RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
KISAH IKAN, KATAK & ULAR


__ADS_3

Yazza tersenyum licik melihat kepanikan Vee saat ini.


Dengan santai dia mengalihkan pandangan, melihat ke arah paman Mail, “Meninggalkan tamu di saat ini ... bukankah akan menimbulkan pertanyaan?”


Vee menarik nafas panjang memejamkan mata, “Apa yang sedang anda mainkan kali ini!” desisnya lirih.


“Justru aku ingin bertanya, apa yang sebenarnya sudah kamu mainkan ini?”


Paman Mail berdiri dengan susah payah, “Ah Vee … paman sudah berbicara dengan pria ini. Dia cukup bertanggung jawab … aku sudah bisa menilainya!”


“Selamat berakting kembali!” desis Yazza tersenyum berjalan ke meja makan, “Ah iya … silahkan sambil duduk saja ngobrolnya!” ucap Yazza kepada paman Mail, seolah benar-benar mendalami perannya.


“Ah, terimakasih!” paman Mail mengangguk.


“Yve mau dekat kakek!” menggandeng tangan paman Mail.


“Hahaha! Tentu!” terkekeh mengajak Yve duduk di kursi.


Meja sudah penuh dengan makanan pembuka yang berputar otomatis di atas meja bulat besar di hadapan mereka berempat.



Dua orang pelayan berdiri standby di dekat pintu.


Sementara seorang koki pria dibantu asistennya tengah memasak tepat di samping mereka.


Pak Ardi sepertinya menunggu di luar.


Pertunjukan memasak yang menakjubkan membuat Yve dan paman Mail cukup antusias melihat dengan penuh kekaguman.



Yazza terus melihat Vee, tersenyum puas mengejeknya.


Sengaja membuat Vee semakin gelisah dan tidak tenang.


Bertanggung jawab paman Mail bilang?


Cuih!


Vee bergumam dalam hati sembari membuang muka.


Dia sudah tahu tentang siapa aku sebenarnya?


Haiz!


Kenapa menjadi seperti ini.


Bagaimana dengan nasib Yve setelah ini?


Apa ini ada kaitannya dengan perubahan sikapnya itu?


Vee memejamkan mata menarik nafas panjang.


Tentu saja hal ini membuatnya tidak nyaman.


Aku harus bisa tenang!


Apapun yang akan terjadi setelah ini, aku pastikan Yve akan baik-baik saja!


Yazza kembali tersenyum sinis melihat Vee yang tengah memejamkan mata.


Kita lihat saja, seberapa jauh kamu akan bisa bertahan dengan keangkuhan itu setelah ini!


Ucap Yazza dalam hati.


“Oh iya …,” melihat kearah Vee, “kamu tidak ada rencana kembali ke pesisir terlebih dahulu sebelum menikah?” paman Mail bertanya.


Seketika, Vee langsung membuka mata lebar-lebar menoleh ke arah paman Mail dengan dahi mengerut “Menikah?” mendengus terkejut.


“Pria ini sudah meyakinkan aku bahwa dia akan memperbaiki segalanya dengan kesungguhan!”


“Apa?” protes Vee tidak bisa banyak berkata-kata.


Yazza tersenyum, “Semua sudah direncanakan!”


Menoleh menatap Yazza dengan tatapan tajam.


Hatinya kembali di penuhi oleh amarah sekarang.


“Eh, kakek juga tahu jika mama dan papa akan menikah kembali? Kata papa kita akan tinggal bersama!” sahut Yve bersemangat.


Mengelus rambut Yve, “Lihat! Putrimu begitu bahagia jika kalian bisa bersama lagi!”

__ADS_1


Vee semakin geram melihat Yazza yang hanya tersenyum mencibir, menertawakan kekalahannya.



Akting?


Jadi ini maksudnya?


Ok!


Baiklah!


Vee memahami sekarang.


Seperti yang sudah dia duga sebelumnya, Yazza memang pandai sekali memanipulasi orang lain.


Paman Mail pasti sudah jatuh terjebak ke dalam buaian mulut manis Yazza!


“Sepertinya seseorang sedang bermain playing victim!” melirik Yazza.


“Apa maksudnya?” tanya paman Mail.


“Aku belum mau menikah paman!” tegas Vee.


“Jangan menunda niat baik! Takutnya malah akan berbalik menjadi karma jika menolaknya!” ujarnya menasehati.


“Paman!” rengek Vee.


“Paman lebih lega jika ada sosok laki-laki di sebelahmu ... setidaknya kamu tidak lagi berjuang seorang diri dalam membesarkan Yve!”


“Ta …-“


Belum sempat Vee menyelesaikan ucapannya, Yazza langsung menyela, “Emb, paman!”


Keduanya menoleh ke arah Yazza.


“Sudahlah …,” tersenyum menatap Yve, “tidak enak membicarakan urusan orang dewasa di hadapan anak-anak!”


Vee menyipitkan mata curiga.


Dia berubah lagi?


Kali ini apa yang akan dia mainkan?


Batinnya bertanya-tanya.


Paman Mail tersenyum, “Astaga! Benar juga!” mengelus kepala Yve yang duduk di sebelahnya.


“Yve, mau mendengar sebuah dongeng singkat?” tanya Yazza lembut.


Vee langsung menatap nanar ke arah Yazza, “Jangan sembarang berbicara sebelum kita bicarakan berdua!” desis Vee.


