
Setelah makan siang, Yazza mengajak Vee keluar.
Yang membuat Vee begitu uring-uringan adalah, bukan tempat kerja atau tempat meeting tujuan mereka.
Yazza justru mengajak Vee berjalan-jalan di sekitar tempat wisata dengan pemandangan hijau yang begitu memanjakan mata.
“Ini di luar urusan pekerjaan! Tidak seharusnya saya terlibat ketempat ini!” gerutu Vee, saat Yazza berdiri diam menikmati sejuknya udara di sana.
“Tidakkah kamu juga menginginkan sedikit hiburan dari penatnya pekerjaan?”
“Ya! Saya sangat ingin sekali liburan. Tapi bukan dengan Bapak! Dengan keluarga saya! Putri saya!” tegas Vee.
Menoleh menatap Vee, “Apa ada tempat yang sangat ingin kalian kunjungi saat liburan?”
“Sudah saya bilang! Jangan ikut campur atau mencampuri urusan keluarga saya!”
Tersenyum sinis, “Galak dan terang-terangan sepertinya sudah mendarah daging dalam dirimu!” gumam Yazza mencibir.
Berbalik kesal, “Saya mau pulang saja!”
Yazza menarik lengan Vee, “Tidak boleh kemana-mana tanpa seijinku!”
Menghentakkan menatap memprotes, “Setelah satu minggu ini berakhir. Saya harap, saya tidak pernah lagi berurusan dengan anda!”
“Coba saja jika bisa!” Yazza kembali memejamkan mata menghadap langit sambil menghirup udara.
Bisa di lihat garis senyum di bibirnya.
Vee kesal menyandar pembatas sembari menyilangkan tangan di perut.
Yazza membalikan badan, menaruh tangannya di pembatas, tepat di belakang punggung Vee.
Menoleh, “Boleh pinjam handphone? Aku lupa tidak membawa milikku.”
“Orang mana yang bisa pergi tanpa handphone di jaman ini!” Vee mengambil handphonenya langsung memberikan kepada Yazza.
Dengan acuh, dia kembali menyilangkan tangan, menyandar santai.
Membuka kamera dan mengangkat handphonenya, “Hei!”
Vee menoleh dan Yazza langsung mengambil gambar.
Cekreeek!
“Pak!” protes Vee kesal hendak merebut ponselnya.
Yazza yang lebih tinggi mengangkat handphone Vee, sambil mengirim gambar itu ke nomornya sendiri.
Dan tentu saja handphone Yazza memang ada di saku jasnya.
“Kembalikan handphone saya!” Vee semakin kesal ketika tahu, Yazza berbohong.
Yazza tersenyum senang.
Vee begitu dekat di depannya. Dia berusaha berjingkat untuk meraih handphonenya.
Tangan kiri Yazza menarik pinggang Vee, hingga semakin dekat dan menempel ke tubuhnya.
Vee yang kehilangan keseimbangan menabrak daadaa Yazza. Refleks memeluk Yazza karena takut jatuh.
Dengan cepat, Yazza kembali mengambil gambar.
Cekreek!
“Anda sudah gila!” protes Vee semakin berapi-api.
Mendorong Yazza melepaskan diri.
Yazza hanya cekikikan, menghindari amukan Vee. Sambil mengirim gambar itu lagi ke kontaknya sendiri.
"Cihh! Diktator?" dengus Yazza tersenyum begitu melihat Vee menyimpan nomornya dengan nama itu.
Saat Yazza berusaha menghindari Vee yang berusaha merebut handphonenya, tiba-tiba dia menjadi terdiam melihat seseorang tengah berjalan di jalur bawahnya.
“Tunggu!” Yazza memperhatikan dengan seksama.
Vee ikut melihat ke bawah, menyipitkan mata.
Sepasang pria dan wanita berjalan berpelukan. Terlihat mesra sekali.
Yazza tersenyum mencibir merasa sangat senang.
Entah untuk alasan apa!
“Wah, tempat yang bagus untuk memetik bunga yang masih segar!” sengaja mengeraskan suara untuk mencari perhatian.
Gerry yang mendengar suara Yazza langsung mendongak ke atas.
“Siapa dia sayang?” tanya gadis yang memeluknya.
Yazza tersenyum sinis.
Gerry geram, lalu pandangannya teralih melihat ada sosok wanita di sebelah Yazza.
“Bunga yang di simpan di rumah sudah layu? Sayang sekali padahal belum ada nota pembelian. Ckk… ckk.. ckk… kasihan!” Yazza sengaja memancing amarah Gerry.
