
Ternyata ....
Harga kembali naik dengan selisih lima ratus ribu saja di detik terakhir.
“Wow!” Bunga ikut histeris begitu melihat layar, “Mengejutkan sekali ciiiin!”
“Bung … menegangkan! Jantung saya jatuh ke lantai rasanya!” MC wanita sama histerisnya, “Split second lagi, lagi dan lagi Bung!” heboh menepuk-nepuk pundak rekannya.
“Teratai Putih luar biasa! Mana tepuk tangannya!” Bunga berteriak lantang dengan suara laki-laki.
Seluruh ruangan menjadi bergemuruh oleh tepuk tangan yang begitu meriah.
“What!” Yazza ikut terperangah mendengar pernyataan akhir.
“Apa!” Gerry menatap protes, “Apa-apaan ini kenapa begini!” pekik Gerry merasa tidak terima.
Jelas-jelas dia melihat Vee sudah menaruh tab di meja saat bid terakhir.
“Sungguh acara yang luar biasa sekali hari ini Bung! Ckkk … ckkk … ckkk! Senam jantung,” MC wanita berdecak menggeleng-gelengkan kepala.
Tisya mengepalkan tangan geram.
Berdiri kesal langsung meninggalkan ruangan.
Bahkan saat dia melenggang pergi, gayanya masih sangat anggun dan tenang.
Mr. X bergegas menyusul untuk mengawal.
Vee sangat terkejut.
Berdiri linglung melihat ke arah Hirza yang tersenyum masih duduk santai.
Pria itu justru ikut memberikan tepukan tangan seolah tidak terjadi apa-apa.
Pak Ardi bertepuk tangan, tapi pandangannya tampak aneh melihat Hirza.
“Wanita ini sungguh mempunyai akurasi yang bagus!” pak Joko berkata pada teman satu meja.
“G Corporation jelas akan sangat kecewa! Mereka kalah dengan nilai serendah itu,” pak Doni berdecak kagum.
“Selama ini aku berpikir, pak Yazza tidak tertarik kepada wanita … ternyata dia sudah memiliki satu yang sangat luar biasa! Pantas saja … saat wanita ini meninggalkan beliau, dia masih saja tetap berusaha mencari dan menunggu … jika aku jadi pak Yazza, aku juga tidak akan pernah melepaskan wanita seperti ini! Hahaha,” pak Tio terkekeh lepas.
“Seperti kata pepatah, di balik kesuksesan pria, selalu ada wanita hebat di belakangnya,” sahut pak Doni.
“Tapi yang aku dengar, wanita ini justru milik White Purple,” pak Joko melihat ke sekeliling, “apa tidak ada perwakilan dari White Purple di sini?”
“Sepertinya mereka tidak tertarik,” pak Tio ikut melihat ke sekeliling.
“White Purple memiliki pemimpin yang cukup unik dan sangat berbakat … banyak yang sedang melirik White Purple sekarang ini,” pak Doni melihat ke arah Vee.
“Ya benar … aku juga berencana menggandeng White Purple dalam waktu dekat! Hahaha,” pak Joko terkekeh.
Pak Tio menatap pria di sebelahnya, “Pak Rudi? Anda menjadi pendiam sekali hari ini?”
Melihat ke arah Hirza, “Hanya mengkhawatirkan beberapa hal!”
Menyipitkan mata, “Maksud anda?”
__ADS_1
Menghela nafas panjang, “Ini pertama kalinya … ada yang berani merusak harga penawaran Paradise!”
“Apa! Paradise memasang bidding?” pak Joko terkejut.
Ketiga pria lainnya menoleh ke arah pak Rudi.
Mereka semua terdiam dengan wajah tegang.
Pak Rudi masih diam.
Menatap datar ke arah adiknya, Hirza.
...***...
“Bung … kurasa nona dari Teratai putih ini pandai bermain tic tac toe Bung!”
“Ibarat Marquez dan Rossi cin … zttt … zttt … zttt! Nyalip menikung dengan gesit ye ‘kan?” tangannya seolah bergerak zig-zag.
“Rossi sudah pensiun Bung! Hahaha,” MC wanita menggeleng terkekeh menatap Bunga.
“Tapi kehebatannya tetap melegenda dong! Hahaha,” ikut terkekeh renyah.
“Hahaha … betul sekali Bung,” menoleh ke belakang, “jadi bagaimana rekapitulasi lelang hari ini Bung!” MC wanita melihat ke layar belakangnya.
“Epic moment yang tidak disadari oleh banyak orang … nah ... kita lihat,” menoleh ke belakang.
“Oh … di detik ke empat, ternyata sempat ada Paradise! Naik lima ratus ribu bung,” terkejut histeris.
“Luar biasa, bahkan kita tidak sempat melihat nama Paradise muncul karena detik berikutnya G Corporation menyalip dengan menaikan lima puluh juta lagi ya cin!”
“Ini Bung … ini epic moment yang ditunggu-tunggu! Teratai Putih menjadi pemenang bid hanya dengan menaikan lima ratus ribu dari angka bid G. Corporation tepat di detik terakhir penutupan lelang!”
Gerry menyilangkan tangan menatap tajam ke arah Vee dan Hirza.
“Betul sekali Bunga! Lima ratus ribu menjadi keistimewaan acara lelang hari ini!”
