RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
SINDIRAN HALUS


__ADS_3

Yve melihat ke arah pintu masuk toko.



“Eh … lihat Ma! Itu kakak kelas Yve yang waktu itu,” menunjuk kedatangan Xean dan ayahnya.


Vee menoleh, “Senior buaya?” tersenyum sumringah.


Xean menunjuk Yve, “Pa … kita ketemu mereka lagi,” menggandeng ayahnya.


Hirza tersenyum ramah.


Yazza langsung berdiri, mendengus mencibir.


Hirza menoleh ke arah Yazza, tersenyum ramah menyapa.


Apakah dia sungguh tidak mempunyai empati dan rasa malu sedikitpun?


Masih bisa-bisanya tersenyum seolah dia tidak tahu apa-apa tentang pelemparan botol itu!


Yazza bergumam dalam hati sembari balas tersenyum palsu ke arah Hirza.


“Xean … kamu juga kemari ya?” Vee dan Yve mendekat.


Yazza terlihat semakin enggan.


Sebenarnya ini sudah rencananya atau memang tidak sengaja bertemu di sini sih?


Gumam Yazza lagi dalam hati.


Dengan terpaksa ikut berjalan mendekat.


“Tadi sampai di rumah, Xean diberitahu mas Hans kalau ternyata ada undangan juga dari teman Yve! Karena tante bilang anak itu menyukai bajak laut, Xean juga ke sini untuk mencari kostum dan hadiah!”


“Ah … manis sekali! Kamu pasti cocok jika jadi bajak laut,” mengelus pipi Xean.


“Apakah aku akan terlihat keren memakainya?” Xean antusias.


Vee mengangguk, “Tentu saja!”


Hirza mengelus kepala anaknya, “Hei … kenapa tidak marah saat tante menyentuhmu seperti itu! Padahal biasanya akan mengomel kalau mas Hans yang menggodamu!”


“Tangan mas Hans bau! “ cibir Xean.


Vee mencibir, “Hya senior buaya! Jangan mengomporinya untuk membenciku!”


“Tante … ini siapa?” Xean melihat ke arah Yazza.


“Ah … ini papa aku kak!” Yve menyahut.


Senyum Xean memudar, “Hallo om!” sapanya dingin.


Yazza tersenyum tipis.


“Eh … karena kebetulan kita semua bertemu di sini … bagaimana jika setelah ini kita makan malam bersama?” usul Hirza tersenyum polos.


Yve melihat ke arah papanya.


Dia teringat pesan Yazza saat di rumah sakit untuk tidak terlalu dekat dengan mereka.


“Kebetulan sih kita belum makan malam,” jawab Vee.


“Ma, Yve mau makan di rumah saja,” sela Yve menarik tangan Vee.


“Mama belum masak sayang,” mengelus rambut Yve.


Xean menarik lengan Yve, “Dik Yve … kita makan bareng ya malam ini … kakak mau ajak adik makan di tempat kesukaan kakak,” bujuk Xean.


Hirza tersenyum melihat dua anak itu.


“Ya … ampun! Kenapa kamu begitu menggemaskan sekali sih,” Vee mengagumi ketampanan Xean.


“Bagaimana pak Yazza?” tanya Hirza menatap Yazza.


“Karena pak Hirza yang sudah menawarkan, saya terlalu sungkan untuk menolaknya!”

__ADS_1


Terkekeh pelan, “Hahaha … bisa saja anda ini!”


Yazza kembali membalas tersenyum dalam kepalsuan.


...***...


Selesai memilih hadiah dan kostum, mereka menuju restaurant jepang.



Sambil memanggang daging mereka menonton pertunjukan tari tradisional di ruang VIP.


Para wanita berpakaian kimono dengan make up khas penari Jepang mulai melenggak-lenggok dengan gerakan halus.



Vee membolak-balik daging dibantu Xean dan Yve.


“Jadi bagaimana keadaan pak Yazza sekarang?” tanya Hirza.


Tersenyum mencibir, “Seperti yang anda lihat!”


Tersenyum datar, “Anda cukup baik hati karena memaafkan kenakalan anak remaja!”


“Sebenarnya saya tidak berani menghadapi orang tuanya,” sindir Yazza.


“Oh …,” menatap datar, “kenapa begitu?” sok polos.


“Jika orang tuanya saja tidak menegur atau menghukum atas kenakalan anaknya … kurasa akan percuma saja jika mendatangi mereka. Orang tuan anak itu tetap tidak akan marah atau bahkan peduli dengan nasehat orang lain!”


Hirza tersenyum kecut.


Dia sangat yakin jika Yazza sedang menyindirnya secara halus.


“Bukankah cara didik orang tua itu berbeda-beda? Jadi intinya … kenapa aku harus membuang waktu yang akan berakhir dengan sia-sia?” lanjut Yazza tersenyum sengit.


Hirza balas tersenyum menatap Yazza.


“Anda cukup cerdas ternyata,” ucapnya dengan senyum tenang.


Yazza menahan lengan Vee, “Sayang … tolong ambilkan untukku!”


Lagi-lagi dia sengaja menunjukkan kemesraan di hadapanku!


Gumam Hirza dalam hati.


Tangannya mengepal di balik meja lantai.