“Apa maksudnya?” tanya gadis itu lagi.
“Nona pasti merasa sangat beruntung karena disayang dan dimanja. Tapi sayang sekali, nona hanya simpanan. Sama seperti bunga-bunga lainnya di luar sana!”
Gadis itu langsung melepas Gerry menatap tajam ke arah Gerry.
“Diam kau bangsaat!” melihat gadisnya. “Dia saingan bisnisku. Memang selalu seperti itu untuk menjatuhkan aku! Kita pergi saja, jangan dengarkan dia!” Gerry merajuk merayu gadisnya dengan nada penuh keyakinan.
__ADS_1
Gadis itu menatap sinis ke arah Yazza lalu kembali memeluk Gerry dan berjalan menjauh.
Gerry menatap tajam sebelum mereka beranjak pergi.
Yazza tersenyum mencibir sekali lagi.
Vee merebut ponselnya, “Jahat sekali anda! Hanya karena bersaing dalam bisnis, sampai harus merusak kebahagiaan orang!” menyimpan kembali handphone ke dalam tas.
“Dia memang pria brengsek!” Yazza berdiri tegak.
Mulai melangkahkan kakinya.
Vee langsung mengikuti.
“Mau kemana lagi?” tanya Yazza santai.
“Pulang!” sahut Vee cepat.
“Hmm, kamu lebih memilih berduaan di apartemen? Aku ini pria normal loh! Jangan salahkan jika aku tiba-tiba lepas kendali!”
Melotot tajam, “Apa anda belum pernah ditenggelamkan di tengah lautan?”
“Sudah pernah!”
Vee mendengus kesal, “Pulang ke kota asal jika sudah selesai urusan di sini!”
“Pak Ardi bilang, mobil kita bermasalah. Mungkin harus memakai mobil lain saat pulang nanti!”
Mengingat kejadian saat dia hendak melamar ke White Purple 8 tahun yang lalu, "Cihh, orang terpandang tapi mobilnya sering mogok!" cibir Vee menertawakan.
"Hah?" mengernyitkan dahi.
Membuang muka, "Shooot, kelepasan!"
"Jadi kamu sungguh masih mengingat jika kita memang sering berpapasan?" tersenyum senang.
Tanpa menanggapi, Vee hanya mendengus kesal, membuang muka berjalan mendahului dengan langkah berat.
***
Yve melihat Daniel di depan gerbang sekolah.
“Hei, lem tikus!” panggil Yve berlari menghampiri.
“Tikus kecil!” Daniel tersenyum menyambut.
Yve menendang kaki Daniel.
“Aww!” mengelus kakinya sambil melihat wanita yang menyusul Yve, “Siapa?”
“Permen karet!”
Daniel menyipitkan mata.
Daniel langsung pura-pura mengambil sesuatu dari sakunya, “Tidak ada!” terkekeh menunjukan tangan kosong.
“Cihh!” cibir Yve membuang muka.
“Em, orang yang diminta menjaga Yve?” tanya Daniel melihat suruhan Yazza.
Wanita itu mengangguk.
“Namanya madam Lia.”
“Ah I see!” Daniel mengangguk-angguk, “Ayo pulang!”
“Tuan maaf! Saya diminta untuk menjaga Yve dan tidak boleh dibawa orang lain.”
“Dia temanku!” Yve tersenyum, “Ayo lem tikus!” Yve menggandeng Daniel menuju mobil Daniel.
“Nona!” madam Lia mengejar.
“Masuk saja!” suruh Daniel.
Sampai di apartmen. Yve langsung memebersihkan diri mengganti pakaian.
“Madam, aku mau es krim pisang dan permen karet.” Yve keluar dari kamar.
Madam Lia melihat Daniel.
Daniel pura-pura tidak mendengar. Bersiul sambil membuka laptopnya.
“Baik saya akan membelikan.”
Tersenyum ramah, “Terima kasih!”
Madam Lia bergegas keluar ruangan.
Yve langsung menghela nafas lega duduk di samping Daniel.
“Hya, anak kecil! Siapa yang mengajari berakting?” Daniel menoleh.
“Kata mama, dalam situasi tertentu kita harus memakai topeng.”
“Cihh, mama mu memang keren!”
Yve melotot, “Berusaha mendapat pujian dariku!”
“Cihh, anak ini sungguh sulit sekali!” Daniel membuka internet.
Yve tersenyum cekikikan melihat Daniel yang terlihat kesal.
“Heh, kenapa menyebutnya permen karet?”
