
Seorang pesulap memperlihatkan pertunjukan yang sangat meriah.
Yve sangat antusias bertepuk tangan dalam pangkuan Vee yang sama-sama tersenyum bahagia karena terhibur oleh penampilannya.
Yazza dan pak Ardi berdiri di dekat jendela kaca gedung restaurant.
“Tuan sudah berbicara pada nyonya Vee?” tanya pak Ardi setengah berbisik.
“Ya … tapi endingnya justru jauh dari perkiraan!” jawab Yazza datar sembari melihat Vee.
“Maksudnya?” menyipitkan mata, “Apakah nyonya menyangkal?”
“Dia sudah mengakui semuanya!”
“Lalu, apa tanggapan anda!” pak Ardi makin penasaran.
Menatap Vee yang masih asik menonton pertunjukan, “Dia menangis, mendekap ku erat dan menghibur kesedihanku!”
Mengernyitkan dahi, “Apa? Apa saya tidak salah dengar?”
“Bahkan dia mengakui semua kesalahan dengan sangat jujur tanpa ada yang dia tutupi, mulai dari pertama kisah itu terjadi, sampai kemarin ketika dia pergi ke pesisir!”
“Shhh! Apa karena sudah ketangkap basah, lalu nyonya Vee terpaksa mengakui semua?” pak Ardi sama herannya.
“Aku juga terkejut dengan tingkahnya! Jika dia benar-benar hanya berakting, rasanya tidak mungkin dia akan berakting menjadi orang lemah. Sama sekali tidak sesuai dengan karakternya!”
“Yang tuan katakan ada benarnya! Nyonya Vee tidak mungkin menjilat dengan cara seperti itu! Maaf sebelumnya, nyonya Vee begitu tidak menyukai anda … jika dia berselingkuh untuk membuat anda membenci dan menjauhinya, dia tidak akan mungkin melakukan hal yang anda katakan tadi!”
Yazza menyipitkan mata, “Aku menduga, dia juga sedang patah hati!”
“Hah? Patah hati?”
Mengangguk, “Hmmm! Coba cari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia sepertinya sangat kecewa dan begitu membenci Daniel untuk saat ini!”
Melihat ke arah Vee, “Baik tuan!”
Tersenyum, “Meski jalannya terjal dan arusnya sangat deras. Takdir tetap saja tidak mengijinkan kita untuk berpisah semudah itu!”
Pelayan yang sedari tadi pura-pura menyetok desert di meja belakang Yazza, diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka.
Berkali-kali dia merapikan kumis palsu yang membuatnya merasa tidak nyaman.
“Ssttt! Jangan hanya berdiam di sini!” desis pelayan lain yang baru saja datang menghampirinya.
“Tidakkah mereka terlihat seperti tidak ada masalah?” tanya pelayan berkumis.
Mengangkat bahu, “Pergi ke dapur, aku akan berganti jaga di sini!”
Pria berkumis mengangguk, “Ku serahkan sisanya padamu!” menepuk pelan punggung temannya.
Pesulap pria dengan topi hitam panjang mulai maju mencari salah satu audience yang akan diajak naik panggung.
Yve antusias bertepuk tangan berdiri di depan Vee.
Pesulap tertarik melihat kearahnya dan langsung mengajak anak itu naik ke panggung.
Kek Gio dan Vee bertepuk tangan melihat ke arah Yve.
Yazza mendekat duduk di sebelah Vee, “Ngapain sih!” dengus nya mencibir.
“Itu lagi audisi memasak!” cibir Vee, “Ya sulap lah … haiz!”
__ADS_1
Mencibir, “Cih! Kayak tidak pernah melihat hiburan saja! Masa kecilmu kurang bahagia?”
“Nah, itu tahu! Yatim piatu sepertiku hanya tahu bagaimana cara cari uang untuk makan besok harinya!” jawab Vee santai.
Yazza menghempaskan nafas panjang, “Sepertinya aku salah bicara lagi!” dia sendiri yang justru tidak enak hati setelah mengucapkannya.
“Adik cantik, namanya siapa?” tanya pesulap.
“Yve!”
“Wah, nama yang bagus. Tepuk tangan dulu dong buat princess Yve!”
Semua orang bertepuk tangan.
“Yve, bisa ajak satu orang lagi naik ke sini?” tanya pesulap.
Yve berisyarat agar pesulap menunduk, Yve membisikan sesuatu pada pesulap itu.
Tersenyum mengangguk-angguk, “Papa Yazza! Mana papa Yazza?”
Dengan gerakan lucu, pesulap itu seolah melihat ke seluruh sudut ruangan untuk mencari orang yang Yve sebutkan.
