RUINED MY SELF "DEMI YVE"

RUINED MY SELF "DEMI YVE"
BISNIS YANG DIRAHASIAKAN


__ADS_3


Mendengar pertanyaan yang di ucapkan santai dari mulut pak Rudi, membuat Tasya menunduk semakin ciut.


Bahkan sebelum dia mengutarakan isi hatinya, pria di hadapannya itu sudah mampu melumpuhkan keberanian dengan kenyataan yang memang menjadi tujuan utamanya.


“Tidak perlu sungkan! Katakan saja!” ucap pak Rudi masih dengan nada santai dan datar.


Tasya menganggukkan kepala, “Saya meminta maaf atas kebodohannya!”


“Dia sudah membayar atas perbuatannya!”


Tasya masih tidak berani menatap pak Rudi.


“Aku hanya berpikir … dia masih terlalu muda dan polos di dalam dunia bisnis kita! Well, tapi aku menyukai sikapnya,” tersenyum meneguk teh.


Kali ini Tasya mendongakkan kepala, tersenyum menatap pak Rudi.


“Setidaknya, dia akan belajar dari kesalahan!” menatap Tasya mendalam, “Memberikan daging kepada si raja hutan … tidak bisa di benarkan di sistem ‘Surga’ kita!”


Tasya menganggukkan kepala penuh rasa hormat, “Saya akan mengingat ini! Dan akan saya tegaskan kepada seluruh bawahan kami!”


“Hahaha!” pak Rudi terkekeh lepas, “Aku tahu … selain cantik, kamu juga sangat cerdas!”


Dengan ragu, Tasya kembali memberanikan diri menatap pak Rudi.


“Sebenarnya … tujuan lain saya kesini juga hendak meminta maaf atas keputusan suami saya tentang proyek dengan Sky Light beberapa waktu yang lalu,” ucapnya segan.


Pak Rudi justru terkekeh begitu mendengarnya, “Hahaha! Aku bahkan sudah melupakan tentang hal itu … aku baru paham situasinya setelah dia menolak proyek Sky Light,” kembali menuangkan the ke gelas kecilnya.


“Suamimu sama sekali tidak tahu tentang Strom dan bisnis lain di belakang bisnis yang terlihat, jadi aku cukup memakluminya! Mungkin jika kamu masih memegang kuasa penuh atas Nirwana, kamu akan lebih tahu cara mainnya,” lanjut pak Rudi berkata santai.


Tasya kembali tersenyum, “Saya memang tidak ingin melibatkan suami saya dalam hal ini! Dia pria yang terlalu jujur dan rasional … takutnya, dia justru tidak sanggup jika harus berurusan dengan Strom.”


Terkekeh, “Hahaha … aku cukup paham pemikiran mu itu. Aku sendiri juga berpikir begitu, tidak mau melibatkan istri dan anak-anakku masuk kedalam bisnis seperti ini!”


Menunduk muram, “Tapi sepertinya, Strom sedang dihukum saat ini!”


Menyipitkan mata, “Maksud kamu?”


Tasya mendongak menatap pak Rudi bertanya-tanya, “Kenapa anda justru balik bertanya?”


“Karena aku memang tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan!”


“Hah?” Tasya mengernyitkan dahi, “Bukankah Paradise dan Sky Light memang sedang mengawasi Strom dengan sangat ketat?”


Pak Rudi terdiam tampak memikirkan sesuatu.


Apa ini keputusan Hirza?


Batinnya.

__ADS_1


“Para elite Strom sudah banyak yang masuk penjara akhir-akhir ini,” keluh Tasya bernada sedih.


Pak Rudi menghela nafas panjang, “Mungkin saja bawahan ku salah paham dan mengira kalian benar-benar sedang menantang kami … makanya mereka berinisiatif hendak menjatuhkan Strom!”


“Saya juga menduga begitu! Suami saya menolak melanjutkan bisnis dengan anda, sementara adik ipar saya melakukan dua kesalahan terhadap Paradise,” kembali menundukkan kepala, “pertama, dalam acara lelang. Dan kedua, mencoba menggoda pak Hirza!”


Apa mungkin Hirza masih merasa tersinggung atas acara lelang waktu itu?


Tapi yang mendapat lahan lelang itu kan justru Teratai Putih?


Kenapa dia hanya menyerang keluarga Strom?


Pak Rudi kembali bertanya-tanya dalam hati.


“Emb, maaf pak Rudi … sepertinya saya terlalu banyak bicara,” sesal Tasya merasa bersalah.


Tersenyum, “Tidak masalah! Mengenai Strom … aku rasa memang ada kesalahpahaman di sini!”


