RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
TANGAN KANAN UNTUK NYONYA


__ADS_3

Langit sudah gelap, tapi rintik hujan masih terus mengguyur sejak sore tadi.


Vee terdiam menatap jauh ke depan menembus jendela kaca kamarnya.


Meski sudah berpikir keras tentang motif dan tujuan kehadiran Logan yang langsung melakukan terror, tetap saja Vee masih belum bisa menemukan jawabannya.


Strom?


Batin Vee bertanya-tanya dalam hati.


Katakan saja jika mereka memang benar-benar dalam kelompok … mungkinkah Strom ini adalah kelompok musuh dari kelompok yang melibatkan Yazza di dalamnya?


Gerry, Tisya dan Tasya … Yazza selalu bilang jika mereka bukan orang baik … apa mungkin mereka berkaitan dengan kelompok musuh Yazza?


Jika memang sebahaya itu … bukankah kekhawatiran Yazza tentang Yve yang berteman dengan Caesar memang adalah keputusan yang baik?


Seharusnya aku tahu … Yazza memang tidak benar-benar membenci putrinya!


Dia hanya tidak mau mengakui jika dia diam-diam masih peduli dengan darah dagingnya.


Vee sedikit menoleh ke belakang, Yazza tampak fokus menatap layar laptop di pangkuannya.


Aku selalu salah menilainya … dia tidak seburuk seperti yang aku pikirkan!


Vee kembali menghadap ke depan, dedaunan bergoyang-goyang terkena air yang jatuh dari langit.


Lalu … apa kaitan senior buaya dalam hal ini?


Apakah dia juga tergabung dalam Strom? Mengingat Yazza juga pernah bilang jika senior buaya adalah orang yang berbahaya, dan dia juga melarang putrinya berteman dengan putra Hirza.


Apapun itu … sekarang aku percaya … semua keputusan yang Yazza ambil, pasti demi kebaikan kami.


Meski masih banyak sekali potongan puzzle yang belum bisa aku temukan untuk merangkai semua masalah ini menjadi satu gambar yang utuh dan jelas … aku berjanji tidak akan menyerah dan membiarkan suamiku menanggung beban berat seorang diri!


*


*


*


Sesekali Yazza melirik ke arah istrinya yang hanya berdiri diam di dekat jendela. Dia tahu, Vee sepertinya memang menyembunyikan sesuatu darinya.


Percuma saja jika terus mendesak, Vee pasti tidak akan mengakuinya.


Dia bisa saja menipu orang lain … tapi aku tahu, dia tidak bisa menyembunyikan sesuatu dariku!


Batin Yazza bergumam dalam hati.


Lihat saja … meski dia tampak tenang … aku yakin ada yang rencana dalam diamnya!


Bahkan dia berhasil membuat orang-orang Shadow menutup mulut dan tidak mau mengatakan kebenarannya kepadaku!

__ADS_1


Kalau memang dia tidak mau mengatakannya, maka aku akan mencarinya sendiri!


Yazza menutup laptopnya.


“Emb … mau ke Rumah Sakit tidak?” Yazza menaruh laptopnya di meja, lalu berdiri menatap punggung istrinya.


Wanita itu menoleh setengah terkejut dari lamunannya, “Aa … emb … apa?”


Yazza tersenyum berjalan mendekat, “Apa putrimu tidak mencari?”


“Ah … Yve? Sudah ada madam Lia kan?”


Dengan mesra, Yazza memeluk istrinya dari belakang, “Sepertinya kamu kelelahan, beristirahatlah jika memang itu perlu!”


“Cih … aku tidak selemah itu!” cibir Vee mengelus lengan Yazza yang melingkari pinggangnya.


“Melihat kamu melamun, aku pikir kamu kesal karena harus menemani aku di sini!”


“Jangan sembarangan menyimpulkan!”


“Sebenarnya … masih berapa banyak lagi harta karun yang kamu sembunyikan dalam lautan mu?”


Wanita itu menyipitkan mata, sedikit menoleh, mendongak untuk melihat wajah suaminya, “Kenapa bertanya seperti itu?”


“Karena setiap kejadian yang menyangkut dirimu … terus saja mampu membuatku terkejut dan bertanya-tanya … termasuk tentang pria dari pesisir itu!”


“Logan? Dia tidak lebih dari sampah hidup yang seharusnya di buang saja dari muka bumi ini!”


