RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
PERTUKARAN YANG SETARA


__ADS_3

“Tisya!”


Satu langkah wanita itu memasuki rumah, Tasya langsung memanggil dengan tatapan nanar. Kedua tangannya menyilang di depan perut, mengepal geram dengan rahang mengeras.


“Kakak?” melihat ke arah sofa ruang tamu.


Gerry dan Mr. X duduk dalam diam dengan wajah masam menatap ke arah Tisya.


“Ada apa ini?” salah tingkah melihat ke sekeliling, “Emb … apa mas Ganny belum pulang?”


“Jangan mengalihkan pembicaraan! Kakak tahu kamu pasti paham kenapa kami tampak kesal kan?” gertak Tasya tegas.


“Emb … ma-maksud kakak apa?” tanya Tisya gelagapan makin salah tingkah.


“Jujur … katakan yang sebenarnya … siapa yang menyuruhmu ikut campur dalam permasalahan keluarga pak Joko?”


“Aa … emb … aku … aku disuruh pak Hirza!”


“Nah ... dari awal kakak sudah bilang, sebaiknya jangan pernah berurusan dengannya! Sekali kamu terjebak, akan sulit keluar dari jeratnya. Kapan sih kamu mau mendengarkan aku?” hardik Tasya yang masih berapi-api.


“Tapi kali ini aku punya alasan yang kuat untuk melakukan perjanjian dengannya!”


“Tapi kamu tahu kan? Pak Joko adalah orang terdekat pak Rudi … kamu mengusiknya, itu artinya kamu mencari masalah dengan pak Rudi!”


“Ta … tapi … tapi pak Hirza berjanji akan menjamin keselamatan kita!”


“Keselamatan?” ulang Tasya meninggikan nada, “Team yang sudah kamu tugaskan untuk melakukan kejahatan kepada putri pak Joko saat ini tidak bisa di hubungi lagi setelah mereka mendapat panggilan menghadap pak Rudi!”


“Apa?” ulang Tisya terkejut.


“Itu yang kamu maksud aman?” dengus Tasya kesal, “Kita sudah kehilangan banyak anggota akhir-akhir ini! Bahkan aku yang sudah mau undur diri dari urusan Strom sampai harus mengurungkan niat dan mencoba membantu kalian untuk kembali bangkit … tapi apa? Kamu terus saja membuat masalah!”


“Kak, aku tidak bermaksud! Pak Hirza tidak akan membohongi kita kan?”


“Orang sepertinya tidak akan peduli dengan efek berkepanjangan yang akan kita terima! Iya … benar … dia memang akan membayar jasa yang setara dengan apa yang sudah kita lakukan. Tapi begitu bisnis berakhir … apa kamu pikir dia akan terus peduli?”


“Kak … maafkan aku! Aku tidak punya pilihan lain!” sesal Tisya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


“Sebenarnya perjanjian apa lagi yang kamu lakukan dengannya? Sampai-sampai … kamu jadi sebodoh ini!”

__ADS_1


Tisya menunduk sedih, cukup malu untuk mengatakannya.


“Kenapa malah diam?” tegas Tasya, “Jangan bilang hanya karena masalah sepele lagi, lalu kamu mengadukan masalah dengannya!”


“Akhir-akhir ini … aku dan Daniel melakukan kesalahan yang mungkin bisa menyinggung keluarga Yazza.”


“Maksud kamu?”


“Yazza melarang putrinya untuk bertemu Caesar, bahkan Yazza mengirim anak itu untuk bersekolah di sekolah lain. Bukannya membuat anak itu senang, Yazza justru semakin membatasi gerak anak itu … sampai akhirnya anak itu mendatangi Daniel dan meminta tolong padanya agar tetap bisa bertemu dengan Caesar secara diam-diam.”


“Tunggu!” sela Tasya, “Jadi ini bermula dari masalah anak-anak?”


Tisya menggeleng, “Sebenarnya kami juga ikut bertanggung jawab, kami orang dewasa … tapi kami justru membawa dua anak itu untuk bermain sampai mereka harus bolos sekolah!”


“Apa?” Tasya makin melotot tajam kali ini, “Kamu mengajari putraku untuk bolos juga?”


“Kak … aku sungguh minta maaf! Aku tidak tega menolak permintaan Daniel untuk merencanakan pertemuan anak-anak ini!”


“Kamu bodooh atau bagaimana sih? Lalu kenapa bisa kamu berurusan dengan pak Hirza hanya karena masalah sepele ini?”


“Kami tidak menyangka jika Kepala Sekolah anak Yazza menindak tegas anak itu sampai memanggil kedua orang tuanya ke sekolah. Anak itu di skors, dan Yazza mulai mencari tahu tentang alasan kenapa putrinya sering bolos,” Tisya menjelaskan.


