
Kedua kakak adik perempuan itu terkejut membelalakkan mata menatap lekat ke arah Gerry.
“Wait! Aku sama sekali tidak mengerti … maksudmu putrinya yang berteman dengan putraku?” tanya Tasya memastikan.
“Yeah, anak perempuan itu!”
“Lalu apa maksudnya anak itu memang anak Yazza tapi istrinya yang sekarang bukanlah ibu kandungnya?” Tisya semakin penasaran.
“Yazza memanfaatkan wanita itu untuk menutupi boroknya! Karena wanita itu yang sudah merawat putrinya … Yazza membuatnya terpaksa menerima pernikahan ini,” ucap Gerry dengan senyum sinisnya.
“Wanita itu terlihat kuat dan punya pendirian. Tidak mungkin dia semudah itu menuruti perintah Yazza!” bantah Tisya menyangkal.
Gerry mencoba mengingat kembali, “Dari yang aku dengar, wanita itu bersahabat dengan ibu kandung dari anak yang tidak pernah Yazza akui! Wanita itu meninggal, dan anaknya mulai dirawat oleh istri Yazza yang sekarang.”
“Itu terdengar sangat rumit!” Tasya mengernyitkan dahi sembari mendengarkan penjelasan Gerry.
“Selama bertahun-tahun … dia membawa putri kandung Yazza untuk bersembunyi. Dia begitu tidak ingin menemui Yazza!” lanjut Gerry. “Sangat menarik bukan?”
“Apakah itu alasan kenapa Yazza bilang ke publik jika dia sudah mencari mereka selama bertahun-tahun sebelumnya?” tanya Tisya.
“Aku tidak tahu dia mengarang itu semua atau memang seperti itu ceritanya! Itu yang ingin aku cari tahu,” Gerry menyipitkan mata, menerawang ke depan.
“Bukankah kamu bilang, Yazza tidak mau mengakui anak itu? Kenapa tiba-tiba dia malah mengumumkan tentang kisah masa lalunya?” tanya Tisya lagi.
“Ada dua kemungkinan. Pertama, Yazza takut jika aibnya dibongkar wanita itu dan mau tidak mau Yazza membuat drama sedemikian rupa agar wanita itu di bawah kendalinya dalam ikatan pernikahan. Yang kedua, Yazza memang menginginkan wanita itu dan dia sengaja memanfaatkan status ayah kandung dari anaknya.”
Tisya mengerutkan kening, merenung menatap permukaan kolam, “Bukankah ada yang aneh? Lalu siapa sebenarnya wanita yang dihamili Yazza?”
“Kamu juga berpikir, kalau ada bagian yang hilang dari kisah itu bukan?” tanya Gerry kepada Tisya.
“Jadi, ini alasan kenapa kamu tiba-tiba membahas tentang daerah Pesisir?” tanya Tasya memiringkan kepalanya.
“Yeah … aku ingin mencari tahu … sepertinya ada hal penting yang Yazza sembunyikan tentang ‘borok’ masa lalunya itu!”
“Kalau begitu … besok kita ke Pesisir,” ajak Tisya antusias.
“Aku akan menyuruh Mr. X pergi bersama kalian!” sepertinya hanya alasan bagi Tasya yang tidak suka jika adiknya hanya pergi berdua bersama Gerry.
“Aku harus menjemput Berli dari apartemen wanita itu! Sebelum dia tercuci otaknya dan membocorkan rahasia G Corporation,” ucap Gerry datar.
“Itu artinya kamu akan kembali tinggal bersama dia?”
“Yeah … kita tidak punya pilihan! Kita masih dalam pengawasan Paradise … sebisa mungkin, meminimalisir masalah adalah jalan terbaik! Termasuk membawa kembali parasit itu, masuk ke dalam rumahku!”
“Cuih! Lagipula kenapa kamu memelihara si bodoh itu terlalu lama sih!” cibir Tasya kesal.
“Itu adalah kesalahan ku! Aku pikir Yazza masih tidak bisa move on darinya karena setelah aku merebut kekasihnya, Yazza masih tidak dekat dengan wanita manapun!”
Tisya mendengus mencibir, “Cih! Apa yang para pria ini lihat dari seorang Berli? Memanfaatkan sikap iba dan sok lemah agar di bela? Sok imut!”
“Jangan iri! Bagaimanapun juga, Yazza pernah jatuh cinta pada kekasihku! Bahkan dia lebih memilih Berli ketimbang dirimu kan?”
__ADS_1
“Cuih!” Tisya kesal dan hanya membuang muka.
...***...
2 HARI KEMUDIAN
PESISIR
Tisya dan Gerry celingukan di sekitar dermaga.
“Panas astaga! Kenapa Mr. X lama sekali!” keluh Tisya uring-uringan.
“Kamu kesal karena pacar barumu tidak menghubungimu sejak malam itu kan? Kenapa justru meluapkannya di sini,” cibir Gerry mengejek.
“Diam kamu!” sentak Tisya melirik tajam ke arah Gerry.
“Dia tidak benar-benar menyukaimu! Kenapa kamu terus memaksakan diri?” melihat Tisya dari atas ke bawah, “Kamu sangat sempurna, tapi kenapa selalu mengejar pria yang tidak menyukaimu sih?”
