
Jujur, situasi ini membuat Hirza merasa sedikit canggung.
Meski dia sangat ingin dekat dengan Vee, tapi justru saat sedekat ini masih saja membuatnya merasa waspada.
Mungkin karena dia terbiasa bermain sembunyi-sembunyi saat mengawasi Vee, dan takut jika ada orang lain lagi yang mengawasi mereka.
Tentu saja dia khawatir jika kedekatannya membuat Vee berada dalam bahaya.
"Senior tidak sibuk?" tanya wanita itu menatap akrab Hirza.
Menggeleng, "Sekarang sedang fokus mengerjakan proyek dengan calon suamimu!"
Vee baru teringat, "Ah benar! Aku sempat membaca sedikit, jadi kalian memang dalam satu proyek sekarang?"
"Ada rumah sakit baru yang hendak kami bangun. Aku percaya jika pak Yazza adalah seseorang yang terbaik untuk memegang proyek ini."
"Dia sampai lembur weekend kemarin!"
"Maaf ya, jadi mengganggu quality time kalian," sesal Hirza sok polos.
Terkekeh, "Hahaha … jangan becanda! Justru karena dia sibuk, aku jadi terbebas dari celotehannya!"
Hirza tersenyum menundukkan kepala, "Lusa adalah hari bahagiamu … kamu mau hadiah apa dariku?"
"Emb, bagaimana kalau patung emas?"
Terkekeh, "Hahaha … masih saja ya!"
Vee ikut terkekeh, "Hahaha! Senior masih ingat? Waktu itu kita sedang membicarakan tentang ulang tahunku. Lalu Yunna mulai merencanakan perayaan kecil-kecilan. Senior bertanya padaku persis seperti yang senior tanyakan ini."
"Dan itu juga jawaban yang sama seperti waktu itu," sahut Hirza tersenyum menatap Vee.
Vee tersenyum, "Bagiku hadiah itu tidak penting! Yang terpenting adalah kebersamaan dan senyum semua orang!"
Hirza menatap Vee lekat, "Apa kamu sudah benar-benar siap untuk menjalani kehidupan baru bersama pak Yazza?"
Tersenyum tipis, "Semua orang pasti selalu memimpikan tentang pernikahan! Aku juga berharap, ini adalah pilihan terbaik!"
Senyum di bibir Hirza perlahan memudar dahinya mengkerut tipis.
Pria itu menyipitkan mata memegang dadaanya.
Dia bicara seperti itu … seolah dia sudah bisa menerima kehadiran Yazza!
Kenapa rasanya ada asap tebal yang seketika memenuhi rongga dadaaku!
...***...
Markas Shadow.
__ADS_1
Kek Gio berdiri bertolak pinggang menyandar rak buku dekat dinding kaca, sementara semua orang tengah duduk di sofa dalam diam.
"Aku tidak pernah berharap … akan ada pertemuan mengenai pembahasan ini!"
Yazza melihat ke arah kakeknya, "Kek sebenarnya ada apa ini?"
Kek Gio melihat Mr. Bald, "Tadi dia langsung menghubungiku saat melihatmu berada di restauran Jepang. Hanya mendengar tentang restauran Jepang saja, sudah membuatku merasa tidak tenang!"
Yazza dan pak Ardi saling bertukar pandang.
"Apa yang sedang direncanakan oleh pemimpin Paradise ini?" tanya kek Gio menatap Yazza kali ini.
"Sebelum Yazza menjawab dan menceritakan apa yang terjadi di sana … bolehkah Yazza bertanya? Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan di belakangku? Kenapa Hirza begitu ingin supaya aku masuk ke dalam bisnis gelap yang mereka jalani!"
Kek Gio dan Mr. Bald saling tatap sebelum keduanya menatap Yazza penuh makna.
"Kek, sebenarnya, kakek ini siapa? Hubungan kakek dengan Shadow … sepertinya bukan hanya sekedar hubungan antara klien terhormat dengan penyedia jasa. Bahkan jika Paradise berencana menghancurkan Strom, kenapa mereka mengadu domba dengan melibatkan Yazza di dalamnya? Bukan orang-orang Mr.Bald yang mereka targetkan? Tapi kenapa malah aku?" Yazza mulai meninggikan nada bicaranya.
Kek Gio hanya bisa menundukkan kepala.
"Aku yakin … kejadian teror pelemparan botol itu pasti memang sudah direncanakan dengan baik untuk memancing reaksi Shadow! Jika memang kakek tidak pernah sedekat itu dengan Shadow, Hirza tidak akan mungkin memilihku!" menatap kakeknya, "Jadi tolong … katakan saja kek! Cerita apa yang sudah kakek sembunyikan selama ini! Apakah ini menyangkut tentang kecelakaan kapal yang merenggut nyawa kedua orang tuaku?"
Kek Gio terkekeh menatap Yazza, “Hahaha! Kenapa kamu berpikir jauh sampai ke sana!”
Tapi hatinya bereaksi lain. Dia terkejut karena pernyataan Yazza tepat mengenai sasaran. Tapi sebisa mungkin, dia masih mencoba menyembunyikan ini dari cucunya.
“Kek … jangan pikir Yazza tidak mengingat dengan jelas kejadian waktu itu! Meski Yazza tidak mau mengingatnya, tapi air yang naik dari dek bawah kelihatan tidak wajar!” sangkal Yazza.
Senyum kek Gio pudar.
“Benar, kebocoran kapal memang disengaja. Tapi kejadian kapal terbalik dan ombak besar memang sebuah takdir yang sudah Tuhan gariskan! Kamu tidak boleh menyalahkan sepenuhnya kejadian itu terhadap orang yang berniat mencelakai kalian!”
