RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
KEBOHONGAN LAIN


__ADS_3

Paman Mail tampak sedikit menua.


Rambutnya sudah berbeda dengan yang dulu, mulai memutih dengan keriput yang lebih banyak di wajahnya.


Mereka duduk di ruang tamu sederhana kediaman pak Mail.



Yazza tampak memutarkan bola mata ke seluruh sudut ruangan.


Berantakan dan penuh dengan barang-barang yang tidak tertata pada tempatnya.


Melihat ekspresi Yazza, paman Mail merasa tidak enak hati, “Maaf, tempat saya pasti tidak nyaman.”


Tersenyum, “Ah … tidak!”


“Jadi, tuan ini yang katanya temannya Vee?”


Mengangguk, “Saya dengar dari Yve, anda adalah orang yang paling Vee sering hubungi.”


Terkejut, “Yve?”


“Yeah, gadis kecil itu terlihat sangat bangga sekali saat menceritakan tentang anda!”


Tersenyum, “Sungguh?”


Beberapa detik berikutnya, senyum paman Mail memudar. Dia teringat sesuatu, dan itu membuatnya bertanya-tanya menatap Yazza.


Melihat tatapan paman Mail, Yazza sampai harus mengernyitkan dahi, “Em, apa ada yang salah?”


“Tapi Vee selalu bilang pada anaknya itu untuk tidak sembarangan menceritakan tentangku kepada siapapun!”


Semakin menyipitkan mata, “Kenapa begitu?”


Menunduk sedih, “Anak malang itu hanya ingin membuang semua kenangan masa lalunya dan memulai awal yang baru bersama putrinya!”


Deg!


Lagi-lagi Yazza harus tersendiri pada kenyataan ini.


Ini yang memang ingin dia ketahui.


Alasan kenapa Vee harus menutup rapat-rapat masa lalunya.


Salah tingkah, “Emb … kalau boleh tahu, apa yang sebenarnya membuat Vee begitu terluka dengan masa lalunya?”


Menghela nafas panjang, “Anak itu begitu tangguh, tapi seorag pria telah membuatnya menderita dan memaksanya harus membesarkan anak seorang diri!”


Yazza menunduk sedih, “Sebenarnya, saya adalah ayah Yve!”


Menatap Yazza membelalakkan mata, “Apa?”


“Saya memang salah karena tidak pernah mencari mereka dengan sungguh-sungguh. Tapi kami sudah bertemu kembali sekarang ini. Dan saya berencana akan memulai semuanya dari awal kembali!” ucap Yazza mencoba membela diri.


Tampak sekali paman Mail menunjukan ketidaksukaan. Tangannya mengepal dengan otot lengan yang tamak mengeras.


“Apa maksudmu?” nada suara paman Mail berubah tegas.


“Saya mengakui saya salah. Dan itu sebabnya saya mau menebus semua kesalahan saya!” tegas Yazza.

__ADS_1


Menggeleng, “Sulit dipercaya! Vee selalu kesal tiap saya bertanya siapa ayah Yve. Padahal saya begitu ingin menghampiri pria yang membuat anak itu menderita, tapi Vee selalu saja melarang!”


“Awal pertemuan, dia memang sangat marah. Tapi kami sudah membicarakan masalah ini dengan kepala dingin. Bahkan kami baru saja pulang dari liburan bersama ke Bali.”


Paman Mail semakin menyipitkan mata menatap Yazza, “Kamu tidak sedang mengarang cerita?”


Mengambil handphonenya


Yazza membuka galeri foto, memperlihatkan kepada paman Mail.



Paman Mail mengamati foto itu, melihat Yve dan Vee tampak bahagia membuat matanya berkaca-kaca.


Mengelus layar handphone, “Oh astaga! Ini benar-benar mereka!”


Yazza tersenyum, “Yve bilang, dia sangat merindukan anda.”


Menatap Yazza sembari mengembalikan handphone Yazza, “Yeah … setelah kepergian Vee dari pesisir delapan tahun yang lalu, dia ke sini lagi hanya sekali! Itu saja Yve masih berusia 5 tahunan. Selebihnya, kita terus berkomunikasi melalui panggilan video.”


Tersenyum, “Jadi itu sebabnya dia sangat membanggakan anda. Ternyata kalian memang sering berkomunikasi.”


Kembali menyipitkan mata, “Tapi tunggu … bagaimana si keras kepala Vee bisa menerima kehadiran anda? Dulu aku selalu mendesaknya untuk menemui pria yang sudah menghamilinya agar mempertanggung jawabkan kesalahan. Tapi seperti yang sudah aku katakana sebelumnya, anak itu pasti akan marah dan memintaku melupakannya.”


“Wajar jika dia sangat marah kepadaku, tapi dia juga salah karena tidak pernah menuntut!”


Keningnya berkerut, “Maksudmu? Dan kenapa kamu baru muncul lagi setelah sekian lama?”


“Vee tidak pernah memberitahu saya tentang Yve, bahkan saya tidak tahu jika saya mempunyai seorang putri!”


Memicingkan mata kali ini, “Jadi, bukan kamu yang telah sengaja meninggalkan Vee saat hamil?”


