RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
LUKA DARI PERSAINGAN MASA LALU


__ADS_3


Yazza dan yang lain sudah berada di ruang VIP kopi shop agar lebih terjaga privasi pembicaraannya.


“Kedatanganmu ke sini … sepertinya sudah menemukan sesuatu bukan?” tanya kek Gio menyandar santai.


“Yeah … ada sebuah indikasi yang menunjukan jika teror itu ada kaitannya dengan Strom! Tapi hanya dengan bukti itu saja, polisi tidak akan langsung menerima laporannya!” Mr. Bald menatap kek Gio.


“Kenapa begitu?” tanya kek Gio menyipitkan mata.


“Si pria pembawa bom ini terus melihat ke arah lengan para tamu undangan. Kebetulan sekali seluruh keluarga Nirwana memakai pita merah,” Mr Bald menunjukkan bukti video yang sudah dia kumpulkan.


“Begitu melihat ke arah keluarga Nirwana, pria ini langsung mendongakkan kepala lalu memutar badan memunggungi mereka … seolah tidak berani mengarahkan pistol ke arah keluarga Nirwana,” pungkas Mr. Bald menjelaskan secara singkat.


“Tunggu … memakai pita dan melihat ke arah lengan?” Yazza tampak berpikir, “Bukankah itu berarti pria ini tidak mengenal tuannya?”


“Tepat sekali!” Mr. Bald menatap Yazza kali ini.


“Jika dilihat dari caranya memegang senjata, sepertinya dia memang seorang amatir,” sahut pak Karno menyelidik.


“Kenyataan bahwa pria ini tidak ada identitas dan tidak punya keluarga, bukankah sudah membuktikan jika dia adalah gelandangan yang asal di ambil dari jalanan?” Mr. Bald mendukung pendapat pak Karno.


“Meskipun seorang gelandangan … apa mungkin dia mau melakukan misi bunuh diri seperti itu?” tanya Leo penasaran.


“Nah … itu yang masih belum aku mengerti,” Mr. Bald menoleh ke arah pak Ardi, “Mr. X ini cukup misterius … bahkan orang-orang Strom tidak menyebutkan nama aslinya! Apa anda tahu sesuatu tentang dirinya?”


Pak Adri menggelengkan kepala, “Maaf … saya tidak tahu!”


“Semua orang bergosip jika dia adalah asset paling berharga di dalam Strom. Bahkan pak Rudi sendiri sangat menyukai kinerjanya. Tapi aku tidak pernah tahu, jika dia memiliki kemampuan untuk mencuci otak seseorang!” Mr. Bald tampak menerawang.


“Atau mungkin mereka memiliki orang baru yang berkemampuan seperti itu?” tebak pak Ardi.


Yazza tersenyum mendengus, “Yang jelas bukan Gerry!”


Kek Gio menatap pak Karno, “Apa kamu juga tidak tahu tentang Mr. X ini?”


Pak Karno menggeleng, “Saya tidak tahu banyak tentangnya. Yang saya tahu, dia dibesarkan oleh ayahnya Tasya. Sudah sejak lama Mr. X ini mengabdi menjaga kedua putri pewaris Strom!”

__ADS_1


Mr. Bald tersenyum menatap pak Karno, “Mantan ketua Bayangan Mata memang tahu banyak hal!”


Pak Karno tersenyum, “Jangan memuji seperti itu … kita semua tahu, dari masa awal-awal kejayaan Shadow, kamulah yang paling mencolok di antara kita semua.”


“Aku selalu iri kepada pak Karno yang masih terus bisa menjaga tuan Gio dari jarak dekat!” ucap Mr. Bald muram.


“Hya … bukan saatnya untuk nostalgia!” kek Gio mencibir, “Aku masih sangat penasaran dengan Mr. X ini! Perannya di Strom sepertinya bukan main-main!”


“Maaf tuan … tapi hanya sedikit kisah masa lalunya yang saya ketahui! Mr. X ini memang menyimpan banyak misteri, itulah kenapa namanya adalah ‘X’, julukan yang tepat untuknya!”


“Ahh … jadi dia seperti anak yang tadi datang?” kek Gio mengingat Hans, “Bukankah anak itu juga anak pungut yang dibesarkan Paradise lalu menjadi harta yang berharga di sana?”


“Yeah! Dia memang masih remaja, tapi Hirza sudah melibatkannya dalam banyak hal! Anak itu tidak bisa dianggap remeh,” sahut Yazza menjawab.


“Maksud tuan, adik angkat pak Hirza tadi?” tanya Mr. Bald.


Kek Gio mengangguk lalu menoleh menatap Yazza, “Sebaiknya jangan biarkan Yve terlalu dekat dengan mereka! Meskipun tampaknya mereka terlihat tenang dan tidak membahayakan, tapi orang dibalik mereka adalah orang yang paling berbahaya!”


“Aku sedang memikirkan tentang itu … kakek tidak perlu khawatir! Yang jadi masalah sekarang … bagaimana cara kita menghentikan teror dari Strom,” Yazza menghempaskan nafas panjang, “aku takut … jika dalam kasus ini polisi tidak bisa mengungkapkan dalang yang sebenarnya … Strom akan semakin besar kepala dan akan melakukan teror-teror selanjutnya!”


