RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
PACAR RAHASIA “SI” KEKASIH GELAP


__ADS_3


Pak Ardi menemukan bukti tentang kebenaran pernyataan Gerry waktu itu.


Beliau tidak sampai hati untuk menyampaikan kebenarannya ke Yazza.


Pasti akan ada pertengkaran setelah ini, pak Ardi hanya tidak ingin jika tuannya kembali patah hati.


“Apa yang harus aku lakukan!” pak Ardi kebingungan berdiri di depan pintu ruang kerja Yazza.


Pintu terbuka, orang kepercayaan Yazza itu sangat terkejut salah tingkah melihat tuannya tengah menatap impresif ke arahnya.


“Kenapa pak Ardi kelihatan gelisah sekali?” tanya Yazza.


“Emmmb! Anu …. Tu-tuan! Saya harus kembali bekerja!” membalikan badan hendak melangkah pergi.


“Pak Ardi!” panggil Yazza.


Pria itu berhenti terdiam dan semakin gusar.


“Katakan, apa yang sebenarnya ingin anda sampaikan?”


Melihat ke sekeliling, “Kita masuk dulu!”


Yazza kembali mundur, masuk kembali ke ruangannya.


...***...



“Apa? Bukti rekaman CCTV?” Hirza setengah berteriak bertolak pinggang menatap Hans.


Hans menunduk ketakutan, “Ya benar! Pak Ardi sudah memberikannya kepada Yazza!”


Hirza memegang kepalanya, “Vee dalam masalah sekarang!”


“Cepat atau lambat hal ini akan terungkap juga bukan?”


Hans duduk di pinggiran ranjang kamar Hirza.



“Lagipula aku masih tidak mengerti, kenapa sih mas bro malah mau melindungi nona Vee? Siapa yang sebenarnya mas dukung? Hubungannya dengan Daniel atau dengan Yazza?”


“Aku tidak tahu kamu akan memahaminya atau tidak! Jika aku mengatakan yang sebenarnya, mungkin kamu juga akan bimbang,” Hirza ikut duduk di samping Hans.


“Satu-satunya orang yang selalu membuat aku tidak mengerti itu ya cuma mas saja!”


“Tapi kamu lebih banyak mengerti tentang aku,” tersenyum mencoba mengalihkan pembicaraan.


Hans menghela nafas panjang menatap kakak angkatnya mendalam.


“Mas, katakan saja deh! Waktu itu mas berbicara tentang hutang dan rasa bersalah … sebenarnya apa yang membuat mas terlalu lembut kepada Yazza yang jelas-jelas adalah saingan mas sediri?”


“Kadang aku merasa … aku sangat tidak menyukai Yazza. Dia terlalu sombong dan angkuh! Sampai aku berpikir … lebih baik aku mengungkap rahasia kejahatannya dan dia akan terseret ke penjara atas kasus kematian Yunna.”


Hirza menatap kosong ke arah Tv yang menyala, mengambil jeda dalam kalimatnya.


“Tapi … hanya Yazza yang bisa melindungi Vee! Namanya cukup disegani banyak orang, dan mas Rudi pun akan tetap berpikir dua kali jika harus menyinggung Teratai Putih,” kali ini dia menundukkan kepala dengan berjuta kegelisahan dalam hatinya.


Hans menyipitkan mata, “Jika dipikir … mas Rudi sepertinya juga cukup segan dengan Shadow?”


Mengangguk, “Aku masih belum siap sampai ini … apapun kebenaran yang disembunyikan Sky Light … suatu saat kamu pasti menemukan jawabannya. Hans, maaf karena masih harus membuatmu penasaran,” menyentuh bahu adik angkatnya.


Menghela nafas menatap kakaknya, “Jika memang masih berat, aku tidak akan memaksa mas kok!”


Tersenyum mengangguk.


Melihat senyum kakaknya justru membuat Hans kembali muram, “Mas … aku masih memikirkan tentang nasib nona Vee! Pasti dia akan kena masalah setelah ini. Harusnya jika mas lebih percaya jika nona Vee akan aman bersama Shadow … bukankah baiknya kita menghentikan hubungan nona Vee dan bosnya sejak awal?”

__ADS_1


“Tentang Daniel … mungkin dia terlihat tidak dewasa, tapi dia sebenarnya lebih dewasa dari siapapun! Hanya saja terlalu sembrono dan banyak ulah,” ujar Hirza menjawab.


Hans terdiam mencoba mendengarkan.


“Lagipula Vee menyukai Daniel … itu yang membuatku merasa bimbang untuk bertindak! Aku takut membuat dia patah hati!”


“Lalu apa bedanya sekarang? Toh pria itu juga punya kekasih lain di belakang nona Vee kan?” Hans mengangkat kedua bahu dan tangannya sebatas dada.


“Percaya atau tidak … aku baru berencana hendak mempertemukan Vee dan Daniel saat bersama Tisya. Tapi aku masih memikirkan cara yang halus agar Vee tidak terlalu sakit hati saat mengetahui kekasih gelapnya memiliki kekasih lain,” Hirza menghela nafas panjang.


Kedua bahunya turun dengan tatapan kosong kembali.


“Well … sekarang semua menjadi berantakan. Yazza mencium bangkai ini terlalu cepat dari yang aku perkirakan!”