Menggeleng, “Saya sungguh sudah pernah berusaha mencarinya, tapi tidak pernah menemukannya!”


“Yeah! Dua tahun pertama saya berusaha keras untuk mencari Vee. Tapi entah bagaimana, dia pandai sekali bersembunyi, sampai aku kesulitan bahkan untuk menemukan setitik jejaknya sekalipun.”


Mengangguk-anggukkan kepala, “Pantas saja!”


Mendengar ucapan paman Mail membuat Yazza semakin penasaran, “Pantas apa?”


“Malam itu, dia tiba-tiba saja pergi tanpa memberitahu kepada siapapun … yeah, sepertinya dia memang berusaha menghindari seseorang!”


Menyipitkan mata, “Pergi tanpa memberitahu siapapun?” ulang Yazza lagi.


“Yeah … padahal seharian dia masih menemani salah seorang istri nelayan yang hendak melahirkan!”


Paman Mail mengingat kejadian hari itu.


“Malamnya, dia meneleponku dengan kepanikan, bahkan dia membuatku sampai harus mengkhawatirkannya siang malam setelah panggilan tiba-tiba di akhiri. Aku tahu dia tidak baik-baik saja … anak itu sungguh keterlaluan karena langsung menghilang begitu saja!” mendengus kesal.


“Nomor ponselnya langsung tidak aktif! Aku takut terjadi sesuatu kepadanya, terlebih malam itu adalah malam badai yang membuat seluruh warga pesisir takut keluar rumah!” mendengus kesal, “Sungguh tidak masuk akal dia tergesa pergi malam itu juga jika tidak ada sesuatu!”


“Hujan badai?” Yazza semakin terkejut.


Banyak hal yang terlintas di kepalanya.


Dan itu membuatnya semakin sesak.


“Yeah … bahkan malam sebelumnya kita masih melakukan tabur bunga bersama di tengah lautan untuk menghormati hari kematian ayahnya!” jawab paman Mail.

__ADS_1


Apa!


Malam setelah hari kematian ayahnya?


Bukankah itu malam yang sama dengan malam eksekusi wanita itu?


Kenapa kebetulan ini semakin mencurigakan!


“Aku tidak tahu apa yang membuatnya sangat ketakutan. Tapi kepergiannya yang mendadak membuat banyak sekali pertanyaan. Satu tahun berikutnya, dia baru menghubungiku kembali dan memberitahukan jika dia kabur karena malu telah hamil di luar nikah. Bagiku, alasan itu masih tidak masuk akal!” mendengus, “Huh … meskipun hamil, tidak perlu buru-buru pergi di malam badai sampai membuatku panik dengan menghilangkan semua jejaknya!” menatap Yazza, “Apa waktu itu anda menemuinya?”


Yazza memang bertemu dengan Vee di dekat dermaga.


Tapi itu tepat di hari tabur bunga.


Jika dia memang takut kepadaku, bukankah dia seharusnya kabur saat itu juga?


Kenapa harus menunggu di hari berikutnya!


Ini tidak masuk akal!


Pasti ada hal lain yang mendesaknya untuk segera meninggalkan pesisir di malam badai!


Tapi apa?


Pertanyaan-pertanyaan berkecamuk dalam pikiran Yazza.


Melihat pria di sebelahnya semakin gusar, paman Mail semakin merasa tidak enak hati, “Apa perkataan saya membuat anada tersinggung?”


Menggeleng, “Apakah Vee sungguh hidup seorang diri selama tinggal di sini?”


Mengangguk, “Tapi dia juga sempat tinggal bersama sahabatnya semasa masih sekolah!”


“Sahabat?”


“Yeah!” tersenyum mencibir, “Cih … anak gadis ini bagaikan duri dalam kehidupan Vee!”


“Maksud anda?”


“Vee orang yang begitu acuh pada lelaki, tapi sahabatnya ini … haiz! Sikapnya membuat orang-orang berpikir jika Vee juga sama sepertinya!”


Yazza semakin menyipitkan mata.


“Ckk … pokonya gadis ini terkenal cukup genit dan sering menerima tamu laki-laki!” paman Mail kesal sendiri.


“Meskipun banyak keluhan dan cibiran, Vee masih akan tetap membela sahabatnya ini. Itu sebabnya aku menyebut gadis itu ‘duri’. Dia selalu membuat Vee terlibat dalam sebuah masalah!” lanjut paman Mail tampak sekali menunjukan ketidaksukaan kepada sahabat Vee.


Mengepalkan tangan, “Jadi siapa gadis itu sebenarnya!” berkata dengan nyaris tidak membuka mulutnya.


“Shhh … itu sudah lama sekali … kok aku lupa ya namanya!” mencoba mengingat, “Orang-orang di sini menjulukinya telur dadar gulung. Ah benar … gadis itu juga pernah hamil di luar nikah setelah bekerja di kota. Dia membawa aib itu ke pesisir ini, membuat Vee harus banting tulang setiap hari untuk membiayai hidupnya!”


Deg!


Pukulan keras menghantam ulu hati Yazza.


Kenapa aku justru semakin takut akan kebenarannya!


Vee, apa kamu sedang memainkan sebuah drama?


__ADS_1


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...


__ADS_2