“Dongeng? Yve mau mendengarnya!” antusias memegang tangan kakeknya sambil tersenyum polos.


Paman Mail tersenyum mengangguk, berisyarat agar Yve duduk tenang untuk mendengarkan cerita dari papanya.


“Pak Yazza!” desis Vee mencoba menghentikannya.


Yazza tersenyum melirik, mengabaikan Vee begitu saja.


“Di hari yang cerah, dua ikan kecil berenang di tepian danau. Mereka melihat seekor katak yang melompat dari dalam air ke daratan. Kedua ikan itu menjadi sangat penasaran, bagaimana rasanya hidup di daratan. Lalu, tebak apa yang kedua ikan itu lakukan setelahnya?”



“Ikut melompat ke daratan?” tebak Yve.


“Haiz … ikan itu akan mati jika tidak terkena air!” paman Mail membantah Yve, “Kedua ikan itu pasti kembali ke tengah danau!”


“Ah benar juga. Ikan itu hidup di air!” Yve menggaruk kepalanya, “Jadi, apa yang terjadi selanjutnya Pa?”


“Mama menggoreng kedua ikan itu dan tamat!” sahut Vee.



Yazza mendengus terkekeh.


“Ma!” protes Yve memicingkan mata kesal.


“Mama hanya bercanda!” Yazza tersenyum menatap Vee.


Vee membuang muka kesal.


“Salah satu diantara mereka menemui katak, dia bertanya ‘bagaimana caranya bisa bertahan di daratan?’ Lalu katak menjawab, ‘kamu harus menjadi seperti aku!’ Dan ikan itu kembali bertanya, ‘tapi aku ini ikan? Bagaimana bisa menjadi katak?’ Apa menurutmu ikan itu bisa menjadi katak?”

__ADS_1


“Tentu saja tidak!” jawab Yve.


Pak Mail mengangguk-angguk sambil merangkul Yve dengan sebelah tangan.


“Cih! Diaman bagusnya cerita itu!” cibir Vee.


“Tapi ikan itu berhasil menjadi katak!” tegas Yazza.



“Hah bagaimana bisa?” tanya Yve.


“Ada sebuah keajaiban. Tapi, ada kisah menyedihkan sebelumnya.”


Yve terlihat semakin menyipitkan mata.


“Saat ikan itu kembali, seekor ular baru saja keluar dari rumahnya. Lalu dia tergesa masuk, dan dia menemukan temannya sudah mati di sana!”



“Yazza!” tegur Vee.


“Ma! Jangan memotong, aku penasaran kelanjutannya!” protes Vee.


“Cih! Benar … mamamu itu sangat menyebalkan!” lanjut paman Mail.


“Cih!” Vee kembali membuang muka.


“Ikan itu tahu ular pasti yang sudah membunuh temannya, itu membuat si ikan sangat membenci ular. Temannya yang mati itu meninggalkan peri kecil yang akan terus mengikutinya.”



“Peri kecil?”


Yazza mengangguk, “ Benar! Dan peri itulah yang mengubah ikan menjadi seekor katak.”


“Wuah! Teman ikan yang mati pasti sangat menyayangi temannya sampai mau memberikan peri kecil itu kepada temannya.” Yve mendongak tersenyum menatap paman Mail.


Paman Mail ikut tersenyum mengelus dahi Yve.


“Dengan identitas barunya, dia kembali menemui katak. Katak itu tampak bahagia karena ikan sudah menjadi seperti dirinya. Dan mereka berpikir, mereka akan bisa hidup bersama mulai saat itu. Tapi ….” wajah Yazza seolah muram.


Menyipitkan mata, “Tapi apa Pa?”


“Ular yang telah membunuh teman ikan datang lagi. Kali ini dia juga mau membunuh katak teman baru si ikan … kamu tahu alasannya?”



Yve menggeleng dengan raut wajah muram.


“Ular itu ternyata jatuh cinta kepada ikan kecil. Tapi dia marah karena ikan malah lebih memilih menjadi katak. Lalu ular meminta peri kecil untuk mengubah ikan menjadi ular saja. Si ular berjanji, tidak akan pernah meninggalkan ikan. Dia berkata, akan melindungi dan merawatnya dengan baik. Dan akhirnya mereka bahagia hidup bersama selamanya!” tersenyum menatap sinis ke arah Vee.


Tunggu!


Apa-apaan ini!


Kenapa ceritanya tidak asing!


Protes Vee dalam hati.


Yve dan paman Mail bertepuk tangan. Keduanya tertawa cekikikan bersama.


Vee justru semakin geram mendengus menatap Yazza dengan rahang yang mengeras.


“Itu cerita yang bagus Pa!” Yve bersemangat.


“Kakek juga belum pernah mendengar ada cerita sebagus itu sebelumnya.” Pak Mail terkekeh.


Sudah kuduga!


Yazza memang sengaja ingin membuatku kesal!


Jika kedua ikan itu aku dan Yunna, dan peri kecilnya Yve, tentu sudah pasti ular itu adalah Yazza.


Tapi ….


Siapa katak yang dia maksud itu?


Vee menghela nafas panjang.


Memalingkan wajah bertanya-tanya dalam hati.


...-@,@- To Be Continue -@,@-...

__ADS_1


...>))))> ' ' <((((<...


__ADS_2