RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
PUSAT PERHATIAN


__ADS_3


Bagi Yazza, kebaikan yang Vee berikan akan selalu di ikuti sebuah penawaran.


Rasanya sudah tidak mengherankan lagi.


Vee masih menyilangkan tangan di perut dengan senyum angkuh.


“Tidak akan aku katakan karena hasilnya juga masih belum pasti!”


“Cih!” Yazza membuang muka.


“Jaminan bisnis kita kali ini tergantung dari hasil akhirnya nanti. Jika aku berhasil, aku akan meminta bayaran darimu … tapi jika memang tidak berhasil, aku tidak akan meminta apa-apa!”


“Bukankah kamu sangat percaya diri jika akan berhasil tadi?”


“Kita akan tetap online bersama dalam voice call nantinya … aku akan mendengarkan kamu dan aku akan menyuarakannya!”


“Hya … apa bedanya? Sama saja aku juga yang harus menyelesaikan!”


“Itu karena kamu meragukan aku! Jika kamu percaya padaku seratus persen, tidak perlu voice call kok!” memicingkan mata.


“Oke, kita akan voice call nanti!”


“Jadi kamu sudah setuju jika aku datang atas namamu?” tersenyum menang.


“Ya,” jawab Yazza singkat membuang muka.


Vee menepuk kedua telapak tangannya sekali.


 


Dia tersenyum langsung menuju ke toilet.


“Aku akan segera bersiap!”


“Emb … nyonya, ini pakaian yang sudah anda pesan tadi!” pak Ardi mengangkat tas kecil berisi pakaian kerja.


Membalikan badan menepuk kening, “Ah iya … lupa!”


“Bersemangat sekali seperti anak-anak yang hendak diajak piknik!” ejek Yazza.


Mengambil tas mencibir ke arah Yazza, “Cih!” kembali memutar arah menuju toilet.


Yazza memperhatikan.


Begitu memastikan Vee sudah masuk ke kamar mandi, barulah dia melihat ke arah pak Ardi.


“Pak Ardi!” panggil Yazza.


“Ya tuan?” berjalan mendekat.



“Pastikan dia tidak dekat dengan orang-orang G Corporation atau Nirwana!”


Pak Ardi menganggukkan kepala.


Menghempaskan nafas panjang, “Aku tebak … meski tidak akan ikut menawar, Nirwana pasti akan hadir juga! Entah itu Tasya yang turun langsung … atau Mr. X … pasti salah satu diantara mereka!”


Pak Ardi kembali mengangguk, “Saya akan menjaga nyonya Vee dengan baik! Masalahnya … saya dengar Paradise juga akan menghadiri acara ini … tiap kedatangan mereka, semua orang menjadi insecure sendiri!”


Memandang ke arah jendela, “Paradise masih seperti biasa … tidak bisa ditebak! Jika mereka tertarik dengan lahan ini juga … maka kita semua tidak akan ada kesempatan untuk menang, bahkan Nirwana tidak akan bisa membalikan keadaan jika mereka ikut menawar!”

__ADS_1


“Pak Hirza ini memang cukup sulit dimengerti … sikapnya yang sulit ditebak inilah yang membuat dia tidak memiliki saingan! Toh jikapun ingin bersaing dengannya, orang itu akan berpikir ulang untuk melawan beliau,” pak Ardi menerawang.


“Dia memang paling tidak suka ikut terlibat dalam segala bentuk persaingan … hidupnya cukup bebas! Bukankah nama Paradise memang sesuai dengan karakternya?” Yazza setengah tersenyum.


“Ya … lebih memilih tenang dan berdamai dengan segala hal!” jawab pak Ardi.


“Tidak juga!”


“Maksud tuan?”


“Bahkan jika pak Rudi saja begitu respek kepada dia … itu artinya orang itu bisa saja lebih berbahaya dari si raja hutan … atau mungkin … dialah si raja hutan yang sebenarnya!”


Pak Ardi mengerutkan kening, terdiam cukup terkejut mendengar pernyataan Yazza.


“Bagaimanapun juga … statusnya saat ini adalah pemilik Paradise!” lanjut Yazza menatap kosong ke depan.


“Kisah hidup pak Hirza memang cukup rumit! Meski ada drama pertumpahan darah, tetap tidak ada seorangpun yang berani mencibir tentang status aslinya!”


Tersenyum sinis, “Sky Light di pegang kakaknya, dan dia mewarisi Paradise begitu garis keturunan aslinya terputus … bukankah kakak beradik ini berada di atas angin sekarang? Lalu siapa yang akan berani menyinggung mereka!”


“Itu sebabnya kita semua selalu bertanya-tanya … siapa sebenarnya yang paling harus ditakuti!” pak Ardi menerawang, “Bahkan Mr. Bald sekalipun tidak pernah tahu … siapa yang memegang kendali!”


Menghempaskan nafas pajang, “Sudahlah … itu di luar ranah kita! Tidak baik jika terlalu ikut campur … hubungan kita dengan Shadow hanya sebatas bisnis!”


