
Tisya sudah berada di ruang VIP restaurant Italy ketika Mr. X datang membawa setumpuk file di tangannya malam itu.
“Dimana pria dari Pesisir itu?” tanya Mr. X memutar bola matanya ke seluruh sudut ruangan.
“Aku pikir dia akan datang bersama anda,” jawab Tisya menyipitkan mata.
“Ahh … saya menyuruh orang untuk menjemputnya tadi … saya kira mereka sudah sampai,” Mr. X duduk di dekat Tisya. “Kebetulan tadi saya mendapat telepon dari ayahnya di Pesisir … dia mengirimkan file-file ini,” memberikan tumpukan file dan sebuah hard disc.
“Apa ini?”
“Data-data kriminal dan kejahatan delapan tahun yang lalu … bukankah ini yang anda inginkan?”
“Ahh … benar! Lumayan cepat juga kerja mereka!”
“Ya … kurasa kita punya banyak PR setelah ini!”
“Sepertinya kita bisa menyelidikinya berdua tanpa harus melibatkan kakakku!”
“Yeah … masih banyak hal yang harus beliau pikirkan … sebaiknya memang tidak usah membuat nyonya Tasya sibuk pada hal yang bisa kita kerjakan!”
Tisya tersenyum mengelus tumpukan file, “Aku jadi penasaran … apakah wanita dari kediaman Yazza itu akan datang atau tidak?”
“Seperti yang sudah pak Hirza tegaskan … datang atau tidak … kita harus tetap menunggu di sini!”
“Orang macam apa dia itu?” gumam Tisya menerawang jauh ke depan.
...***...
Vee tengah fokus mengawasi rekaman CCTV ketika Yazza tiba-tiba masuk dengan wajah garangnya.
“Hya … mengagetkanku saja!” protes Vee sembari menutup laptopnya.
Melihat kepanikan yang Vee tunjukan, tentu membuat Yazza menyipitkan mata curiga.
“Kali ini apa lagi yang kamu sembunyikan dariku?” hardik Yazza bertolak pinggang.
“Apa?” Vee mengangkat bahu dengan wajah sok polosnya. “Aku hanya sedang menonton drama!”
“Lalu … kenapa benar-benar menemui pak Hirza? Aku pikir kamu hanya bercanda!”
“Haiz … pasti pak Karno sudah melaporkan padamu!”
“Hya! Maksudmu apa? Kamu mau menemuinya diam-diam?”
“Tidak! Bukan begitu!”
“Bukan begitu gimana!” sahut Yazza meninggikan nada, “Nyatanya kamu menemuinya kan?”
“Hya … itu tidak sengaja! Aku juga tidak tahu kalau dia akan datang!” sangkal Vee.
“Halah! Itu alasan kamu saja kan?”
“Ckk! Kenapa tidak kamu tanyakan pada Leo saja? Dia yang datang bersama senior buaya!”
“Leo?” ulang Yazza menyipitkan mata.
__ADS_1
Upss!
Sontak Vee langsung menutup mulutnya setelah kelepasan bicara.
“Aku kira pak Karno juga sudah menceritakannya!”
“Tunggu … apa-apaan ini sih? Pak Karno hanya menceritakan kamu bertemu Hirza dan Berli … kenapa bisa ada Leo?”
“Astaga! Aku dalam masalah!” gumam Vee menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Hya … aku sedang bertanya padamu! Urusan apa ada Leo juga di sana?”
“Ckk … oke deh oke! Aku akan jujur!” ucap Vee memanyunkan bibirnya.
“Kamu masih tidak menyerah mendukung kedekatan Leo dengan wanita yang kamu bilang sudah jadi sahabatmu itu?”
“Keduanya saling menyayangi satu sama lain!”
Yazza duduk di sebelah istrinya, “Hya … aku sudah mengatakan sebelumnya! Leo sudah di jodohkan dengan keponakan Mr. Bald!”
“Lalu apa kamu tega melihat keponakan Mr. Bald menderita karena pria yang akan bersanding dengannya ternyata mencintai wanita lain?”
“Cinta bisa datang dengan seiring waktu kan?”
“Pernikahan mereka akan hancur! Aku memang baru mengenal Leo … tapi aku tahu … dia pria yang bisa memegang omongannya sendiri. Ketika dia bilang padaku kalau dia terpaksa dan tidak bisa menolak … aku langsung tahu suatu hal, sesuatu yang terus di paksa ... bukannya akan semakin baik, tapi justru akan menghancurkan keduanya!”