“Itu juga yang saya pikirkan!” sahut Mr. Bald.


“Kek, setelah melalui pertimbangan yang berat, Yazza mungkin akan mempertimbangkan kembali penawaran dari Hirza!”


Kek Gio langsung menoleh menatap tajam ke arah cucunya, “Tidak!” sentaknya.


“Apa kamu sudah hilang akal? Kamu lupa, alasan kenapa kakek membawamu keluar dari dunia itu? Kedua orang tuamu sudah menjadi korban! Kakek tidak mau kejadian seperti itu terulang kembali!”


“Tuan besar! Anda jangan marah … kita memang tidak punya pilihan lain selain menjadikan tuan Yazza sebagai ketua Shadow!” Mr. Bald membujuk.


“Apa yang kamu katakan!” sentak kek Gio dengan nada tinggi.


“Aku sudah bilang padamu … jangan pernah melibatkan diri lagi dengan kami! Tapi kenapa kamu tetap saja diam-diam selalu melindungi Yazza? Jika saja kamu tidak dekat dengan anak itu, mereka mungkin tidak akan membuat Yazza berada di posisi seperti ini lagi!” tegas kek Gio geram.


Mr. Bald tampak tertunduk merasa bersalah. Dia tidak berani membantah ataupun mendebat mantan atasannya.


“Kek … ini dunia bisnis yang sangat besar! Tanpa Mr. Bald dan anak buahnya, mungkin sudah sejak lama Teratai Putih dijatuhkan oleh para pesaing-pesaing bisnisku!” Yazza menyela, mencoba membela Mr. Bald.

__ADS_1


Semua orang tampak terdiam, tidak ada yang berani bersuara.


“Tolong kek … dalam hal ini … jangan pernah lagi menyalahkan Mr. Bald,” pungkas Yazza memohon.


“Sekarang kamu sudah memiliki keluarga kecilmu sendiri. Apa kamu tidak pernah memikirkan tentang mereka?” tanya kek Gio.


“Justru aku memikirkan tentang keselamatan mereka! Aku tidak mau jika dia mengalami kejadian seperti ini lagi! Bukankah sesama anggota di bawah naungan Paradise tidak boleh menyerang satu sama lain? Paling tidak … aku bisa melindungi mereka dengan pasal peraturan itu!”


“Itu tidak bisa menjamin keselamatan mereka! Kenyataannya … orang tuamu saja harus menjadi korban kelicikan sesama anggota bukan?” kek Gio meninggikan nada.


“Tuan besar! Kejadian itu hanyalah sebuah keberuntungan dari rencana jahat! Jika saja alam tidak mendukung … mereka semua pasti tidak akan meninggal! Ombak besar lah yang sudah menewaskan mereka,” kali ini Mr. Bald memberanikan diri untuk ikut angkat suara.


Kek Gio mendengus mencibir, “Cuih … lalu apa aku harus tetap pura-pura melupakan tentang suruhan Sky Light yang dengan sengaja melubangi kapal?” berdiri bertolak pinggang, “Kita tidak akan pernah mendapatkan keadilan meski menuntutnya sekarang! Kalian tahu kenapa? Karena Sky Light sudah benar-benar bersinar terang sampai sangat menyilaukan di atas surge sana!”


Yazza ikut berdiri, “Tunggu! Apa maksud kakek?”


“Kamu pernah bertanya bukan? Siapa yang sudah melenyapkan orangtuamu?” mendengus, “Yeah … orang itu adalah ayah dari pak Rudi dan pak Hirza! Mereka iri karena keluarga Paradise lebih melihat ke Shadow, bahkan sampai berniat menjodohkan mu dengan anak tunggal pemilik Paradise!”


“Sky Light merasa terancam dan merencanakan kejahatan itu,” kek Gio sangat kesal kali ini, “Asal kamu tahu … meskipun kedua pria ini tidak terlibat dengan kejahatan orang tuanya … tapi kamu harus cerdas untuk bisa berpikir dengan jelas … selicik apa keluarga Sky Light itu!”


“Terlebih … salah satu diantara mereka sudah benar-benar memegang Paradise sekarang! Tidak tahu mana yang boneka dan mana yang sebenarnya memimpin … tapi kita semua tahu, hubungan keduanya sangat dekat … sampai kita sendiri pun bingung … kita ini di bawah Paradise atau Sky Light?” pungkas kek Gio.


Kaki Yazza terasa lemas mendengarkan kenyataan itu, “Apa?” suaranya lemah.


Tubuhnya terhuyung ke belakang, terduduk lemas di kursi sofa.


Kek Gio menatap Yazza tajam, “Apa kamu sudah siap tunduk di bawah kaki mereka? Mengingat jika mereka adalah keturunan orang yang sudah membunuh kedua orangtuamu saja … aku sudah merasa sangat jijik!


Yazza tampak terdiam tanpa kata-kata.


Raut kepedihan memenuhi wajahnya.


Matanya berkaca-kaca setelah mengingat kembali tentang kedua orang tuanya.


Kek Gio menghempaskan nafas panjang, menenangkan dirinya sendiri, “Sekarang … apa kamu masih berpikir untuk tetap mau menuruti saran dari pak Hirza?”


...-@,@- To Be Continue -@,@-...

__ADS_1


...>))))> ' ' <((((<...


__ADS_2