“Langsung saja cin … kita sambut pemenang kita hari ini,” ucap Bunga genit tersenyum melihat Vee, kembali menggunakan suara gemulai.
“Oke Bung … kita langsung panggil saja pemenangnya untuk maju ke depan, silahkan Teratai Putih! Selamat karena memenangkan lelang hari ini,” kembali bertepuk tangan.
“Selamat karena sudah berhasil membuat kita semua jadi dag dig dug di sini! Hehehe,” terkekeh menyambut.
“Maju dulu sana!” Hirza santai berisyarat dengan gerakan kepala.
Pak Ardi tersenyum mengangguk, mempersilahkan.
Vee menghela nafas panjang.
Dia mengambil earphone di telinga. Secara diam-diam memberikan ke pak Ardi.
Vee tersenyum ke arah pembawa acara.
Meski telapak tangan masih dingin dan gemetar, dia berusaha menenangkan dirinya sendiri dengan pura-pura tidak melihat ke keramaian.
Tentu Vee juga masih tidak menyangka, bagaimana bisa dia memenangkan bid di detik terakhir tanpa menekan enter nominal bidding.
Memang banyak yang memuji Vee yang langsung menjadi buah bibir di kalangan para pengusaha yang hadir.
Mereka memuji betapa beruntungnya Teratai Putih memiliki wakil yang berbakat seperti Vee.
Acara usai.
__ADS_1
Hirza, Vee dan pak Ardi berjalan keluar gedung menuju parkiran.
“Jadi, apa yang sebenarnya terjadi tadi itu?” tanya Vee penasaran.
“Cukup simple sih sebenarnya,” Hirza berjalan santai.
Pak Ardi mengawal di belakang mereka.
“Huh?” menyipitkan mata.
“Aku mendengar kalian membicarakan Gerry G Corporation, jadi aku penasaran dan melihat ke arah mereka … tanpa kalian sadari, Gerry begitu optimis fokus melihat ke arah kamu … lebih tepatnya, aku mengatakan jika dia terlalu terobsesi mengalahkan kalian!”
“Ya, kita memang selalu bersaing,” pak Ardi yang menjawab.
Tersenyum, sesekali menoleh ke belakang untuk melihat pak Ardi, “Bid pertama kalian adalah sebuah pemanasan sekaligus jebakan.”
“Kenapa begitu?” tanya Vee.
“Begitu kamu menekan enter, Gerry akan langsung menyusul untuk menimpali … di situlah kesalahan terbesar G Corporation!”
“Tunggu … aku semakin tidak mengerti deh!” Vee merasa handphonenya berbunyi.
Sepertinya pesan masuk.
Vee mencari handphone di tas.
“Aku ingin tahu, berapa banyak dia akan memasang selisih harga, dan itu menjadi jebakan pertama! Well, aku juga melihat Gerry terlalu fokus melihat ke jari kamu … dia tidak peduli apapun dan hanya memperhatikan gerak jarimu!”
Memegang handphone, “Tapi kenapa hasil akhirnya bisa jadi Teratai Putih? Dan bagaiman bisa bid yang ku pasang sebelumnya justru menjadi Paradise?”
“Nah, iya! Itu sungguh mengejutkan,” pak Ardi menyipitkan mata.
“Bahkan kalian tidak sadar jika yang aku ambil dari meja adalah tab atas nama Teratai Putih,” tersenyum santai.
“Aku tidak menyadarinya,” Vee menoleh ke arah pak Ardi, “pak Ardi juga tidak tahu?”
Menggeleng, “Saya pikir ada glitch dengan system mereka … tidak disangka ternyata pak Hirza sudah menukar tab kita!”
Tersenyum lagi, “Setelah bid pertama, fokus Gerry sedikit teralihkan … aku menggunakan kesempatan untuk menukar tab kalian!”
Vee tersenyum bangga, “Kenapa tidak bilang! Aku kebingungan setengah mati!”
Menggeleng tipis, “Gerry kembali fokus mengawasi … aku tidak boleh membuatnya curiga! Dari situ dia tidak sadar jika dia masuk kedalam jebakan untuk kedua kalinya … aku memanfaatkan kesalahan Gerry untuk menggunakan trick tadi!”
“Intinya, kamu menukar tab kita dan menyuruh agar aku memasang bid dengan nominal kelipatan terendah untuk mengecoh?”
“Tentu saja! Yang kamu tekan adalah nama perusahaan Paradise, dan benar saja ... Gerry asal menekan untuk membalas. Dia sungguh tidak sadar jika ternyata itu adalah Paradise … obsesi yang menjatuhkan dirinya sendiri!” cibir Hirza.
Vee menggeleng berdecak, “Ckkk … ckkk … ckkk! Sungguh epic sekali,” Vee membuka pesan masuk.
“Well, aku sudah memprediksi selisih bid yang dia gunakan tidak akan berubah, jadi aku bersiap menulis angka yang tepat dan menekan enter begitu Gerry mengajukan last bid,” Hirza tersenyum masih dengan gaya santai.
“Terimakasih atas bantuan anda!” pak Ardi tersenyum memberi hormat atas apa yang sudah Hirza lakukan.
^^^Vee ....^^^
^^^Daniel menunggu di cafe dekat lokasi gedung lelang yang kamu hadiri!^^^
__ADS_1
...-@,@- To Be Continue -@,@-...
...>))))> ' ' <((((<...