“Vee …-“
“Yazza please … biarkan Leo memilih pilihan hatinya sendiri! Jangan lagi memaksa dia untuk mengikuti keinginan yang bertentangan dengan nuraninya! Ditekan batu masih bisa di singkirkan dengan mudah … tapi tekanan batin … harus bagaimana untuk menyingkirkannya?”
“Kalau begitu … ijinkan aku yang bicara padanya!”
“Vee! Bisa tidak sih … kamu tidak usah melibatkan diri dari masalah?”
“Ini bukan masalah yang yang berbahaya! Ini menyangkut perasaan tiga hati yang berbeda … Mr. Bald pasti juga tidak ingin kalau keponakannya menderita batin karena urusan rumah tangga yang di paksakan kan?”
“Kamu ini keras kepala sekali sih!”
“Itu karena aku belajar darimu!”
“Hya … aku tidak tahu lagi harus bagaimana untuk melarang mu!”
“Hmph … ya sudah! Akui saja kekalahan mu … jika kamu tidak mau ikut campur, biar aku yang menyelesaikannya!”
“Tapi dengan Berli? Sama saja kamu menjerumuskan Leo!”
“Hya … dia mantanmu … kamu bertahun-tahun bersamanya … seharusnya kamu tahu betul, mana karakter aslinya!”
Yazza hanya bisa terdiam menghempaskan nafas panjang menatap istrinya tanpa bisa berkata-kata lagi.
...***...
Kediaman keluarga Paradise.
Ozzy dan Hans sibuk mengoperasikan computer untuk mencoba meretas data CCTV di ruang Kepala Sekolah.
__ADS_1
“Mas … ini sulit sekali!” ucap Hans frustasi.
“Rasanya sedang melawan team Bayangan Mata!” lanjut Ozzy berkomentar.
Hirza menghempaskan nafas, bersandar di punggung sofa, “Bayangan Mata? Apa mungkin paman Margo menyewa mereka?”
“Itu adalah kemungkinan yang paling masuk akal! Sejauh ini … memangnya siapa yang bisa melawan team Bayangan Mata?” Ozzy mengangkat kedua tangannya, “Aku menyerah!”
Hans ikut mengangkat kedua tangannya, “Kurasa kita sedang melawan mode last boss yang tidak ada celah sedikitpun!”
“Jika paman Margo sudah turun tangan … bagaimana mungkin dia akan setengah-setengah!” Hirza menyilangkan tangan di perut.
“Mas tidak berniat membuat janji untuk bertemu dengannya?”
Hirza menggelengkan kepala, “Aku mengurungkan niat … tadinya aku terpancing untuk menemui beliau! Tapi setelah aku pikir-pikir … sepertinya dia memang sengaja supaya aku kesal dan ingin bertemu dengannya!”
“Lalu … apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Hans ikut menyandarkan punggung ke sofa.
“Kita ikuti saja dulu alurnya … aku ingin tahu … kemana paman Margo mencoba menggiring kita!”
“Aku akan memikirkan cara agar bisa mengirim kode rahasia ke Kepala Sekolah,” tegas Ozzy cukup percaya diri.
“Hati-hati saja! Sepertinya dia di awasi 24 jam!” Hirza mengingatkan.
“Kalau begitu … aku akan mencari celah dari para pengawas ini terlebih dahulu!”
“Aku menduga … dia akan membuat ulah yang lebih parah lagi setelah ini. Mengigat … aku tidak segera meminta jadwal untuk menemuinya setelah dia mencoba menyandera orang-orang ku!”
“Entah apa tujuan beliau … sepertinya kita tidak membuat masalah!” komentar Hans mengangkat bahu.
“Eh iya … aku jadi teringat sesuatu,” Ozzy menyela.
“Apa?”
“Tentang gadis psikopat itu … seharusnya dia sudah menemui orang-orang Strom saat ini!”
Hans mengernyitkan dahi, “Jadi dia memutuskan untuk datang?”
“Jika gadis ini cerdas … aku yakin dia pasti akan datang!” ucap Ozzy tersenyum pongah.
...***...
Dania tampak gelisah berdiri di depan pintu VIP room restaurant Italy.
Antara ragu dan takut, berkali-kali dia menunjukan gerakan hendak membuka pintu tapi urung kembali.
Begitu aku melangkahkan kaki ke dalam … itu artinya aku akan hidup di jalan yang jauh berbeda dari sebelumnya!
Sekali masuk … pasti akan sulit untuk keluar!
Apa aku siap jika harus masuk dalam dunia gelap ini?
...-@,@- To Be Continue -@,@-...
...>))))> ' ' <((((<...
__ADS_1