RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
GERTAKAN & ADRENALIN


__ADS_3

Melihat respon yang Daniel tunjukkan membuat Yazza mendengus membuang muka.


“Apa yang ingin anda jelaskan? Bukankah semakin anda menjelaskan kebenarannya, akan semakin menunjukkan betapa bodohnya anda?” cibirnya tanpa melihat ke arah Daniel.


“Pak Yazza …-”


“Anda pengusaha yang cukup bersinar saat ini,” sahut Yazza memotong. “Lulusan luar negeri dan memiliki karakter yang dikagumi para pebisnis senior lainnya. Tapi sayang, anda tidak cerdas dalam menjalin hubungan!” Menatap Daniel tajam, “Jika sampai berita perselingkuhan kalian tersebar, bukankah karir anda akan hancur dalam sekejap?”


Daniel tampak tidak bisa berkata-kata di hadapan Yazza kali ini.


“Bukan hanya masa depan anda, tapi Vee juga akan terkena dampaknya! Tidakkah anda berpikir … betapa menderitanya Vee selama ini saat membesarkan anak seorang diri tanpa adanya pendamping? Berapa banyak hinaan yang dia dengar dan berapa banyak orang yang mengecapnya sebagai wanita murahan?”


Entah kenapa, justru Daniel malah mengepalkan tangan geram begitu mendengar kalimat itu.


Apa pak Yazza tidak sadar diri?


Dialah orang yang sudah membawa semua penderitaan yang Vee alami … termasuk membesarkan putri hasil hubungan gelapnya dengan sahabat Vee.


Dia memang gemar sekali bermain playing victim!


Meski aku bukan ayah kandung Yve, aku cukup kasihan karena dia harus memiliki ayah seperti orang ini!


Yazza melirik ke arah gelang yang dia taruh di atas bangku taman.


“Gelang ini … Vee sudah membuangnya! Malam itu Vee menangis seperti orang yang sudah dikecewakan. Dan paginya, pembantu rumah saya menemukan gelang ini di taman bawah balkon kamar kami. Pembantu saya pikir, Vee tidak sengaja menjatuhkan gelangnya, dan dia memberikan ini pada saya.”


Pria itu kembali menatap Daniel.


“Vee tidak terlalu menyukai perhiasan, dan aku tidak pernah melihat dia mengenakan gelang ini. Jadi saya pikir … mungkin gelang ini memang dari anda dan Vee sudah sengaja membuangnya karena patah hati,” tutur Yazza masih dengan nada tenang tapi terdengar seperti sedang mengintimidasi.


Sepertinya Vee benar-benar kecewa saat tahu aku jalan dengan Tisya!


Tapi apa mungkin benar begitu?


Pak Yazza sudah mengetahui hubungan gelap kita, bisa saja dia yang mengancam Vee agar tidak menemui ku lagi!

__ADS_1


Orang ini penuh tipu daya dan intimidasi!


Aku tidak boleh percaya padanya!


Melihat Vee yang begitu menurut pada Yazza tadi itu, sepertinya memang benar jika Vee berada dalam tekanan saat bersamanya!


Pasti memang pak Yazza yang sudah melarang Vee untuk berbicara lagi padaku.


Termasuk membuat Vee resign dari White Purple!


“Saya dan Vee sudah resmi menjadi suami istri di mata hukum. Karena dia sudah menjadi bagian dari keluarga Gionio, aib yang sudah dia buat … sebisa mungkin saya akan menutupnya rapat-rapat! Saya tidak mau jika istri saya di cap wanita murahan yang gemar berselingkuh!” tegas Yazza membuang muka.


“Vee bukan wanita murahan!” Daniel geram membela Vee.


“Ya … saya tahu! Tapi orang-orang di luar sana, selalu melihat keburukan seseorang dari satu sisi saja! Kita yang mengenal baik Vee, tentu akan memahami situasi yang dia hadapi. Tapi tidak dengan orang di sekitar kita. Mereka belum tentu bisa menerima pemahaman yang kita percaya … karena yang mereka lihat adalah perselingkuhan … tentu Vee dan anda yang akan paling disalahkan! Itu yang saya jaga … nama baik istri saya!”


Daniel membuang muka mengatupkan bibirnya rapat-rapat.


“Anda sudah bersama Tisya sekarang. Kenapa anda masih belum juga sadar dan kembali ke jalan yang benar? Vee sudah menjadi istri orang … seharusnya anda mulai berpikir untuk merelakannya dan tidak lagi mencampuri urusan keluarga kami! Jalani saja kehidupan anda dan kami juga akan menjalani kehidupan kami!”


