masih terdiam, bibirnya seakan terkunci rapat, dia tidak berani mendongak dan tidak tahu harus mengatakan apa.
“Aku bukan Yazza ataupun Icha … kamu tidak perlu menyembunyikannya di hadapanku!”
“Saya bilang … saya dan dia tidak akan mungkin bersama!”
Sekali lagi Vee mendengus tersenyum, “Oke … aku anggap kamu mengakui jika kamu menyukainya!”
“Saya tidak tahu … saya sendiri tidak bisa menyimpulkan sebenarnya! Tapi benar seperti apa yang anda katakan … saya pun seperti anda … ingin menjadi salah satu orang yang tulus peduli padanya! Entah bagaimana … hidup saya jadi jauh lebih berwarna setelah mengenal dia!”
Vee terkekeh senang kali ini, “Karena kamu sudah berkata begitu … aku tidak akan ragu membantumu keluar dari masalah yang mungkin memberatkan hatimu!”
Leo menyipitkan mata, sedikit memiringkan kepala menatap Vee, “Maksud anda … apakah berkaitan dengan pertunangan saya?”
“Yeah!”
“Bagaimana dengan Mr. Bald?”
“Itu urusanku!”
Pelayan yang sebelumnya kembali datang membawakan kopi yang Vee pesan.
__ADS_1
“Silahkan!”
Vee tersenyum mengangguk, “Terima kasih!”
“Permisi,” pamitnya lagi, hendak kembali ke tempat dia berjaga.
Begitu Pelayan itu menjauh, Vee kembali menatap Leo.
“Jadi bagaimana dengan permintaanku? Kamu sudah mengumpulkan semua bukti? Termasuk rekaman CCTV di area parker Rumah Sakit,” tanya Vee sembari memegang gagang cangkir kopinya.
“Semua sudah beres! Tapia pa anda yakin … anda akan membawa masalah ini ke hukum?”
“Aku sangat mengenal pria ini … dia tidak mudah untuk di hadapi! Dengan alasan vandalism dan penyerangan secara terang-terangan … bukankah akan cukup untuk di bawa ke pengadilan?”
Leo mengangguk, “Seharusnya bisa! Tapi bukankah anda tahu … kami selalu menyelesaikannya dengan cara kami sendiri?”
“Ini adalah permasalahan lama kami! Biar aku menyelesaikan dengan caraku! Jika pria ini masih bebas berkeliaran, dia bisa saja mengacaukan segala rencana kalian! Terlebih kita masih harus fokus mencari tahu tentang siapa pelaku yang sebenarnya sudah mencelakai kakek!”
“Ahh … benar! Apa ada hal-hal yang mencurigakan akhir-akhir ini di rumah?”
Vee menggeleng, “Semua orang tampak biasa seperti biasanya! Bukankah pelaku ini cukup cerdas?”
“Oh ya … saya menemukan sesuatu yang menarik dari masa lalu gadis yang bekerja di kediaman anda!”
“Dania?” tanya Vee dengan sedikit memiringkan kepalanya.
“Yeah … tentang gadis itu!”
“Apa yang kamu temukan?” tanya Vee antusias dengan wajah penasaran.
“Saya menyelidik darimana gadis ini tinggal sejak kecil, dan saya juga menyelidiki dimana saja dia menetap. Gadis ini selalu berpindah-pindah, kedua orang tuanya berpisah dan dia tidak tinggal bersama dengan salah satu diantara mereka! Gadis ini lebih memilih tinggal sendiri.”
“Apa itu juga alasan kenapa dia mengambil pekerjaan part time?”
“Mungkin! Karena sejak SMA pun, dia juga mengambil pekerjaan part time!”
“Woah, dia gadis yang cukup mandiri juga!”
Leo tersenyum sinis, “Anda akan sangat terkejut jika mendengar cerita yang akan saya sampaikan ini!”
“Kenapa kamu berputar-putar … langsung saja ceritakan! Membuat aku jadi makin penasaran saja!”
“Jika memang benar Dania adalah pelaku dalam kasus tuan besar … maka ada kemungkinan jika tuan Gio bukanlah korban pertamanya!”
“Apa?” sahut Vee terkejut mengernyitkan dahi, “Apa maksud mu … tunggu! Bukan korban pertama?”
...-@,@- To Be Continue -@,@-...
...>))))> ' ' <((((<...
__ADS_1