Yazza geram, mengatupkan bibir dengan rahang mengeras sembari mengepalkan tangan, “Siapa yang sudah merencanakan kejahatan itu? Kenapa kami yang mereka incar!”
Kek Gio menghempaskan nafas panjang, mengambil tongkatnya berjalan menuju sofa, “Jika ditarik garis lurus … benang merah itu pada akhirnya akan bermuara pada kakek!” duduk di sebelah Mr. Bald.
Menyipitkan mata, “Hah … apa maksudnya?”
Menghela nafas panjang dan menghempaskan nya, “Shadow adalah batu loncatan bagi Teratai Putih untuk bisa naik dengan mulus pada waktu itu!”
“Kakek mendirikan Shadow dan mulai bergabung dengan Paradise hanya demi ketenaran dan pendapatan!”
“Kakek kira … jika sudah bergabung dengan mereka, semua akan lancar-lancar saja! Tapi kakek terlalu egois dan tidak memikirkan tentang nasib keluargaku yang juga harus dipertaruhkan!”
“Ketika Shadow mulai naik daun dan membuat para kelompok terdahulu menjadi iri, mereka mulai mengincar kita dengan cara yang halus.”
“Bagi kita semua … Paradise merupakan hukum dan hakim!”
“Jika sampai mereka menemukan bukti antar kelompok saling menghilangkan nyawa satu sama lain, mereka pasti akan turun tangan. Masalahnya … usia Shadow masih sangat muda pada waktu itu!”
“Semua orang khawatir jika kita naik semakin tinggi!”
“Oleh karena itu … kelompok lain mencoba menyingkirkan garis keturunan Shadow!”
__ADS_1
“Yeah … itu artinya adalah kamu dan kedua orangtuamu!”
“Karena Tuhan masih memberi kesempatan bagiku untuk merawatmu, kakek memutuskan untuk memutus hubungan dengan kelompok-kelompok ini!”
“Kakek sadar, uang bukanlah segalanya! Kehilangan putraku satu-satunya sudah merupakan pukulan yang menyakitkan sepanjang hidup!”
“Kakek tidak mau terus-menerus membahayakan nyawamu. Itulah kenapa kakek dan semua orang di sini mencoba menutup identitas aslimu,” pungkas kek Gio menjabarkan detail tentang masa lalunya.
“Wait! What?” Yazza mendengus mengerutkan kening.
“Yeah … kamu adalah pewaris Shadow yang sebenarnya!” kek Gio menatap Yazza datar.
Mr. Bald mengangguk-anggukan kepala membenarkan.
Yazza menjatuhkan tangan lemas, “Pantas Hirza begitu ingin aku kembali ke Shadow!” gumamnya lirih.
“Sebenarnya, apa yang terjadi dalam rapat kalian?” tanya kek Gio.
“Kami sudah menuruti permintaan Mr Bald untuk tidak mengikuti perintah pak Hirza jika dia berencana membawa kami ke tempat perkumpulan mereka! Tapi sialnya … pak Hirza memang tidak membawa kita ke sana … akan tetapi rapat itu yang dibawakan ke kami!” jawab pak Ardi.
“Maksudmu?” kek Gio mengerutkan kening.
“Di sana sudah ada layar besar yang memperlihatkan ruang rapat. Meski kami berusaha untuk menghindar, kita juga tidak bisa sembarangan meninggalkan ruangan. Takutnya … malah akan menyakiti perasaan pak Hirza! Kami terpaksa melihat dan mendengarkan isi dari pertemuan tersebut … dan yang paling mengejutkan … Paradise mengganti ketua dan tugas utama untuk Strom!”
“Hah?” kek Gio tampak terkejut.
“Ketua baru Strom adalah Gerry. Saingan terbesar tuan Yazza … seperti yang sudah kami tebak, pak Hirza pasti sudah merencanakan sesuatu di balik semua ini! Begitu rapat itu selesai, pak Hirza memberi saran supaya tuan Yazza memegang Shadow supaya aman dari ancaman Strom nantinya! Katanya beliau, hanya dengan bergabung dengan kelompok, tuan Yazza bisa terhindar dari bahayanya teror Strom,” jelas pak Ardi.
Mengepalkan tangan, memukul lengan sofa, “Sialaan! Pemimpin baru Paradise ini sepertinya memang selicik ayahnya! Dia menempatkan Yazza pada posisi tersudutkan seperti ini! Tapi kenapa dia begitu ingin menyeret Yazza kembali ke dunia gelap?” kek Gio menerawang.
Mr. Bald mengelus punggung kek Gio, “Teratai Putih kembali bersinar terang saat tuan Yazza mengambil alih. Tentu mereka tidak akan melepaskan dengan mudah … perusahaan yang kira-kira bisa menguntungkan bagi mereka, harus berada di bawah kaki mereka! Bukankah tuan Yazza adalah target yang paling dicari? Sebelum menjadi perebutan bagi kelompok-kelompok lain, menurut saya … memang lebih tepat jika tuan Yazza kembali ke Shadow!”
“Siapa bilang aku mengijinkan dia masuk ke dunia itu!” kek Gio setengah berteriak.
Mr Bald langsung menunduk ketakutan, “Maafkan kelancangan saya tuan!”
Kek Gio menghela nafas panjang, “Pikirkan jalan lain supaya Yazza tidak terjebak di posisi ini!”
Handphone Yazza berbunyi, sebuah pesan masuk.
Yazza mengambil handphonenya, melihat ke layar.
Shiiiiiit!
Hirza!
Dengusnya mengumpat dalam hati.
“Kita harus segera pulang!” Yazza berdiri penuh kilat amarah.
...-@,@- To Be Continue -@,@-...
__ADS_1
...>))))> ' ' <((((<...