Vee langsung menatap Yazza yang terkejut karena namanya di mention.
“Heh, maju sana!” Vee cengengesan.
“MAJU!”
“MAJU!”
“MAJU!” sorak pengunjung yang lain.
“Apaan sih! Malu-maluin saja deh,” membuang muka, menutup dengan sebelah tangan.
Yazza meringis tidak bisa membantah lagi, “Iya-iya! Astaga sungguh menyesal sekali aku datang!” gerutunya sambil berdiri.
Vee memberikan jempol pada kek Gio sembari cekikikan geli menertawakan kekesalan Yazza.
Semua bertepuk tangan saat Yazza berjalan mendekat menuju pesulap dan Yve.
“Yeay! Ini dia! Tepuk tangan untuk papa Yazza!”
Semua orang kembali bersorak gembira.
“Hari ini kita punya pesulap kecil namanya princess Yve dan asistennya papa Yazza!”
Yazza mengernyit kesal mendengus membuang muka.
Yve bertepuk tangan dengan senyum lebar menatap papanya.
Pesulap melepas topinya, “Sekarang asisten princess Yve pegang topi ini!”
“Ayo pa pegang!” Yve bersorak antusias.
“Astaga!” melihat ke arah Vee yang ikut bersemangat menyuruhnya menurut.
Dengan terpaksa Yazza memegangi topi yang dibalik tersebut.
“Pesulap kecil princess Yve, sekarang dia akan mengambil kelinci dari dalam topi!”
“Memangnya bisa?” tanya Yve polos.
“Bisa dong?” pesulap tersenyum memberi keyakinan. “Coba princess Yve suruh asisten kamu dulu untuk mengecek, ada isinya atau tidak di dalam topi itu!”
__ADS_1
Yazza tersenyum mencemooh, “Sudah pasti sudah disembunyikan di dalam kan?” cibir Yazza.
“Coba papa cek!” suruh Yve ikut penasaran.
Yazza tersenyum mencibir memasukan tangannya ke dalam topi, “Kok tidak ada apa-apa?” Yazza membalikan topi menggoyang-goyangkan.
Tidak ada sesuatu yang jatuh.
“Nah kosong kan?” pesulap tersenyum pongah, “Sekarang coba princess Yve ambil kelincinya!”
“Papa sini topinya!”
Yazza menyodorkan lebih dekat.
Yve mulai memasukan tangan.
Senyumnya mengembang saat merasakan sesuatu yang lembut dari dalam topi.
“Pasti tidak ada apa-apa!” cibir Yazza.
Yve mengangkat kelinci dari dalam topi, “Pa Yve bisa sulap!” tersenyum berjingkrak kegirangan.
Sorak tepuk tangan kembali bergema.
Yazza kembali mengernyit sambil memeriksa isi topi, “Aneh sekali!”
“Woah, tepuk tangan untuk pesulap cilik kita! Princess Yve dan asistennya papa Yazza!”
Vee tersenyum lepas melihat keduanya.
Mengambil topi dari tangan Yazza dan kembali memakainya, “Pegang ini!” memberikan ranting kecil.
Yazza hanya menurut, dia sebenarnya masih penasaran. Bagaimana bisa ada kelinci dari dalam topi. Padahal dia yakin, dia tidak menemukan apapun saat memeriksanya tadi.
“Princess Yve percaya tidak jika papa Yazza juga bisa sulap?”
Yve menggeleng, “Tidak mungkin!”
“Bisa!” pesulap tersenyum sambil menutup tongkat dengan sapu tangan.
“Lihat ini!”
Pesulap kembali menarik sapu tangannya dan ranting di tangan Yazza berubah jadi setangkai bunga mawar merah yang masih segar.
“Wah!” Yve terkagum.
“Hah?” Yazza membelalakkan mata, sambil celingukan mencari apakah ranting yang dia pegang tadi masih ada atau tidak.
Mengambil mawar dari pegangan Yazza lalu memberikan pada Yve, “Ini hadiah karena princess Yve sudah membantu om melakukan pertunjukan hari ini!”
“Terima kasih om pesulap!” Yve tersenyum menggandeng papanya.
Yazza terkejut saat tangan kecil Yve menyentuh tangannya.
Perasaan hangat ini lagi!
Gumam Yazza dalam hati sambil melihat Yve yang masih tersenyum riang memegangi setangkai mawar sembari menciuminya.
Perlahan tanpa dia sadari, senyum di bibirnya ikut mengembang tipis.
...-@,@- To Be Continue -@,@-...
...>))))> ' ' <((((<...
__ADS_1