Pak Ardi tampak salah tingkah mendengar kalimat Yazza.


Seperti ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan.


...***...



Gedung Acara Lelang.


Tisya turun dengan anggun.


Dress merah ketat yang dia kenakan menarik banyak perhatian para pria di sana.


Gerry tersenyum langsung bergegas menghampiri.


“Tisya, long time no see!” sambut Gerry.


“Oh … lihat ini! Adik ipar kesayangan kakakku!” Tisya tersenyum santai melepas kacamata.


Tersenyum menyapa melihat Mr. X, “Terimakasih untuk bantuan kemarin!”


Melihat ke sekeliling, “Di mana peliharaan mu itu?”


Menyipitkan mata, “Peliharaan?”


“Siapa lagi memangnya yang suka memanipulasi wanita selain dirimu … dan hebatnya, para wanita itu begitu menurut sepeti hewan peliharaan!”


Gerry tersenyum mencibir, “Cih … maksudmu Berli … dia dalam masa hukuman! Tidak boleh keluar rumah!”


Tersenyum mencibir, “Agar kamu bebas menggoda wanita lain?”


“Hei … bagaimana kamu bisa menebak dengan benar!” terkekeh lepas.


Tersenyum, “Memang tidak pernah berubah!”


“Jadi … kenapa baru kembali setelah sekian lama? Padahal aku sudah membukakan jalan untuk kamu!”


“Bahkan jika jalan itu sudah kamu buka … aku masih tidak bisa masuk ke dalam hatinya!” tersenyum tipis.

__ADS_1


“Cih … aku pikir dia sangat patah hati dan menutup diri karena Berli … ternyata aku salah! Ada wanita lain yang ternyata membuatnya bertahan sampai begitunya!”


“Kurasa Berli yang lebih putus asa sekarang! Dia merasa mendapat banyak cinta … tapi ternyata dugaannya salah!”


Tersenyum mencibir, “Entah apa yang dia pikirkan … dia memang sangat berniat sekali membuat wanita baru milik Yazza menjadi sengsara!”


Mencibir, “Bahkan wanita itu mampu membuat bawahanku masuk penjara!”


“Tenang saja … wanita itu akan membayar semuanya! Bukankah kita memang dilahirkan untuk menjadi pemenang!” Gerry optimis.


Menepuk bahu Gerry, “Bebaskan gundiik mu itu dari hukuman … aku ingin melihat, ulah apa lagi yang akan dia lakukan kepada wanita itu setelah ini!” desis Tisya.


“Kamu mau membiarkan Berli berbuat onar lagi?” balas mendesis.


Tisya tersenyum tipis, “Hei … aku tahu, tujuanmu memang ingin menjatuhkan Yazza. Tapi aku sangat ingin melindunginya!”


Gerry hanya diam mendengarkan.


“Kamu mengambil Berli darinya … aku sangat berterimakasih! Wanita itu seperti benalu … aku muak sekali sebenarnya! Tapi kali ini … ada wanita lain lagi! Dan Yazza berniat untuk menikah secepatnya!” dengus Tisya putus asa.


Tersenyum sinis, “Jadi memang tidak pernah bisa move on dari pria ambisius itu?” ejek Gerry.


“Dengar … aku mengijinkan kamu menjatuhkan Yazza melalui wanita itu! Tapi jika sampai kamu menyentuh Yazza secara langsung … aku sendiri yang akan menyingkirkan kamu!”  meski terdengar lembut dan santai, nadanya penuh dengan ancaman dan penekanan di tiap kalimat yang dia ucap.


Gerry terdiam tidak bisa berkata-kata lagi.


Dia dan Tasya memang sangat mirip.


Sama-sama gemar mengintimidasi orang.


Di lobby gedung, beberapa orang sudah berkerumun.


Orang-orang seperti membentuk grup obrolan masing-masing


“Eh, lihat gadis yang bersama pak Gerry itu … hot sekali!” salah seorang pebisnis berbisik pada rekannya.


Mereka bergerombol lima orang di dekat meja yang penuh dengan gelas minuman.



“Hahaha! Pak Tio ini selalu paling cepat jika masalah cewek cantik!” goda pak Doni.


“Ah … kita ini pria! Normal jika terperangah melihat yang begituan!” pak Joko membela.


“Bukankah dia adik perempuan bu Tasya?” pak Rudi menyipitkan mata.


“Eh … bu Tasya Nirwana?” tanya pak Doni.


“Wuah … keduanya memang sama-sama cantik! Nirwana memang gudangnya bidadari!” pak Joko cekikikan.


“Eh … pak Hirza … bagaimana? Mungkin bisa dimasukan ke dalam daftar istri baru!” goda pak Tio.


Hirza hanya tersenyum, memegang gelas wine sambil melihat ke arah Tisya dan Gerry.


Di dekat keduanya, sebuah mobil berhenti.


Seorang wanita yang baru turun dari mobil membuat perhatiannya teralihkan.


Semua orang yang tadi fokus memperhatikan Tisya, langsung berubah haluan melihat kehadiran Vee.


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...

__ADS_1


__ADS_2