“Sampai suatu hari, tiba-tiba aku mendapat kiriman video yang menunjukan saat orang-orang Shadow menghadang Daniel.”


“Mengingat Strom masih dalam masalah, terlebih terkait tentang bukti pita merah yang sudah di ketahui Shadow … jadi aku pikir, tidak mungkin jika hanya mengandalkan Strom aku bisa melindungi Daniel. Pilihan terakhir tentu saja kakak bisa menebaknya sendiri kan?” pungkas Tisya mengakhiri.


“Jadi kamu melakukan pertukaran jasa untuk membantu melindungi kekasihmu dari ancaman Shadow ke Paradise?”


Tisya mengangguk , masih menunduk ketakutan, “Pak Hirza menjanjikan keamanan untuk Daniel, dan sebagai gantinya aku harus memikirkan cara untuk melakukan teguran sadis ke keluarga pak Joko atas kasus penggelapan yang tidak di laporkan ke Paradise!”


Tasya menghela nafas panjang, memegang keningnya dengan sebelah tangan.


Gerry berdiri, melangkah mendekat ke samping Tasya, “Sudahlah … lagipula ini sudah terjadi!”


Sebelah tangan Gerry merangkul Tasya, mengelus lembut untuk menenangkan wanita itu.


“Kenyataannya … bukan orang-orang berpangkat yang di panggil pak Rudi. Bukankah pak Hirza sudah menepati janji untuk membuat kita aman?”


“Tetap saja aku tidak bisa tenang!” Tasya masih gelisah.

__ADS_1


“Tisya … kamu seharusnya belajar dari kesalahan sebelumnya. Apapun masalah yang kita hadapi, jangan pernah melibatkan orang luar lagi! Kita adalah keluarga … hanya dengan bergandengan tangan dan tidak melepas satu sama lain … kita pasti akan bisa saling bahu-membahu merangkak keluar dari masalah seberat apapun!” ucap Gerry menasehati.


“Kamu nggak usah sok bijak deh! Awal mula permasalahan ku dengannya itu karena kamu!” melihat lengan Gerry di pundak kakaknya, “Dan jangan menunjukkan kemesraan di rumah ini! Aku yang bukan adik kandung mas Ganny saja masih sangat menghormatinya!”


“Tisya!” sentak Tasya makin kesal.


Wanita itu membuang muka, dia tidak suka karena kakaknya lebih membela Gerry ketimbang dirinya.


Gerry kembali mengelus bahu Tasya, “Tenanglah … aku sudah bisa menghadapi adikmu ini kok!”


“Lagipula … kali ini aku yakin kalau kita akan lebih diuntungkan berkat tugas yang sudah pak Hirza berikan itu! Setidaknya usahaku tidak sia-sia meski harus mengorbankan beberapa orang!”


“Apa maksud kamu?” tanya Tasya menyipitkan mata.


“Selain mendapatkan perlindungan untuk Daniel … aku juga mendapat informasi yang menarik tentang kasus kematian kek Gio!”


“Tunggu … apa maksud nona … rumor di luar sana benar adanya? Maksud saya … kematian kek Gio tidak hanya karena masalah sakit jantung biasa,” tanya Mr. X yang langsung tertarik antusias untuk menggali lebih dalam.


“Yeah … rumor yang beredar memang benar! Dan aku tahu dari pak Hirza jika pendiri Shadow itu mati karena keracunan di dalam rumahnya sendiri!”


“Apa?”


Semua orang tampak terkejut menatap ke arah Tisya.


“Dan yang lebih menarik! Pelakunya masih bebas berkeliaran di rumah itu setelah melimpahkan kesalahannya pada orang lain!”


“Itu tidak mungkin! Shadow tidak bodoh! Terlebih mereka mempunyai Bayangan Mata! Bagaimana mereka bisa kecolongan?” Mr. X bergumam bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


“Ini mungkin akan jadi informasi puncak yang paling mengejutkan,” Tisya tersenyum sinis menyilangkan kedua tangan di depan perut.


Semua orang tampak menatap penasaran menunggu lanjutan kalimat Tisya kali ini.


“Pelaku ini adalah seorang gadis muda yang tidak bekerja atau terikat dengan kelompok manapun!”


“Apa! Itu terdengar lebih mustahil!” sangkal Tasya yang meragukan pernyataan adiknya.


“Jika memang benar … itu artinya gadis ini cukup licin dan memiliki bakat alami!” sela Mr. X menyimpulkan.


“Yeah … itulah kenyataannya … jangan khawatir … pak Hirza sudah berjanji akan membantu kita untuk bertemu dengan gadis itu!"

__ADS_1


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...


__ADS_2