“Dia menyiksa Yunna dengan sangat tidak manusiawi, meski aku sudah merusak bagian terpenting bagi pria miliknya, ternyata itu masih tidak bisa menghentikan kegilaannya! Dia masih saja menjadikan wanita-wanita di luar sana seolah seperti mainan yang tidak berguna!”


Yazza menyipitkan mata, “Maksud kamu … fetish dengan siksaan?”


“Yeah … dia benar-benar gila! Dan yang lebih parah … dia tidak hanya seorang diri ketika beraksi!”


“Itu keterlaluan!” sahut Yazza ikut kesal.


“Sekarang dia ada di sini! Kamu hati-hati ya, jika berada di luar rumah,” ucap Vee kembali melirik mendongak menatap suaminya.


Pria itu tersenyum, “Lagi-lagi kamu meremehkan aku!”


“Hya … aku khawatir … kenapa malah menuduh yang tidak-tidak!” protes Vee kesal memanyunkan bibir.


“Justru kamu yang harusnya berhati-hati! Aku ini seorang pria … aku bisa jaga diri! Bukankah kamu yang bilang jika dia mengejar mu?”


“Tetap saja aku takut jika dia juga mengincar orang-orang terdekatku! Bagaimana jika dia semakin membabi buta?”


Yazza terdiam sejenak memikirkan beberapa hal yang cukup masuk akal dari kalimat yang Vee ucapkan.


Jika orang itu seliar seperti yang Vee katakan … bukankah akan lebih parah jika dia memang tergabung dengan Strom?


Gerry pasti akan bangga memiliki boneka baru sepertinya!

__ADS_1


Aku yakin dia pasti akan mensupport penuh pria dari pesisir ini!


“Apa kamu keberatan jika aku meminta seseorang untuk menjadi pengawal mu? Emb … anggap saja assisten yang akan selalu mengikutiku!”


“Hya … aku bisa jaga diri! Bagaimana jika kamu memberikan seseorang itu kepada Yve saja?”


“Kan sudah ada madam Lia!”


“Hah?” Vee terkejut menatap suaminya, “madam Lia?”


“Meski dia kelihatan selalu tenang, kamu jangan meremehkan kehebatannya! Aku tidak akan sembarangan memilih orang … dia bisa diandalkan!”


“Woah … aku memang terlalu meremehkan tentangmu!” ucap Vee kembali menatap ke depan.


Yazza tersenyum mengecup rambut Vee dari belakang, “Jadi bagaimana? Mau kan … jika aku memilihkan assisten pribadi untukmu?”


“Emb … bolehkah aku memilih Icha?”


“Hya … dia milik Mr. Bald!”


Vee manyun mencibir, “Kalau pak Karno?”


“Eh … benar juga! Karena kakek sudah tidak ada, dia bisa menjagamu mulai saat ini! Kenapa aku sibuk-sibuk memikirkan mencari orang?” gumam Yazza bertanya pada dirinya sendiri.


“Lagian pak Karno sepertinya akan cocok denganku! Banyak bertindak dan sedikit berbicara!”


“Aku akan membicarakan ini padanya besok!”


Vee tersenyum mengangkat sebelah tangan untuk membelai lembut wajah suaminya, “Kamu tidak bisa merawat diri beberapa hari terakhir … lihat saja, betapa kasarnya dagu mu ini! Haiz … menggelikan!”


“Aku akan segera menjadi bapak dari dua anak! Bagaiman menurutmu jika aku mulai memelihara jenggot?”


“Hya … aku tidak suka!” cibir Vee mendengus tersenyum.


“Hei … bukankah lebih keren? Rasakan ini,” Dengan sengaja Yazza menggesekkan dagunya ke bahu Vee yang memang terbuka.


“Hya geli!” Vee berusaha mendorong suaminya.


Dengan gemas Yazza menahan, “Mau bermain sebentar?” tanya Yazza menggoda.


“Tidak mau!” ucap Vee sembari membalikkan badan.


Matanya terpaku menatap mata suaminya yang tersenyum gemas menatapnya.


Bibirnya boleh mengatakan tidak, tapi kedua tangannya berkata lain.


Dengan senyum genit dia melingkarkan tangan ke belakang tengkuk leher Yazza lalu menarik ke bawah agar lebih dekat dengan wajahnya.


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...

__ADS_1


__ADS_2