
“Informan saya berhasil bertemu dengan salah seorang teman Dania semasa masih SMA. Dia bercerita tentang kisah yang sangat mengerikan … selain kisah tentang dia yang pernah mendorong teman pria sampai harus koma, ternyata dia juga pernah terlibat dalam kasus menghilangnya dua murid pria dan seorang murid wanita yang ditemukan meninggal dalam keadaan mengenaskan!”
“Wait … kenapa terdengar menyeramkan sekali! Kamu yakin itu kisah masa lalu Dania?” tanya Vee mengernyit tidak percaya.
“Yeah … menurut informasi yang di sampaikan informan saya, sumber ini sangat bisa dipercaya!”
“Lalu … jika dia memang terlibat … kenapa dia bisa bebas?” Vee semakin penasaran dengan cerita yang Leo sampaikan.
“Karena memang tidak ada bukti!”
“Bagaimana bisa begitu?”
“Akan saya ceritakan dari awal … dengan begitu anda bisa menyimpulkan sendiri di akhir cerita,” ujar Leo menyarankan.
Vee yang sudah sangat penasaran hanya menganggukkan kepala, berisyarat memberikan kesempatan bagi Leo untuk memulai cerita.
“Menurut teman sekolahnya, Dania sudah menunjukkan banyak sekali tingkah aneh sejak awal. Dia mudah marah, mudah tersinggung dan mudah berubah jadi ceria lagi. Sikapnya tenang dan tidak tertebak, sedikit sekali yang mau bertema dengannya.”
“Dia akan mudah meledak-ledak ketika dia di usik ketenangannya atau ada orang yang sembarangan menyentuh barang miliknya … dan yang lebih aneh, dia sering sekali mengakui barang yang bukan miliknya, menjadi kepunyaannya!”
“Dia punya satu sahabat wanita, sebut saja namanya Mawar. Selain satu kelas, mereka juga berbagi kamar kost. Mawar berasal dari kota lain … itu sebabnya dia harus kost di kota tempat dia bersekolah.”
“Orang-orang heran, kenapa Mawar bisa begitu sabar menghadapi sikap Dania. Sampai suatu ketika, Mawar di temukan tewas di tempat pembuangan akhir tepat bersamaan dengan menghilangnya pacar lelakinya.”
“Sebagai orang yang tinggal sekamar, tentu polisi mencari keterangan dari Dania. Menurut kesaksiannya, Mawar dan pacarnya memang selalu bertengkar, gaya pacarannya tidak sehat dan Mawar sering tidak pulang karena menginap di tempat pacarnya.”
“Tapi … semua pernyataan yang Dania sampaikan justru berbanding terbalik dengan pengakuan yang di sampaikan teman-teman sekolah dan juga keluarga korban.”
“Menurut pandangan secara umum, Mawar dan kekasihnya merupakan couple goals yang banyak di puji anak-anak lain di Sekolah. Keduanya murid berprestasi, dan mereka selalu menunjukkan kemesraan. Tidak pernah ada yang melihat mereka bertengkar atau bahkan berdebat sekalipun. Hubungan keduanya juga positif, mereka belajar bersama, saling support dalam pelajaran dan bahkan mereka membuat acara amal bersama untuk anak-anak jalanan yang tidak bersekolah.”
__ADS_1
“Tentu saja itu membuat penyelidik jadi mencurigai Dania dan mereka mulai mencari tahu informasi lebih lanjut tentang Dania. Kebetulan, sumber yang di wawancarai informan saya ini lah orang yang sudah membeberkan cerita tentang Dania yang sebenarnya.”
“Menurut dia … Dania suka pada pacarnya Mawar, bahkan orang ini sempat mendengar pengakuan Dania yang mengatakan jika Mawar lah yang sudah merebut pria itu. Sementara, pria ini jelas-jelas hanya mencintai Mawar.”
“Beberapa hari sebelum Mawar di temukan meninggal … Mawar sempat bercerita pada si nara sumber ini jika dia ingin pindah kost. Saat di tanya alasannya, Mawar tidak menjawab … tapi dia terlihat ketakutan dan seperti sedang di bawah ancaman.”