Hans menatap sendu ke arah kakaknya, “Menurut mas bro … apa yang akan Yazza lakukan kepada nona Vee?”


...***...



Yazza mengepalkan tangan geram melihat rekaman CCTV.


“Tuan tenangkan diri anda!” pak Ardi khawatir.


“Kenapa memotong sayapnya saja masih tidak cukup untuk membuatnya tetap tinggal bersamaku?” ucapnya lirih nyaris tidak membuka mulut. “Apa aku perlu memotong kakinya juga?”


“Sejak pertama saya mendengar jika anda tetap mengijinkan nyonya Vee bekerja di White Purple, saya sudah tidak setuju tentang hal itu!” menatap Yazza penuh keyakinan, “Bahkan anda sendiri yang bilang, jika anda hanya sedang memanfaatkan keuntungan dari perjanjian anda dengan nyonya Vee!”


“Benar! Dia sudah melanggar peraturan, dan aku berhak menuntutnya sekarang!” Yazza berdiri penuh amarah.


“Tuan! Apa yang akan anda lakukan!”


“Kita pulang sekarang!” tegas Yazza.


“Tapi tuan! Ada tuan besar di sini! Apa anda akan membuat keributan di rumah?”


Yazza tampak terdiam memikirkan tentang hal itu.


Pak Ardi mengangguk, “Baik tuan!”


Yazza mendengus kembali duduk menghempaskan nafas.


...***...



“Caesar datang jauh-jauh ke sekolah, cuma mau bertemu dengan Yve ya?” tanya Vee sembari menyetir.


Mengangguk, “Mama tidak akan bilang pada papa kan?”


Vee memberi gerakan seolah menutup mulut dengan isyarat jari yang di gerakan di depan bibirnya, “Zip-zip!”


Tersenyum, “Terima kasih mama!”


“Mbak Dania pergi jam berapa tadi?” tanya Vee.


“Lupa! Yang jelas sebelum jam makan siang!”


Vee mengangguk-anggukan kepala, “Ah oke-oke!”


Vee cukup bingung bagaimana berbicara pada Yve tentang aduan Yazza pagi ini.


“Emb … sayang, boleh mama tanya sesuatu?” Vee ragu mengucapkannya.


“Apa ma?”


“Emb … pas mama pergi, Yve masuk ke kamar mama dan memakai parfum mama ya?”


Menyipitkan mata sembari menggeleng, “Yve tidak berani masuk ke kamar mama dan papa!”

__ADS_1


“Lalu, pas masih tinggal di apartemen, Yve pernah bermain-main dengan gaun kuning mama?”


Menggeleng lagi, “Untuk apa Yve bermain dengan gaun mama!” manyun, “Memangnya kenapa sih ma?”


Aneh sekali!


Jika bukan Yve, lalu siapa yang Yazza maksud?


Dan gaun kuning itu … aku sangat yakin jika aku belum pernah memakainya lagi sejak lama!


Batin Vee dalam hati


“Mama baik-baik saja?” tanya Yve melihat mamanya yang terdiam.


“Emb, maaf sayang! Mama cuma kepikiran sesuatu,” tersenyum ramah.


“Mama belum menjawab Yve! Kenapa mama bertanya seperti itu tadi pada Yve?” desak putrinya.


“Ah … tidak! Papa pikir ada yang sembarangan masuk ke kamar papa dan mama!”


Terkejut, “Pencuri? Apa ada yang hilang?” tanya Yve.


Tiba-tiba Vee teringat perkataan Berli.


Apa benar yang di katakana Berli?


Dania menari dengan dalaman pria dan menyebut nama Yazza ….


Hmph, rasanya sulit dipikir dengan akal logika.


Anak itu terlihat kalem dan tidak neko-neko!


Tapi kenapa kebetulan sekali dengan dalaman Yazza yang hilang?


Masak iya sih, anak polos seperti Dania begitu lancang masuk kamar kami?


“Ma! Kok mama melamun lagi sih?” tegur Yve.


Vee menatap putrinya tersenyum, “Tidak! Mama hanya fokus melihat jalanan kok!”


Kembali melihat ke depan.


Aku tidak boleh sembarangan berprasangka buruk.


Harus aku selidiki terlebih dahulu!


Pungkas Vee tegas, bergumam Vee dalam hati.


Yve manyun, ikut melihat lurus ke depan, “Ma, kenapa papa tidak suka sama Caesar sih?”


“Emb … papa Yazza tidak suka sama pamannya Caesar. Itu sebabnya, papa juga tidak suka Caesar!”


Mengernyit, “Kok gitu sih?” protes Vee yang tiba-tiba langsung terdiam teringat perkataan Caesar, “Eh iya … karena mama bicara tentang pamannya Caesar … Yve jadi ingat sesuatu deh!”


“Hmmm … apa?” Vee menoleh sebentar.


“Tadi Caesar cerita … ternyata lem tikus sudah punya pacar loh!”


“Hah?” Vee terkejut menatap Yve.


Gawat!


Apa Caesar pernah melihat aku saat bersama Daniel?


Vee mulai gelisah.


“Iya ma! Tante cantik yang waktu itu mama temui di pesta ulang tahun Caesar! Katanya lem tikus itu pacar tante Caesar yang itu loh!”


DEG!!!

__ADS_1


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...


__ADS_2