“Haiz … manja sekali!” Vee menaruh potongan daging ke piring Yazza.


Hirza membuang muka, enggan melihat pasangan di hadapannya.


Melihat perubahan ekspresi Hirza, Yazza tersenyum tipis mencibir ikut membuang muka.


...***...



Kediaman keluarga Nirwana.


Ganny baru saja pulang dari luar kota.


Tisya antusias berdiri menyambut, “Mas Ganny!”


“Dik Tisya sudah datang?” Ganny menepuk bahu Tisya.


“Sudah hampir seminggu malahan!” tersenyum hangat.


Tasya keluar dari dapur, “Mas,” mencium tangan suaminya.


“Anak-anak mana?” tanya Ganny.


“Cessa tidur, Caesar di taman samping … antusias melihat orang-orang mendekor untuk acara pesta ulang tahunnya besok,” jawab Tasya.

__ADS_1


“Kalau begitu mas mandi dulu deh! Abis itu baru menemui Caesar,” Ganny melihat ke taman samping.


Tasya mengangguk.


Tisya kembali duduk di sofa ruang keluarga sambil menonton Tv saat Ganny mulai menaiki tangga.


Tasya duduk di sebelahnya.


“Lusa adalah jadwal yang sudah ditentukan untuk bertemu dengan CEO White Purple … well, kalian belum pernah bertatap muka secara langsung, bagaimana bisa kamu ingin menikah dengan dia?”


“Aku dengar dia cukup bersinar belakangan ini. Dia masih muda dan bertalenta … mungkin dia akan jauh lebih baik dari Yazza suatu hari nanti!”


Tersenyum mencibir, “Cih … apa yang sebenarnya kamu dan Gerry rencanakan?”


Menatap kakaknya terkejut membelalakkan mata.


“Apakah tidak ada hal yang bisa ditutupi dari kakakku ini?” cibir Tisya.


Membelai lembut rambut adiknya.


“Kamu satu-satunya saudara kakak. Kakak tidak mau kamu salah memilih jalan hidup, terlebih sebuah pernikahan! Carilah seseorang yang sangat mencintaimu, bahkan lebih cinta kepadamu ketimbang dirinya sendiri. Dengan begitu dia akan memperlakukanmu seperti seorang ratu!”


Tersenyum, “Apa mas Ganny seseorang yang seperti itu?”


“Yeah! Sampai jadi mudah sekali untuk dikendalikan,” mendengus sinis.


Tisya menoleh ke arah dinding kaca, melihat Caesar yang berlarian bermain bersama kucingnya.


“Gerry bilang, jika aku bersama CEO White Purple … aku akan lebih sering bertemu dengan Yazza.”


Menyipitkan mata, “Kenapa begitu?”


“Putri dan calon istri Yazza begitu dekat dengannya!”


“Itu kan karena wanita itu memang sekertaris CEO White Purple! Kita tidak tahu setelah menikah dengan Yazza, wanita itu akan tetap di sana atau meninggalkan White Purple.”


Menggeleng, “Bahkan dia menginap di apartemen wanita itu!”


“Apa?” Tasya menyipitkan mata menatap adiknya.


“Dia mengambil orang yang aku suka untuk dia nikahi. Bukankah akan menjadi adil jika aku juga menikahi orang yang dia sukai?”


“Bahkan dia berhasil membuat sang budha turun tangan bukan? Kurasa akan sulit menghadapi wanita ini!”


“Maksud kakak … pak Hirza?” menyipitkan mata.


“Kenapa kamu tidak mencoba mendekatinya saja? Dia seorang ayah tunggal dan tiada seorangpun yang berani menyinggungnya.”


Tersenyum mencibir, “Seorang biksu tidak akan pernah menikah … justru aku semakin khawatir sekarang, sepertinya surga berniat akan menghentikan badai!”


Menghela nafas panjang, “Sepertinya aku harus segera meminta jadwal pertemuan dengan pak Hirza dan pak Rudi sebelum mereka lebih murka!”


“Apakah berkaitan dengan proyek mas Ganny dengan Sky Light?” tanya Tisya.


Mengangguk, “Mereka mulai memperingatkan kita dengan menyinggung G Corporation!”


“Apa itu juga yang menjadi alasan kenapa Paradise membantu Teratai Putih di acara lelang?” tanya Tisya lagi.


“Anggap saja seperti itu! Tapi aku dengar, mereka memang pernah satu kampus dan menjadi sangat dekat!”


“Lalu kenapa melibatkan Strom di dalamnya?”


“Karena langit akan tidak ada wibawanya lagi jika badai ditiadakan!”


“Sungguh sekejam itu rencana Paradise?” cibir Tisya.


“Itu sebabnya tiada ada seorangpun yang berani melawan kehendak surga!” Tasya menghela nafas panjang.


“Well … mengenai CEO White Purple, aku akan melakukan cara apapun agar bisa menikahinya!” tegas Tisya meski dengan nada yang sangat datar dan tenang.


Tasya terkejut, menoleh menatap adiknya yang tengah memperlihatkan seringaian bengis.


...-@,@- To Be Continue -@,@-...


...>))))> ' ' <((((<...

__ADS_1


__ADS_2