__ADS_1
“Dia sangat manis dan menempel!” mencibir. “Tapi begitu sepah jika lama-lama bersamanya. Tidak bebas!” Yve melihat ke layar laptop.
“Hmm! Sepertinya sungguh seorang professional yang ditugaskan olehnya!” gumam Daniel.
“Carikan tentang mesin eskavator!”
“Hah?” menatap Yve menyipitkan mata. “Tugas sekolah?”
“Mama mengirim kode. Katanya yang mengirim permen karet kesini adalah mesin eskavator.”
Daniel mengernyitkan dahi.
Kenapa Vee menyebut Yazza seperti itu.
“Aku ingin tahu, apa saja yang bisa dilakukan mesin eskavator!” Yve sangat penasaran.
Daniel mengangguk, “Aku juga ingin tahu!” langsung mengetik dan mencari keterangan di Googgllee.
Melihat gambar, "Heh, itu mesin penghancur?” tanya Yve.
“Eh, benar! Tapi kenapa penghancur?” Daniel ikut menyipitkan mata.
“Hya, Om yang orang dewasa. Kenapa bertanya pada anak-anak!”
Apa yang pernah Yazza hancurkan?
Vee tidak mungkin sembarangan menyematkan kode kepada seseorang tanpa suatu alasan yang jelas.
Daniel semakin ingin tahu, “Emm! Yve, apa mamamu pernah sangat membenci seseorang?”
Yve muram, “Ya!”
“Kamu tahu?”
“Tentu saja!” Yve memainkan jari-jarinya sendiri, menunduk sedih.
“Siapa?”
“Papaku!” jawabnya lirih.
Daniel terkejut mendengarnya, “Kenapa begitu!”
“Haiz, banyak tanya!” sentak Yve. “Jelaskan tentang mesin eskavator ini!”
Daniel masih sangat penasaran. Tapi dia tidak enak hati jika harus terus mendesak Yve.
Terlebih Yve terlihat begitu sedih begitu membahas tentang papanya.
“Sebenarnya, ada fungsi lain selain menghancurkan. Lihat tangan cakarnya, itu untuk mengeruk batu dan tanah. Mempermudah menutup dan menggali lubang”
“Lalu kode yang mama kirim? Om mengenal siapa mesin eskavator ini?”
Daniel mengangguk, “Ya.”
“Jenis seperti apa mesin eskavator yang bersama mama saat ini?”
“Emm, bagiku. Orang ini sangat hebat dan kuat. Tapi entah kenapa, mama Vee sangat tidak menyukainya!”
Menyipitkan mata, “Apa dia pernah melakukan kesalahan?”
Menggeleng, “Tidak tahu.”
“Mama tidak akan benar-benar membenci seseorang jika orang itu tidak membuat kesalahan yang fatal.” Yve merenung, “Selama yang kutahu, mama hanya membeci seseorang saja selama ini!” kembali muram.
Daniel merasa semakin tidak nyaman dengan apa yang terlintas di kepalanya.
Ia mencoba menepis feelingnya, Vee tidak mungkin pernah memiliki hubungan dengan Yazza.
“Hei! Lem tikus! Kenapa tiba-tiba jadi pendiam?”
Daniel tersenyum lalu muram, “Aku sedang berpikir, bagaimana bisa ada kamu jika mamamu membenci ayahmu?”
“Karena dia tidak menginginkan kami. Mama marah! Bahkan aku tidak pernah melihat foto ayahku.”
Daniel tersenyum menunjuk mukanya sendiri, “Bagaimana jika ayah yang ini?”
Yve mencibir, “Cihh, Tidak!”
“Haiz kenapa tidak!” Daniel pura-pura kesal.
“Pokoknya tidak!”
Daniel mengangkat kedua tangannya.
“Hya!” Yve bersiap mundur.
Daniel langsung menerkam Yve dan menggelitikinya sambil cekikikan, “Akan ku gelitiki sampai bilang iya!”
“Itu pemaksaan! Pokoknya tidak!” Yve cekikikan menggeliat kegelian.
***
Vee ketiduran.
Yazza mengarahkan kepala Vee ke bahunya. Menahan kepala Vee dengan lengannya yang di tekuk ke atas.
Jemarinya mengusap lembut wajah Vee di sepanjang perjalanan.
Saat tertidur seperti itu, rasanya dia menjadi lebih manis dan lembut.
Yazza semakin gemas saja melihatinya.
Polos sekali.
Tenang seperti lautan di siang hari.
...-@,@- To Be Continue -@,@-...
__ADS_1
...>))))>' '<((((<...