RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
MENGALIHKAN PEMBICARAAN


__ADS_3

Dua pelayan yang berjaga segera datang mendekat untuk membereskan pecahan gelas kaca.


Hans tidak boleh membiarkan Tisya semakin curiga.


“Emb … kak! Kami punya satu informasi menarik! Ini tentang kematian kek Gio! Jika kakak tertarik, kami akan memberitahukan sesuatu,” ucap Hans mencoba mengalihkan perhatian Tisya yang menatap curiga kakak angkatnya.


Tisya yang terpancing, langsung mengerutkan kening menatap Hans.


“Apa aku harus menukar jasa lagi untuk informasi ini?” tanya Tisya was-was jika harus di suruh melakukan hal-hal yang berbahaya lagi.


Tapi jujur, jauh dalam lubuk hati, dia juga sangat penasaran dengan informasi yang sudah di singgung Hans.


Rumor di luar sana, memang sangat ramai membicarakan tentang kematian kek Gio yang terkesan ditutup-tutupi.


Jika memang kematian kek Gio hanya karena serangan jantung seperti yang di umumkan Shadow, lalu kenapa Shadow sepertinya sibuk sekali menyelidiki sesuatu?


Bahkan mereka meminta pihak Rumah Sakit untuk bungkam dan tidak memberikan informasi tentang riwayat perawatan kek Gio saat kejadian itu!


Bukankah ini salah satu hal yang sangat menarik?


Selain rahasia tentang masa lalu Yazza, jika aku juga mendapatkan informasi tentang Shadow lainnya, bukankah otomatis Strom akan naik satu tingkat lebih tinggi di bandingkan Shadow?


Batin Tisya bergulat dengan pikirannya sendiri di dalam hati.


Hans menyenggol lengan Hirza yang masih terdiam, berisyarat agar kakaknya tidak menunjukan sikap mencurigakan.


Hirza kembali salah tingkah menoleh menatap Tisya, “Emb … anggap saja bonus untuk keberhasilan tugas kalian,” menatap Hans, “lagipula belum tentu ini penting atau tidak untuk kalian sih!”


“Saya ingin tahu!” sahut Tisya cepat, “tolong beritahukan kepada saya!”


Hirza berisyarat dengan gerakan kepala agar Hans yang menceritakannya.


Pemuda itu menghela nafas panjang, dia memahami perasaan Hirza yang terlihat berantakan setelah tahu tentang kabar kehamilan Vee.


“Shadow diam-diam menyelidiki dan memang menutupi kejadian sebenarnya.”


“Jadi rumor di luar sana memang benar?” Tisya menyipitkan mata, “Apa yang sedang mereka coba tutupi?”


“Seseorang telah meracuni kek Gio! Mereka sengaja tidak membawa ini ke kepolisian karena mereka ingin menyelesaikan dengan cara mereka sendiri.”


Terkejut membelalakkan mata, “Apa? Diracun? Tapi siapa yang berani melakukan hal itu?”


“Ada orang dalam yang menggunakan bulu domba untuk menutupi wujud serigalanya!”

__ADS_1


“What?” Tisya semakin tidak percaya, “Mereka tidak bodoh, bagaimana bisa ada orang dalam yang sampai berhasil membunuh pendiri Shadow? Apakah orang itu suruhan dari salah satu kelompok?”


“Itu sebabnya mereka menutupi hal ini! Bayangkan saja kekacauan yang akan terjadi jika sampai kelompok lain tahu jika pendiri mereka gugur dengan cara semudah itu!”


“Tapi … orang dalam? Kedengarannya sulit sekali di percaya!”


Hans tersenyum sengit, “Dia cukup cerdas untuk melakukan semuanya itu sendirian … dia tidak di kelompok manapun!”


“Tidak mungkin!” sangka Tisya menggelengkan kepala tipis yang tentu saja tidak percaya dengan pernyataan Hans.


“Bahkan orang itu tahu jika orang yang sudah dia celakai adalah anggota mafia! Bukankah pelakunya cukup berani dan memiliki bakat alami?”


“Tunggu,” Tisya menyipitkan mata menatap Hans, “Darimana anda tahu semua ini?”


Hans kembali tersenyum sinis, “Kalian semua di bawah Paradise! Berapa kali kami harus bilang? Kami berada di atas, dan mudah sekali untuk melihat semua kejadian di bawahnya.”


Tisya mencengkram garpu di tangannya, “Apakah benar ada orang sehebat itu? Dia sudah mengacaukan Shadow … tapi tidak berada di kelompok manapun? Kedengarannya orang ini sangat menarik!”


“Kurasa dia akan cocok jika masuk ke Strom! Mengingat jika tugas Strom yang sekarang memang di bidang eksekusi,” puji Hans meninggikan hati Tisya.