“Lebih baik dari pada menjadi cadangan kakak ipar mu sendiri!” dengus Tisya membuang muka kesal.
Gerry malah terkekeh lantang, “Hahaha … cadangan? Kurasa aku seharusnya yang kasihan pada kakak kandungku! Jangan lupakan tentang identitas asli Caesar!”
“Cuih!” Tisya mendengus kesal membuang muka.
“Dua pria yang kamu sukai itu … justru menaruh hati pada wanita yang sama! Sepertinya aku sangat memahami kebencian dan rasa iri yang sekarang bersarang di hatimu!”
“Cukup! Itu bukan urusanmu! Urus saja kisah kehidupanmu sendiri!” tegas Tisya yang mulai tidak tahan lagi.
Tisya dan Gerry menatap ke arah kedatangan mereka.
Pria itu terlihat jelalatan melihat Tisya dengan wajah mesuumnya, “Apakah ini putri pak Edi?”
Mr. X mengangguk, “Yeah!”
Tisya mengernyit jijik melihat tatapan pria itu.
“Nona … ini Logan, putra pertama pak Lohan. Penguasa daerah sini!”
Pria itu langsung mengulurkan tangan, “Logan!” dengan seringai menggoda, dia menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.
Tisya makin jijik sampai enggan menanggapi uluran tangan Logan.
“Jangan banyak basa-basi! Aku ingin menemui pemimpin Pesisir sekarang juga!”
Logan tersenyum mendengus, “Ayahku sudah menunggu … mari ikut saya!”
*
*
*
__ADS_1
Mereka sampai di kediaman pak Lohan.
Sama seperti anaknya, mata pak Lohan juga jelalatan nakal saat melihat Tisya. Tidak sadar diri jika usianya sudah sangat renta.
“Jadi … kenapa tiba-tiba kalian ingat dengan kami di sini?” tanya pak Lohan begitu tahu jika orang-orang Strom yang mendatanginya.
“Anda bisa sampai seperti ini karena ayah saya! Jadi jangan bersikap tidak sopan seperti itu!” ucap Tisya sinis.
Pak Lohan terkekeh keras, “Hahaha! Gaya bicaramu mirip sekali dengan ayahmu!” menatap Tisya, “Maaf … maafkan kami!”
“Langsung saja … saya kesini ingin mencari tahu tentang wanita yang bernama Vee. Apakah anda mengenalnya?”
Logan tampak geram mengepalkan tangan dengan rahang mengeras, “Vee?”
Berbeda degan ayahnya, pak Lohan justru terkekeh lepas, “Hahaha … siapa di sini yang tidak mengenalnya!”
Tisya dan Gerry saling bertukar pandang.
“Jadi anda mengenalnya?” tanya Gerry.
“Tentu saja! Aku sangat ingin sekali menikahinya … tapi dia selalu menolak! Hahaha!”
Tisya kembali mengernyit jijik.
“Kenapa kalian bertanya tentang Vee?” tanya Logan masih dengan rahang mengeras.
“Eh … ngomong-ngomong … dia muncul di dermaga beberapa waktu yang lalu!” pak Lohan mencoba mengingat, “Dia menyewa kapal pesiar dan bermalam di tengah lautan!”
Tisya mengepalkan tangan membuang muka.
Pasti yang dia maksud ketika dia dan Daniel tiba-tiba menghilang tanpa kabar!
“Itu tidak penting! Kami hanya ingin tahu tentang kisah masa lalunya,” Gerry nampaknya sudah tidak sabar.
“Sudahlah! Percuma kalian menanyakan pada ayahku! Dia sangat tergila-gila padanya sampai tidak berani melawan Vee! Biar aku saja yang menceritakan tentang nya,” Logan mencibir kesal.
“Heh … kamu cuma takut bersaing denganku untuk mendapatkannya kan?” pak Lohan mencibir menatap putranya.
“Ayah … yang aku suka itu temannya! Justru karena Vee … aku tidak pernah bisa mendapatkan Yunna! Karena Vee juga … hidup kita semua jadi terkekang! Kita tidak bisa bebas melakukan apapun, padahal ini daerah kekuasaan kita!”
Gerry menyipitkan mata, “Tunggu! Apa maksudnya terkekang?”
“Vee melawan semua preman di sini dan berdiri membela para pedagang untuk tidak membayar uang keamanan! Selama dia masih di Pesisir … kita jadi sering kelaparan! Terlebih ayahku ini tidak pernah mau tegas padanya! Untung saja dia sudah pergi dari sini sekarang,” Logan mendengus bertolak pinggang kesal.
“Itu karena dia akan jadi calon ibu tiri mu!”
“Ayah … jangan gila deh! Karena wanita itu pula dermaga menjadi kacau! Orang-orang memujinya dan menyudutkan kita! Sudah sejak lama aku mau menyingkirkannya … syukurlah dia pergi dengan sendirinya pada waktu itu!” ucap Logan tersenyum puas.
Tisya menyipitkan mata menatap pria yang memakai gigi palsu berwarna emas itu, “Tunggu … kamu bilang, kamu menyukai sahabat Vee? Siapa wanita itu?”
...-@,@- To Be Continue -@,@-...
__ADS_1
...>))))> ' ' <((((<...