“Dania pun kembali di periksa, dan dengan ketenangannya … jelas dia menyangkal semua yang sudah di tuduhkan kepadanya. Dania bilang, karena dia adalah orang yang paling dekat dengan Mawar, dia lah yang paling tahu tentang sifat asli Mawar.”
“Intinya … menurut Dania, Mawar ini bermuka dua … begitu pula pacarnya. Mereka hanya ingin mencari pamor dan popularitas dengan image baik di Sekolah. Tapi aslinya memang seperti yang Dania katakan sebelumnya.”
“Dan di akhir cerita … Dania akhirnya terbebas dari tuduhan karena memang tidak ada bukti yang mengarah padanya. Justru pacar Mawar lah yang masih jadi incaran sampai saat ini. Dari bukti pesan terakhir di handphone Mawar … terbukti jika pacarnya lah yang memang mengajak Mawar pergi malam itu. Dan yang lebih menguatkan … lokasi terakhir yang berhasil di lacak polisi menunjukan jika pacar Mawar ada di kota lain.”
“Jelas keluarga dan teman-teman pacar Mawar menyangkal dan tidak percaya. Mereka justru masih percaya jika Dania lah yang sebenarnya ada di balik kasus itu!”
Vee menghela nafas panjang, karena terlalu fokus mendengarkan, bahkan dia lupa untuk meneguk kopi pesanannya.
“Kasus kedua … ada pria yang mendekatinya, tapi Dania tidak menyukai pria ini. Dan entah kenapa, Dania malah setuju berkencan dengannya. Sehari mereka jadian, dan berkencan di malamnya, pagi harinya pria itu tidak pernah terlihat lagi!”
“Dan kasus ketiga … sekolah yang tadinya damai, tiba-tiba di kejutkan dengan adanya murid pria yang jatuh dari lantai dua. Berbeda dari sebelum-sebelumnya … kali ini Dania mengaku jika dia yang sudah mendorong pria itu. Dania hanya berusaha membela diri karena pria itu hendak melecehkannya … sementara menurut kesaksian nara sumber, justru Dania lah yang mengejar-ngejar pria ini. Bahkan pria itu sempat menolak Dania.”
“Dan lagi-lagi … Dania terbebas dari hukum karena tidak adanya bukti. Dari rekaman CCTV, terlihat memang pria itu yang menghampiri Dania, dia mencekik dan memojokkan Dania ke pojokan dan akhirnya Dania yang berusaha melawan tidak sengaja mendorong pria itu hingga jatuh melewati pembatas,” pungkas Leo mengakhiri.
Sekali lagi Vee menghela nafas panjang.
“Aku tidak menyangka … segelap dan sesuram itu masa lalu Dania yang sampai harus terlibat dalam beberapa kasus besar?”
“Bukankah sekarang sudah semakin jelas … kenapa nyonya masih tidak mau menghukumnya?”
“Leo … kamu yang lebih memahami hukum! Apakah menurutmu kita bisa sembarangan menuduh tanpa bukti?”
__ADS_1
Yeah yang Vee katakan memang benar adanya.
Mereka tidak bisa sembarangan menuduh begitu saja.
Harus ada bukti yang kuat jika memang ingin menyalahkan seseorang.
Menggunakan feeling saja tidak lah cukup.
“Aku tidak seperti kalian yang menggunakan hukum sesuai cara kalian sendiri! Aku akan membawa masalah ini ke hukum yang sesungguhnya … hukum yang di sah kan oleh pengadilan Negara!”
Leo yang kehabisan kata-kata, akhirnya di buat bungkam dan tidak bisa menjawab lagi pernyataan yang Vee lontarkan.
Pria itu hanya menunduk dan lebih memilih untuk berdiam.
*
*
*
Berli mencibir kesal melihat Leo dan Vee yang sepertinya mengobrol serius.
Vee kan sudah punya anak dengan Yazza!
Bahkan mereka sudah menikah secara resmi sekarang!
Kenapa dia masih menggoda pria lain!
Haiz … menyebalkan sekali!
__ADS_1
...-@,@- To Be Continue -@,@-...
...>))))> ' ' <((((<...