Benar saja, wanita itu tampak terdiam memikirkan perkataan Hans.


Hirza tersenyum tipis melihat respon yang Tisya tunjukkan.


“Apakah kalian juga tahu … siapa sebenarnya orang itu?” tanya Tisya semakin antusias.


“Dia seorang mahasiswi yang mengaku butuh uang … dia mengambil pekerjaan sebagai pengasuh anaknya Yazza. Well … aku rasa dia seperti kakak … terobsesi pada Yazza!”


“Huh?” Tisya memicingkan mata mendengus mencemooh, “Dia seorang gadis muda? Menyukai Yazza?”


“Dia punya ambisi dan dia akan menyingkirkan siapa saja yang dia rasa menghalangi keinginannya,” Hirza tersenyum, “karena kita tidak suka terlalu ikut campur … kita tidak akan menjadi sok pahlawan dan membocorkan kebenaran ini kepada Shadow.”


“Tunggu! Jadi Shadow masih belum tahu … pelaku yang sudah mencelakai orang yang paling mereka hormati?” sela Tisya bertanya penasaran.


“Yeah … mereka masih menggali dan menyelidiki sampai saat ini,” jawab Hirza santai.


“Sepertinya saya terlalu merendahkan Paradise selama ini! Bahkan kalian sudah memegang kartu emas … tapi kalian malah memilih untuk tetap tenang seperti ini! Saya khawatir … anda juga punya kartu kelemahan Strom yang masih anda sembunyikan!”


“Jika kita tidak memegang rahasia besar … bagaimana kita bisa mengatur orang-orang di bawah kami?”


Tisya mendengus tersenyum, “Sudah tidak heran sebenarnya! Saya harus berterima kasih untuk anda kali ini … informasi yang anda sampaikan sangat berguna!”


“Ini adalah bonus untuk keberhasilan kalian! Kami tidak pelit dan tanggung-tanggung dalam memberikan reward yang sesuai untuk orang yang sudah berjasa bagi kami,” menatap Hans, “benar begitu kan?”

__ADS_1


Pemuda itu tersenyum mengangguk, “Tepat sekali! Selama kakak tetap merahasiakan keterlibatan kita dan menutup rapat-rapat mulut kalian, termasuk di hadapan pak Rudi … akan kami pastikan kalian bisa menerima banyak benefit yang menarik! Yeah … anggap saja previlege bagi pengikut setia!”


Tisya tersenyum bangga, dalam pemikirannya, dia mulai menaruh kepercayaan kepada Hirza dan Hans.


Justru tanpa dia sadari, semakin dia mempercayai orang-orang ini, akan semakin dalam dia terjatuh pada lembah penderitaan.


Orang-orang seperti mereka hanya mementingkan kepentingan pribadi.


Selama orang lain bermanfaat bagi mereka, mereka akan terus memanfaatkan sampai orang itu benar-benar tidak bisa digunakan lagi.


Dan saat itu terjadi, mereka hanya perlu menunggu saat-saat kejatuhannya.


...***...


Yazza menyilangkan tangan di perut, setengah bersandar sembari menatap tajam ke arah Vee yang pura-pura menyibukkan diri membersihkan kamar.


Sesekali wanita itu melirik salah tingkah karena terus di awasi.


“Hya … masih tidak mau mengatakan sesuatu?” desak Yazza masih pada posisinya.


“Apa? Aku sedang sibuk,” dengan wajah sok polos, Vee melanjutkan mengelap hiasan dinding.


“Perjanjian apa yang kamu buat bersama Mr. Bald?”


“Perjanjian apa?” Vee balik bertanya, “Aku juga tidak tahu!”


“Hya … pria itu orang besar! Dia tidak akan melakukan perjanjian kecil-kecilan! Katakan!”


“Iya … aku tahu kok … Mr. Bald itu orang besar! Semua orang yang bisa melihat juga akan berkata begitu,” ucap Vee santai, sengaja bergurau untuk mengalihkan pembicaraan.


“Hya! Itu hanya kiasan! Aku bersungguh-sungguh … kamu buat perjanjian apa?”


“Yang jelas bukan menyewa jasa untuk melenyapkan seseorang!” sindir Vee melangkah menjauh.


“Kenapa sih selalu mengungkit itu!” protes Yazza kesal.


“Cuih … aku hanya minta keamanan ekstra saat acara pembukaan restaurant baru!” menoleh menatap suaminya, “Aku tidak mau kejadian terror terjadi lagi sama saat di hari pernikahan kita!”


Menyipitkan mata masih curiga, “Benarkah?”


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...

__ADS_1


__ADS_2