“Kalau begitu … apa boleh saya meminta kemurahatian pak Rudi untuk menyelamatkan Strom?”


Tersenyum, “Aku akan melihat bekas lukanya dahulu. Menganalisa dan mempelajari bagaimana cara menyembuhkan infeksi yang sudah terlanjur melebar ini! Setelah aku berhasil mencari tahu, aku akan menghubungimu lagi.”


Tasya sepertinya langsung memahami perkataan pak Rudi.


Wanita itu tersenyum menunduk hormat, “Terima kasih pak Rudi!”


Sepertinya … sumber luka itu memang berasal dari Paradise.


Gumam Tasya dalam hati sembari menuangkan teh ke gelas pak Rudi untuk menunjukan sikap hormat.


Paling tidak … aku sudah meminta bantuan pada orang yang tepat!


Lanjut Tasya berkata dalam hati.


Dia tersenyum kepada pak Rudi mempersilahkannya meminum teh dengan isyarat gerakan tangan.


...***...


Pak Ardi mengetuk pintu kamar Yazza.


Vee bergegas untuk membukakan.



“Eh … pak Ardi?” bola matanya turun, melihat lengan tangan kanan Yazza yang di penuhi tumpukan file-file, membuatnya menyipitkan mata, “Apa ini?”


Yazza langsung duduk begitu menyadari kehadiran pak Ardi.


“Anda sudah datang! Silahkan,” menunjuk ke meja dekat sofa di samping dinding kaca.


Yazza menyibakkan selimut hendak turun.

__ADS_1


“Eh … mau ngapain itu? Istirahat saja,” Vee berlari kecil berusaha menghalangi Yazza.


Menyingkirkan wanita itu dari hadapannya, “Hya … kenapa kamu tidak melakukan hal yang lain saja? Hal yang tidak menggangguku untuk saat ini!” memegang perutnya, “Shhh … aduh sakit lagi!”


“Nah kan!”


“Shhh!” dengus Yazza melirik tajam menatap Vee sebelum akhirnya lari ke toilet.


Vee menghempaskan nafas panjang, manyun menatap pintu toilet.


“Sampai separah itu?” tanya pak Ardi sembari duduk di sofa, “Dulu tuan Yazza juga pernah begini saat hendak melakukan persentase penting!”


“Ah … yang katanya perbuatan curang dari pesaing bisnisnya ya?” Vee mendekat ikut duduk di sofa.


“Ya … dan kita sampai harus gagal gara-gara itu,” mulai merapikan file bawaannya di atas meja.


Vee menundukkan kepala sedih, “Saya sungguh tidak mengerti, kenapa bisa ada obat pencahar di dalam bubur itu!”


“Tuan besar sudah menceritakan di bawah tadi. Saya percaya … tuan Yazza hanya salah paham terhadap anda!”


“Bagaimanapun juga … bubur itu aku yang membuat. Wajar jika Yazza mencurigai meski memang bukan aku yang berniat buruk kepadanya!”


“Nyonya jangan bersedih … saya akan membantu berbicara kepada tuan nanti!”


Menunduk sambil mengambil salah satu file, “Tapi saya juga tidak tahu bagaimana cara untuk membuktikan padanya jika saya tidak salah!”


Tersenyum, “Saya dan pak Karno akan membantu mencari tahu!”


“Sungguh? Terima kasih pak Ardi! Saya senang, setidaknya orang-orang di sini masih mau percaya padaku!” Vee tersenyum riang menatap orang kepercayaan Yazza.


“Sudah menjadi tugas kami untuk menjaga tuan-tuan di rumah ini dari segala macam niat jahat!”


Tersenyum sembari membaca sekilas file di tangannya, “Itu artinya … kalian juga harus mewaspadai saya!”


Terkekeh pelan, “Hahaha! Nyonya hanya selalu mengancam dengan kata-kata, tapi tindakan dan sikap yang anda tunjukan selalu berbeda!”


Mengernyit tersenyum sembari mencibirkan bibir.


“Eh … Paradise? Ada proyek bersama Paradise?” tanya Vee begitu membaca file.


Yazza keluar dari toilet, masih memegang perut sembari melihat ke depan.


Gawat!


Seketika dia membelalakkan mata, terkejut melihat ke arah Vee yang sudah memegang file-file penting itu.


Vee tidak boleh terlibat dalam bisnis ini!


Aku harus tetap merahasiakan darinya!


...-@,@- To Be Continue -@,@-...

__ADS_1


...>))))> ' ' <((((<...


__ADS_2