“Anda yakin Vee bisa bahagia saat bersama anda?” tatapan Daniel begitu tajam dan dalam.


“Karena Vee dan saya saling mencintai! Dia hanya terpaksa hidup bersama anda! Jadi jangan berbicara tentang menjalani kehidupan masing-masing!. Hidup Vee ada ditangan anda tapi kebahagiannya ada bersama saya!”


Rahang Yazza terlihat mulai mengeras, disertai kepalan tangan geram menatap tajam Daniel yang juga sama meradang nya.


“Ah benar … Vee mengikuti kemauan Yve … dia bersama anda karena Yve kan? Lihat sekarang … Yve mulai tidak menyukai anda dan malah sering datang kepada saya! Anda melarang saya menemui Yve karena takut akan hal ini kan?” cibir Daniel tersenyum sinis sengaja mengompori.


Mendengarnya, sontak membuat Yazza langsung berdiri mendengus kesal, “Sepertinya benar! Anda mendekati Yve karena maksud tertentu!”


Daniel mendongak untuk tetap menatap ke arah mata Yazza, “Anda tidak bisa terus memaksakan kehendak orang lain! Anda berbicara tentang nama baik Vee … tapi anda tidak memikirkan tentang kebahagiannya! Anda hanya bisa memaksa dan membuatnya menuruti semua kemauan anda! Apa bedanya anda dengan memelihara burung di dalam sangkar? Vee yang seharusnya bisa bebas, justru anda kekang sedemikian rupa!” Daniel mendengus mencemooh, “Cuih! Memang sih, anda akan memberikan apapun untuknya … tapi burung tetaplah burung! Apa guna sayapnya jika dia tetap tidak bisa terbang dan hanya berada di dalam kurungan?”


Tangan Yazza mengepal semakin kuat hingga otot-otot tangannya menyembul keluar.


“Ah satu lagi! Anda bilang kalian akan memeriksakan kandungan Vee? Anda yakin itu anak anda?” Daniel tersenyum sengit mengolok-olok Yazza yang terlihat semakin tidak bisa terkendali.

__ADS_1


“Saya sudah berjanji pada Vee untuk tidak menggunakan kekerasan. Jadi sebaiknya, anda jangan terus memancingnya!” geram Yazza masih berusaha menahan diri.


Daniel justru tersenyum mencemooh, “Cuih! Tentu saja Vee akan sangat marah kepada anda jika anda memukuli saya! Anda tahu kenapa? Karena Vee sangat mencintai saya!”


Dalam dengusan nafas yang mulai tidak beraturan, Yazza berusaha memejamkan mata sembari menghirup nafas dalam-dalam. Membuat dirinya sendiri menjadi lebih tenang dengan menghela nafas panjang.


Daniel tersenyum sinis melihat pertahanan Yazza, “Apakah Vee juga terlihat sangat bersemangat dan penuh dengan senyum kebahagiaan saat bercumbuu dengan anda? Atau dia justru terlihat muram dan sangat terpaksa?” tersenyum mengolok-olok, “Yang saya tahu … dia selalu tersenyum saat bercinta denganku!”


Yazza mendengus membuang muka.


Dia tidak tahan mendengarnya.


Hatinya kembali hancur, remuk luluh lantah tidak berbentuk lagi.


Kakinya sudah sangat lemas, tapi dia memaksakan diri untuk membalikan badan dan melangkah pergi.


Meski dia sangat ingin memukul dan menghajar Daniel saat itu juga, dia tetap masih memilih untuk menepati janji yang sudah dia ucapkan di hadapan Vee.


Melihat langkah gontai Yazza semakin menjauhinya, membuat Daniel langsung menghela nafas panjang yang membuatnya kesulitan bernafas.


“Apa yang baru saja aku katakan tadi!” gumam Daniel linglung akan perkataannya sendiri.


Kedua bahu lengannya turun.


Tangan dan tubuhnya mulai gemetaran.


Kegelisahan dan ketakutan langsung memenuhi relung hatinya.


Keberanian dan kemarahan yang tadi meluap, tiba-tiba saja lenyap disapu oleh kegetiran.


Seakan Yazza-lah yang sudah memicu hormone adrenaline nya.


Setelah kepergian Yazza dari hadapannya, rasa sesal barulah menyeruak begitu dahsyat.


Dan yang tersisa sekarang adalah, ketakutan.

__ADS_1


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...


__ADS_2